Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-162


__ADS_3

"Lo berdua gua hajar aja sekalian" ucap Aira.


"Aira.." tegur Alex.


"Haha jangan dong, calon pengantin bonyok kan gak bagus" balas Mira.


"Iya iyaa si pengantin baru" ucap Aira.


Raka kembali membalas kantung plastik berisikan air mineral.


"Nih yang minum" ucapnya.


"Makasih sayang" balas Mira.


Mira memberikan kantung plastik Berisikan air mineral tersebut pada Aira.


"Mas? Mau minum?" tawar Aira.


Alex mengangguk.


Dengan perhatian Aira membuka tutup botol air mineral lalu memberikan botolnya pada Alex.


"ini minum" ucapnya.


Raka menyungging senyuman.


"Langsung pulang? Itu Alex udah lemes banget" ucap Raka.


"Aku masih mau main sayang" ucap Mira.


"Kalian lanjut aja, kasian ini bapak-bapak udah tua" ucap Aira sembari menoel pipi Alex.


"Aira.." tegur Alex.


"Iyaaa sayang..Yaudah duluan ya" ucap Aira.


"Gak sadar ini dua laki-laki padahal umurnya beda dikit" sambung Mira.


"Tapi Alex keliatan lebih tua" ucap Raka.


Alhasil ia mendapat tatapan tajam dari Aira.


"Canda" lanjut Raka.


Mereka berempat bangun dari duduknya.


"Hati-hati dijalan kalian ya" ucap Raka.


"Kalo bisa lo aja yang nyetir Ra" ucap Mira.


Aira mengangguk.


"Masih bisa nyetir ya..Saya gak lemah" saut Alex.


"Iyain aja sayang, susah, jangan diladenin" bisik Raka.


"Hum iya-iyaa"


"bye-byee" ucap dua sejoli itu sembari melambaikan tangan.


Tinggallah Alex dan Aira, wanita itu melihat Alex dari atas sampai bawah, lalu menyeka keringat di dahi Alex.


"Mandi keringat Ya mas"


Alex tersenyum kecut.


Aira menangkup kedua pipi suaminya.


"Kasian gendongin aku yang berat" ucapnya.


Alex menyipitkan matanya, ia tidak suka Aira menyinggung perihal berat badan, ia takut membuat istrinya minder atau insecure.


"Sayang.."


"Enggak loh..Cuma ngomong aja hehe"


"Nanti dirumah aku pijetin ya, mau?" lanjut Aira.


Alex tersenyum lembar, lalu mengangguk.


"Cih..langsung seger" ucap Aira.


"Jadi pulang?" tanya Alex.


Aira mengangguk.


"Gak kecepatan? Hari ini kita lagi pacaran..Kamu lupa?"


"Enggak lupa mas"


"Kamu keliatan capek, jadi aku gak tega mau ngajak jalan lagi"

__ADS_1


Bibirnya mengerucut kedepan.


'Ya Allah manisnya istriku'


"Sshh..manis banget kamu Aira.." ucap Alex geregetan.


Aira mengedip-ngedipkan kedua matanya, Alex langsung merangkulnya.


"Kalo mas cium disini, orang-orang bakal mikir mas cabul" bisiknya.


Sontak Aira tertawa.


"Hahaha mas..Astagaa"


'Mau nyium ternyata haha kasian'


"Yaudah kita ke tempat lain, jangan langsung pulang" ucap Alex, menggandeng tangan istrinya.


"Sip!..Kemana nih?"


"Hotel" ucap Alex santai.


'Sulit dimengerti semoga harimu suram' batin Aira.


"Yang bener mas!"


"Sstt..jangan banyak tanya, ikuti mas mau kemana" Alex mengedipkan sebelah matanya.


'Masyaallah indahnya ciptaan tuhan'


Aira tersipu, ia memandangi tangannya yang terlihat mungil digenggaman Alex.


Hari ini akan jadi hari terbaik bagi Aira dan Alex.


"Mas..kamu seneng gak milikin aku?" tanyanya.


"Hum..."


"Mas?"


"Gak perlu kamu tanya..Mas bahagia dan seneng bisa milikin kamu, rasanya dunia selalu indah, ditambah sekarang dikaruniai Atiya..kebahagian mas makin lengkap" ucapnya.


Aira mengigit bibirnya.


"Beruntung ya waktu itu aku gak jadi cerai sama mas"


"Kamu kepikiran mau cerai dari mas? Kapan itu?" tanya Alex dengan wajah serius.


"Udah lama banget sih sebelum ada Atiya" ucapnya.


"Berarti pas masih jadi pengantin baru?"


Aira mengangguk.


"Hum..Aku kayaknya udah pernah bilang sama mas"


Alex mengerutkan dahi.


"Gak pernah...Atau mas yang lupa, coba ceritakan lagi" ucap Alex.


