Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-133


__ADS_3

"Udah jangan cemberut" ucap Alex.


Mereka berada didalam mobil sekarang. Aira terus memerengutinya.


"Mas sih..Seharusnya kan aku yang ngomong" ucapnya.


"Kamu atau mas, sama aja, itukan anak kita..Yang penting mereka tau kamu hamil" ucap Alex.


Aira tidak mau mendengar penjelasan apapun dari pria disebelahnya, menyebalkan!.


Alex menyebalkan, padahal Aira sudah merancang dalam otaknya agar bilang ke Nana dulu.


"Udah sayang..Capek mas dicemberutin terus" ucap Alex.


Aira menutup kedua telinganya, sangking majunya, bibir Aira itu sudah bisa diikat dengan karet.


"Gak tau, gak denger, gak perduli" ucapnya.


Alex cekikikan melihatnya.


Aira kalau sedang merajuk, tingkat keimutannya bertambah lima kali lipat. Alex suka itu.


Alex terus mengendarai mobilnya, ia melihat sebuah gerobak pedagang kaki lima yang menjual permen kapas.


Ia mengulas senyuman.


"Wah..Udah lama gak makan permen kapas" ucap Alex.


Ia melirik Aira, wanita itu menengok kedepan.


"Kamu mau permen kapas dek?" tawar Alex.


Aira membuang muka.


"Gak" jawabnya.


"Yaudah mas beli buat diri sendiri aja" ucap Alex.


Ia menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Lagi-lagi ia melihat Aira.


"Kamu yakin gak mau hm?" tanya sekali lagi.


Aira mengacuhkannya.


Alexpun melepas sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.


Aira melihat pria itu dengan penasaran, sebenarnya ia mau, tapi ia sedang merajuk.


"Nyebelin banget, seharusnya tau kalau istri bilang enggak berarti itu iya, kurang nonton tiktok nih orang" gumamnya.


Alex menghampiri penjual permen kapas.


"Pak satu permen kapas berapa harganya?" tanya Alex.


"Lima ribu mas" ucapnya.


"Saya beli permen kapasnya tiga ya" ucap Alex.


Bapak tua itu mengambil tiga buah bungkus permen kapas lalu memasukkan kedalam kantung plastik.


"Ini mas" ucapnya.


Alex mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dan memberikannya pada penjual.


"Waduh mas..Saya baru buka dasar, jadi gak ada buat kembaliannya" ucapnya.


"Kembaliannya buat bapak aja" ucap Alex sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih banyak mas, semoga rezekinya lancar"


"Sama-sama pak..Doain semoga istri saya yang disitu gak ngambek lagi" ucap Alex sambil menunjuk Aira yang ada didalam mobil.


"Oh..amin-amin.." ucap si bapak.


Aira menyipitkan matanya saat Alex menunjuk dirinya.


"Ngapain gue ditunjuk-tunjuk, pasti ghibahin gue" gumamnya.


Aira bersandar pada bangkunya, begitu melihat Alex kembali.


Pria itu masuk kedalam mobil, Aira melirik permen kapas ditangan Alex.


'Oh beli tiga'


"Apa liat-liat?" tanya Alex.


"Namanya refleks, mas buka pintu ya aku nengok" jawabnya.


"Oh gitu" ucap Alex.


Ia meletakkan bungkusan itu kebelakang, lalu menyalakan kembali mobilnya.


Alex tau Aira menginginkan permen kapas ditangannya, lagi pula Alex tidak terlalu suka, ia membelinya untuk Aira.


'Kita tunggu berapa lama kamu ngambek'


Aira sesekali menoleh kebelakang melihat bungkus permen kapas.


'Huwaa mulut gue tiba-tiba pengen yang manis-manis...'


'Pak Alex parah banget..'


Alex menarik sudut bibirnya.


"Katanya gak mau, kok dilirik terus?" singgung Alex.


"Si-siapa yang ngelirik? Enggak tuh"


"Yang bilangin kamu siapa?"


Aira menatap suaminya dengan bingung.


"Terus mas bilang kesiapa dong?" tanya Aira.


"Yang merasa aja" ucap Alex.


'Stress'


Alex menahan tawanya melihat wajah jutek Aira. Tidak tega juga, bumil satu itu pasti sangat ingin makan permen kapasnya.


