
AUTHOR TAU PADA BOSEN, JADI AUTHOR MINTA MAAF ATAS KETERLAMBATANNYA YA, AUTHOR BENER" SULIT BANGET UP AKHIR" INI😵..
"Eh Ayo kita cari tempat makan, pasti kalian semua lapar" ucap Adrian.
"Adit lapal!" seru adit, anak bungsu Hendra yang masih berusia dua tahun.
"Iya ayo, bagas juga lapar kan?" tanya Adrian pada bagas, putra sulung Hendra.
"Banget!"
Mata Aira berbinar-binar melihat dua keponakan imutnya.
"Aaa Bagas,Aditt, sini peyuk tantee" ucap Aira.
Aira memeluk Bagas, lalu Adit yang ada digendongan Adrian. mereka juga mencium tangan Alex.
Alex sampai gemas melihatnya.
"Yuk cari tempat makan" ucap Iren.
Mereka keluar dari bandara, Alex perlahan mendekati Adrian. Ia sudah melirik Adit sejak tadi, sangking gemasnya Alex ingin lebih dekat dengannya anak itu.
"Pa" panggilnya.
Adrian menoleh.
"Eh Alex, ada apa?"
Alex dengan ragu-ragu pun berbicara.
"Adit boleh Alex yang gendong?" tanyanya.
Adrian tertawa.
"Ya boleh Alex..Ini, Adit mau digendong sama om Alex?"
Adit menatap Alex sejenak lalu mengangguk.
Alex tersenyum manis, ia mengambil alih Adit dari gendongan Adrian, lalu menyusul yang lainnya.
"Loh Adit mana pa?" tanya Iren.
Adrian menunjukkan kebelakang, Iren menengok kebelakang lalu menyentuh bibirnya.
"Wah..Haha om Alex mau pendekatan ternyata" ucap Iren.
Alex tersenyum.
Aira yang menggandeng tangan kakak iparnya, Yana, pun ikut menoleh kebelakang. Alex terlihat sangat senang dengan Adit digendongannnya.
Seketika Aira tersentuh sekaligus bangga, Alex melihatnya, Aira segera memberi senyuman untuk pria itu.
"Udah ada gambaran Alex gendong anak kalian nih" bisik Yana.
"Adem banget liatnya kak" ucap Aira.
"Hum, papa able"
'Pak Alex pasti gak sabar banget yaa, sampai segemes itu sama Adit'
Diluar bandara, Hendra sibuk menaikkan barang-barangnya kedalam mobil Adrian, Alex turut membantu.
"Kakekk Bagas lapaar" eluh Bagas sambil mengusap perutnya yang keroncongan.
Yang lain tertawa karena gemas melihat wajah Bagas. Adrian mendekati anak laki-laki itu.
"Aduh kasian cucu kakek udah kelaparan, ayo masuk mobil" ucap Adrian.
Yana menggandeng tangan putra sulungnya untuk masuk mobil, sedangkan Adit bersama Iren.
"Eh mobil Aira kosong nih, bareng kita aja yuk, biar mama papa bisa pacaran" ucap Aira.
"Heh kamu ini" ucap Iren.
"O-Om" Adit melihat Alex sambil merentangkan tangannya minta digendong.
Iren terheran melihatnya.
"Adit udah akrab ya sama om Alex?"
Adit mengangguk.
"Gendong~" ucap Adit pada Alex.
__ADS_1
Lagi-lagi Adit diberikan pada Alex.
"Ayo ini udah mau berangkat kasian Bagas" ucap Adrian.
Iren, Bagas dan Adrian masuk kedalam mobil.
"Adit ayo sama ayah nak" ucap Hendra.
Adit langsung memeluk erat Alex sebagai bentuk penolakan. Mereka menatap kaget.
"Adit anak ibuu ayo sayang" ucap Yana.
"Udah kak gakpapa, Adit sama kita aja, dia keliatannya suka sama om Alex nya" ucap Aira.
"Iya kak, gakpapa Alex gak keberatan"
"Yaudah, Adit jangan rewel ya nak" ucap Yana dan Hendra.
Adit mengangguk, menyakinkan orangtuanya.
Mereka pun menuju restoran untuk singgah dan makan siang bersama, Namun batal, Iren baru ingat ia sudah masak banyak dirumah untuk menyambut anak menantunya.
Beruntungnya Bagas tertidur setelah diberi cemilan kecil, jadi ia tidak rewel.
Begitu sampai, pembantu membantu membawa barang-barang milik Hendra dan istri.
"Ayah, gendong Bagas kekamar" ucap Yana.
Hendra mengangguk, ia menggendong bagas dan membawa kopernya secara bersamaan.
Alex dan Aira turun dari mobil, Adit tertidur digendongan Aira sambil mengeyot ibu jari, Yana buru-buru menghampirinya.
