Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-167


__ADS_3

Cklek..


Aira keluar dari kamar mandi berbalut handuk, menutupi dada sampai atas lututnya. Tangannya sibuk mengusap-usap rambutnya yang basah.


Ia berjalan mendekati lemari pakaian sembari bersenandung pelan.


"Ekhem.."


Dehem Alex.


Aira menoleh kebelakang, melihat suaminya yang tidur diatas ranjang sambil memainkan handphone, dahinya mengerut.


"Apasih mas?"


Alex duduk tegak, meletakkan handphonenya di meja kecil dekar ranjang.


"Tumben berani pakai handuk doang didepan mas" ucap Alex.


Aira mengedikkan bahu.


"Gak tau, lagi pengen aja" ucapnya.


Ia lanjut melihat lemari pakaian, memilih piyama mana yang ingin dipakai.


Alex memainkan bibirnya sambil bengong, entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Mandi mas, biar segar" pinta Aira.


"Humm"


"Jangan hum humm, bangkit sekarang, aku mau pakai baju.." ucapnya.


"Udah ganti aja disitu, mas mau liatin Atiya bobo" elaknya.


'Dih alesan banget, anaknya udah tidur dari tadi, dasar..'


"Kok bengong?" tanya Alex.


Aira menggerakkan bibirnya kekanan dan kiri karena sebal.


"Sayangnya Atiya udah tidur, coba dia liat bibir mamanya begitu" ledek Alex.


"Nyenyenye.."


Aira mendekati Alex, lebih tepatnya ke samping kasur, agar bisa berada dibelakang tubuh Alex, jadi pria itu bisa dalam pengawasannya.


"Jangan noleh!" ancam Aira saat hendak melepas handuknya.


"Kekamar mandi aja" ucap Alex.


"Dingiiin banget dikamar mandi" Balas Aira.


"Tinggal mas hangatin" ucapnya enteng.


Aira marah? Tidak, dia menahan tawanya, tapi tetap berlagak kesal.


"Apasih, udah tua jangan mesum"


"Baru satu anak" celetuknya.


"Iya-iya masih ada empat anak lagi, cooming soon" ucap Aira.


"Pinter sayangku"


Alex ingin menoleh kebelakangnya, sontak Aira langsung meninggikan suaranya.


"Eh Eh Jangan noleh anda ya!"


Pria itu malah tertawa.


Aira segera memakai celananya dan piyama paling atas.


"Udah?" tanya Alex.


"Bentar masih masang kancingnya"


Alex mangut-mangut, Aira menyipitkan matanya. Ia mendapati sang suami yang senyum-senyum.


"Lama Ra" ucap Alex, tiba-tiba bangkit dan menghampiri Aira.


"Eh eh mau ngapain?" paniknya.


Alex menaik-turunkan kedua alisnya, tak lupa senyum mesumnya. Ia langsung menggendong tubuh Aira dan menidukannya di atas ranjang.


"Mas bentar dulu, bentar..ini masih pagi loh" Aira gelagapan.


"Udah siang" balas Alex.

__ADS_1


"Mas kan aku belum bisa.." lanjutnya.


Alex menatap Aira dengan wajah bingung dan..


Pletak!


Sebuah sentilan mendarat di dahi Aira.


"Awh.."


"Pikiran kamu kotor banget Ra, mau mas ruqiyah hum?" tanya Alex.


"Ih Mas yang salah, mancing-mancing, patutnya mas yang aku ruqiyah" jawab Aira.


"Loh enggak bisa gitu, mas cuma pengen peluk kamu, kamunya nethink"


Ia menyelipkan tangannya dibawah tubuh Aira, dan satunya lagi melingkar diperut Aira. Pria itu menyenderkan kepalanya didada Aira dengan manja.


'SITU YANG BIKIN NETHINK LOH, bisa-bisanya gak mau salah..'


'Huh..untung ganteng'


"Emmm..Harumnya istriku, enak dipeluk~" ucap Alex puas.


Ia mencium leher Aira.


'Aduh gak jadi marah..Gemes banget pak Alex mode manja' ucap Aira dalam hati.


"Bentar mas" ucap Aira.


Ia membenarkan posisi tubuhnya agar lebih nyaman dipeluk Alex.


"Uhmm~ baru nyaman" ucap Aira sembari memejamkan mata.


Alex tersenyum manis.


"Tidur lagi kita?" tanya Aira.


"Heh, ini udah jam sembilan lewat.." bisik Alex, sembari mengusap rambut Aira.


"Atiya udah minum Asi tadi pagi, dan aku bawa ke balkon bentar" ucapnya.


Oke putri kecil mereka aman.


"Rachel?" tanya Alex.


Aira mendengus.


"Udah ish, jangan banyak nanya" lanjutnya.


