Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-127


__ADS_3

SIAPA YANG MAU GILAN DAN ALEX AKUR? AYO MERAPAT!


"Ja-jalur hukum?" Kaget Raka.


Raka membulatkan matanya kaget, begitu juga Alex.


Pria itu diam sejenak lalu Alex mengangguk dengan mantab. Raka panik, apa Alex tidak memikirkan keluarganya?.


Ia tau, keluarga Gilan bukan sembarang Orang, sama seperti keluarganya hanya saja tidak ada yang tau status aslinya. Ia siap dipidana, lagipula orang tua mana yang terima anaknya dihajar habis-habisan.


Pak Rektor menghela nafas.


"Tapi Pak Alex..Bapak beruntung..Orang tua Gilan sama sekali tidak menuntut bapak.." ucapnya.


Kali ini Alex dan Raka sama-sama kaget, Raka menoleh pada Alex, ia senang.


"Be-benar itu pak?" tanya Raka.


Pak Rektor mengangguk.


"Kenapa mereka tidak menuntut saya?" tanya Alex.


Sungguh ini membuatnya bingung.


Raka memukul lengannya.


"Sudah yang penting Pak Alex aman" ucapnya.


"Begini Pak Alex, menurut keluarga Gilan, ini bukan salah bapak, melainkan kesalahan anak mereka, Gilan juga menjelaskan semuanya pada orangtuanya"


"Pak Alex hanya ingin menjaga istri anda, Gilan yang melakukan kesalahan karena dianggap tidak sopan..Keluarga Gilan ingin menyampaikan maaf sebesar-besarnya pada Pak Alex, apa pak Alex bisa memaafkan?"


Apa ini? Alex tidak salah dengar?.


Ia sangat bahagia tidak dituntut dan dipenjara, keluarga Gilan memiliki hati yang baik.


Sangking senangnya Alex tidak bisa menahan senyumannya.


"Sa-saya terima maaf mereka pak..saya sangat-sangat berterimakasih atas kemurahan hati beliau, tolong sampaikan pada orang tua anak itu" ucap Alex.


Masih banyak orang baik disekitarnya.


Disampingnya, Raka terus tersenyum lebar.


Pak Rektor mengangguk.


"Tapi pak Alex..Saya harap bapak tidak melakukan perbuatan seperti ini lagi, ini sangat merugikan universitas kita pak"


Alex mengangguk cepat.


"Baik pak, saya janji, saya minta maaf untuk semuanya"


"Ya..Kabar ini juga akan redup dengan sendirinya, pak Alex..Semoga sukses" ucapnya.


"Baik pak terimakasih"


Alex keluar dari ruangan Rektor, ia bersandar di dinding. Ia bersyukur tidak menua didalam jeruji besi.


"Selamat pak Alex..saya ikut senang" ucap Raka.


Alex tersenyum.


"Terimakasih pak Raka.."


"Lalu mau bagaimana kedepannya? bapak tidak ingin menjenguk anak itu?" tanya Raka.


"Menjenguk?"


Raka mengangguk.


Ah ya, setidaknya ia harus meminta maaf secara langsung dengan Gilan, orang tuanya sudah bermurah hati.


"Ya, saya bakal jenguk"


Raka menepuk pundak Alex.


"Hm..Sudah sama-sama dewasa, gak baik terus-terusan berselisih, kita dulu juga sama, tapi sekarang kita dekat" ucap Gilan.


Alex terkekeh, lucu juga ya.

__ADS_1


Dia dan Raka dulu berselisih karena menganggu Aira, tapi malah menjadi dekat dan berteman.


"Beruntung bapak gak dipenjara, kalau gak ya terpaksa saya beristri dua nanti" candanya.


"Saya pastiin bapak korban selanjutnya" ucap Alex.


"Bercanda, syukur ya pak Alex gak dipenjara"


"Yaudah saya mau pulang, kangen Aira" ucap Alex.


Raka mencebik.


"Saya juga mau jemput calon istri saya yang nemenin istri bapak" ucapnya tak mau kalah.


"Silahkan" ucap Alex.


Disisi lain, Aira merebahkan tubuhnya sambil menonton televisi dikamar, Mira duduk disebelahnya sambil mengunyah buah-buahan.


"Suami-suami kita lama ya" ucap Mira.


Aira berdesis.


"Sejak kapan lo married sama pak Raka?" cibirnya.


"Untung ya lo lagi hamil, kalau gak udah gue smackdown" ucapnya


Aira terkekeh.


"Lagi hamil juga..Doyan banget ribut" lanjutnya.


"Mira" panggilnya.


"Apa?"


"Kak Gilan gimana kondisinya?" tanya Aira.


