
"Gimana? Mau langsung?" tanya pak penghulu lagi.
Raka mengangguk setuju.
"Tarik napas dulu biar tidak terlalu tegang" ucapnya.
Jaris, ayah Mira menahan tawanya, tangan Raka gemetar dan dingin saat berjabat tangan dengannya, wajahnya juga pucat.
"Sudah" ucap Raka.
"Baik kita mulai"
"Anu, saya minta minum boleh?" ucap Raka sedikit berbisik.
Otomatis pak penghulu dan jaris terkekeh.
"Waduh gerogi berat ini pengantinnya" canda pak penghulu.
"Dingin tangannya" sambung Jaris.
Yang menyaksikan proses ijab kabul ikut tertawa.
Raka pun dibeli segelas air putih, ia langsung meneguknya.
Dia terus mengingat kalimatnya.
"Kamu pasti bisa" ucap Jaris.
Ijab kabul dimulai.
"Bismillahirrahmanirrahim.."
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Raka Alkemal bin Ahmad dengan anak saya yang bernama Mira putriani dengan mas kawin berupa emas seberat 50 gram serta seperangkat alat solat, dibayar tunai!" ucap Jaris.
Tangan Raka memegang erat micnya.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Mira Putriani binti Jaris dengan maskawinnya yang tersebut, dibayar tunai!" jawab Raka dengan lantang.
"Bagaimana para saksi? Sah?"
Raka melihat kesekitarnya.
"SAH!" ucap para saksi.
"Alhamdulilah.."
Rasanya jantung Raka meleleh, ini melegakan, luar biasa sekali proses ini. Ia mengelus dada karena berhasil mengucapkan kalimatnya dengan lantang.
'Terimakasih ya Allah'
Ustad yang sudah membacakan ayat suci Al- Quran tapi, mulai membacakan doa nikah sesusai ijab kabul.
اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا
Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qadhayta lii minhaa waladan faj'alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj'al lissyaithaani fiihi syariikan walâa nashibaa.
"Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya".
"Amin" ucap Raka.
Raka menyapu telapak tangannya kewajah.
"Sudah lega?"
Raka mengangguk sambil tersenyum.
Pak penghulu tertawa.
"Tentu sudah lega, nanti malam sudah bisa bemesraan" candanya.
Sontak yang lain tertawa.
"Sudah gak sabar itu " saut mama Raka.
Pipi Raka dan telinganya memerah karena malu.
Mira dan Aira yang menunggu dikamar pun, dipanggil agar segera membawa keluar sang mempelai perempuan dan menyerahkannya pada mempelai laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya.
"Ra gue gemeteran" bisik Mira saat menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Rileks Mir, dibawah ramai tuh pengen liat lo" ucap Aira.
"Pak Raka juga udah selesai ijab kabul, kalian bisa uwu-uwu haha"
Semua orang menoleh pada Mira yang turun dari Tangga dengan elegan, aura pengantinnya terpancar kuat dan bersinar.
Mata Raka tidak bisa berpaling, ia takjub dengan kecantikan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya.
'Cantiknya istriku' ucap Raka dalam hati.
'Istriku cantik' ucap Alex dalam hati.
Yah..pria itu tidak melihat Mira, melainkan orang yang disebelah Mira, Aira adalah yang tercantik baginya, bahkan lebih cantik dari pengantin.
Padahal setiap hari bertemu, tapi Alex terus jatuh dalam pesona Aira.
"Silahkan dijemput istrinya, lalu bawa duduk disebelah kamu" arahan dari pak penghulu.
Raka bangkit, menemui Mira, mata mereka saling bertemu. Raka menggenggam tangan Mira lalu Mira mencium punggung tangan pria itu.
"Ayo suaminya cium kening istri"
Raka memegang pundak Mira, kepalanya mendekat lalu mengecup kening Mira.
"Aku deg-deg an" bisik Raka.
Mira tersenyum.
"Jantung aku udah hampir lepas" balasnya.
Mereka saling memakaikan cincin lalu duduk berdampingan untuk menandatangani buku nikah.
Alex melihat sang istri yang fokus pada pemeran utama hari ini, ia berjalan mendekati wanita itu.
"Sayang" panggil Alex sedikit berbisik.
