
Ini berbeda dari sebelumnya, Aira bisa merasakannya. Nyeri dibagian bawahnya ini cukup menyakitkan, ini mungkin faktor setelah persalinan anak pertamanya.
Dokter juga sudah menjelaskan semuanya, dan benar Aira mengalaminya. Ia ingin, Alex juga ingin.
Aira cukup lega bisa melampiaskan hasratnya lagi.
Bukan main, usai persalinan, melihat wajah Alex saja Aira sudah tergila-gila dengan ketampanan yang terus bertambah.
Aneh, bagaimana mungkin semakin Alex bertambah umur, ia malah semakin tampan.
"Sshh" eluh Aira saat mencoba duduk.
Aira memindahkan tangan Alex dengan perlahan.
"Tidur yang nyenyak, nanti mau magrib aku bangunin" bisiknya.
Alex yang bertelanjang dada berada disampingnya, pria itu tertidur pulas setelah mendapat apa yang ia inginkan.
Aira menyentuh pipi suaminya.
"Gemes kayak gini, kok bisa berubah galak di kampus ya.." gumamnya sambil cekikikan.
Kepalanya menunduk, lalu mengecup pipi Alex.
"Aku makin cinta sama kamu mas" ucapnya.
Puas memandang ketampanan yang paripurna milik Alex, Aira meraih kaosnya yang tergeletak tepat disamping bagian bawah ranjang Aira.
Ia memakai benda itu lalu beranjak dari ranjang, tentu dengan perlahan karena rasa nyeri yang luar biasa saat ia mencoba berdiri.
"Ssshh..Nyeri banget" desisnya.
Dengan tertatih-tatih Aira menuju kearah pintu, ia ingin mengecek keadaan putri kecilnya yang ditinggal saat mengurus bayi besar.
Ia menutup kembali pintu itu, Alex harus benar-benar tetap terlelap.
"Mandi dulu, kasian atiya dipegang mamanya yang keringetan" gumam Aira.
Malamnya..
Aira menyusui Atiya diruang makan, ia juga tengah menyantap makan malam bersama Alex. Atiya kuat menyusu, hingga membuat tubuhnya sangat gembul, terlihat menggemaskan untuk bayi seusianya.
Alex selesai lebih dulu, ia mengakhirinya dengan minum air putih yang sudah disediakan istrinya.
"Ekhemm" dehem Alex.
Ia menompang dagunya menggunakan tangan kirinya, matanya tertuju pada sang istri, bibirnya tak lelah tersenyum.
Tampaknya ada yang tengah berbunga-bunga.
"Sayang" panggilnya.
Aira melihat suaminya.
'Heh, sejak kapan dia ngeliatin gue'
"Hum?" dehemnya.
"Udah selesai makan?" tanya Aira.
Alex mengangguk.
"Mau apa?"
Alex menggeleng.
Kalau Alex bilang 'mau kamu', pasti akan ada insiden piring terbang atau sendok terbang.
"Atiya kuat juga nyusu sama mama" ucapnya.
Aira tersenyum.
"Iyadong pa, biar Atiya cepat tumbuh besar, Atiya kan gak mau kalah dari papa" ucap Aira.
Alex tertawa kecil.
__ADS_1
"Gembul ya ma anak kita"
"Banget, bayi kalau gembul gemesin, kalo mas beda lagi" ledeknya.
Alex manyun.
"Dih haha, kenapa sih? sok imut banget om" kekeh Aira.
"Mas sebenernya imut Ra, cuma ketutup umur" ucapnya.
Aira melongo lalu tertawa.
'Apasih ni om-om ngelawak'
Aira meletakkan sendoknya, tangannya terulur mengusap rambut Alex.
"Kamu imut dimata aku mas, dan harus tetap dimata aku, bukan dimata orang lain"
Alex seperti kucing kecil yang menggemaskan saat kepalanya diusap oleh majikannya. pria itu tersenyum lebar.
"Semuanya memang untuk kamu seorang"
Pipi Aira memerah, ia salah tingkah.
"Y-Ya harus, udah deh, mas kemana kek, jangan liatin aku" usirnya.
"Loh kamu ngusir?"
"Gak gitu, tapi memang bermaksud begitu" gumamnya.
Alex bangkit, Aira langsung melihatnya.
