Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-23


__ADS_3

Kediaman Hero dan Reva masih ramai, bahkan bertambah dengan datangnya beberapa saudara lagi. Kali ini mereka semua berada diluar rumah untuk memanggang ayam dan ikan.


Aira tak kalah sibuk, ia membantu Reva untuk menyiapkan bahan-bahan, berjalan kesana kemari, bahkan menemani Denis dan keponakan lainnya bermain.


"Aira kamu dimana? sini nak sama bunda" ucap Reva.


"Iya bunda"


Aira mengambil tempat duduk disebelah gadis berambut pirang. banyak anak gadis disana, tapi Aira malu menyapa, Aira hanya memandangi wajah mereka satu-persatu.


'Keponakan, sepupu pak Alex good looking semua..'


"Tante"


Aira menoleh kesebalahnya, ternyata gadis itu yang memnggilnya.


'What? tan-tante?'


"Eh i-iya kenapa?" jawab Aira.


'Tua banget dipanggil tante sama anak sebesar ini'


"Istrinya Om Alex kan? kenalin aku Deina"


Aira tertawa dalam hati, gadis itu barusaja menyebut 'om' untuk Alex.


"Oo..Aira Alkeyna" ucap Aira.


"Eum tante, aku boleh nanya gak?"


Aira mengangguk.


"Tante kenal om Alex dimana?"


'Lah kepo'


"Jujur aja tan, aku kaget banget denger om Al tiba-tiba nikah, padahal gak pernah ngenalin pacar atau apapun sama keluarga" ucap Denia.


"Em..ketemunya itu..."


'Gue jawab apa ini'


'Ngarang aja deh'


"Em..Waktu itu gak sengaja ketemu di cafe terus kenalan..Gak taunya tiba-tiba Alex ngajak Aira nikah..Gitu deh" ucap Aira sembari tersenyum.


Denia mangut-mangut.


"Beruntung banget sih tante.."


Aira menyadari perubahan ekpresi Denia, sepertinya anak ini punya sesuatu yang disembunyikan.


"Ya alhamdulilah.." ucap Aira.


"Kamu kenapa murung gitu?" tanya Aira.


Denia mendongakkan kepalanya.


"Enggak kenapa-napa Tan"


"Oiya kamu umur berapa?"


"Tahun ini empat belas tahun"


'Really? kok gue kira tujuh belas tahun..'


"Masih muda banget kamu ya" ucap Aira.


Denia tersenyum simpul.


"Airaa sini deh cobain" panggil Reva.


"Iya bunda..Tante kesana dulu ya Denia" ucap Aira.

__ADS_1


Aira menghampiri Reva yang bediri disamping alat pemanggang sambil membawa piring putih berisikan daging ayam.


"Nih cobain, bunda ambilin buat kamu" ucap Reva memberikan piring putih tadi.


Aira tersenyum senang, tak salah lagi, Reva sangat menyayanginya.


"Makasih bunda..Jadi ngerepotin"


"Hush jangan ngomong gituuu, kamu ini anak bundaa" ucap Reva.


Aira mengangguk paham.


"Alexnya mana nih? kok gak kelihatan?" tanya seorang pria, dari wajah kelihatannya ia seumuran dengan Alex.


Aira menengok pria itu.


"Pa-mas Alex masih ada kerjaan" ucap Aira.


"Oalah begitu, nanti telefon dia minta cepat pulang, keburu kita semua selesai"


Aira mengiyakan ucapan pria itu, sangat sulit untuknya karena tidak mengenal nama setiap anggota keluarga, kalau ada Alex mungkin Aira bisa terbantu, tapi lihatlah pria itu tak kunjung pulang.


"Bunda..Yang tadi itu siapa?" tanya Aira.


"Hahaha bunda lupa ngenalin kekamu, itu namanya Regi keponakan Bunda, dia seumuran sama Alex, panggil aja mas Regi..Oke?"


"Oo Mas Regi, oke bun"


Aira duduk kembali didepan teras, ia menyudut, tangannya merogoh saku celana untuk mengambil handphonenya.


Ia membuka room chat Alex.


^^^Pak, masih lama?^^^


^^^Pada nanyain nih..saya juga susah^^^


^^^gak ada temen^^^


Saya lagi dijalan.


Aira menghela nafas, syukurlah Alex segera pulang. Ia pergi kekamar untuk menyiapkan pakaian Alex, sebelumnya Aira sudah izin untuk pergi kekamar pada Reva.


