
Alex tidak mau berlama-lama dikamar mandi, ia ingin cepat-cepat menemani Aira lagi.
Cklek..
Alex keluar dengan balutan handuk dipinggangnya, tangannya mengusap-usap kepala yang basah dengan handuk kecil.
Yang pertama kali Alex lihat istrinya yang tiduran diatas ranjang sambil bermain handphone, nampaknya tengah menonton film atau apalah itu.
Alex membuka lemari pakaian, banyak pakaian lamanya sewaktu belum menikah masih tersusun rapi.
"Aira kamu tidak mandi?" tanya Alex sambil memilih pakaian yang mau dikenakan.
"Gak mau mandi" balas Aira.
Alex mengerutkan dahi, biasanya Aira paling tidak bisa kalau tidur tapi belum mandi.
Ia memakai kaos lengan panjang, lalu menghampiri Aira.
"Eit tunggu" cegah Aira.
Alex menurunkan lagi lututnya yang sudah naik keatar ranjang.
"Ganti"
"?"
Aira menunjuk kaos Alex dengan wajah kesal.
"Gantii, saya gak mau liat mas pake kaos lengan panjang, apalagi warna hitam!" tegas Aira.
"Tapi bukannya kamu sendiri suka hitam?"
Aira semakin jengkel.
"Saya bilang ganti, ya ganti!"
Alex mau tak mau mengganti pakaiannya dengan kaos tangan pendek berwarna biru dongker, daripada istrinya makin kesal.
Mungkin ini bawaan ibu hamil, pikirnya.
"Sudah?" tanya Alex.
Aira mengangguk.
"Sini" ucapnya sambil menepuk-nepuk sisi ranjang yang kosong.
"Mas maaf saya marah-marah" ucap Aira, bibirnya mengerucut.
"Humm saya paham..Kamu ngapain itu?" tanya Alex, penasaran apa yang ditonton istrinya.
Aira merapatkan tubuhnya pada Alex, terlihat seperti ia menyandarkan tubuhnya pada Alex.
Ia menunjukkan layar handphonenya pada Alex, ternyata wanita itu tengah menonton drama korea.
'Astaga'
"Mas liat deh, pemeran cowoknya ganteng banget padahal pemeran ceweknya jelek" ucap Aira.
"Kayak kita" celetuk Alex.
Aira menatap sinis Alex.
Oh tidak Alex kamu dalam bahaya!.
"Maksud mas apa ngomong gitu? Saya jelek terus mas ganteng?" tanya Aira jengkel.
Alex sadar tengah membangunkan singa yang tertidur.
"Siapa yang bilang gitu?" tanya Alex.
"Mas"
Alex melingkarkan tangannya dipinggang Aira.
"Jangan marah dulu, kamu salah paham, maksud saya yang jelek itu saya, yang cantik kamu, makanya sama" ucap Alex membela diri.
Aira menyipitkan mata.
"Yang bener?"
Alex mengangguk lalu mencubit kedua pipi Aira gemas.
"Aaa sakit!"
Aira mengusap kedua pipinya, cubitan Alex kuat sekali.
"Aira" panggilnya.
"Apa?!"
Kalau dipikir-pikir jarak mereka sangat dekat, Alex bisa saja menerkamnya dengan mudah.
__ADS_1
Pria itu tidak menjawab, melainkan menatap bibir Aira, tatapan penuh hasrat.
Tanpa aba-aba, wajah Alex mendekat ingin menciumnya.
"Huek"
Aira mendorong tubuh Alex, ia merasa mual.
"Huek.." ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kamu mual lagi?"
'Gak bisa liat? Udah jelas gue mual masih ditanya'
"Ayo kekamar mandi"
Aira menolak.
"Cuma mual aja, gak muntah" ucap Aira.
Alex memeluk Aira.
"Apa lagi yang kamu rasain?"
"Pusing, kadang-kadang mual" adu Aira.
Alex melepas pelukannya.
"Mau saya pijat kepalanya?"
"Ee-gak usah"
"Saya maksa" ucap Alex penuh penekanan.
Aira menelan ludah, segera ia berbaring di paha Alex. Perlahan tangan Alex memijat kepalanya, pijatannya lembut, seketika tubuh Aira lebih rileks.
"Mulai besok saya belikan semua keperluan ibu hamil, kamu tinggal bilang kesaya apa yang kamu mau" ucap Alex.
"Makasih mas" ucap Aira.
'Gini rasanya disayang suami'
"Mas..Orang tua kita kapan mau dikasih tau?"
Cup
Alex mencuri kecupan dikening Aira, tapi wanita itu tidak marah.
Aira memejamkan mata menikmati pijatan Alex.
'Semua bakal baik-baik aja, gue yakin, gue bisa'
Tibalah waktu yang tepat untuk dua insan itu menyampaikan kabar gembira pada orang tuanya.
"Mau ngomong apa nih? Kok senyam-senyum kamu Lex" tanya Reva penasaran.