"Tidur ya?"
"Iya kak, lucu banget dia ngoceh terus dimobil" kekeh Aira.
"Sini biar kakak gendong, gak tega liat kamu hamil gendong Adit, pasti berat"
Aira hanya tersenyum.
Tapi ternyata Adit merasa kalau ibunya hendak mengendongnya, anak itu tiba-tiba bangun dan merengek.
"Ini ibu sayang, ayo sama ibu"
"Ndaaaak.." tolaknya.
"Gak usah kak, Alex aja yang bawa kekamar, kak yana juga capek" ucap Alex.
"Duh segan rasanya" ucap Yana tak enak.
Alex menggeleng, ia mengambil Adit dan masuk kedalam rumah.
Yana dan Aira memandangi dua orang itu.
"Gawat Ra, pasti Adit udah bau tangan Alex, makanya nempel terus" ucap Yana khawatir.
"Kakak takutnya nyusahin" lanjutnya.
"Gak kok kak, mas Alex suka banget sama anak kecil..Ya walaupun kadang ngeselin"
Yana terkikik.
"Oh, nanti Adit bobo dikamar Aira aja ya? Boleh?" pinta Aira.
"Boleh, tapi tanya ayahnya dulu karena dia gak bisa kalo gak meluk Adit waktu tidur" ucap Yana.
"Ih tenang aja, gampang" ucap Aira.
'Gak mungkin kak Hendra berani nolak permintaan aku'
Semua sudah beres, Adit tentram dikamar dengan kompengnya, bagas juga bangun karena tidak tahan lagi dengan perut laparnya.
Bagas ini sedikit cuek pada Alex, anaknya pendiam.
"Bu, kapan kita jalan-jalan?" tanya Bagas disela-sela makan siang.
"Hum? Kalo Bagas maemnya banyak, kita pasti jalan-jalan" ucap Yana lembut.
"Bener?"
Yana mengangguk.
"Kakek janji juga kan mau bawa Bagas ke toko mainan?" tagihnya.
__ADS_1
Adrian tertawa.
"Iyaa, kakek belikan apapun yang bagas mau, kalo perlu kakek beli satu toko untuk Bagas" kekehnya.
Mata bagas berbinar.
"Wahh Bagas mauuu"
"Makanya makam yang banyak yaa" ucap Adrian.
"Siap kakek!"
Iren tertawa melihatnya.
"Emm Bagas, nenek mau tanya, sekolah dilondon seru gak?"
Bagas nampak berpikir.
"Hum...Seru, Bagas punya empat sahabat, ada Niki, Jake, Niel dan Alan, mereka sering main kerumah, iyakan bu?"
"Iya sayang"
"Hahaha jadi punya banyak teman ya Bagas, oh iya Bagas mau gak besok kita bikin kue? Kata Ibu Bagas suka makan kue" ucap Iren.
Bagas mengangguk antusias.
"Kue coklat! Bagas suka dan Bagas makan semuanya" ucapnya.
Sontak semua tertawa, ruang makan sekarang ramai karena kehadiran Bagas.
Alex tersenyum melihatnya.
"Lucunya" ucap Alex.
"Mas juga lucu" saut Aira.
Ia tersenyum manis.
"Mas suka liat keponakan kamu" ucap Alex.
"Hum.."
"Adit tuh kayaknya suka juga sama mas, kita rawat aja yuk" sarannya.
"Dia punya orang tua Aira, gak boleh gitu"
Aira cemberut.
"Sebentar lagi kita juga jadi orang tua, baby ini udah mau lahir" ucap Alex mengusap perut Aira.
Aira tersenyum, namun senyumannya berubah, Aira tiba-tiba merasa nyerii dibagian pinggung dan perutnya.
"Sshh..."
Alex menatapnya.
"Ka-kamu kenapa?" tanyanya.
Aira mengigit bibirnya menahan rasa sakit yang begitu hebat.
"Mas...Pe..Perut aku sakittt..."
Ia meremas lengan pakaian Alex.
Semua mata tertuju padanya.
"Aira kenapa nak?" tanya Iren.
"Sa-sakitt maa" eluhnya sambil memegangi perutnya.
"Jangan-jangan Aira kontraksi" ucap Yana.
"AAPA?!" ucap mereka serentak.
Suasana jadi heboh, Alex membulatkan matanya kaget.
"Paa siapin mobil kita kerumah aakit sekarang!" ucap Iren.
"Hendra to-tolong bantu bawa Aira kemobil"
Wajah Alex seketika pucat Melihat Aira yang kesakitan, jantungnya berdetak kencang.
"Tahan sayang, tahan.." ucapnya berusaha menenangkan sang istri.
__ADS_1
"Sakitt mas"