
Aira menurunkan tangannya.
"Hehe, maaf spontan" ucapnya sambil menyengir.
Alex memasang wajah curiga, ia menatap Aira membuat wanita itu kalang kabut.
"Kamu cari-cari kesempatan buat pegang-pegang mas ya?"
Blush~
Aira menggeleng.
"E-e-enggak kok! Kepedean"
Alex memajukan wajahnya.
"Masa sih?"
Aira mendelik, jarak Alex dengan wajahnya sangat dekat.
Gleg!
Mereka saling tatap-tatapan, Alex mengepal tangannya, rasanya ingin segera mendorong tubuh cantik istrinya itu dan menciumnya. Tapi Aira belum memberikan lampu hijau, Alex takut wanita itu marah.
'udahlah Lex'
Alex berdecap.
"Ck!"
Alex menyudahi aksi tatap-tatapan, ia mengambil posisi tengkurap agar Aira bisa memijat punggungnya.
Aira mengerjapkan matanya, kaget dengan pergerakan cepat pria itu.
'Pak Alex tadi kesel apa gimana? Kok dia gitu?'
"Aira, punggung mas pegel" ucap Alex.
"Bentar, ambil oil dulu"
Aira bergegas turun dari ranjang menuju laci, ia mengambil oil miliknya lalu kembali naik ke ranjang.
Dengan penuh tanya dikepalanya, Aira tetap memijat Alex dengan baik.
'Gak salah denger kan?'
'Jelas banget decap tadi'
'Ah mungkin karena capek'
'Tapi rahangnya kenapa tadi mengeras gitu'
Aira menghela nafas.
'Gak paham gue'
"Kalau tangan kamu udah capek jangan dipaksain ya Ra" ucap Alex tiba-tiba.
"Hah? Iya mas"
'Gara-gara gue ngehela nafas, dia pikir capek'
"Aira" panggil Alex.
"Mas mau dengar cerita kamu yang akhirnya nikah sama mas" ucap Alex.
"Ummm..Bukannya tadi udah?"
"Lagi dong" ucap Alex.
"Oke-oke, mas inget malam pertama pas kita resmi menikah, waktu itu mas lagi nyapa temen-temen mas diluar, aku dikamar sama kak Mawar, Mira"
"Inget"
"Pas mereka sibuk bantu aku bersihin make up, aku udah nervous banget, gak karuanlah pokoknya, karena kan yang aku tau 'malam pertama' itu pasti di ekhem..Itu, aku takut banget, ditambah Kak Mawar ngeledekin aku mulu"
Alex tertawa mendengar ucapan Aira.
"Jadi kamu takut mas unboxing?"
__ADS_1
"Iya bener, pas aku udah berdoa dalam hati supaya mas lama, eh mas malah dateng, rasanya tuh kayak 'ah udahlah mati aku'"
Alex semakin tertawa, kalau diingat lagi, Alex melihat jelas wajah cemas Aira saat melihatnya membuat pintu kamar.
"Syukurnya mas cuek banget, lebih mandi terus tidur, aku langsung ngelus dada"
"Haha, kamu mau tau gak? Sebenarnya mas coba nahan diri, kamu pikir, laki-laki mana yang tahan gak nyentuh istrinya padahal udah sah" ucap Alex.
"Tapi karena kamu ketakutan, yaudah mas tunggu sampai kamu siap, dan akhirnya dapat juga haha" lanjutnya.
'Iya sampai gue gak bisa jalan, dibombardir'
Aira tertawa pelan, Alex lucu sekali saat mengutarakannya.
"Mas kenapa sedingin itu? Katanya mas suka aku dari lama, kenapa aku sering dijutekkin?"
"Gak tau, mas pikir itu biasa aja, mas memang begitu" ucap Alex.
Aira tak habis pikir, sikap Alex yang dingin saat awal menikah, tapi sang empu bilang itu hanya sikap biasa? Katakan, sekarang yang salah Aira atau Alex?.
"Bi-biasa?"
"Iya"
"Mas tau gak, aku sampai nanya kebunda, apa mas punya masalah di masa lalu sampai jadi anak yang pendiam, cuek lagi"
"Tapi itu ternyata itu memang sifat mas dari lahir" lanjut Aira tak menyangka.
"Mas sadar gak sih? Sifat mas bikin orang lain dag dig dug?" tanya Aira.
"Enggak, tapi orang-orang disekitar sering negur mas, mereka pikir mas sombonb" jawab Alex santai.
Yah begitu bapak Alex Abasya, si Ganteng yang tidak tau diri.
"Kenapa aku bisa punya suami modelan gini" gerutu Aira.
