Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-111


__ADS_3

Kalem, jangan overthingking ya guys, ini bukan seperti yang kalian pikirkan wkwk.


Alex memasang wajah datar.


"Mita kami duluan ya" ucap Alex.


Alex menggengam tangan Aira.


"Iya, saya juga bentar lagi mau balik kok" ucap Mita.


"Bentar mas" ucap Aira menahan Alex, ia berlutut didepan Sekar.


"Anak manis siapa namanya?"


"Cekal"


Aira mengerutkan dahi, ia menoleh pada Alex.


"Sekar" ucap Alex.


"Ooo Sekar, kirain cekal" kekeh Aira.


"Sekar tante pulang duluan ya, nanti ketemu lagi"


"Uhm! cayonala, cekal maci mau main dicini" ucap Sekar.


"Iya than bu?"


"Iyaaa"


Aira terpesona melihat keimutan Sekar.


"Ooo masih mau main ya, tante duluan..Sayonara manis"


Aira dan Alex keluar dari tempat itu, Alex wajahnya sudah datar, ia kurang sreg dengan Mita. Takut wanita itu dekat-dekat Aira dan berbicara yang tidak-tidak.


Seperti mengompori Aira untuk lebih waspada padanya.


"Mas beli snack boleh?" tanya Aira.


"Hum beli" ucap Alex.


Aira mengerutkan dahi.


"Mas kenapa? Jutek gitu"


"Mas gak nyaman sama Mita Ra" ucap Alex terus terang.


"Hah? Dia kenapa? Kan tadi cuma kenalan doang sama aku" ucap Aira.


Mereka berjalan ketempat snack.


'Kamu gak tau dia udah kenalan duluan sama aku'


"Tadi waktu kamu asik main sama anak-anak itu, mas sama Mita kenalan" ucap Alex.


"Kenalan doang? Kenapa jadi jutek" ucap Aira, ia tidak ambil pusing, toh cuma kenalan.


Alex menghela nafas.


"Dia janda Ra, bukan masalah jandanya sih, tapi dan cara dia blak-blakan soal rumah tangganya sama mas"


Aira yang sibuk mencari snack langsung berbalik menatap Alex, matanya membulat.


"Hah? Serius?"


Alex mengangguk.


"Makanya mas langsung samperin kamu, mas udah gak nyaman, dia juga deket banget duduknya sama mas" ucap Alex.


"Masa curhat sama suami orang, aneh si Mita" omel Aira.


"Jadi ini yang mau mas omongin tadi?"


"Iya"


"Kenapa gak langsung bilang? Tau gini aku langsung tegur Mitanya, apa maksud bahas rumah tangga dia sama mas, padahal dia keliatan dewasa, mulutnya gak bisa dijaga ya"


Omel Aira.


"Udah sayang, jangan marah-marah" ucap Alex menenangkan istrinya.


"Aku tuh mau suudzon tapi takut dosa" ucap Aira.


"Semoga cuma ketemu sekali ini aja" lanjut Aira.


"Iya semoga, ini kamu mau apa? Jangan snack yang pedes-pedes ya" ucap Alex mengalihkan.


Bahaya kalau Aira terus mengomel.


"Bentar mas, apa kita balik kesana aja ya?" ucap Aira tiba-tiba.


"Eh jangan, udah biarin"


Aira mengusap wajahnya.


"Ck nambah beban pikiran aja"


"Ngapain kamu pikirin" ucap Alex.


"Masih gak nyangka aku mas"


Alex mengusap punggung Aira.


"Aira, cukup, mas juga udah ngehindar dari dia, biarin aja, sekarang kamu ambil snack kamu biar kita langsung pulang"


Aira mendengus, ia pun memilih beberapa snacknya, suasana hatinya jelek gara-gara Mita.

__ADS_1


"Belanjaannya taruh di kursi penumpang ya" ucap Alex.


"Hem" Aira berdehem.


Alex jadi sasaran kekesalan Aira, ia masuk kedalam mobil.


"Senyum dong" rayu Alex.


"Gak"


"Besok jalan-jalan lagi mau?"


"Gak"


"Kamu pms?"


"Gak"


Alex mencoba bersabar.


"Kalau kamu gini, mas males cerita kekamu, mas mau berbagi tapi malah mas yang dicuekin" ucap Alex.


Aira langsung berubah, ia tersenyum.


"Ini senyum" ucapnya.


"Masih marah gak?"


"Enggak sayang" ucap Aira.


"Gitu dong"


Alex memundurkan mobilnya, untuk keluar dari parkiran.


"Eh mas!"


Aira meraba pakaiannya, seperti mencari sesuatu.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Ha-handphone aku mana?"


Alex menghentikan mobilnya.


"Kamu taruh dimana tadi?"


"Dikantunglah, aku gak ada nitipin ke mas?"