"Makan aja, mas memang beli buat kamu" ucap Alex.


Aira tersenyum lebar, ia meraih tangan kiri Alex.


"Bener mas?"


Alex mengangguk.


'Aaaaa suami gue gak ada obat!~'


Aira terharu, ia mengambil satu buah permen kapas. Aira tidak berhenti tersenyum sambil melihat Alex.


"Enak?" tanya Alex.


Aira mengangguk, mulutnya tidak berhenti mengunyah permen kapas.

__ADS_1


"Manis kayak aku" ucapnya.


Alex tertawa.


"Haha kayak kamu?"


"Uhm, aku manis kan?" tanyanya pada Alex.


Alex juga setuju.


"Bibir kamu juga manis" ucap Alex sambil melihat bibir istrinya.


Aira tersenyum misterius.


"Hoho modus~" ucapnya.


Alex tertawa menampakan gigi-giginya mendengar kecurigaan Aira padanya.


"Astaga..Gak, mas gak modus, ini tulus" Alex menyentuh dadanya dengan mendramatisir.


Aira mengoda Alex, ia mencolek-colek lengan Alex.


"Bohong nih~"


Alex memegang dagu Aira menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanan ia pakai untuk menyetir.


"Tuh kan udah megang dagu aku, pasti minta cium~" jahil Aira.


Alex tidak bisa menahan kekehannya karena tingkah lucu Aira.


"Udah jangan pancing mas disini" ucapnya dengan suara sexy.


(Bentar author cecak napas>< jam 1 malam tiba-tiba dapet ide bikin uwu, dari pagi mager banget mau nulis)


Aira tidak perduli, yang penting apa yang ia mau sudah didapat.


Wanita itu kembali duduk dengan benar.


"Mas" panggilnya.


"Hum?"


"Makasih aku dibeliin ini, padahal tadi aku udah bilang gak mau"


"Mas tau kamu suka yang manis-manis dek" ucap Alex.


'Oke anjir gue ngefly'


"I love you, thank you for being a patient husband" ucap Aira.


"I love you too, and...."


Aira kesemsem saat Alex bilang juga mencintainya?


"And what?" tanya Aira.


Alex tersenyum, ia seperti mengisyaratkan sesuatu lewat kedipan matanya.


"And I'm waiting for the payment" ucapnya.


Aira membulatkan matanya, Alex tertawa puas.


"Yap..Balas dendam akan dimulai Aira" ucap Alex.


Itu sungguh membuat bulu kuduk Aira merinding, pria itu selalu merusak moment romantis.


"Hah..I can't wait for another two months haha" ucapnya.


Aira mencubit lengan lengan Alex.


"Dasar buaya" ucapnya.


Pipi Aira merona karena malu, Alex pasti sudah hilang akal.


Ia menutup telinganya.


"Mau dek?" tanyanya jahil.


"Gila" ucap Aira.


"Hahaha, udah jelas ya..Tiga kali seminggu" ucap Alex.


'Pak Alex mulutnya frontal banget heran'


"Setuju Aira? Karena beberapa bulan kedepan mas bakal dibuat kewalahan sama kamu" ucap Alex.


Ah benar.


"Ya-yaudah tanya dokternya dulu boleh gak, kalau boleh yaa..." ucap Aira.


"Pasti boleh" ucap Alex percaya diri.


"Pede"


"Mas baca artikel sayang.." ucap Alex.


'Bisa-bisanya dia lebih tau banyak padahal yang hamil gue'


"Iyaudah, setuju" ucap Aira.


Alex tersenyum menang.


"Cantiknya istriku" puji Alex.


Alex melihat kejalanan, situasi aman, ia pun mencuri sebuah kecupan dibibir Aira.


"I love you.." ucapnya tulus.


Aira memegang kepala Alex lalu mengecupnya juga.


"Me too"


Alex senang.


"Love you" ucapnya lagi.


"Iya..me too"


"I love you Aira.." ucap Alex dnegan nada manja.


"Love you too Alex Abasya"


Alex cekikikan.


"I-"


Aira langsung membekang mulutnya.


"Lanjut nyetir ya sayang" ucap Aira.


Alex mengangguk patuh, Aira melepas tangannya lalu mengusap kepala Alex.


"Ganteng banget sih" ucapnya.


