
Cuaca begitu cerah, tidak begitu terik dan tidak pula mendung. Banyak sekali hiasan bunga-bunga di ruang tamu maupun halaman rumah, rumah yang megah tampak semakin indah dengan dekorasi-dekorasi yang mewah, ada juga dua burung merpati yang ditaruh didalam sangkar.
Dipintu masuk ada karpet berwarna merah yang gelar panjang sampai keliar halaman.
Didalam sebuah kamar, yang paling menarik perhatian adalah tatanan ranjang yang begitu manis, taburan bunga mawar merah dan dua buah handuk yang sudah dibentuk menjadi dua ekor angsa, menambah kesan romantis.
"Tarik nafas dulu kak" ucap seseorang.
"Huft.." helaan nafas yang menggambarkan betapa gugupmya pemeran utama pada hari ini.
MUA tertawa kecil melihat wajah pengantin yang gugup.
"Deg deg-an banget ya"
Mira mengangguk sambil mengusap-usap dadanya.
"Tadi kakaknya ceria pas mau di make up
' yeeaay nikah sama ayang' haha" MUA menggoda Mira, yang tadinya sangat antusias dan tidak bisa diam.
Sekarang malah gugup dan gemetar seluruh tubuh.
'MUA prik' ucap Mira dalam hati.
"Kita mulai yaa" ucapnya.
Mira mengangguk.
Sangat!
Sangat!
MENDEBARKAN!
Hari ini jantung Mira rasanya ingin keluar, ini luar biasa! Ia amat menantikannya, dan tinggal menghitung jam ia akan menjadi seorang istri.
Semuanya memenuhi pikiran Mira.
Bagaimana penampilan lelaki idamannya itu saat memakai pakaian pengantin, pasti sangat gagah dan bersinar.
'Valid, Raka pasti super duper shining shimering splending!' soraknya dalam hati.
MUA ikut menahan senyumnya saat melihat calon pengantin yang sedang dirias terus tersenyum.
"Pasti senang ya kakaknya" bisik asisten MUA yang dibalas anggukan kecil.
Pernikahan diadakan dikediaman Mira, dan hari kedua juga akan digelar di kediaman orang tua Raka, seperti penyambutan menantu kerumah mertuanya.
Disela-sela merias, seseorang menggetuk pintu kamar, lalu muncul suara lembut yang begitu nyaman di telinga Mira.
"Putri ayah sedang dirias ya" ucapnya.
Mira melihat ayahnya dari pantulan cermin, pria itu tersenyum hangat melihat putrinya, mata Mira mulai berkaca-kaca.
"Ayah.." ucapnya pelan.
Satu ruangan panik, karena Mira ingin menangis.
"Aduh pengantinnya..jangan nangis ya kakak, ayo berdiri dulu peluk ayahnya" ucap MUA.
Mira bangkit, memutar tubuhnya menghadap sang ayah, pria parubaya itu mendekat sembari merentangkan tangannya.
Bibir Mira bergetar menahan air matanya agar tidak menetes. Sebuah pelukan hangat diberikan ayahnya, dan usapan-usapan di punggungnya, membuat Mira merasa lebih tenang.
__ADS_1
"Ayah bahagia kalau kamu bahagia" ucapnya.
"Yah.." suara Mira pelan, menahan tangisnya.
Pria itu melepas pelukannya dan menatap putrinya, tatapan haru, bangga diberikan sang ayah.
Benar-benar suasana yang membuat terharu.
"Cantik, kamu cantik nak, kamu luaaarrr biasa..putri ayah tumbuh dengan baik, dan ayah bakal ngelepas kamu ke tangan laki-laki yang baik" ucapnya.
Mira tau Ayahnya juga menahan agar tidak menangis didepannya, pria itu mencoba tegar.
"Mira sayang ayah..Ayah laki-laki pertama yang sangat-sangat Mira cintai..Ga ada laki-laki yang sesabar ayah, sekuat ayah, Ayah memang super hero terbaik dalam hidup Mira" ucap Mira.
Sangat menyentuh hatinya, ucapan Mira membuatnya sangat bahagia.
"terima kasih..terimakasih..nak, ayah bahagia dengarnya"
"Kamu gak boleh cengeng, kamu pemeran utama hari ini, kamu harus paling bahagia dari siapapun!, ayah selalu didekat kamu.. Oke?"
Nampak sudah tidak kuasa menahan air mata, pria itu memutuskan untuk menyudahi dan memberikan pelukan terakhir sebelum dia keluar dari kamar, tak lupa kecupan singkat ia berikan di dahi putrinya.
