
GUYS ADA CERITA BARUUU, BAGUS DEH😤 KARYA BY LIONTIN INI, JADI DIA SEBELUMNYA AUTHOR DIAPLIKASI SEBELAH DAN SEKARANG PINDAH KESINI😗 AYO TARUH DIFAVORIT!
DAN DIA SAUDARI AUTHOR HEHE
"Ya karena bunda sayang" ucap Reva memegang pundak Aira.
Aira mengangguk setuju, gara-gara Alex ia menjadi kikuk.
"Aduh Alex-Alex, yang hamil kamu apa Aira? Kamu jadi sensitif banget" kekeh Hero.
'Ngadi-ngadi pak Alex, bikin malu'
"Tau nih Yah" kekeh Aira.
Alex mengusap belakang lehernya.
"Alex gakpapa cuma merasa lebih-"
"Paham ayah" potong Hero.
"Yaudah yuk sarapan" seru Reva.
Mereka pun sarapan pagi bersama.
"Jadi Aira hari ini ambil cuti?" tanya Reva.
"Iya bun, satu hari aja kok, besok masuk" ucap Aira.
Alex menyuap nasi sambil mendengarkan percakapan dua wanita didekatnya.
"Kok cuma satu hari?"
"Aira udah banyak ambil cuti bun, ketinggalan banyak mata kuliah" ucap Aira.
"Humm..Nanti kalau perutnya udah mulai besar minta cuti, suruh tuh suami kamu" ucap Reva menunjuk Alex dengan dagunya.
Aira menunduk, ia jadi gugup. Cuma beberapa orang yang tau kalau Aira istri Alex, tapi jika Alex meminta izin pasti semua akan terbongkar.
"Iya bun" Aira tersenyum kaku.
"Aira tinggal disini dulu ya?" tanya Hero.
"Aira mau aja yah, cuma mas Alex kan kerja"
"Alex bisa ngurusin Aira, kalau Aira timggal disini terus kapan Alex dapat perannya" ucap Alex blak-blakan.
Kedua orang tuanya saling pandang menahan tawa, ah sekarang mereka tau, Alex ingin apa.
"O-oh, Alex papa yang baik" ejek Reva.
Sarapan pagi selesai, Aira mengantar Alex sampai didepan pintu.
"Mas"
"Apa sayang?"
"Jangan sayang-sayang, didenger bunda gimana?" Bisik Aira.
Alex terkekeh, lucu Aira, siapa juga yang perduli kalau Alex memanggil istrinya sendiri dengan embel-embel sayang.
"Iya maaf, kamu mau apa hum?"
Aira menyelipkan rambutnya kebelakang telinga, matanya melijat kearah bawah.
Gelagat Aira memang minta diterkam.
"Ee..Itu..." ucap Aira terbata-bata.
Alex menunduk, mendekatkan wajahnya pada Aira. Ia tidak tau apa yang wanitanya mau.
"Mas jangan marah ya?"
"Enggak, ayo cepat bilang kamu mau apa" ucap Alex tidak sabaran.
"Ee..Saya..saya boleh keluar gak nanti sore?"
Alex menegakkan kembali tubuhnya, wajahnya datar.
'Gak boleh beneran ini mah'
"Kemana?"
"Ke-ke cafe biasa"
__ADS_1
"Sama siapa? Untuk apa? Dia laki-laki? Kalau gak penting jangan" Alex memberinya pertanyaan bertubi-tubi.
'Astaga'
Aira menjawab satu-persatu pertanyaan Alex.
"Sama sekar, untuk ngerjain tugas dari mas, dia perempuan, dan ini penting"
"Memangnya saya kasih tugas apa?" tanya Alex.
'Really? Dia yang ngasih bisa-bisanya gak tau'
"Kelompok"
Wajah Alex semakin dingin, Aira menghela nafas pasrah.
"Boleh" ucap Alex tiba-tiba.
"Boleh mas?!"
Alex mengangguk, Aira segera merangkul lengan pria itu.
"Makasih suamikuuu~" Aira tersenyum lebar, pipinya diusap-usap ke lengan Alex.
Seperti seekor kucing yang sedang manja pada majikannya.
"Ekhem..Tapi saya yang antar dan jemput"
Aira dengan cepat menyetujui itu.
"Iya mas! Gih berangkat" seru Aira.
"Pulangnya saya pijitin mau? atau yang lain?"
Gleg...
Alex menelan salivanya.
Alex menatap dalam Aira, sayang sekali ia dirumah orangtuanya, kalau tidak pasti Alex bisa mencium Aira sekarang juga.
Alex menghela nafas.
'Bersikap dewasa Alex, istrimu sedang hamil!'Â tegas Alex dalam hati.
Alex mengelus rambut Aira.
"Ngapain?"
"Kamu kan minta coklat" ucap Alex.
