Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-150


__ADS_3

"Gak pernah liat orang cantik ya" gumam Aira.


Alex samar" tersenyum mendengarnya.


"Itu mama sama papa, ayo Ra" ucap Alex.


Aira mendongak.


"Mana?"


Alex menunjuk atas, alfam*rtnya memang letaknya agak tinggi dan perlu menaiki tangga. Iren dan Adrian duduk dikursi yang ada didepan mini market itu.


"Ohh itu"


"Dih..Mama sama papa kayak anak muda aja" ledeknya.


"Maklum anaknya udah berumah tangga semua" ucap Alex.


"Eh mas salah..masih ada kak Mawar yang menjomblo" ucap Aira.


Alex tertawa kecil, mereka menaiki anak tangga dengan perlahan, menginggat perut Aira yang besar.


"Gak usah ketawa, nanti ada yang naksir, saya yang repot" ucap Aira.


Alex menutup rapat mulutnya, membuat Aira tersenyum puas.


"Sini duduk nak" Iren menarik kursi untuk Aira.


Aira duduk begitu pula Alex.


"Ini buat kita ma?" tanya Aira saat melihat dua botol air mineral dan makanan lainnya.


Iren mengangguk.


"Kamu minum dulu, tadi dehidrasi kan?"


"Udah minum tadi ma, pas mau turun" ucap Aira.


"Baguslah..Lain kali jangan sampai dehidrasi, gak baik..kalo bibir udah ngerasa kering langsung minum, Alex diingetin ya Airanya" ucap Iren.


"Iya ma" ucap Alex.


Iren tersenyum.


"Panasnya udah turun kan nak?" tanya Adrian pada Alex.


Alex mengangguk.


"Udah pa, dibawa tidur sama Alex suruh minum" ucapnya.


"Yaudah kalian makan dulu sebelum berangkat" ucap Adrian.


Keduanya mengangguk.


Alex memperhatikan mejanya, ada yang kurang, yang Alex butuhkan sekarang kopi.


Agar tidak mengantuk saat mengemudi.


"Eh papa udah beli kopi?" tanya Alex.


"Oh iya papa lupa, papa beli didalam dulu"


Alex bangkit.


"Gak usah pa, biar Alex aja" cegahnya.


Adrian tersenyum.


"Oke oke"


Aira tersenyum ambigu sambil memandangi secara bergantian Iren dan Adrian.


"Apasih Ra? ngeliatin mama sama papa kayak gitu" ucap Iren risih.


Aira menaikkan bahunya.


"Gak jelas" ucap Iren.


"Ekhem..Papa sama mama keliatan kayak pengantin baru ya" ledeknya.


Iren dan Adrian saling bertatapan.


Iren menyentuh pipinya malu.


"Ngarang kamu" ucapnya sambil salah tingkah.


Adrian hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Aira tertawa.


"Pa, mama salting haha"


Phuk!..


"Awh..sakit mama"


"Bikin malu mama tau gak"

__ADS_1


"Memang bener kok, papa liat kan muka mama merah"


Aira mencebik, ia mencari pembelaan papanya. Iren melirik Adrian lalu memukul lengan pria itu.


"Awas papa ya" ucapnya.


"Astaga mama.." ucap Adrian.


Aira tertawa senang.


"Papa" panggilnya.


"Hum?"


"Kalian gak ada rencana jodohin kak Mawar? kasian dia"


Iren dan Adrian menggeleng serentak.


'Wah parah..Mawar lovers..'


'Jangan-jangan gue yang anak pungut?!'


Aira menyipitkan matanya.


"Kok gak adil?"


"Apanya? Mawar itu udah punya pacar loh" ucap Iren.


Aira membulatkan matanya, ia menatap Adrian meminta penjelasan.


"I-ini kenapa Aira gak dikasih tau?"


"Gak penting" ledek Iren.


"Paaa.."


"Iya Mawar sudah punya pacar sekaligus calon suaminya, rekan kerja dia" ucap Adrian.


'Laku juga si Mawar'


"Udah dikenalin ke mama, papa?" tanya Aira.


Adrian mengangguk.


"Anaknya sopan, berwibawa, dan pinter berbicara, uuuh next mantu mama itu mah" ucap Iren.


"Ga-Ganteng gak?" tanyanya.


"Siapa?" saut Alex, pria itu sudah kembali.


"Ini pacarnya kak Mawar"


"Ini pa" Alex memberikan sebotol minuman kopi.


"Yap makasih nak"


"Menurut papa ganteng, wajahnya itu kayak ada turunan arab, tapi pas papa tanya katanya dia murni orang lokal" jelas Adrian.