"Lumayan buat memperbaiki keturunan haha" lanjut Aira.

__ADS_1


"Bikinnya juga rutin" saut Alex.


"Boleh, mas yang ngelahirin ya?" kekeh Aira.


"Bercanda.."


Mereka berdua tertawa bersama selama perjalanan pulang.


Rumah.


"Mass~" panggil Aira.


Aira baru selesai mandi, ia menghampiri Alex yang tiduran diatas ranjang sambil memainkan handphonenya.


Memeluk pria itu dengan manja.


"Hum?"


"Gawat" ucap Aira pelan.


Alex menaruh handphonenya, ia memegang kepala Aira yang berada didadanya.


Aira nampak lesu.


"Kamu kenapa?" tanya Alex.


"Ini gawat mas, gawat banget" ucap Aira.


Alex mengerutkan dahinya.


"Perut kamu sakit?"


Aira menggeleng.


"Gawat kenapa sayang..Lupa beli cemilan?"


Aira menggeleng lagi.


Alex tidak paham apa maunya, ia membawa Aira kepelukannya.


"Bilang, apa yang gawat, kalau cuma geleng-geleng terus, mas gak paham" ucap Alex.


"Belum cium" ucap Aira.


"Cium?"


Aira mengangguk.


"Jadi ini yang gawat?"


"Uhm.."


"Oke sini mas cium" ucap Alex.


Wajah Aira cerah kembali, ia duduk kembali.


"Ciumnya disini, ini, ini sama ini ya" pintanya sambil menunjukkan dahi, pipi dan terakhir bibirnya.


Alex mengigit bibirnya sendiri, Aira menggemaskan sekali.


"Berat cobaan ini ya Ra" ucapnya.


"Cobaan?"


Alex tidak menjawab, ia pun duduk lalu mendekatkan wajahnya.


Cup.


Dahi Aira yang pertama mendapat kecupan.


Cup.


Kedua pipinya dan yang terakhir ia akan menuju bibir Aira, Alex menatap mata Aira lekat.


"Yang terakhir yang mana?" tanya Alex.


Aira yakin Suara suaminya bisa membuat para gadis tergila-gila, tapi hanya dia yang boleh mendengar itu.


Aira menyentuh bibirnya.


"Ini!" ucapnya bersemangat.


Alex tersenyum, tangannya memegang tengkuk Aira. Ia pun mencium bibir Aira.


Aira mengalungkan tangannya dileher Alex sambil memejamkan mata. Alex ******* bibirnya dengan lembut.


Sebenarnya setiap Alex membahas tentang 'jatahnya', Aira selalu memikirkan bagaimana caranya membuat Alex senang juga selain berhubungan.


Ia pikir dengan begini Alex bisa senang.


"Mas" panggil Aira disela-sela ciuman.


Alex berdehem, ia sangat menikmati bibir Aira.


"Sabar ya" ucap Aira.


Alex berhenti, ia membuka matanya menatap Aira.


Kemudian Alex mengangguk dan memeluknya.


"Mas sabar Aira, dan didalam hati mas rasanya tenang..Lega.., gak ada yang ngerebut kamu lagi dari mas, semuanya udah selesai" ucap Alex memeluk erat Aira.


"Sekarang tinggal mas yang harus ngebahagian kamu" ucapnya.


Aira tersentuh, sulit pasti bagi Alex, karena Aira sering membantahnya dan menyakitinya. Aira bodoh karena tidak tau Alex sangat mencintainya, bahkan jauh sebelum mereka menikah.


"Hiks.."


Alex melepas pelukannya.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Alex.


"Jahat"


Alex kebingungan.


"Mas jahat bikin aku nangis" isaknya


"Astaga, sayang...Cup-cup.." ucap Alex.


"Baby mama kamu nangis gara-gara papa..Maaf ya" Alex menenangkan Aira.


Aira menutup wajahnya malu.


"Loh udah berhenti?"


"Mas aaaa" rengek Aira.


Alex gregetan sendiri melihat Aira.


"Ampun sayang" ucapnya.


Ia memeluk Aira lagi.


"Semoga kita dijauhkan dari semua masalah, jadi bisa selalu meluk istri mas yang cantik ini" ucap Alex.

__ADS_1


Aira tersenyum.


"Amiin.."


__ADS_2