"Senyum, anak ayah jangan lupa senyum, kamu cantikk!" ucapnya memberi semangat.
Mira tertawa kecil, melihat ayahnya yang berdiri didepan pintu.
"Ayah, love you" ucap Mira.
Pria itu tertawa.
"Hahaha love you too, my princess" balasnya.
Pintu pun tertutup rapat, Mira duduk kembali untuk dirias.
"Kakak beruntung punya ayah seperti itu" ucap MUA.
MUA mangut-mangut.
"Dengar-dengar, mempelai laki-lakinya dosen kakak ya?"
Mira mengangguk cepat.
"Wah, dosen muda..pasti populer"
"Iya muda, tapi menurut saya gak terlalu populer, karena lebih popular suami sahabat saya" ucap Mira.
Dua wanita itu saling tatap-tatapan.
"Temennya juga nikah sama dosen kak?"
"Iyaa, pas setahun udah pernikahan mereka dan punya momongan, suami sahabat saya ini blasteran..tapi dimata saya tetap lebih ganteng pasangan saya" ucap Mira percaya diri.
Hal seperti ini jarang sekali didapati, dua sahabat memiliki suami dengan profesi yang sama, ditambah keduanya sama-sama popular..
Sungguh keberuntungan berada di tangan Mira dan Aira.
"Haha harus dong kak, kakaknya aja sudah cantik begini"
Mira tersenyum puas.
Disisi lain ada keluarga kecil yang sangat heboh, melebihi pemilik acara besar hari ini.
Pagi-pagi ibu muda ini sudah sibuk kesana kemari sambil menggendong bayinya. Sekarang Aira sudah selesai memandikan putri kecilnya dan memakaikan pakaian yang sudah dipesan khusus agar seragam dengannya dan Alex.
__ADS_1
"Mass bangun dongg, momong anaknya, aku mau pakai riasan" omel Aira.
Alex masih nyaman dengan ranjangnya yang dingin dan empuk.
Aira menghela nafas pelan, suaminya pasti lelah, tapi hari ini hari yang sangat penting. Ia menggeletakkan putri kecilnya ditempat tidur lalu diberi dua bantal kecil sebagai pembatas.
"Sebentar ya putri kecilkuuu~"
Aira naik ke atas ranjang, merangkang mendekati tubuh Alex yang tertidur dengan posisi tengkurap, ia duduk di samping tubuh pria itu, tubuhnya membungkuk sedikit membuat bibir mungilnya berjarak beberapa centi saja dari telinga Alex.
"Wake up darling~" ucapnya lembut dan pelan.
Tangannya bergerak mengusap pipi Alex, jari-jari lentiknya tampak indah.
"Bangun sayang.." panggilnya lagi.
'Gak ngaruh juga..padahal tadi malam mas Alex tidur cepat'
Tangannya berganti menepuk pelan lengan Alex, secara berulang.
"Mas, bangun mas, hari ini acaranya Miraaa" ucap Aira.
"Mas?"
"EmMmm.." gumam Alex.
"Hish! susah banget bangunnya, kamu gak begadang tadi malem, bahkan tidur duluan, ninggalin aku" omel Aira.
"Inii" ucap Alex dengan suara serak.
Pria itu menunjuk pipinya sendiri.
"Morning kiss" lanjutnya.
Aira menghela nafas, ia menyibak rambutnya kebelakang, lalu membungkuk kan tubuhnya lagi.
Cup!.
Bibirnya mendarat di pipi Alex.
Tak cukup satu, Aira memajukan wajahnya lalu mencium bibir Alex, untuk bibir ia memberi sebuah ciuman bukan kecupan seperti di pipi.
Cup!.
"You've got it, let's hurry up and take a shower" perintah Aira.
Sudut bibir Alex terangkat.
"Pelafalan bahasa inggris kamu meningkat, good job my dear" puji Alex.
Aira tersenyum.
"Diajarin Rachel..Gih mandi, aku siapin pakaian kamu ya" ucap Aira.
Alex menyibak selimutnya dan mulai beranjak dari ranjang, tak lupa ia menyapa putri kecilnya.
Cup!
"Ummm wanginya anak papa, gaunnya cantik bangett nak" puji Alex, yang terpesona melihat Atiya.
"do we have the same clothes?" tanya Alex.
"Iya sayang, sana mandiii jangan cium-cium anakku, masih bau kamu tuh"
__ADS_1
Alex cekikikan, ia mencapit hidung sang istri.
"Mulut kamu itu..Atiya papa mandi dulu yaa" pamitnya.