Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-41


__ADS_3

Aira berada didepan, ia sedang melakukan presentasinya didepan teman sekelasnya. Entahlah Aira tidak bisa fokus pada monitor didepannya.


Blank, seolah-olah semua yang ia baca melayang keluar dari kepalanya.


"Aira Alkeyna, kenapa diam saja nak?" tanya Wira selaku Dosen.


"Ah maaf pak"


Aira kembali menerangkan semampu dan seingatnya saja. Mira melihat khawatir temannya itu.


'Aira masih kepikiran soal Gilan'


Akhirnya Aira bisa menyelesaikan presentasinya dengan baik.


"Baik, kamu boleh kembali Aira.." ucap wira.


Aira kembali ketempatnya.


"Ra, lo gakpapa?"


"Gue oke Mir" ucapnya.


"Ck..Oke kalau gitu"


Aira menatap kedepan, ia tidak memperhatikan kelompok Mira yang sedang presentasi, melainkan melamun.


'Apa ini karma karena gue gak nurut sama suami?'


'Sampai Gilan gini ke gue'


'Gue gak nyangka tujuan dia cuma mempermainkan gue'


'Seharusnya gue udah jauhin dia dari awal'


'Kenapa jadi boomerang buat gue sendiri'


Usai sudah Mira presentasi, kelas Wira pun segera berakhir. Mira berbenah untuk segera pulang, Aira? Masih lanjut melamun.


"Ra?"


"Hum?"


"Lo masih gak terima kalau Gilan nembak cuma pura-pura?"


Aira tak menjawab.


"Menurut gue syukur dia gak nembak lo beneran"


Aira menghela nafas.


"Gue cuma kaget Mir, gue gak suka dia lagi, semenjak nikah, gue emang udah buang jauh-jauh semua itu"


"Tapi cara Gilan gak gitu juga kan? Kalau kau balikan sama Nana yang balikan aja, gak usah libatin gue" protes Aira.


Mira mangut-mangut.


"Udahlah jangan dibahas lagi Ra, biarin dia balikan, kita fokus menjalani hidup, kalau mereka ngusik baru kita turun tangan"


Ya Mira benar, Aira harus berhenti memikiran kelakukan Gilan, sebab ada pria lain yang harus ia pikirkan, Siapalagi kalau bukan suaminya Alex.


"Hari ini jadi kerumah lo kan?"


Aira mengangguk.


"Mau bareng sekalian? Atau gue sharelock aja alamatnya?"


"Sharelock aja Ra, gue mau izin sama bunda dulu"


"Oke, gue duluan ya? Mau keruangan pak Alex"


"Hum"


Kelaspun berakhir, Aira meraih tas punggungnya menuju ruangan Alex, beruntung kampus ramai. Aira malas berpapasan dengan Gilan dikoridor.


"Oi" teriak seseorang, membuat Aira terhenti.


Suara yang tidak asing, Aira yakin itu suara wanita yang membuat kegaduhan saat istirahat.


Mereka mendekat.


"Mau kemana nih? Sendirian? Mana temennya yang jago?" ucap Ajeng.


"Takut mungkin haha" sambung Citra.


Aira tidak berniat menoleh dan lebih memilih untuk lanjut berjalan.


Greb!


Ransel Aira ditarik oleh Nana, sehingga hampir terjungkal kebelakang.


"Heh! Lo gila ya?!" bentak Aira.


Jelas dia emosi, kalau sampai ia jatuh kebelakang dengan posisi duduk bisa berbahaya.


"Ups maaf gak sengaja" ucap Nana.


'Kurang ajar, beraninya kroyokan'


Aira menatap tajam ketiga gadis itu.

__ADS_1


"Lo jangan kelewatan ya Na" ucap Aira.


"Lo yang harusnya gak kelewatan, sadar diri dong muka lo pas-pas an berani deketin Gilan"


Ah gegara pria itu lagi ternyata. Aira memijit pangkal hidungnya.


"Tolong ya, jangan kaya kurang kerjaan, gue cape" ucap Aira.


"Cape? Oiya abis jadi kupu-kupu malam " cibir Citra.


'BILANG APA LO BARUSAN?'


Aira mengepal tangannya.


"Jaga mulut lo, sebagai senior seharusnya lo bisa ngasih contoh baik"


Mendengar ucapan Aira yang lumayan kuat, beberapa orang berhenti memperhatikan mereka.


"Eh liat, itu Kak Nana sama anak yng dikantin kan? Mau ribut lagi kaya nya"


"Seru nih pada gelud lagi"


Ucap orang-orang disekeliling.


"Berani banget ceramahin senior, belagu ya lo" ucap Nana.


Aira meyungging senyuman, lalu maju satu langkah.


"Kating nya tolol gini ya gak ada masalah kalau diceramahin"


Ia mendorong-dorong Nana dengan jari telunjuknya. Nana ingin bertindak lebih, tapi suasana sekitar mulai ramai, ia tidak mau kena masalah oleh Gilan.