Iren menyengir.


"Takdir kita bagus ya pa, dapat menantu yang masyaallah semua"


"Iya, semoga yang sama Mawar ini serius" ucap Adrian.


"Uh jadi penasaran liat calonnya kak Mawar seganteng apa" ucap Aira.


Alex meliriknya.


Aira menyengir.


"Tapi gak bakal menyaingi kegantengan suami Aira" lanjutnya.


Alex hampir tersedak kopinya, Iren dan Adrian menahan tawa mereka.


"Halah bucin" ledek Iren.


Aira mengusap rambut Alex.


"Syirik wuu"


Adrian tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Alex cuma bisa tersenyum.


Jakarta, 11:50 wib.


Mereka sudah sampai dibandara, dan sekarang menunggu kedatangan Hendra dan keluarganya di pintu keluar. Tak lupa membawa kertas karton yang sudah ditulis oleh Alex tadi.


Kertas karton itu bertuliskan welcome back Hendra.


"Wuh..Mama deg-degan kayak mau ujian cpns" ucap Iren.


Adrian merangkulnya.


"Bismilah ma.."


Iren menarik nafas lalu membuang secara perlahan.

__ADS_1


"Bismillah.."


Aira mendongak melihat Alex, Alex tersenyum padanya sembari mengusap pundak Aira.


"Perhatikan baik-baik jangan sampai kehilangan kakak kamu ya Ra"


Tibalah waktu para penumpang yang mulai keluar, mereka berempat melihat dengan seksama.


"Alex angkat tinggi-tinggi tulisannya ya"


"Iya ma"


"Ituuu! itu merekaaa!" seru Aira.


"Aaa iyaa, Hendraa! Hendraa, disini nak" panggil Iren.


Mereka melambaikkan tangan kearah Hendra, pria itu tersenyum lebar dan mendekati mereka bersama keluarga kecilnya.


Mata Aira berkaca-kaca, akhirnya pria yang sangat ia rindukan berada dihadapannya.


"Assalamuallaikum ma, pa"


Mereka berpelukan, terutama Iren ia memeluk erat Hendra dan menantunya sambil menangis haru.


"Yaallah mama kangen kalian..Hiks" isaknya.


Yana, istri Hendra memeluk mertuanya.


"Maaf ya ma, baru pulang sekarang" ucapnya.


Iren mengusap pipi Yana.


"Gakpapa yang penting kalian udah disinii" ucapnya.


Aira menahan tangisannya saat menatap Hendra, bibirnya bergetar.


Hendra melihat Aira dan Alex dengan tersenyum. Alex bersalaman dengannya.


"Wah perutnya semakin besar" ucapnya.


"Sebentar lagi lahiran ba-Kak" ucap Alex.


"Bang aja Lex" ucap Hendra.


Alex tersenyum.


Hendra lalu merentangkan tangannya pada Aira.


"Come'on princess, kenapa cemberut" ucap Hendra.


Aira langsung Berhambur kepelukan Hendra, ia menangis.


Marah dan kesal, karena Hendra begitu terlambat datang.


"Hiks..Hiks..Kakak.."


"Maaf ya..Kakak gak hadir dipernikahan kamu, nyesel rasanya.." ucap Hendra.


"Kakak gak sayang aku lagi.."


"Ssshh..Mana mungkin, anak secantik ini gak kakak sayang hum?"


Aira melepas pelukannya.


"Huhu..Kangen banget"


"Iya kakak udah disini dek.."


Yana mendekati mereka, sedangkan Adrian dan Iren mulai sibuk dengan kedua cucu mereka.


"Aira" Yana tersenyum manis.


"Kak Yanaaaa.."


"Uh Aira udah mau jadi ibu ya dek" ucapnya.


"Kak yana apa kabar? Aira kangen banget"


ucap Aira.


"Kak yana juga..Aira dulu nangis-nangis pas kami pergi..Eh sekarang udah punya suami.."


"Huhu"


"Nanti kakak kasih sesuatu buat kamu ya"


Aira mengusap air matanya lalu mengangguk.


Alex memandangi pertemuan keluarga yang dramatis, ia hanya diam dan tersenyum, terasa canggung baginya yang tidak mengenal Hendra.


Aira melijat kebelakangnya, ia lupa ada Alex yang berdiri disana.


Ia menarik tangan Alex.


"Kak hendra, kak Yana ini suami Aira, mas Alex" ucap Aira memperkenalkan Alex.

__ADS_1


"Ganteng ya bang" ucap Yana pada suaminya.


Hendra mengangguk setuju, ia menepuk pundak Alex dan menatap bangga.


__ADS_2