Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-142


__ADS_3

besok triple ya, lagi sibuk bgt huhu Maaf ya yang lalu" cuma omdo..besok aku janji triple..karena udah mau tamat hihi


Alex selesai sholat maghrib berjamaah dimesjid, ia keluar memakai sendalnya.


"Alex" panggil seseorang.


Alex menoleh.


"Eh bang.." sapa Alex.


Mereka saling berjabat tangan.


"Lagi sibuk apa Lex?" tanyanya.


"Kerja bang, sekalian siap-siap buat istri lahiran" ucap Alex.


Mereka berjalan bersama. Orang Disebelah Alex ini bernama Candra, tetangganya juga, pria itu lebih tua dua tahun dari Alex, sudah berumah tangga dan punya anak kembar perempuan.


"Oiya bentar lagi ya?" tanyanya.


Alex mengangguk.


Pria itu menepuk pundak Alex.


"Laki-laki atau perempuan nih?"


"Alhamdulilah perempuan bang" ucap Alex.


"Wah perempuan ya? Bisa main bareng nanti anak kita haha" tawanya.


Alex tersenyum.


"Main kerumah Lex sekali-sekali, Aira juga bisa sharing-sharing sama Nita, kalo kamu kerja, minta aja Aira datang kerumah"


"Nita cuma sama anak-anak dirumah" lanjutnya.


'Ah iya..bener juga, biar gak bosen'


"Insyaallah bang..Oh iya anak abang berapa tahun?"


"Nayla sama Nayra Tiga tahun" ucap Candra.


"Tiga tahun?"


"Hum..Nita sering ngadu ke aku, anak-anak petakilannya nauzubillah..Dia sampai kewalahan, kasian liatnya..Tapi aku kerja" ucap Candra.


"Abang gak ada rencana buat punya anak lagi?" tanya Alex bercanda.


Candra kaget lalu tertawa.


"Ada, tapi tunggu si kembar masuk sekolah dasar, kalo gak ya repot Lex.." ucapnya.


"Kamu?" tanyanya.


"Haha..Tunggu anak pertama lahir dulu.."


Mereka ngobrol sambil bercanda, Alex dan Candra berpisah didepan rumah Candra


"Masuk dulu ya Lex" ucap Candra.


"Iya bang"


Baru Candra membuka pintu rumahnya, sudah terdengar suara anak kembarnya yang menyambut kedatangan Candra.


"Ayaaaah!" seru Nayla dan Nayra berhambur kepelukan Candra.


"Aduh..Anak ayah.." ucap Candra mencium pipi kedua putrinya.


"Ayah, tadi Nayla sholat magrib loh~"


"Iya nak? Alhamdulilah pinternya.." puji Candra.


"Ayah Nayra juga! Tadi sama bunda" ucap Nayra tak mau kalah dari kakak kembarnya.


Alex yang melihat pun ikut tersenyum, pria itu masih berdiri disana. Memperhatikan Nayla dan Nayra yang sangat pandai berbicara. Tingkah mereka yang berebut perhatian dari Candra membuat Alex gemas.


Ia tidak sabar menantikan saat-saat seperti Candra, anaknya akan menyambut kedatangannya setiap hari, sambil bercerita dengan bibir mungilnya.


'aku juga bakal begitu nanti..pasti'


"Eh Alex?" sapa Nita.


Alex tersenyum membalas sapaan Nita.


"Mampir Lex" tawar Nita.


Alex menolaknya, ada Aira yang menunggunya dirumah dan ia harus mengantar Rachel kerumah orang tuanya.

__ADS_1


"Lain waktu kak..Alex duluan" ucap Alex lalu pergi.


"Yah, istri Alex sebentar lagi lahiran ya?" tanya Nita pada Sang suami.


"Hum..Kamu main kerumah mereka Nit, temani Aira" ucap Candra.


"Oke Yah, nanti bawa dikembar deh" Nita mencolek hidung kedua putrinya.


"Mau kemana?" tanya mereka serentak.


"Kerumah tante cantik, mau?"


"Mau!"


"Sip, nanti kita kesana ya..Ayo masuk anak-anak" seru Nita.


Beralih ke Alex, pria masuk kedalam rumah, saat menaiki tangga ia berpapasan dengan sang Adik.


Rachel sudah berdandan Rapi sambil membawa koper kecil.


"Eh mas udah pulang" ucap Rachel.


"Hum, kamu mau berangkat sekarang?" tanya Alex.


"Bentar lagi, cuma mau naruh koper diruang tamu..Mas yang antar aku kerumah bunda kan?"


tanya Rachel.


Alex mengangguk.


"Nanti panggil mas kalo udah mau berangkat" ucap Alex.


"Iya"


Alex lanjut menaiki anak tangga menuju kamarnya, tepat saat Alex hendak masuk, Aira keluar dari kamar. Mereka saling lihat.


