
'Astagfirulloh istriku kenapa begini gemasnya'
"Dia cemburu kamu dekat sama mas, mirip Rachel waktu bayi" ucap Alex.
'What?'
Aira mendelik.
"Cemburu? bayi sekecil ini bisa cemburu?" tanya Aira tak percaya.
"Bisa..Cemburu dan sakit hati karena kita ngobrol berdua, otomatis dia terabaikan sayang..Makanya dia nangis" jelas Alex.
Yap! jahat sekali putri kecilnya sampai terabaikan karena Aira dengan berani mencuri perhatian Alex dari Atiya.
Ah..kenapa Aira tega sekali membuat putri kecilnya sakit hati. mungkin kalau sudah bisa berbicara, Atiya akan langsung mengatakan dengan lantang bahwa papanya yang ganteng hanya untuk Atiya! bukan Mama!.
"Gak! gak bisa gitu, masa bayi serakah banget? mas kan punya aku" ucapnya.
'Saingan gue anak gue sendiri, parah! kecil-kecil ngerti mana orang ganteng'
"Sayang..Jangan ber-"
"Dia ngerti kamu ganteng mas" potong Aira.
Alex menggeleng tak habis pikir, Aira seperti anak kecil, tak bisa dibayangkan bagaimana kalau Atiya yang sudah tumbuh menjadi gadis kecil dan Aira memperebutkannya nanti.
"Mustahil sih, Atiya sayang mama kan nak? kita harus akur ya berbagi orang ganteng" Aira mendekatkan wajahnya pada Atiya, seolah-olah mengajak putri kecilnya untuk bernegosiasi secara kekeluargaan.
"Atiya nanti kalau sudah besar pasti cantik, terus ketemu laki-laki ganteng juga" lanjutnya.
Alex tertawa kecil.
Aira terlalu jauh berpikir, sampai berebut dengan bayi kecil yang bahkan belum tau apa-apa. konyol tapi menjadi hal yang manis, cemburunya itu menggemaskan, Alex tidak akan pernah bosan mencintai istrinya sampai akhir hayatnya, ia janji akan hal itu.
"Ayo sini mama yang gendong..Sini mas" pintanya.
"Nanti nangis lagi anaknya" tolak Alex.
"Enggak, ini cuma test aja mas" ucapnya.
Alex menghela nafas, menyerahkan Atiya pada ibunya.
Baru saja berpindah tangan, Atiya mulai merengek.
Aira mengerjapkan matanya.
"Udah bau tangan papanyaa" kesal Aira.
"Kamu jahat banget sama mama Atiya, mama yang ngelahirin kamu loh" lanjutnya
Alhasil Atiya digendong Alex lagi, tapi Aira merangkul pinggang pria itu sambil menatap Atiya.
"Anaknya jangan dipelototin" tegur Alex.
"Gak ada yaa, aku cuma liatin ajaa" bantah Aira.
__ADS_1
Alex terkekeh.
"Sudah, jadi berangkat gak?"
"Jadii! bentar mau lanjut dandan"
Aira melepas rangkulannya lalu berjalan kearah meja riasnya, duduk anggun dikursi, jari jemarinya mulai sibuk mengotak-atik segala macam make up di hadapannya, mengoles ke mata dan pipi.
Alex pun bermain dengan Atiya.
Menunggu wanita berias rasanya sampai bisa melakukan banyak pekerjaan sangking lamanya .
Drreeettt..Drreettttt..
"Mas handphone siapa itu yang berdering?" tanya Aira.
Alex celingak-celinguk mencari benda berbentuk persegi panjang tersebut.
'Oh itu diaa'
Alex segera meraih benda tersebut dibawah bantal tidurnya, ternyata handphone miliknya yang berdering.
"Halo, assalamuallaikum?"
"Waalaikumsalam..Ada apa bun?" tanya Alex.
"Kalian masih dirumah nak?"
"Iyaa masih, bunda mau mampir?"
"Sebentar bunda"
"Aira, telefon dari bunda" ucap Alex.
Aira mengerutkan dahi.
"Aku? ada apa?" tanyanya sembari melangkah mendekat.
"Mas juga gak tau, nih.." ia memberikan handphone ditangannya pada sang istri.
Aira menempelkan benda itu ketelinga.
"Assalamuallaikum bunda" ucapnya.
"Waalaikumsalam Aira, kalian pagi ini pergi undangan ya?"
"I-Iyaa bun, bertiga sama Atiyaa, bunda mau mampir? biar Aira sama mas Alex tunggu" ucap Aira.
"Bunda mau kesana, jadi Aira dengarkan bunda dulu yaa, Atiya umurnya baru beberapa minggu nak, bunda sarankan jangan dibawa berpergian jauh, kasihan nanti anak kalian, bunda bukan melarang tapi sebaiknya Atiya tidak dibawa, bunda takut cucu bunda kenapa-napa"
"Ga-Gak boleh ya bun?"
"Iya nak..Kalau mau berpergian jauh tunggu usia bayi sekitar dua hingga tiga bulan, diumur segitu, sistem kekebalan tubuhnya sudah cukup kuat" jelas sang mertua.
Aira kecewa mendengarnya, tapi ia tak mau anaknya kenapa-napa, memang benar usia Atiya sebentar lagi masuk ke dua bulan. ibu mertuanya juga baik memperingatinya dan menasehatinya.
__ADS_1
"Kamu sudah lewat masa nifas kan nak?"
"Sudah bunda.."
"Alhamdulilah..yasudah bunda bantu jaga Atiya ya, kalian pergi berduaa aja, hitung-hitung pacaran, kamu juga jangan terlalu banyak aktivitas ya"
"Oke bunda..Bunda hati-hati dijalan" ucap Aira.
Alex memperhatikan perubahan ekspresi wajah istrinya yang menjadi murung.
"Pasti nak..Assalamuallaikum"
"Waalaikumsalam.."
Aira menghela nafas berat, tangan kanan Alex menyentuh kepala Aira, sedangkan tangan kirinya menggendong Atiya.
"Sudah?"
Aira mengangguk.
"Bunda bilang apa ke kamu?" tanya pria itu.
Aira mendongak, bibirnya manyun dan matanya berkaca-kaca.
"Mas.."
"Hum?"
"Bunda bilang Atiya gak bisa ikut kitaa pergi, umurnya belum cukup untuk dibawa berpergian jauh mas..huhu" ucapnya.
Alex tersenyum lembut.
"Aku mamanya, tapi bisa-bisanya aku gak tau, dan hampir anak aku kenapa-napa.."
"Hei..Jangan sedih..Hanya untuk hari ini sayang, kedepannya kita bisa bawa Atiya kemana aja, oke?"
Aira mengangguk.
Cup...
Alex mengecup kepala Aira.
"Istri mas memang yang terbaik.." puji Alex.
Sudut bibir Aira naik.
"Gih lanjut make upnya, begitu bunda sampai kita langsung berangkat"
"Iya mas"
"Senyum dong, jangan manyun..Hari ini hari bahagianya sahabat kamu, kamu mau keliatan jelek hum?" goda Alex.
Aira menggeleng cepat.
"Iyaa ini senyuumm" ucapnya.
__ADS_1