
Tujuan mereka saat ini adalah Puncak. Jarak yang tidak terlalu jauh dengan Jakarta, udara sejuk, banyak lokasi kuliner dan wisata yang bisa memanjakan mata mereka.
Puncak ini sangat ramai dikunjungi, terutama para remaja yang ingin menghabiskan waktu liburnya, dan sangat ramah dikantung.
"Uuuh udah mulai kerasa sejuknya" ucap Aira.
"Aku turunin kacanya yaa"
Alex mengangguk.
Aira menurunkan kaca mobilnya, udara sejuk langsung memasuki mobil, rambut lebat Aira bergoyang-goyang terkena hembusan angin.
Ia memejamkan matanya menikmati suasana.
Alex tersenyum melihatnya, diusapnya kepala sang istri.
"Kamu suka?" tanya Alex.
"Suka, sukaaa bangett disini, makasih suamikuu" ucapnya girang.
"Bentar lagi kita sampai ke penginapannyaa, kamu istirahat dulu" ucap Alex.
Aira menoleh.
"Jangan minta aku istirahat, sayang banget langsung kekamar..Aku mau menikmati suasana disinii, udah lama banget gak ketempat ini" ucapnya.
"Uhm..Okeh, kita taruh koper aja baru setelahnya keliling sambil cari makanan, setuju?"
Aira mengangguk.
"Istriku jadi bocah kalau cuma berdua" gumam Alex tapi didengar Aira.
"Bodoamat wlee"
Semakin jauh semakin indah pula pemandangan sekitar, Aira terpesona sekali padahal sebelumnya ia sudah pernah kesini.
Tapi rasanya berbeda, jutaan kupu-kupu ingin keluar dari tubuhnya.
Mobil berhenti disebuah penginapan, terdengar suara pengunjung yang juga menginap disana, anak-anak kecil berlarian dengan penuh tawa.
Kondisi setiap penginapan tidak mengecewakan.
Aira tak sabar lalu turun lebih dulu.
"Mas ayo cepaat" ucapnya.
Alex menyusul turun dari mobil lalu mengambil koper dibagasi. Ia mengandeng erat tangan Aira seperti memegangi seorang bocah.
Senyum Aira tak luntur, ia menyapa beberapa anak kecil dengan ramah.
"Emaknya mana sih, anaknya kita culik yuk" ucap Aira.
"Airaa nanti kamu dipenjara"
"Eh gak dong, orang anaknya aku kasih jajanan aku rawat, mana mungkin"
"Iya-iyaa"
Aira melihat sekeliling, matanya tertuju pada gerombolan gadis yang bajunya basah.
"Mas nanti ke danau yuk, kayak mereka tuh" ajak Aira.
"Kamu gak kedinginan?" tanya Alex.
"Dingin tinggal kamu hangatin kan" ucapnya dengan enteng.
"Mas taruh kopernya, kamu tunggu disini atau ikut?"
"Tunggu disini aja" ucapnya seperti anak kecil.
Alex mengusap kepala istrinya.
"Jangan kemana-mana, tunggu mas disini" ucap Alex.
"Iyaa mas sayanggg, aku bukan bocah"
"Bocah kamu tuh" balas Alex.
Aira mendengus.
Begitu Alex pergi menaruh koper, ia berinisiatif mendekati gadis-gadis tadi.
"Permisi..kalian baru dari danau ya?" tanya Aira.
Mereka mengangguk.
"Segar kak, tapi masih ramai " ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Oooh gitu yaa"
"Iya, kakaknya bareng temen-temen juga ya?"
Aira menggeleng.
"Bareng suami saya"
"Oowh udah nikah, kirain masih gadis"
Aira tersenyum.
"Kami duluan ya kak" ucap mereka.
"Iyaa silahkan"
"Aira" panggil Alex, pria itu berlari kecil menghampirinya.
Aira melambaikan tangannya.
Beberapa dari gadis tadi menoleh.
"Gila gaes, lo pada liat deh suami kakak itu cakep" bisik mereka.
"Iya ya ganteng banget, maybe bule, iya gak sih?"
"Gak mungkin, tadi manggil kakaknya kayak bukan logat bule"
Semua itu sampai ketelinga Aira karena jarak masih dekat, gerombolan mereka berhenti saat melihat Alex memanggil Aira.
Aira tidak sinis, ia membalas mereka dengan senyuman.
"Udah beda beberapa langkah kamu" ucap Alex.
Aira merangkul lengan Alex.
"Nanya keadaan danau sama mereka mas" Aira menunjuk para gadis.