"Tapi kenapa tuhan memberi mas Alex, paket komplit huhu" ucap Aira gelisah.
"Iya dikirim khusus untuk kamu" ucap Alex.
"Haha sa ae lo"
"Aira.."
Aira selesai memijat Alex, pria itu memakai kembali piyamanya lalu duduk.
Ia menatap Aira yang menyelipkan rambut kebelakang telinga.
"Kamu makin cantik"
"Hum?" tanya Aira bingung.
"Enggak, sini dekat mas" ucap Alex.
Aira menaruh oilnya diatas meja, ia segera menghampiri Alex, duduk disampingnya.
Alex membuat kepala Aira bersandar padanya.
"Kamu punya rencana soal honeymoon?" tanya Alex.
"Uhm..Kita belum honeymoon ya?"
"Belum"
"Aku sempet kepikiran soal itu sih, tapi aku lagi hamil, gak mungkin bisa honeymoon" ucap Aira.
"Iya itu yang mas pikirkan juga, kamu mau nunggu sampai bayinya lahir?"
"Terus langsung honeymoon gitu? Mana bisa, pasti aku harus banyak istirahat, minimal butuh waktu sampai bayinya umur dua atau tiga tahun" jelas Aira.
Alex manyun, iya mencubit pipi Aira.
"Jadi kapan kita bisa honeymoon.."
Wajah melas Alex mengingatkan Aira pada sesuatu.
"Tunggu mas" ucap Aira.
Alex berhenti mencubit Aira.
__ADS_1
"Aku baru inget something! coba nanti pas check kita tanya dokter, kalau bisa, ya tinggal nunggu bulan keberapa bisanya"
"Apanya?" tanya Alex kebingungan.
Aira tersenyum.
"Ada deh, tunggu aja pas check ke rumah sakit, mas bakal tau, sekarang aku mau nonton tv" ucapnya.
"Nonton dikamar aja" ucap Alex.
"Dibawah aja, sekalian makan cemilan sama minum jus" ucap Aira.
Mengiurkan, Alex pun setuju.
Keduanya duduk disofa sambil bergandengan tangan, menonton drama korea kesukaan Aira.
Alex? Pria itu tidak mengerti apa yang ia lihat, yang penting ada Aira dan itu membuat Aira senang, Alex akan baik-baik saja.
"Huwaa bok joo yang beruntung~" ucapnya iri.
"Kenapa dia?" tanya Alex.
"Dia disukai cowok seganteng joo hyung, atlet renang, badannya bagus! Aaaa" ucap Aira girang.
Alex kesal, istrinya memuji pria lain dihadapannya.
"Mas juga ganteng" ucap Alex tak mau kalah.
"Tapi tingkat kegantengannya berbeda"
Aira kembali menonton dramanya tanpa memperdulikan sakitnya hati Alex.
"Hm"
Aira meraih snack diatas meja dengan kasar, ia sengaja membuat kegaduhan agar wanita itu melihatnya.
Tolong hargai satu laki-laki ganteng disampingmu Aira.
Semua kegaduhan itu hanya dilirik Aira, wanita itu tetap asik dengan dramanya.
"Sixpack banget!"
'Eh tapi pak Alex gak kalah juga sih'
"Huwaa kalau ketemu wajib aku peluk"
'Tetep pelukan pak Alex yang nyaman ya' batin Aira.
'Sial, Aira suka lihat tubuh laki-laki lain'
Tiba-tiba Aira berteriak sambil menutup matanya.
"Aaaaa bok joo aku irii" ucapnya.
"Kenapa bisa dapet laki-laki seganteng itu sih"
"Hah..Indahnya dunia perdrakoran"
Alex melihat ke televisi, apa itu yang membuat Aira iri? Adegan pemeran wanita yang berciuman dengan pemeran laki-laki.
'Cih, aku bisa lebih bagus' kesalnya.
"Aira.."
"Mas, mas liat itu, mereka sweet banget huhu, jadi pengen punya pacar yang romantis"
Oke cukup telinga Alex sudah panas, ia tidak tahan lagi.
Alex berdiri mengambil remote lalu mematikan televisinya. Ia melempar remote itu kesofa, lalu menatap Aira.
"L-loh kok dimatiin?" tanya Aira bingung.
pletak!
"Awh..Sakittt"
Aira mengelus dahinya, Alex menyentilnya.
Aira mendongak, rencananya ia ingin marah, tapi nyalinya ciut saat melihat wajah Alex yang menatapnya seolah-olah ingin menelannya bulat-bulat.
__ADS_1
"Ee-ee mas udah ngantuk ya?" tanya Aira.
'Udah gue dipuji dalam hati, kok tetep kesel ya'