Mira lupa, Aira tidak tau sama sekali apa yang terjadi dengan Gilan setelah Alex mukul pria itu.


Alex juga menyita handphone dan tidak boleh membiarkan Aira melangkah keluar dari kamar.


"Semalam dia udah boleh pulang kerumah dan dirawat dirumah, kondisinya udah membaik, cuma ya...Mukanya lebam-lebam..." ucap Mira.


"Heh jangan nangis lagi, gue dicekik pak Alex nanti" ucap Mira.


"Enggak, gak nangis" jawab Aira.


"Gue cuma ngerasa bersalah Mir, gue belum jawab permintaan kak Gilan"


Mira berhenti mengunyah, ia mendengarkan Aira dengan serius.


"Kak Gilan cuma mau jadi temen gue, dia janji gak bisa kalau harus jadi musuh, gue-gue belum sempat jawab, pak Alex langsung nonjok.." ucapnya.


"Udah-udah jangan dilanjutin..Gue gak mau lo ngerasa bersalah ya nyeth" ucap Mira.


"Apasih orang mau curhat juga"


"Eh tapi..Gilan bener-bener khawatir karena gue bilang lo ilang, dia langsung nyari lo keseluruh kampus, asli deh dia paniiiiikk banget waktu itu" ucap Mira.


'Sepanik itu? Apa karena dia bener-bener ngerasa sebersalah itu'


"Gilan pikir lo hilang karena dia" lanjut Mira.


Aira memijat pelipisnya.


"Astaga berdosa banget gue Mir..Gue emang kacau banget karena sedih, tapi gue kepantai dan lebih relaks..eh gak taunya  semua jadi parah" ucap Aira.


Tak!


Mira menyentil dahi Aira.


"Sakit!"


"Makanya lain kali jangan tuman tuh hp pakai dimati-matiin segala kayak sinetron" sebal mira.


Aira meringis sambil mengusap dahinya.


"Aaa Mira sakit tau!, kalau benjol gimana?"


Mira acuh tak acuh dengan rengekan Aira, tiba-tiba suara gaduh terdengar dari luar sana.

__ADS_1


Aira dan Mira menatap kearah pintu.


"A-apa itu Mir?" tanya Aira ketakutan.


"G-gak tau..Jangan nempel-nempel gue juga takut"


Knop pintu tersebut bergerak.


Cklek..


Pintu terbuka dan..


"KYAAAAA MIRAA "


"HUWAA BUNDAA, MIRA BELUM NIKAH SAMA PAK RAKAA"


Kedua wanita itu berteriak histeris sambil berpelukan.


"Aira, Mira kalian kenapa?"


"Suara itu..Suaranya pak Alex" ucap Aira berbisik, mereka masih menutup kedua matanya.


Mira mengangguk setuju.


Perlahan keduanya membuka mata dan ternyata benar, ada Alex yang berdiri didepan pintu bersama Raka yang menatap heran.


Tunggu!


Raka tersenyum misterius dibelakang sana.


Aira menghelas nafas, mereka lega ternyata bukan hantu ataupun maling yang masuk.


Alex mendekat lalu memeluk sang istri.


"Kaget ya?" tanyanya.


Aira mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ututu sayang mas kaget~" ucap Alex gemas.


Mira yang menyaksikan kedua pasangan  itu menatap dengan geli.


"Adegan macam apa ini" ucapnya.


"Kamu juga mau saya gituin?" tanya Raka.


Mira mendongak, Raka menaikkan satu alisnya sambil tersenyum.


"E-enggak! Kata siapa?" sewotnya.


Raka mendekat lalu berbisik ditelinga Mira.


"Tadi saya dengar loh kamu teriak "bunda Mira belum nikah sama pak Raka" itu artinya kamu mau cepat-cepat saya nikahi kan?" Bisiknya.


Mira gelagapan, ia baru sadar, tadi itu spontan ia mengatakannya karena ketakutan.


Tiba-tiba sekelilingnya terasa panas.


"Sa-salah denger kali..Duh kok panas banget ya" elaknya.


Raka tersenyum, ia menegakkan tubuhnya.


"Pak Alex" panggilnya.


"Hum?"


'Heh mau ngapain?'


"Pak Alex  tadi dengar gak ada orang yang teriak


"huwaa bunda Mira belum nikah sama pak Raka" gitu"


Dengan polos Alex mengangguk.


'Mati aku'


"Saya juga dengar pak!" ucap Aira.


Mira membelalakkan matanya, melihat teman seperbodohannya mengangkat tangan tinggi-tinggi.

__ADS_1


'GILA BUK SEMANGAT BANGET?'


__ADS_2