Sialnya Alex malah tersenyum ramah sambil menyapa. Hilang sudah keramahan diwajah Aira.
"Ngapain disana" bisik Aira.
"Emm..Ayo ke danaunya"
Alex langsung menggiring istrinya menjauh.
Aira menyentuh kepalanya.
"Gak ada yaa, aku gak suka kamu terlalu ramah"
"Bukan terlalu itu cuma formalitas, senyum ke mereka sayang.."
"Iyadeh"
Akses menuju danau ini cukup buruk, jalanan yang tidak rata dan banyak bebatuan serta licin, harus hati-hati.
"Perasaan dulu gak gini banget jalannya" eluh Aira.
Ia berpegangan pada Alex dan berhati-hati dengan setiap langkahnya.
"Udah banyak yang pakai akses ini Ra"
"Ini kalau gak liat-liat bisa kegelincir" gumamnya.
Setelah bersusah payah akhirnya mata mereka dimanjakan dengan air danau yang jernih, sayangnya terlalu ramai, tidak bisa menikmati.
Banyak remaja bahkan para mahasiswa seumur Aira yang sedang inagurasi atau semacamnya.
"Mas tungguin" seru Aira.
Pria itu ternyata sudah berjalan lebih dulu.
Alex berhenti disebuah batu besar, ia duduk diatasnya, Aira menghampiri lalu menjadikan paha Alex sebagai pegangan.
"Airnya dingin kayak es batu" ucap Alex.
"Di australia pasti lebih dingin kan?" tanya Aira.
Alex mengangguk.
"Mas aku kesitu boleh?"
Ia meminta izin untuk pergi lebih maju untuk bermain air.
"Iyaa sana"
Aira dengan gembira melangkah lebih maju, tak tanggung ia pun duduk disalah satu batu lalu menjulurkan kakinya agar terkena air.
__ADS_1
Tangannya menampung air sedikit demi sedikit untuk menyirami kakinya.
"Mas siniii" panggilnya.
"Iyaa"
Alex tersenyum melihatnya, ia belum berniat menghampiri karena ingin memandang wanita itu lalu memotretnya.
Namun nyatanya, banyak mata liar yang melihat istrinya juga, terutama Mahasiswa yang disana.
Mereka menghampiri Aira seolah-olah tengah asik bercanda lalu duduk didekat Aira.
Sayang sekali mereka tidak tau tepat dibelakang sana ada Alex.
Aira tidak menggubris orang disebelahnya, ia hanya pokus pada genangan air.
"Sendiri aja nih?" tanya satu dari tiga Mahasiswa itu.
Aira menoleh.
"Enggak, bareng suami"
"Suami?"
"Tuh dibelakang kamu" ucap Aira sambil tersenyum.
Tepat sekali timingnya, Alex menyentuh punggung Mahasiswa itu sambil tersenyum mematikan.
"Ada apa ini?" tanyanya.
"E-eh bro..Hahaha gak ada santai-santai" ucapnya canggung.
"Bisa agak jauh dari istri saya?" ucap Alex.
"Oh bisalah bro, duluan gua ya"
Alex tersenyum, tangannya meremas pundak pria itu.
Ketiganya pergi.
"Hahaha mukanya tegang banget kayk lagi ujian cpns" tawa Aira.
"Bocah, susah liat yang bening" kesal Alex.
"Ututututu sayangkuuu"
Alex masih menatap ketiga Mahasiswa tadi dengan tatapan marah.
"Mas, udaaah jangan bikin ribut"
"Enggak"
Aira menampung air lagi, kali ini ia cipratkan ke Alex, pria itu tersentak kaget.
"Hahaha, nih kena nih" ia menciprat-cipratkan lagi airnya.
Alex tak mau kalah, ia membalas perbuatan istrinya..
"Kamu yang mulai ya" ucap Alex.
Pria itu tiba-tiba mengangkat tubuh Aira.
"Eh mas gak lucu sumpah, turunin! Nanti badan aku basah semuaa" berontaknya.
Alex menjulurkan lidahnya.
Ia menurunkan Aira di air yang sedikit lebih dalam dari tempat mereka tadi.
Lalu tertawa puas.
Pakaian serta sendal eager Aira basah.
"Aaaa mas Alex!"
"Tuh ada ular" ucap Alex.
Aira membulatkan matanya, melihat air di sekelilingnya.
"Ma-manaa? Dimana ulernya?"
"Itu tuh deketin kamu Ra, mas gak berani byee"
'WOI ISTRINYA DITINGGAL?!'
"Aaa mana ularnyaa"
"Mas Alex!" panggil Aira dengan suara melengkingnya.
__ADS_1