Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-42


__ADS_3

Jadilah Aira dan Alex menunggu  driver online, bersama didepan pagar. Alex sedang memainkan handphonenya sembari bersandar di pagar.


Aira memantau sekitar, takut-takut ada Mahasiswi lain lewat.


"Lama banget Drivernya" gumam Aira.


"Ditunggu saja, mungkin macet" ucap Alex.


Aira mencoba menghubungi Si Driver, tapi handphonenya dirampas Alex.


"Mau ngapain?" tanya pria itu.


Aira mengernyit.


"Telfon Drivernyalah, sini hp saya pak"


Aira berusaha merebut benda miliknya itu, namun gagal.


'SAKIT APA SIH SUAMI GUE!'


'NELFON ORANG LAIN AJA GAK DIBOLEHIN'


"Pak Alex siniin hp nya" pinta Aira.


Alex menggeleng sebagai penolakan.


"Biar saya yang telfon"


"Loh kan disitu muka saya, masa yang nelfon suara cowok nanti dikira trangender saya"


"Berisik" ucap Alex.


Aira langsung diam.


'Oke Ra, nurut aja nurut'


Ia memperhatikan Alex yang membalas chat Driver online lalu menghubunginya.


"Halo pak, sudah dimana ya?"


"...."


"Iya tadi yang pesan istri saya"


"..."


"Baik, tolong lebih cepat ya pak"


Alex mematikan telfon lalu memberikannya kembali ke Aira.


"Udah puas?"


Alex mengangguk.


"Drivernya bilang apa?"


"Saya disuruh cium kamu dulu baru dia sampai kesini" ucap Alex santai.


Aira menyipitkan matanya.


'AGAK tidak mungkin Drivernya bilang gitu'


"Kamu gak percaya?"


'Ya jelaslah, gak masuk akal banget'


"Bapak mau ngakalin saya ya?" Aira menatap curiga pria didepannya.


"Buat apa? Tidak berguna" ucapnya.


"Halah, saya tau saya cantik tapi tolong ditahan nafsunya, kita masih dikamp-"


"Dirumah boleh?"


Aira keceplosan, ia malah mengangguk.


"Oke dirumah saja"


Aira kalang kabut.


"Gak! gak gitu maksud sayaa tuh"


Aira meneguk salivanya, Alex menatapnya dengan bibir yang sengaja dimajukan.


Ia pasrah, kenapa tubuhnya tidak bisa diajak kompromi sama sekali.


"Aish..Udahlah" kesalnya.

__ADS_1


Alex tersenyum menang, Aira sungguh malang nasibmu.


Sangking asiknya berduaan, Aira tak sadar ada beberapa Mahasiswi berjalan kearah pagar. Dengan segera Aira mendorong tubuh Alex hingga hampir terbentur.


Buk!


Aira berusaha mengabaikan tatapan tajam pria itu karena didorong tiba-tiba.


"Ituuu ada merekaa" ucap Aira pelan.


Alex mengerutkan dahinya, beberapa saat baru ia sadar kalau ada Mahasiswi lain yang menuju ke luar kampus.


Alex pergi kesebrang jalan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Para gadis itupun lewat, Aira lega, hampir saja mereka ketahuan.


"Eh itu pak Alex kan?" ucap salah satu Mahasiswa melihat Alex disebrang jalan.


"Iya, samperin yuk"


'Woi, punya gue itu!'


Aira ingin menahan tapi diurungkan, mau bicara apa dia kalau sampai mereka bertanya kenapa Aira mencegahnya.


"Pergi dari situ!" Aira memberi isyarat pada Alex.


Ia tidak mau Alex berdekatan dengan wanita-wanita yang sanhat pantang melihat cogan.


Namun sayangnya Alex tidak paham, karena jaraknya jauh. Alhasil para Mahasiswi itu menghampirinya.


'Dia sengaja atau emang gak denger gue bilang apa?!'


'Awas aja!'


Aira seperti cacing kepanasan melihat suami tampan dan mempesonanya dikerumuni gadis-gadis kurang kasih sayang.


Tiba-tiba sebuah mobil sedan berwarna silver berhenti didepan Aira, sipengemudi menurunkan kaca depannya.


"Mbak Aira ya?"


Ternyata itu si Driver yang dipesan Aira tadi.


"Iya pak saya Aira"


"Maaf ya mbak tadi lama, soalnya macet" ucap si Driver.


"Iya gakpapa pak"


'Cepetan kesini dong, betah banget disitu'


"Mbak gak masuk? Biar saya antar sekarang"


Aira menggaruk kepala bingung.


"Ee..Pak gini..Saya gak jadi naik gr*b bapak"


Si Driver nampak tidak senang.