"Beneran pergi?" tanya Aira.
"Enggak, mas ambil laptop dikamar" ucap Alex.
'Kirain beneran pergi, serem nih kalau ditinggal sendirian didapur'
"Tadi ngusir, sekarang kamu cegah mas pergi, kamu maunya apa sih?" Alex mendekat lalu mencubit pipi istrinya dengan gemas.
"Hah?"
Alex membelalakkan matanya.
"Hahaha gak, bercanda-bercanda" tawanya.
Alex menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yaudah mas keatas sebentar"
"Oke"
Aira tersenyum menampakkan gigi-giginya.
"Atiyaaa sayang, cukup ya malam ini mimik susunya, nanti muntah" ucap Aira dengan suara lembut.
"Anak mama gak mau kan gantii bajuu lagi? iyakan?"
Ia menoel-noel pipi serta hidung Atiya yang mungil.
"Argh! demi Allah anakku lucuu bangett huhu"
"Ini bayi apa bonekaa" gemasnya.
Alex kembali ke meja makan, membawa laptop dan handphone Aira ditangannya, Aira memperhatikan benda miliknya yang dipegang Alex.
"Mas kenapa handphone aku kamu bawa?" tanya Aira.
"Oooh ini, Mira telfon tadii" ia menyerahkan benda itu pada istrinya.
"Uhm? dia bilang apa?"
Alex menaikkan bahunya.
"Katanya mau bicara sama kamu, gak mau bicara sama mas" ucap Alex.
__ADS_1
"Kenapa ya dia" gumam Aira.
Dengan tangan kanannya Aira menelfon kembali sahabatnya, untung saja Atiya menyusu disebelah kiri.
Aira menempelkan benda persegi panjang tersebut ketelinganya.
"Halo Mir? tadi telfon ada apa?"
"Ooo iyaa"
"Humm..Oke, aku tanya mas Alex dulu ya"
"Hahaha, bye-byee"
"Night juga pengantin baruu, santai-santai ya malam pertamanya" goda Aira.
"Ooh iya ga bisa santai, lupa haha"
Aira selesai berbincang dengan sahabatnya, Mira lewat handphone. ia melihat ke Alex, pria itu fokus pada layar laptopnya dan kacamata hitamnya yang ia sangkutkan ke hidung mancungnya.
"Mas" panggil Aira.
Alex langsung mengarahkan perhatiannya pada Aira.
"Iyaa, kenapa sayang?"
"Sebentar lagi kan masuk hari libur, dan kampus bakal libur dua minggu.."
"Hu'um, jadii kenapa sayangku?" tanya Alex dengan suara lembutnya.
"Jadi Mira tadi cerita mau gunain waktu libur buat honeymoon"
"Lalu intinya apa? kamu mau honeymoon juga"
"Enggaaaaaaaak" tolak Aira.
"Kita ikut antar Mira sama pak Raka ke bandara, mas mau gak? kan libur itu, pasti bisa dong"
"Nanti pulangnya kita jalan-jalaan yaa? ya ya yaa" bujuknya.
"Tapi kalo mas gak mau ya gakpapa, aku gak maksa juga" ucapnya sedih.
Mana mungkin Alex bisa menolak permintaan dari belahan jiwanya, terlebih kalau Aira bersikap manja saat meminta.
"Uummmm..."
"Bisa kan?"
Aira menatap lekat suaminya, menantikan jawaban.
Alex pun mengangguk.
"Makasih mas! love youu" ucap Aira dengan girang.
Alex tertawa kecil.
"Suutt, jangan kuat-kuat suaranya mama, nanti anaknya bangun" ucap Alex.
Aira mengangguk cepat.
"Gih, ke kamar, piring ini biar mas yang cuci, kamu istirahat"
"Kalo gitu aku ke kamar, mas masih kerja kan?"
Alex mengangguk.
"Oke! abis bobo-in Atiya, aku nemenin kamu" ucapnya.
"Gakpapa sayang, mas kerjaannya tinggal dikit, kamu istirahat" tolak Alex.
"Kalo istri nawarin gak usah dibantah" ucap Aira.
'Istriku ini..Minta diuyel-uyel dua puluh empat jam'
"Iyaa-iyaa sayang"
__ADS_1