"Astagaa badan gue sakit semuaa" ucap Aira membuka pintu kamar.


"Huuhuu Pegel banget yarob.."


Ia memijat-mijat pundaknya yang ngilu.


"Cariin baju pak Alex dulu, baru istirahat deh" ucapnya.


Aira bejalan kelemari pakaian, tangannya membuka lemari lalu mencari beberapa kaos dan celana santai.


"Pak Alex pake apa ya biar Ganteng?"


"Ini cocok gak?" ucap Aira bermonolog.


Ia mengangkat satu Kaos oblong berwarna merah dan celana pendek selutut berwarna putih, lalu meletakkannya diatas ranjang.


"Nah...Udah, sekarang giliran gue mau manndi dulu, dari tadi belum mandi, ganti baju doang"


Sangking sibuknya sejak pulang tadi, Aira tidak sempat mandi, ia hanya mengganti pakaian lalu membantu urusan dilantai bawah lagi. Aira meraih handuknya kemudian masuk kedalam kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil Alex memasuki pekarangan rumah yang sudah ramai, Ia benar-benar mencemaskan Aira, Alex turun dari mobil sembari menyapa semua orang dan meminta maaf atas keterlambatannya.


"Duh kamu ini..padahal mereka buat acara ini buat menyambut kamu sama istri kamu" ucap Hero.


"Iya yah maaf, Alex sibuk banget..Terima kasih"


ucap Alex.


Matanya melihat sekeliling, ia tidak menemukan keberadaan Aira disitu. Alex hanya melihat Reva dan keluarganya yang lain.

__ADS_1


"Oi Lex"


"Eh Gi"


Keduanya saling menyapa.


Regi memukul bahu Alex. "Parah kamu lex, baru pulang jam segini" eluhnya.


"Sibuk Gi" balasnya singkat.


Alex dan Regi duduk dikursi yang ada ditengah halaman.


"Istri tuh dari tadi gelisah, gak dipeluk haha" ledek Regi, Regi ini pria yang humoris dan supel, Alex tidak pernah marah ataupun kesal padanya.


"Sana samperin dia, kalau gak salah katanya kekamar" ucap Regi.


Ternyata Aira ada dikamar, pantas saja ia tidak melihat gadis itu.


"Aku keatas dulu Gi, nanti balik" ucap Alex.


"Gak balik juga gapapa, mesra-mesraan dulu"


Regi suka sekali menggoda alex, ia dihadiahi tatapan tajam oleh Alex.


"Aduh seremnya pak suami hahaha"


Regi langsung pergi sambil tertawa terbahak-bahak, Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya.


DiKamar.


Perlahan Alex membuka pintu kamar, Ia tidak melihat Aira, yang telihat adalah Pakaian santai yang sudah Aira siapkan untuknya, Alex mengulum senyuman.


Ia mengambil pakaian itu sambil tersenyum, Aira sungguh mencintainya sekarang, begitulah pemikirannya.


"Loh udah pulang pak?" ucap Aira yang barusaja keluar kamar mandi.


Bukannya menjawab, Alex malah menatapnya, Aira mengikuti arah mata Alex, yang ternyata fokus pada tubuhnya yang berbalut handuk putih.


'Astafirulloh lupa..' ucapnya dalam hati.


Seketika Aira jadi gugup, Alex tidak mengalihlan pandangannya, lagipula siaa yang akan melewati hal itu, melihat istri yang memakai handuk dan punggung putihnya terekspos jelas.


"Pak...Itu bajunya udah saya siapin, mandi dulu gih.." ucapnya.


"...."


'Mati gue dia ngeliatin terus'


"Pak?"


"Hmm?"


"Mandiii...Saya mau pake bajuu" ucap Aira.


Alex malah merebahkan tubuhnya diranjang, Air panik bukan main, Apa Alex mau melijatnya ganti baju? sungguh tidak mungkin.


"Yasudah ganti, saya masih mau disini"


Aira menelan salivanya, wajahna memerah?


"Ya..Tapi kan saya malu"


"Saya gak perduli Aira" ucap Alex.


'Batu banget punya suami'


Aira mengalah, ia menutup bagian dada dengan tangannya berjalan membuka pintu lemari, mengambil baju dan celananya.


Brak!


Jantung Aira semakin berdegub kencang, Alex menghimpit tubuhnya kedinding, detak jantung dan deru nafas Alex terasa di punggung polos Aira.


"Pak...."

__ADS_1


...Lihat Author baik hati😺❤...


__ADS_2