Alex tertawa kecil, ia mengeratkan pelukannya.


"Sayang.."


"Humm?"


Aira membuka matanya, terpampanglah wajar tampan milih suaminya.


'Duh sejuk banget menatap masa depan, jodohku beningnya bukan main..'


"Honeymoonnya itu, harus jadi ya" bisiknya.


Aira melongo, lalu tersenyum.


Ia ingat, mereka belum pergi berbulan madu, awal menikah Aira takut di 'unboxing' Alex, dan setelah berhasil melewati malam panjang beberapa kali, Aira hamil, terlalu melelahkan baginya untuk pergi berbulan madu disaat itu.


'Miris banget suami gue hahaha, gagal mulu honeymoonnya'


"Kita kan udah pernah honeymoon" canda Aira.


"Itu edisi kamu kabur, beda sayang.." ucap Alex.


Aira menyentuh pipi Alex.


"Iya-iyaaa.."


"Jadii..Mau berapa hari honeymoon nanti? Seminggu? Dua minggu? Atau satu bulan?" ucap Aira menatap lekat manik mata sang suami.


Bibir Alex manyun dan terlihat malu-malu tapi mau saat Aira mengajukan pertanyaan.


'Yaa Allah untung yang modelan begini punya gue..'


'Gemes banget, mau didekep aja'


"Hum? Mau gak?" goda Aira.


"Iyaa" jawab Alex.

__ADS_1


"Ah iya aja nih? Kayaknya gak niat gitu..gak mau deh lama-lama honeymoon" candanya sambil melepas pelukan Alex.


Sontak pria itu langsung menarik tubuh Aira lagi dan mendekapnya.


Cup!


"Deal, dua minggu" ucapnya cepat.


Wajahnya sangat serius, Aira tidak kuat menahan tawanya.


"BAHAHAHAHAHAA" tawanya.


Alex menepuk pelan pinggul Aira, agar menyadarkan istrinya bahwa Atiya tertidur dikamarnya.


"Sayang suara kamu itu.." tegur Alex.


Sontak Aira menutup mulutnya, tapi ia masih tertawa.


"Haha aduh..Mas..sakit perut aku" kekehnya.


"Dua minggu mas gak mau tau" ucap Alex.


Aira menatap Alex, lalu mencapit bibir pria itu menggunakan tangannya.


"Bercanda, gak mungkin honeymoon dua mingguu, anaknya mau dikemanain papa..?"


"Ada bunda" celetuknya.


Aira mencubit pipi Alex.


"Durhaka banget..Bunda pasti capek mas, Rachel juga persiapan ujian masuk perguruan tinggi"


"Satu minggu aja cukup kan?" lanjut Alex.


Alex mengangguk.


Aira tersenyum lebar.


"Pinternya sayangku~"


Cup..


Aira mengecup pipi Alex.


"Udah ayo bangun mas, kamu apa gak laper hum?" tanya Aira.


"Laper, tapi lebih baik makan kamuu~"


Alex menangkup wajah Aira lalu menciumi wajah istrinya itu.


"Hahahaha mas, geli!"


Cup! cup! cup!


"Mas stop! hahaha nanti Atiya bangun" pinta Aira.


Pria itu mengakhiri kejahilannya dengan ciuman di bibir Aira, barulah ia bangun dari ranjang.


"Mas mandi dulu ya" ucapnya.


"Iyaaa sayangg" balas Aira.


"Eh mas" panggil Aira.


Alex berhenti didepan pintu kamar mandi.


"Kan..Baru mas mau mandi, udah kangen, sebentar ya tunggu mas wangi baru kelonan" ucapnya.


Aira menatap geli pria itu.


'PEDE BANGET'


"Dih..Dih..Gak gitu mas" ucap Aira.


"Loh terus ada apa?"


"Nanti sore kamu kan mau anterin Rachel pulang kerumah bunda, nah aku ikut, bunda mau ketemu cucunya, katanya udah kangen berat sama Atiya, ayah juga kangen" ucap Aira


"Ooo gitu, mereka sekarang lebih kangen cucu dari pada anaknya sendiri" balas Alex.


"Sadar diri, kamu udah jelek, gak bisa di uyel-uyel, jelas dong bunda sama Ayah lebih kangen Atiya" ledeknya.


Alex tertawa kecil, mulutnya Aira pandai sekali meledeknya.


"Bisa mas mandi sekarang?" tanya Alex.


"Hum"

__ADS_1


Aira mengangguk, telapak tangannnya bergerak kedepan dan belakang, mengusir Alex agar segera pergi dari hadapannya.


Begitu pria itu masuk kedalam kamar mandi, Aira tertawa. Ekspresi suaminya itu sangat lucu.


__ADS_2