Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-85


__ADS_3

Alex berdiri didepan semua mahasiswa, seperti biasanya ia memberikan materi-materi mata kuliahnya.


Kelas berjalab lancar sampai Alex keluar dari sana.


"Sadar gak sih pak Alex hari ini baik banget?" ucap salah satu Mahasiswi, sebut saja indri dan teman-temannya yang bernama, meka, ayu dan anggi.


"Hum, dari tadi tuh ngajarnya gak nyeremin, malahan tambah sabar" saut yang lainnya.


"Punya pacar kali ya?" ucap Anggi.


"Atau punya istri?" tambah Ayu.


Yang lainnya kaget.


"Pak Alex udah nikah?!" tanya ayu kaget.


"Denger-denger iya, semua dosen udah tau, tapi gak ada pernah liat ataupun diundang kepernikahannya" ucap Indri.


"Serius? Pak ganteng married" ucap Meka.


Indri mengangguk.


"Percayalah kawan istri pak Alex pasti good looking" ucap ayu yakin.


Tentu semuanya setuju.


"Beruntung banget ya, kalau ketemu mau gue jadiin temen biar bisa dateng kerumahnya terus ketemu pak Alex"


Begitulah imajinasi Mahasiswi-Mahasiswi cantik ini.


Alex biasanya jarang menyapa Mahasiswa yang berpapasan dengannya dikoridor, tapi hari ini ia banyak menyapa balik mereka, bahkan tak tanggung Alex yang menyapa mereka duluan.


"Siang" sapa Alex.


Dua Mahasiswi yang lewat itu melongo tak percaya, benar-benar membingungkan Dosen tampan dan bernotabene dingin dan killer ini berinisiatif menyapa.


"Si-siang juga pak" ucap mereka serentak.


Suara mereka bergetar.


Alex tersenyum lalu pergi.


"Gila dia barusan nyapa gue?!" bisik salah satu dari mereka.


"Ngaco, pak Alex nyapa gue" ucap satunya tak terima.


"Ck buta, udah jelas-jelas dia ngeliat gue"


"Sadar woi, glowingan gue"


Perdebatan berlanjut, semua karena Alex yang membuat geger Mahasiswi dikampus.


Cklek...


Alex masuk kedalam ruangannya, ia duduk dikursi lalu mengecek handphone ditangannya.


Ia memandangi foto profil whatsapp milik Aira, mau bagaimana lagi Alex tidak punya foto Aira digaleri handphonenya.


Mau memotretnya saja Alex tidak berani dan jual mahal. Takut imagenya coolnya turun didepan Aira.


Alex mengertakkan giginya.


Dua jam lagi, Alex harus sabar menungu dua jam berlalu agar segera pulang dan bertemu istri tercintanya.


Tring!


...Istriku...


Mas!


Sekar bilang mas perpanjang waktu buat tugas kelompok ya?


^^^Iya, benar^^^


Kenapa gitu? Gara-gara saya ya?


^^^Saya cuma khawatir kamu buru-buru ngerjainnya, jadi nambah beban pikiran^^^


^^^Kalau bisa tugasnya saya batalin^^^


^^^Saya gak mau istri saya kenapa-napa^^^


Pesan itu dibaca oleh Aira, Alex mungkin tidak tau kalau Aira disana sudah jungkir balik akibat pesan manis yang dikirimkannya.


Baik banget, makin sayang


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


Tangan Alex lemas, ia menyentuh dadanya. Lihat?! Aira mengirimkannya banyak emot hati, itu pasti menunjukkan betapa cintanya Aira pada Alex.


Kurang lebih seperti ini illustrasinya.




Mas cepetan pulang ya!


Kalau gak saya ngambek!


^^^Iya mas langsung pulang^^^


^^^Coklatnya jadi?^^^


Gak, kata anaknya, mau papanya pulang aja udah cukup


Aira benar-benar, tinggal bilang kalau dia yang mau Alex cepat pulang.


^^^Ini mamanya fitnah anak terus^^^


^^^Mamanya kan yang kangen saya?^^^


Pede


Kalau gak percaya tanya aja sama anaknya.


^^^Gimana nanyanya?^^^


^^^Kan baby nya masih belum kelihatan^^^


Pake telepati


Alex terkekeh, Aira pintar sekali membuat alasan untuk membantahnya.


Tok..Tok..


"Masuk"


Alex menaruh handphonenya diatas meja.


"Selamat siang pak Alex" ucap Raka.


"Siang pak Raka"


"Pak ini tentang masalah waktu itu"


Oke Alex ingat pertemuan mereka beberapa hari lalu.