Aira tersentak kaget.
"Astaghfirullahaladzim!"
Alex tersenyum hingga nampak giginya.
Aira mengangguk, ia menggandeng lengan Alex lalu ikut bersama pria itu.
"Mas Mira cantik banget" pujinya.
"Hum, cantik, tapi kamu lebih cantik"
Alex menaikkan satu alisnya menggoda Aira.
Aira mengigit bibirnya.
"Gombal"
"Kamu tau? Tadi Raka salah menyebut nama panjang Mira" bisik Alex.
"Eh yang bener? Haha gerogi pak Raka, lucu"
"Benar, untungnya cuma latihan" ucap Alex.
Aira memandang wajah suaminya.
"Mas dulu salah-salah gak pas ijab kabul?"
Alex menarik sudut bibirnya.
"Mas lancar, tanpa latihan langsung bisa, penghulunya sampai bangga" ucap Alex.
'idih belagunya'
"Tapi itu latihannya udah setahun, makanya lancar, mas yakin bakal nikahin kamu, kalau gak, buat apa mas kejar kamu sampai kesini" lanjutnya.
"Aih suamiku manis banget"
Aira mencubit pipi Alex.
"Mas pasti bahagia luar biasa pas berhasil nikahin aku" ucap Aira.
Ia menyenderkan kepalanya dipundak Alex.
__ADS_1
"Bahagianya luar biasa, tiga hari mas gak bisa tidur nyenyak karena gugup, setelah sekian lama akhirnya bisa menikah dengan gadis incaran"
Lelaki kalau sudan cinta mati, perlakuan dan ucapannya sangat manis.
"Aku juga seneng..Eh campur kesel juga sih, karena dijodohin, untung mas gantengnya gak ketulungan" ucap Aira terang-terangan.
Alex tertawa.
"Cerita kita lanjut dirumah aja" bisik Alex.
Aira tersenyum.
Mereka memandang kedua pengantin yang sedang dipotret sembari memegang buku nikah.
"Pengan nikah lagi" celetuk Aira.
"Kamu bilang apa barusan?" tegur Alex.
"Itu looh, pengen nikah lagi, tapi sama kamu, istilahnya reka ulang, karena waktu itu aku jutek banget mas" ucap Aira.
"Oalah, mas Kira kamu mau nikah lagi sama orang lain"
"Sebenernya ada niatan" pancing Aira.
Alex tidak meladeninnya, karena ia tau istrinya itu bercanda dan mencoba menggodanya.
"haus, mau minum" ucap Alex ,bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan pergi.
Aira melongo.
"Mas, mas Alex!"
Ia mengekori pria itu dengan berlari-lari kecil.
Kembali ke pasangan berbahagia hari ini, mereka sudah didudukkan di pelaminan, dan Mira diberikan sebuah buket bunga.
Raka tidak mengalihkan pandangannya dati wajah Mira.
"Kamu kenapa bisa secantik ini?"
Mira yang malu-malu dipuji menutupi wajahnya dengan bucket bunga.
"Jangan ditutupi, aku gak bisa liat" ucap Raka.
"Malu tau!"
Raka terkekeh.
"Sini tangan kamu" pintanya.
Tanpa basa-basi Mira memberikan tangannya pada Raka, pria itu langsung menggenggam.
'Ini sih malu-malu tapi mau'
"Akhirnya kita sah.." ucap Raka, ia mengelus tangan Mira.
"Hum..akhirnya"
Raka menarik sudut bibirnya.
"Berarti sudah gak ada batasan diantara kita, jadi.." Raka menggantung kalimatnya.
Diluar dugaan Raka, ia pikir Mira akan mengatakan malu dan sebagainya.
Wanita itu malah melihatnya dan tersenyum menantang.
"Malam ini bisa" bisiknya.
Wush!
Tubuh Raka bergetar, Mira tersenyum puas.
"Kamu siap-siap ya sayang" balas Raka.
"Ck..Santai aja kamu tuh, beres" ucap Mira.
Keduanya tertawa, Raka merangkul pinggang Mira.
Sudah sah begini dan tidak ada jarak lagi, Mira sudah sah menjadi miliknya, dan bersama akan melewati lika liku dalam rumah tangga.
__ADS_1