"Ck..jadi gini, awal kita nikah, aku belum siap buat ngurus suami, ditambah mas juga keliatan tipe gak bisa sayang istri, jadi yaa...gitu deh"


"Aku juga belum siap buat 'itu'..bayangin aja, gak kenal deket tiba-tiba nikah terus tinggal bareng..rasanya tuh canggung mas. Kita juga berantem terus, aku jadi gak tahan, pengen cerai dari kamu" lanjutnya.


"Tapi..sekarang ditinggal semenit aja berasa satu jam! Cepat kangennya, tidur gak dirangkul mas, gak bisa tenang hehe" ucap Aira.


Kata-kata manis Aira hampir membuat Alex mimisan ditempat.


Aira menutup wajahnya malu.


"Mas jangan senyum-senyum gitu! Malu akunya"


"Haha kamu yang ngomong, kamu yang malu" ucap Alex.


"Buruan ke mana ini kitaa..malu diliatin orang"


Aira menyeret Alex pergi.


Pukul 06 :00 wib.


"Assalamuallaikum.." ucap Aira dan Alex, begitu masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam.." saut Rachel.


Gadis itu keluar menyambut kakaknya sembari menggendong Atiya.


Ah rasanya sangat merindukan si buah hati.


"Eeeyy anak mama udah bangun yaa?"


"Udaah mama.." jawab Rachel.

__ADS_1


"Bentar ya nak, mama cuci tangan" ucap Aira.


Aira meletakkan tasnya di meja ruang tamu pergi kekamar mandi.


"Gak rewel dia dek?" tanya Alex oada sang adek.


"Enggak kok, cuma pas bangun tadi dia ngerengek bentar, aku kasih asi yang ada di dot sama foto mbak Aira dia berhenti nangis" jelas Rachel.


Alex tersenyum.


"Baiknya anak papa, papa bersihin diri dulu ya, nanti main sama papa" ucap Alex.


"Iyaa papa"


Begitu Alex pergi kekamar, Aira keluar dari kamar mandi. Ia sudah tidak sabar menggendong Atiya.


Ia langsung melayangkan ciuman bertubi-tubi pada Atiyaa.


"Uhmmm! Mama kangen bangettttttt" gemasnya.


"Atiya gak rewek ya nak? Pinter banget humm gak ngerepotin aunty Rachel"


Rachel mengelus kepala Atiya.


"Baik banget nih ma, nurut sama aunty" pujinya.


Aira tertawa kecil.


"Oh iya Rachel udah makan? Mau makan apa? Delivery aja nanti mbak bayar" tawar Aira.


"Ck..udah kok, makan mie tadi" ucap Rachel.


Aira membulatkan matanya.


"Hah? Makan mie kamu?"


Rachel mengangguk.


"Astaga dek..kan udah mbak bilang, kalo mau apa-apa bilang mbak, masa kamu makan mie" omelnya.


"Duh kamu ini"


"Yaampun gakpapa mbak"


"Gak bisa, gak bisa, kamu harus makan!" tegasnya.


"Aku udah kenyang..sumpah" ucap Rachel.


"Mana mungkin kenyang..bentar mbak delivery ayam buat kamu" ucap Aira.


"Gak usah mbak" cegah Rachel.


Bukan apa-apa, Rachel segan dengan Aira, sebagai iparnya, Aira sangat terbuka padanya dan sering mengiriminya uang, padahal Rachel tidak minta.


"Ssttt, kamu udah jagain Rachel, masa mbak biarin kamu gitu aja dek..Nanti mas mu marah gimana hum?"


"Enggak mbak sumpah..Rachel udah kenyang..Udah yaa" bujuk Rachel.


"Intinya udah mbak pesen ya..kamu istirahat aja, sekalian tunggu pesanannya.." ucap Aira.


"Mbak mau kekamar dulu" lanjutnya.


"Mbak ma-"


"Eh iya...merch kpop yang kamu mau nanti kirim aja ke mbak barangnya, nanti mbak beliin" ucap Aira.


Rachel terharu, ia memeluk Aira yang tengah menggendong Atiya dari samping.


"Makasih banyak ya mbak..Sayang sama mbak" ucap Rachel.


Aira tersenyum, Mengingat Aira tidak memiliki seorang adik, karena itu ia amat menyayangi Rachel dan mengganggapnya sebagai adik sendiri.


"Sama-sama..Jangan sungkan sama mbak..mbak ini saudara kamu juga kok.. Oke?"


Rachel mengangguk.


"Mas Alex memang gak salah pilih" puji Rachel.


Aira terkekeh.


"Karena mbak rajin ngasih kamu uang gitu?" candanya.


"Ish mbak Aira..bukan gitu"


"Haha iya-iya, bercanda"


Ternyata bener ya, kalau nulis kurang dapet suport, gak bisa lancar idenya..Maaf ya bikin kalian nunggu..


ANW ADA YANG MAU TEMENAN DI WA GK? atau kita bikin grub pak dosen suamiku? hehe :v


kalau mau langsung drop nomor wa di grub chat author yaaa! sekalian membantu author untuk mengingat harus sering update..karena jujur, ini lupa kalo belum update😭😭

__ADS_1


(edit) no wa author 089654917276


__ADS_2