'Mira ya'


"Jadi saya kemarin sudah ketemuan sama Mira, dia masih enggan minta maaf pak" ucap Raka.


Alex menghela nafas.


"Keras kepala" gumam Alex.


"Bapak bilang apa?" tanya Raka.


Alex menggeleng.


"Lanjut, bagaimana setelahnya?"


"Belum ada kepastian, Mira gak menghubungi saya sama sekali sampai saat ini"


"Yasudah biarkan dia" ucap Alex.


Raka membulatkan mata.


"Jadi Mira dibiarkan begitu saja?!"


Alex mengangguk.


"Toh istri saya juga gak permasalahkan itu, kalau dia niat mau meminta maaf pasti dia datang sendiri, kalau memang mau terus begini yasudah"


"Biarkan dia mau jungkir balik atau terjun kelaut"


"Aira gak akan rugi melepas 'kuman' disekitarnya"


Raka terkesan dengan ucapan Alex.


"Humm, baik..Memang ucapan bapak benar, tapi yang saya pikirkan itu Aira-"


"Kenapa bapak mikirin istri saya?" tanya Alex, tatapan tajamnya seolag-olah ingin menelan Raka.


Raka menelan saliva, ups! Sepertinya dia salah bicara.

__ADS_1


"Maksud saya, nanti Aira malah tidak senang datang kekampus karena terus bertemu Mira, bakal terus ada perang dingin" jelas Raka.


Alex berdecap.


"Biarkan begini dulu, lagipula tidak perlu berpikir jauh, karena mereka sendiri juga gak ada tahan saling diam terus menerus" ucap Alex.


"Hum, kalau gitu saya permisi dulu"


Dreeet..


Raka yang ingin beranjak dari kursi tidak sengaja melihat siapa yang menelfon Alex. Tertera nama istriku, sudah pasti itu Aira.


Alex dengan cepat mengangkat telfon Aira.


"Ada apa Aira?" tanya Alex.


Raka yang kepo tidak jadi pergi, malahan ia duduk kembali dikursinya.


Ia ingin mendengar Aira walaupun samar-samar.


"Mas, tiba-tiba saya pengen cupcake rasa blueberry, kayaknya ngidam"


'Aira ngidam?' ucap Raka dalam hati.


"Oke, saya belikan sebentar lagi, kamu tunggu ya"


"Oke mas!" seru Aira.


Alex mengakhiri pannggilan, ia menatap sosok Raka yang duduk sambil melipat kedua tangan, dan melihat kearahnya.


"Kenapa anda masih disini?" tanya Alex.


"Aira ngidam ya pak?" Raka malah balik bertanya.


"Bukan urusan bapak, silahkan keluar" ucap Alex.


"Kita ini partner loh pak, masa iya tidak bilang kesaya" ucap Raka enggan pergi.


Alex menghela nafas, Raka berisik seperti perempuan.


"Aira itu..Hamil?" tanya Raka dengan hati-hati.


Alex mengangguk membuat reaksi berlebihan oleh raka.


"Wah" ucapnya kagum.


"Saya gak bisa nikung lagi dong" celetuk raka, mendapat tatapan tajam dari Alex.


"Eh bercanda pak..Akhirnya saya jadi paman" ucapnya bangga.


Alex menyatukan alisnya.


"Berapa bulan pak?" Raka memajukan tubuhnya untuk mencari tau lagi.


"Empat minggu"


Raka terkekeh.


"Sekarang saya tau kenapa dari tadi Mahasiswi saya kegirangan karena bapak senyumin, ternyata ada calon papa yang hatinya berbunga-bunga" ucap Raka mengejek Alex.


"Cukup, anda boleh pergi"


Raka terdiam, Alex sulit diajak bercanda layaknya teman akrab.


"Waduh pak Alex ini.."


"Saya boleh berkunjung pak? Sekalian ngucapin selamat" tanya Raka.


"Hum"


"Oke saya pamit"


Raka beranjak dari tempat duduknya menuju pintu.


"Pak Raka, tolong jangan beritau siapapun soal kehamilan Aira" ucap Alex.


Raka mengangguk lalu pergi.


Alex memberitahu Raka begitu saja, semoga pria itu bisa menjaga amanahnya.


Raka berjalan dikoridor sambil menyungging senyuman.


"Mungkin pakai cara ini bisa berhasil"


"Semua pasti kembali keawal" ucap Raka dalam hati.


"Senangnya punya istri yang sedang hamil" ucap Raka.

__ADS_1


"Aih...Jadi pengen punya istri"


__ADS_2