'Aduh mati gue, pak Alex lama banget'


"Tap-tapi pak saya ganti rugi, awalnya mau saya cancel tapi kasian sama bapaknya.."


"Yaudah deh mbak, gakpapa"


"Ma-makasih ya pak"


Aira memberikan selembar uang seratus ribu rupiah.


"Loh ini kebanyakan mbak, disini cuma kena empat puluh ribu" ucap Driver.


"Itu ganti rugi saya pak, ambil aja"


Si Driver pun berterimakasih lalu pergi. Begitu Driver pergi baru Alex menyebrang jalan menghampiri Aira.


"Drivernya mana?"


"Gak liat tuh barusan pergi?" ketus Aira.


"Saya gak lihat" ucap Alex.


Aira mengangakt sudut bibirnya.


"Ya jelas gak liat, orang asik sama mereka" sindir Aira.


Wah istrinya cemburu, Alex mengaku ia salah, tapi tidak mungkin kan ia meninggalkan para Mahasiswi yang bertanya padanya.


"Saya minta maaf, tadi mereka bertanya tidak mungkin saya abaikan"


"Tapi ngabaikan istri"

__ADS_1


Alex terkekeh melihat bibir Aira yang mengerucut, Aira kalau sudah merajuk pasti semuanya yang alex katakan salah dimatanya.


"Cepat pulang, banyak kerjaan" ucap Aira.


Ia berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki, Alex hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Aira.


Rumah.


Aira mendahului Alex masuk kedalam rumah, ia sangat kesal dengan pria itu.


"Bibi, mbak" panggil Aira.


Kedua pembantu itu berada didapur, kenapa mereka bisa masuk? tentu bisa karena Aira memberitahu mereka dimana letak kuncinya.


"Aira bantu cuci ayamnya ya" ucap Aira.


Ia mengikat rambutnya supaya tidak menganggu saat bekerja.


"Non ini sempat gak sampai malem? Banyak soalnya" ucap bibi.


"Oh iya, nanti teman saya dateng kok bi" jawab Aira.


"Oke Non"


Alex menghampiri para wanita didapur, dapur sangat penuh dan berantakan. Ia menengok istrinya yang tengah mencuci ayam, rambut yang terikat menampakkan bagian leher putihnya.


"Aden mau bantu?" tanya si bibi.


"Dia gak bisa ngapa-ngapain bi, gak usah diperduliin" saut Aira.


Bibi melihat kedua padangan ini, ia tersenyum.


"Maaf bi, saya tidak paham urusan dapur" ucap Alex.


"Yaudah duduk disana aja mas" ucap si mbak.


Jadi si mbak itu pembantu Aira dirumah mamanya, namanya Rani, sedangkan bibi itu pembantu Alex, namanya mayang.


"Tau nih ganggu aja" cibir Aira.


Ayolah Aira itu suamimu, kenapa kesalmu tidak usai juga.


Alex pun pergi entah kemana.


"Duh mas Alexnya nurut banget sama mbak haha" kekeh mbak Rani.


"Suami takut istri ini mah" lanjut si bibi.


Skip..


Mira bergabung dengan mereka didapur, untungnya ia datang dengan dua orang sepupunya. Aira memindahkan makanan-makanan keatas meja, ia juga menyapu lantai.


"Ra, abis ini gue balik kerumah ya? mau mandi" ucap Mira.


"Balik lagi kan?"


"Iyadong, sekalian nganter pulang sepupu gue"


Aira mengangguk.


Jam didinding menunjukkan pukul delapan belas pas, yang artinya sebentar lagi masuk waktu magrib.


Akhirnya semua pekerjaan selesai dan rumah sudah bersih dan wangi. Aira mengusap dahinya yang berkeringat, Aira bahkan belum mengganti bajunya sepulang tadi.


"Duh gue bau banget" eluh Aira.


Ia berjalan kedapur.


"Mbak Rin, saya mandi dulu ya" ucap Aira pada Rina.


"Mbak sama bibi kalau mau mandi, mandi aja, biar seger" ucap Aira.


Keduanya mengangguk.


Aira menaiki anak tangga menuju kamarnya, ia merasa melupakan sesuatu, tapi apa ia tidak ingat.


Ceklek


Kamarnya kosong, Aira menghidupkan lampu kamar lalu berjalan kekamar mandi.


Ia melewati tas kerja Alex.


"Astaga gue lupa"


"Suami gue belum makan"


"Pantesan kayak lupa sesuatu ternyata suami sendiri"

__ADS_1


...MAU BIKIN GRUB CHAT GAK?...


__ADS_2