Alex meminta Reva dan Hero berkumpul di ruang tamu, sebelumnya Aira juga sudah menghubungi kedua orang tuanya untuk datang.
"Tunggu Mama dateng" ucap Alex.
Tak berselang lama orang yang ditunggu datang.
"Assalamuallaikum" ucap Iren dan Adrian bebarengan.
"Eh Mama Aira"
Moment cipika-cipiki pun berlangsung.
"Ada apa kok tiba-tiba papa mama disuruh kesini?" tanya Iren pada Aira.
"Tau nih, saya juga tiba-tiba disuruh duduk disini, iyakan yah?"
"Iya kenapa? Ayah jadi kepo" saut Hero.
Alex menoleh pada Aira, menggenggam tangannya erat.
"Bunda, ayah, papa dan mama, Alex punya kabar baik..."
Semua menatap serius Alex.
"Aira hamil" lanjutnya.
Seketika suasana menjadi riuh, kedua orang tua mereka shock dan girang.
"Yaallah alhamdulilah, secepat ini...Aira mama bener-bener gak bisa berkata-kata" ucap Iren, matanya berkaca-kaca.
"Pa anak kita mau jadi ibu" ucap Iren pada suaminya.
"Alhamdulilah Ma, papa seneng dengernya"
"Menantu bunda udah mau jadi ibuu huhu, akhirnya punya cucu" ucap Reva menangis haru.
__ADS_1
Mereka memeluk Aira, Alex yang menyaksikannya merasa ngeri.
"Bunda, mama jangan dipeluk erat-erat anak saya nanti sesak" protes Alex.
"Biarin aja sih repot amat kamu" sengak Reva.
"Saya papanya" balas Alex.
"Kan cucu bunda sama mama" ucap Reva.
"Alex yang bikin" ucap Alex.
Aira membulatkan matanya.
"Mas" tegurnya.
"Hahah Aira suami kamu cerewet" ejek Iren.
Hero dan Adrian saling pandang.
"Liat ada calon papa yang overprotektif" ejek Hero.
Adrian terkekeh.
"Biasa Ro, masih baru haha"
"Udah berapa minggu nak?" tanya Iren.
"Masuk minggu keempat ma"
"Waah berarti..." Aira tersenyum misterius.
"Ehm pokoknya Kamu jangan sampe kecapean,inget itu" ucap Iren.
Aira mengangguk.
"Aira nanti nurut sama Alex nak, butuh sesuatu bilang langsung jangan semua kamu kamu atasi sendiri, kamu sudah berbadan dua sekarang" ucap Adrian.
"Iya papa"
Semua kembali duduk ditempatnya.
"Tapi ada satu hal lagi..Kandungan Aira lemah, kalau tidak hati-hati bisa keguguran" jelas Alex.
"Astagfirulloh nak" ucap Reva.
"Akhir-akhir ini Aira banyak pikiran bun, dan Aira juga gak sadar lagi hamil" ucap Aira pelan.
Kepalanya menunduk.
"Yaallah udah gakpapa jangan sedih, kami bakal lakuin apapun supaya kamu tetep sehat" ucap Reva disetujui oleh yang lainnya.
Sungguh! Aira bersyukur dikelilingi orang-orang yang baik dan perhatian padanya termasuk suami yang selalu bersabar.
"Yasudah Alex bawa Aira istirahat kekamar, kalian nginep kan?" tanya Reva.
"Iya bun, Alex takut kalau hatus pulang lagi, nanti Aira kecapean"
"Ayo lekas dibawa nak" seru Adrian.
Alex membawa Aira menuju kamar.
"Pa liat pa, jantung mama deg-degan, untung masih nempel" ucap Iren heboh.
"Iya ma, mama tarik nafas dulu"
"Yah, nanti anaknya cewek apa cowo ya? Pasti lucu banget ya yah, kita gendongin hihi" giliran Reva yang heboh.
"Doakan kita panjang umur supaya bisa liat cucu kita" ucap Hero.
Dengan cepat Reva mengaminkan.
"Jeng, kita jadi nenek" ucap Reva.
"Aaaa iya jeng, gak nyangka banget, kirain Aira bakal jual mahal" kekeh Iren.
"Ma, gak boleh gitu" ucap Adrian.
"Si papa orang mama bercanda, mana mungkin Aira nolak suami yang perfect kayak menantu ku itu"
ucap Iren.
Miris Adrian dan Hero sampai menutup telinga mereka karena kedua wanita didekat mereka terus heboh dan berbicara tak henti-henti.
"Dasar ibu-ibu" cibir Adrian.
"Siapa yang hamil, siapa yang heboh" giliran Hero yang mencibir.
"Maaf kita ibu-ibu rasa gadis" ucap Iren pede.
"Jelas dong yah, bibit unggul sudah ditanam tinggal nunggu netas" ucap Reva menjawab cibiran sang suami.
__ADS_1
Kedua pria itu hanya bisa menggeleng tak habis pikir.