Aira tanpa basa-basi menciun tangan suaminya yang baru pulang dari mesjid.


"Mau kemana?" tanya Alex.


Aira menunjuk kearah tangga, artinya dia mau ke bawah.


"Udah sholat?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


"Anak papa gimana? Ikut mama sholat ya tadi?"


Tidak ada jawaban dari Aira, Alex menegakkan kembali tubuhnya.


'Masih marah ternyata'


Ia menghela nafas.


"Kamu ikut antar Rachel?"


"Ikut" jawab Aira cepat.


Alex mangut-mangut.


"Yaudah mas ganti baju dulu.."


Aira melangkah pergi, Alex membuka pintu, kemudian menoleh pada Aira.


"Kamu gak ganti Ra?"


Aira diam sejenak.


"Hum?"


"Gak, pakai ini aja mas" ucapnya.


"Ooh oke"


Alex menutup pintu kamar tersebut. Didalam kamar ia berpikir, bagaimana membujuk Aira, kali ini wanita itu lebih emosional.


"Cari digoogle ada gak ya?" monolog Alex.


Ia segera mencari letak benda persegi panjang itu.


"Nah ini dia" ucap Alex.


Aira meletakkan handphonennya didalam laci samping tempat tidur, Alex mulai mencari sebuah artikel disana.


"Sshh..Ini gak mungkin bisa" monolog Alex.


Beberapa menit mencari tidak ada yang cocok menurut Alex.

__ADS_1


"Gak ada yang pas.." eluhnya.


"Mass! Berangkat sekarang, bunda udah telfon aku" teriak Rachel dari bawah sana.


"Iya sebentar" saut Alex.


Ia buru-buru berganti pakaian, namun Alex teledor, ia melembar pakaian gantinya diatas ranjang begitu saja.


Alex menuruni anak tangga dengan cepat.


"Ayo berangkat" ucapnya.


"Mbak ayo" Rachel menggandeng lengan Aira sambil menyeret koper.


Ketiganya keluar dari rumah, Alex masuk kedalam mobil lebih dulu, untuk memanaskan mesin.


"Kopernya taruh disamping aku aja ya mas?" tanya Rachel.


"Iya" jawab Alex singkat.


Rachel menaruh koper disebelah kursinya. Alex melirik istrinya yang berdiri menatap Rachel.


Mobil pun siap, Rachel masuk dan duduk dibelakang, Aira pun begitu. Wanita itu tidak duduk disamping kursi kemudi.


"Mbak disini ya.." ucapnya sambil tersenyum pada Rachel.


"Hehe oke mbak"


Aira sedang menghindarinya, Alex tidak keberatan. Toh nantinya mereka cuma berdua dirumah.


Selama perjalanan, Aira ngobrol bersama Rachel sedangkan Alex menyimak dan mendengarkan obrolan mereka.


Begitu seterusnya sampai dirumah orangtua Alex.


"Yeay udah sampai!" Seru Rachel.


Rachel dengan buru-buru keluar dari mobil, ia mengetuk pintu rumah sambil berteriak memanggil Reva dan Hero.


"Bundaa...Ayahh..Anak gadis yang cantik pulang" serunya.


"Ada bel, jangan maruk" ucap Alex.


Pria itu membawa koper Rachel turun dari mobil. Aira cuma menoleh sebentar untuk melihatnya.


"Oh iya lupa hehe"


Alex berdiri disamping Aira.


"Ekhem.." dehemnya.


Setelah Rachel memencet bel, pintu tersebut terbuka, keluarlah bibi dengan serbet dipundaknya.


"Eh..Masuk Non..Aden" ucap bibi.


Rachel masuk, Aira ingin menyusul tapi tangannya ditahan Alex.


Aira menatap Alex heran.


"Alex cuma mau antar Rachel ke sini bi, titip salam buat ayah bunda ya" ucap Alex.


"Udah lama gak kesini..mampir sebentar den" ucap bibi.


Alex memberi kode ke pembantuanya lewat gerakan mata, untungnya bibi langsung paham.


"Oooh..Iya den, bibi sampaikan" ucap bibi.


Alex tersenyum.


"Rachel ini kopermu ya" seru Alex, ia memberikan koper milik sang adik pada bibi.


"Alex pamit, assalamuallaikum"


"Waalaikumsalam.."


Alex menarik tangan Aira menuju mobil.


'Kenapa sih? Orang mau ketemu bunda!'


'Gak ngertiin banget!'


Alex menarik sudut bibirnya, melihat Aira yang kebingungan tapi enggan untuk bertanya.


"Masuk Ra" ucap Alex.


Aira menatap sinis lalu masuk kedalam mobil.


'Kita lihat sampai kapan kamu diam haha..'

__ADS_1


__ADS_2