Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-107


__ADS_3

"Wah ada tamu ya" seru Maeza.


Kedua orang itu menoleh.


"Iya Nya, ini temennya Non Mira" ucap si mbak menghampiri Maeza.


Maeza tersenyum ramah pada Raka, pria itu tersenyum balik.


'Mira mirip sama bundanya ternyata'


"Tante.." sapa Raka.


"Oh iya? Miranya kemana mbak?"


Maeza duduk disofa.


"Didapur bikin minum, udah saya bilang saya aja yang bikin, Non gak mau"


Maeza terkekeh mendengar aduan dari pembantunya, tidak biasanya Mira mau membuatkan minum untuk tamu.


"Eh bunda" ucap Mira.


Gadis itu membawa nampan berisi gelas jus dan cemilan. Mira duduk disamping Raka.


"Saya permisi dulu Nya" ucap Si mbak.


"Iya"


Maeza memperhatikan dua insan didepannya, ia melihat gelagat putri semata wayangnya yang tidak biasa.


"Tumben anak bunda bikinin tamu minum, biasanya minta si mbak" jahil Maeza.


Mira salah tingkah.


"E-e kan kadang-kadang gini bun"


Maeza mangut-mangut.


"Bun kenalin, ini Kak Raka" ucap Mira.


"Saya bundanya Mira,jarang-jarang loh anak bunda bawa laki-laki kerumah, ganteng pula" celetuk Maeza.


Raka tersenyum.


"Bunda..."


"Iya-iya, Raka ini teman kampus ya?" tanya Maeza.


Raka menggeleng.


"Bukan tante, saya dosen Mira" ucap Raka.


Raka yang ditanyain Mira yang berdebar, bagaimana tidak, lihat wajah Maeza yang terkejut saat tau Raka dosen.


"Do-dosen? Aduh pak maaf saya kira seumuran sama Mira."


"Gakpapa buk"


"Ta-tadi kak Raka yang nganterin Mira pulang bun" sambung Mira.


"Oh gitu, tapi kalian keliatan deket ya" ejek Maeza.


Raka mengangguk, Mira mendelik.


'Buset pacar gue berani banget'


"Sebenernya Mira ini-"


"Mira lupa balikin flashdish kakak bun" potong Mira.


Raka melirik gadis disampingnya.


"Jangan sekarang, nanti bunda marah" bisiknya.


"Ooh gitu, kamu emang panggil kak ya ke dosen? Terus ngapain duduk rapet gitu, gak sopan tau sama dosen" ucap Maeza.


Mira sontak berpindah kedekat ibunya, ia menyengir.


'Gue gak pinter ngeles, gimana dong'


"E-Iya bunda ada beberapa dosen yang dipanggil kak"


"Bunda kira kalian ada apa-apanya, ternyata sebatas mahasiswa dan dosen ya" ucap Maeza dengan nada kecewa.


"Soalnya pak Raka keliatan masih muda, ditamban anak bunda ini gak pernah punya pacar"


Raka menaikkan dua alisnya.


"Sama sekali?"


'Yaampun bunda!'

__ADS_1


"Hum, sama sekali, bunda sangka dia belok karena sama Aira terus, eh untungnya Aira udah nikah, jadi bunda lebih tenang dan tentram" ucap Maeza.


Raka terkekeh.


"Menurut kamu Mira cantik kan?" tanya Maeza.


Raka mengangguk, membuat Mira tersipu malu.


"Cantik seperti bunda" ucapnya.


"Duh Mira dibilang cantik tuh kamu, gih nyusul Aira sama suaminya, dosen juga kan?" Maeza bicara ke Mira.


"Bunda apa-apaan sih" sebal Mira, ya karena dia malu.


Maeza mencebik.


"Eh kamu kenal sama suami Aira dong ya?"


"Iya, Alex teman saya tante"


Maeza heboh, ia memukul lengan Mira.


"Mir, tunggu apa lagi, bunda kasih lampu hijau nih, mapan gini loh tunggu apa lagi?" bisik Maeza.


"Bunda aku masih mau sekolah" ucap Mira.


"Ck, Kan bisa nyambii kuliah"


Raka berdehem.


"Eh pak Raka, silahkan diminum" ucap Maeza sambil senyam-senyum.


"Iya tante terimakasih"


Raka meminum gelas berisi jus yang dihidangkan Mira tadi.


"Pak Raka masih single?"


"Masih tante" jawab Raka.


"Alhamdulilah" ceplos Maeza.


"Bunda!, kak maaf bunda suka ceplas ceplos" ucap Mira.


"Gakpapa kok, banyak orang tua murid yang sama" ucap Raka.