"Enggak, coba cari lagi"


Aira merogoh kantungnya lagi dan mengecek tas kecilnya.


"Gak ada juga mas, gimana nih?!" Paniknya.


Keduanya mencari lagi.


"Ketinggalan ditempat tadi?" ucap keduanya serentak.


Aira menepuk jidatnya.


"Aduh ketinggalan pasti" ucap Aira.


Alex melepas sabuk pengamannya.


"Kamu tunggu disini"


"Mas mau kemana?" tanya Aira.


"Cari handphone kamu, kayaknya jatuh di tempat mandi bola" ucap Alex.


"Oke-oke cari ya" ucap Aira.


Alex keluar dari mobil, Aira yang menatap punggung Alex baru sadar, disana pasti masih ada Mita.


"Astaga ada Mita disana, bahaya ini mah kalau ketemu"


Aira buru-buru melepas sabuk pengamannya.


"Harus ikut!"


Cklek..


"Mas" panggil Aira.


Alex menoleh kebelakang.


"Ikutt" ucap Aira.


"Kamu duduk dimobil aja, nanti capek" ucap Alex.


Aira menggeleng.


"Nanti ada Mita gimana?"


"Yaudah ayo" ucap Alex.


Aira tersenyum lebar, ia menghampiri Alex. Mereka kembali ketempat permainan tadi.


Alex dan Aira menemui penjaga lebih dulu untuk meminta izin masuk.


"Ada apa mas?"


"Pak, handphone istri saya ketinggalan didalam, boleh saya masuk?" tanya Alex.


"Oalah, boleh mas, satu orang aja ya, kalau dua orang harus bayar"


"Iya saya sendiri yang masuk"

__ADS_1


"Oke silahkan"


Aira menarik lengan Alex.


"Apa?"


"Aku aja" ucapnya.


"Mas aja Ra"


"Enggak usah, biar aku"


"Jadi siapa yang mau masuk ini?" Potong penjaga.


"Sa-"


"Alhamdulilah kalian balik" ucap seseorang.


Siapa lagi kalau bukan Mira.


"Eh Mita" ucap Aira.


Mita tersenyum, ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu memberikan pada Aira.


"Ini tadi ketinggalan, ditemuin sama Sekar" ucap Mita.


"Ah syukur, ketemu" ucap Aira senang.


"Makasih banyak ya Mit"


"Sama-sama"


"Makasih Mit" ucap Alex.


"Iya jangan sungkan"


Aira berjinjit dan berbisik pada Alex.


"Kayaknya dia baik mas, bukan perempuan gatel" bisik Aira.


Apapun itu Alex tidak perduli.


"Kita permisi" ucap Alex.


Ia langsung menarik Aira.


"Eh tunggu, boleh minta nomor whatsapp kamu Aira?" tanya Mita.


Alex menatap Aira.


'Jangan kasih Ra'


"Oh boleh" ucap Aira.


'Astaga Aira'


Mereka berdua saling bertukar nomor.


"Makasih Aira, saya mau kasih tau, sebenarnya saya ini dokter.." ucap Mita.


"Do-dokter?"


"Iya hehe, Kamu bisa konsultasi sama saya kok"


Aira mengangguk.


"Ah gitu, oke siap"


Mita melihat Alex.


"Alex maaf kalau saya bikin kamu gak nyaman, saya minta maaf" ucap Mita.


Aira tertawa.


"Gakpapa, suami saya orangnya waspada, apalagi sama janda hehe" ceplos Aira.


Mita membeku mendengar ucapan Aira. Aira barusan menyindirnya kan.


Alec melongo sekaligus kaget.


'Pinternya istriku'


"Maaf, saya tadi terbawa suasana, jadi kesannya buruk banget" ucap Mita.


"Gakpapa, udah biasa" ucap Aira.


"Iya"


"Yaudah, sekali lagi makasih Mit, kalau saya mau nanya-nanya nanti saya chat ya" ucap Aira.


Mobil.


"Dia dokter ternyata, aku kaget loh mas" ucap Aira.


"Sama mas juga"


"Eh tadi omongan aku pedes banget ya?"


Alex mengangguk.


"Keceplosan tadi mas, abisnya aku kira dia pelakor"


"Soal yang kamu bilang mau chat dia itu beneran?" tanya Alex.


"Gak, kata Mama walaupun dia keliatan baik, belum tentu niatnya juga baik, harus waspada, ditambah dia janda muda dan mas ganteng, siapa yang gak modus?"


"Aku gak bisa dibodohi mas, belajar dari masa lalu aja" ucap Aira.

__ADS_1


Aira jauh lebih pintar dari dugaan Alex. Syukurlah kalau Aira bisa lebih waspada. Tidak ada yang perlu Alex cemaskan.


__ADS_2