Nana menatap Aira tajam.


"Ayo pergi" ucap Nana pelan.


Melihat Nana dan teman-temannya pergi Aira merasa lega.


'Mental tempe sok-sok an ngelabrak gue'


'Mana keroyokan lagi'


'Gede omongan aja, gak ada tindakan'


Cibir Aira dalam hati.


Ruangan Alex.


Aira mengetuk pelan pintu sebelum masuk.


"Pak, ini Aira Alkeyna" ucap Aira.


Sudah mndapat izin Aira segera membuka pintu, ia mendekati Sang suami yang tengah sibuk.


"Masih banyak kerjaan?"


"Hmm"


"Terus saya pulangnya gimana?"


"Pesan gr*b online" ucap Alex.


Aira mempoutkan bibir.


"Mau uang~" ia menirukan bocah kecil bebicara.


"Tadi pagi habis?"


Aira menyengir.


Alex mengeluarkan dompetnya, memberi Aira beberapa lembar uang.


"Tadi daftar belanja sudah kamu kirim ke bibi?"


Aira mengangguk, ia sudah meminta bibi untuk berbelanja lalu membawanya kerumah.


"Mbak juga sudah dihubungi?"


"Iya, saya minta Mira buat bantu-bantu" ucap Aira.


"Yasudah, sana pulang"


'Kalem dong, main nyuruh pulang aja'


"Iya ini juga mau pulang"


Aira bangkit.


"Saya pulang dulu pak" ucapnya.


"Sebentar" ucap Alex.


Aira mengerutkan dahi, ada apa lagi pikirnya.


"Kesini" ucap Alex.


Tanpa rasa curiga, Aira menghampiri lagi Alex, ia berdiri didepan Alex.


Tiba-tiba pria itu menarik tangannya hingga Aira terjatuh dipangkuannya.

__ADS_1


"Saya kangen sama kamu" bisik Alex ditelinga Aira.


Blush~


Seketika wajah Aira memerah, darahnya mendesir dan jantungnya berdetak kencang. Aira tak berani bergerak dipangkuan alex.


Tangan Alex melingkar dipinggang Aira, dagunya menompang dipundak wanita itu.


"Tunggu saya dirumah ya" ucap Alex.


'HELP GUE DUGUN DUGUN!'


'YAALLAH KENAPA GUE DIBERI SUAMI YANG BIKIN JANTUNGAN TIAP HARI'


Aira langsung bangkit, lama-lama bisa terjadi hal yang tidak diinginkan Aira.


"Sa-saya pulang sekarang ya pak, b-bibi udah nunggu" ucap Aira.


Brak!


Alex tersenyum membuat Aira salah tingkah, jujur Alex merindukan istrinya, Wajah Aira yang semakin hari semakin cantik membuat Alex sulit untuk menahan diri.


"Beruntung saya langsung halalin kamu" gumam Alex.


Alex yang begitu senang sedangkan Aira berdebar tak karuan, wajahnya merah seperti kepiting rebus.


"Aaaa mama" rengeknya.


"Pak Alex suka sama gue iya kan?Pasti kan?"


"Sampe gue dipangku gitu"


"Berarti pesona gue kuat"


Aira senyum-senyum sendiri, sambil menunggu supir dari aplikasi online datang.


ting!


Aira membuka handphonenya, panjang umur untuk Alex, pria itu baru saja mengirim pesan pada Aira.


Kamu dimana?.


^^^Didepan pagar Kampus^^^


Tunggu saya kesana.


"Mau ngapain dia?"


Tak lama Alex pun menghampirinya sambil tersenyum manis.


'Masyaallah suamiku'


"Ada apa?" tanya Aira.


"Mau ikut pulang" ucap Alex.


Boleh Aira mengigit pipi Alex sekarang? pria ini sangat menggemaskan.


"Batalin aja Drivernya" ucap Alex.


Aira tidak menjawab, ia malah terpesona dengan wajah Alex.


"Aira?"


"Ah iya?"


"Kamu ngelamun?"


Aira mengusap tengkuknya.


'Bisa-bisanya gue terpesona'


"Mana ada" elaknya.


"Yasudah cepat batalin Drivernya"


Aira menolak mentah-mentah permintaan Alex.


"Ga bisa gitu, dia cari nafkah"


"Kamu lebih milih Driver dari pada saya?"


Aira melongo, jelas dia memilih suaminya mana mungkin dengan Driver online, apa Alex cemburu?.


"Bukan gitu, dia udah deket pak, kasian di cancel"


"Nanti kalau dia udah disini, bapak kasih aja uang terus minta maaf, baru saya pergi bareng bapak" lanjut Aira.


Alex mengangguk.


"Gemesin nih orang lama-lama" ucap Aira pelan.


"Ngomong apa kamu?"


Aira menggeleng cepat.


"Itu semutnya gemesin pak"


Ia menunjuk tanah yang ada dibawah.

__ADS_1


__ADS_2