"Yaudah kalau gitu kalian lanjut ngobrol, bunda mau kekamar dulu, permisi ya pak"


"Kenapa bilang masih single?" tanya Mira dengan raut wajah membara.


Raka menelan saliva, Mira kenapa terlihat menyeramkan.


"Awalnya saya mau bilang, saya punya pacar, itu orangnya disebelah tante, tapi kamu bilang jangan dulu, yaudah single " ucap Raka jahil.


"Bener juga sih"


"Memang saya bener" ucap Raka.


"Ngomong-ngomong, kamu mirip banget sama bunda ya, mata sama hidungnya"


"Iya, kalau tinggi kayak ayah"


Mereka berbincang-bincang cukup lama,sampai akhirnya Alex berpamitan pulang.


"Mau pulang?"


"Hum, kalau boleh nginep gakpapa" ucap Raka santai.


"Apa?!"


"Just kidding, titip salam buat calon mertua saya ya" ucap Raka.


"Apasih calon mertua, baru juga sehari jadian" ucap Mira.


Raka tertawa.


"Yaudah saya pulang dulu ya, kamu jangan lupa belajar, selesaikan tugas-tugas, biar cepat lulus"


Mira mengangguk.


"Siap, aman kok"


Mira mengantar Raka sampai didepan pagar. Sebelum benar-benar pergi, Raka keluar lagi dari mobil, Mira sempat bingung, ternyata ia cuma ingin mengelus rambut Mira.


"Saya pulang dulu ya" ucap Raka.


Jantung Mira berdebar lagi, ia menunduk malu.


"Hati-hati dijalan, langsung pulang ya kak, jangan kemana-mana" ucap Mira.


"Hum"

__ADS_1


Raka masuk kedalam mobil, melambai pada Mira lalu melajukan mobilnya dan menjauh, Mira menatap kepergian kekasihnya sambil tersenyum.


Ia menyentuh rambutnya yang dielus Raka.


"Masuk ah, mau mandi" gumam Mira.


Baru saja Mira membuka pintu, ia dikejutkan dengan kehadiran Maeza yang berdiri depannya sambil tersenyum misterius.


"Allahu akbar!" kaget Mira.


"Bunda ngagetin aja, kalau Mira punya riwayat penyakit jantung apa gak meninggoy" protesnya.


Tapi Maeza terus menatapnya.


"Bunda kenapa sih?"


"Kamu bohong ya sama bunda?"


Mira gelagapan, Maeza melihat Raka yang tadi mengelus kepalanya.


"Bu-bunda liat?!"


'Cepat banget ketauannya, susah memang kalau berhadapan sama bunda'


Maeza mengangguk.


"Bunda liat dari balkon kamar, Pacar kamu kan itu" tebak Maeza.


Niat hati ingin menunda untuk memberitahu Maeza, malah orang itu tau sendiri. Tidak ada jalan lain selain mengakuinya.


"Iya" ucap Mira.


"Kenapa gak jujur sama bunda?"


Mira mengigit bibir bawahnya.


"Mira malu bun, laki-laki yang tadi itu memang bener dosen, dia yang bantu Mira buat baikan sama Aira, kita deket juga gara-gara itu" ucap Mira.


"Kamu udah baikkan sama Aira?"


Mira mengangguk.


Greb!.


Maeza memeluk Mira sembari menepuk-nepuk pundak anaknya itu dengan gembira.


"Alhamdulilah..Bunda yakin kamu cuma khilaf Mira"


Mira tersenyum.


Maeza memegang kedua pipi Mira.


"Ayo bunda bakal kasih solusi supaya kamu sama Aira akrab lagi-"


"Ah kamu udah punya si Raka itu ya, kalian pacarannya baru?"


Mira mengangguk.


"Titip salam tuh anaknya" ucap Mira.


Phuk..


Maeza memukul pundak Mira sambil tertawa kecil.


"Yaudah semangat, tinggal bilang dia pacar kamu kan gampang"


"Kirain bunda marah"


"Bodoh, bunda dukung juga kamu sama dia, dia maco banget, baru jadian udah ketemu bunda" ucap Maeza.


"Hehe..."


"Jangan sampai putusnya, kalau bisa besok bunda suruh dia nikahin kamu" celetuk Maeza.


"Bunda!"


Maeza pergi sambil tertawa lepas.


"Haha, anakku akhirnya sold out" ucapnya.


Mira menatap sebal Maeza yang terus meledeknya.


"Mbak Lara" panggil Mira.


Si mbak menghampiri Mira.


"Iya Non?"


"Tolong beresin ya, aku mau kekamar"


"Oke siap!"

__ADS_1


__ADS_2