Aira ber oh ria.
"Pas pulang aja mas, tiba-tiba saya gak terlalu pengen" ucap Aira.
'Alhamdulilah'
"Yaudah saya berangkat, inget jangan keluar rumah tanpa bunda" ucap Alex.
Aira memberi posisi hormat pada Alex.
"Siap!" serunya.
'Lucunya'
Alex masuk kedalam mobil, lalu menurunkan kaca mobil untuk berpamitan lagi pada Aira yang masih berdiri didepan pintu.
"Hati-hati mas" ucap Aira.
"Iyaa"
Alex menaikkan lagi kaca mobilnya bersiap melajukan kendaraannya.
"Aira sayang, ayo masuk nak" ucap Reva.
Kaca mobil yang masih setengah naik diturun kan lagi, Alex menoleh pada sang ibu.
"Sayangnya Alex" koreksi Alex.
Aira mendelik.
"kok sempet-sempetnya nyahut loh kamu itu Lex" ucap Reva heran.
Dasar Alex!
"Sana berangkat, bunda mau manjain menantu bunda, iya kan Ra?" ucap Reva dengan nada mengejek.
__ADS_1
Aira mengangguk.
Suasana menjadi tegang antara ibu dan anak ini.
'Kenapa jadi gini sih?'
"Bun titip istri Alex, nanti Alex bawa pulang, Alex pamit dulu Assalamuallaikum"
"Waalaikumsalam"
Mobil milik Alex pun menjauh.
"Bunda maafin mas Alex yang gak sopan ya" ucap Aira.
"Aduh kamu ini kayak sama orang lain aja,bunda kan orangtuanya Alex udah tau sifat anaknya..Jangan minta maaf gitu ah"
"Ayo masuk" lanjut Reva.
"Makasih bunda"
Ia membawa Aira masuk kedalam rumah. Reva mendudukkan menantunya diruang tamu, sedangkan Reva pergi kearah kotak obat.
"Nih tadi malam pas tau kamu hamil, bunda sama ayah langsung pergi beli vitamin loh" ucap Reva girang.
Aira tertegun, ia meraih vitamin yang diberikan Mertuanya.
"Wajib diminum biar sehat.." tutur Reva.
Aira mengangguk, ia merindukan kehangatan seorang ibu, ya meskipun Iren tadi malam datang berkunjung, rasanya Aira tetap rindu.
Ia ingin tidur dipeluk lagi oleh sang ibu, sarapan pagi bersama mereka, dan jalan-jalan bersama. Apapun pasti orang tua Aira yang membantunya.
Aira mendongak melihat wajah Reva.
Tapi sekarang dia punya mertua yang sama seperti Iren, mertua yang menganggapnya seperti anak kandung dan merawatnya dengan baik.
Tanpa sadar air matanya menetes.
"Aira kamu nangis nak?"
Aira tersadar, ia segera menghapus air matanya.
"Enggak kok bun, kena debu" elak Aira.
Reva memeluknya.
"Jangan disembunyikan, bunda tau kamu kangen mama kamu, bunda juga begitu Ra, udah lama menikah gini juga kadang nangis keinget orang tua" ucap Reva.
"Intinya kamu jangan khawatir, ada bunda, ayah dan suami kamu disini"
"Iya bunda, Aira bahagia punya bunda sama ayah mertua kayak kalian"
Reva tegak kembali, ia mengusap air mata Aira.
"Ayo yang kuat, calon mama gak boleh cengeng!" seru Reva bersemangat.
Aira ikut mengangguk semangat.
"Coba Rachel disini pasti dia seneng tau kakak iparnya secantik kamu"
Aira terdiam.
'Rachel? Ah adiknya pak Alex'
"Ehm..Bunda, Rachel itu..."
"Adiknya Alex, dia gak hadir waktu pernikahan kalian, bunda cuma bisa ngirimin dia foto kalian aja.." ucap Reva.
Reva sering bilang pada Alex kalau ia rindu pada putrinya itu. Aira penasaran, kenapa Rachel tidak pulang saja saat libur sekolah.
"Kenapa Rachel gak pulang?"
Reva meraih tangan Aira.
"Dua tahun yang lalu Rachel pulang, dia bilang sama bunda dia gak akan pulang sebelum lulus, walaupun liburan Rachel gak mau keindonesia, karena dia takut pas liat bunda dia gak mau kembali kesana" ucap Reva.
Jujur Aira sendiri sangat ingin bertemu dengan Adik iparnya.
"Kamu pasti pengen ketemu dia kan?"
"Banget bun"
"Dia juga sama, waktu bunda kirimin foto pernikahan kamu sama Alex, dia langsung histeris, katanya "Bunda, kakak ipar aku cantik banget" gitu"
Aira tersipu malu saat dirinya disebut cantik.
__ADS_1