
Aku saranin juga nih baca karya author blueflaa, bagus loh ceritanya
"Saya malah gak ada dirumah sampai mas lupa makan" lirih Aira.
Permintaan maaf Aira justru membuat Alex gemas.
"Mas maafin saya ya?"
Alex bersumpah kalau ia tidak sakit, ia pasti menerkam Aira sekarang juga.
Alex memalingkan wajahnya, malu jika Aira lihat wajahnya yang memerah.
"Mas?"
"Iya Aira Alkeyna"
"Saya mau minta layanan kamar antar bubur kesini ya" ucap Aira.
"Iya istriku" ucap Alex.
Aira berjalan kearah telfon yang ada didekat televisi, Jantungnya mau lompat rasanya. Sulit berbohong kalau ia tidak kesemsem dengan Alex.
"Makin hari makan manis, gak ada obat!" gumam Aira.
Aira menghubungi layanan room service yang ada dikatalog.
"Selamat sore, saya ingin pesan bubur dan puding susu"
"Selamat sore bu, masing-masinh satu porsi saja? Dikamar nomor berapa bu?"
"Iya satu porsi, diantar kekamar xx" ucap Aira.
"Ah iya satu lagi, cappucinno hangat satu sama teh hangat"
"Baik segera kami antarkan bu" ucap pelayan
"Terimakasih"
Aira menutup telefonnya.
"Mas buburnya bentar lagi dateng ya, saya pesenin puding buat mas juga" ucap Aira.
"Iyaa Aira"
"Saya mau kebalkon dulu" ucap Aira.
Ia menyentuh kedua pipinya.
Aira terheran-heran, Alex berubah menjadi bayi sekarang. Sungguh sifat yang jarang ditunjukkan Aira.
Setelah menikah baru Aira rasakan kalau laki-laki akan berubah sifatnya menjadi bayi lagi saat didepan istri.
Aira melihat cincin pernikahan yang tersemat dijarinya.
"Mungkin Mira bener, gue gak pernah bersyukur sama pernikahan gue.. Mira jadi sebuah teguran untuk gue, supaya lebih menjalankan kewajiban sebagai istri buat Pak Alex" gumam Aira.
Aira tetap menyebut pak Alex pada dirinya sendiri, tapi didepan pria itu ia menyebutnya mas.
"Aira" panggil Alex.
Aira segera masuk kembali kedalam.
"Kenapa? Butuh apa? Ada yang sakit? Sebelah mana?" Hujan pertanyaan dari Aira.
Ia khawatir Alex kenapa-napa.
"Saya baik-baik aja, cuma minta nyalakan televisinya"
Aira menghela nafas.
'Kirain ada apaan'
Aira duduk didepan kasur, tepat dibawah kaki Alex, menyalakan televisinya.
"Mau nonton apa?"
"Kamu"
Aira menoleh sambil mengerutkan dahi.
"Saya?"
Alex mengangguk.
"Saya panggil kamu kesini karena kangen" celetuk Alex.
Seseorang tolong Aira ingin mimisan!.
Aira bingung harus jawab apa, hatinya diobrak abrik Alex karena kebucinannya.
"I-iya" ucap Aira.
"Apa yang iya?" tanya Alex jahil.
"Ya...Iya saya kesini karena mas kangen" ucap Aira.
Alex terkekeh.
__ADS_1
"Aira duduk disini"
Alex menepuk ruang kosong disampingnya, Aira menurut. Alex langsung menarik pinggangnya agar lebih dekat.
Dheg Dheg..
Mereka saling bertatap-tatapan, mata Alex beralih pada bibir merah Aira yang begitu menggodanya.
"Aira.."
"Ya?"
Sangat disayangkan Alex harus memendam nafsunya, Aira bisa tertular.
"Tidak jadi" ucap Alex.
'Kenapa sih?'
Ting tong..
Keduanya melihat kearah pintu.
"Mas buburnya udah dateng" ucap Aira.
"Tunggu biar saya ambil" lanjutnya.
Tapi Aira tidak bisa bangkit, Alex masih memegang pinggangnya.
"Mas, lepas" ucap Aira.
"Nanti duduk disini lagi" ucap Alex.
Aira mengangguk, baru Alex melepas tangannya.
Cklek..
"Sore ibu, ini pesanan anda" ucap pelayan sambil tersenyum.
Aira meraih nampan ditangannya, kebetulan pelayannya adalah laki-laki.
"Terimakasih ya mas" Aira tersenyum balik.
"Selamat menikmati bu, saya permisi" ucapnya lalu pergi.
"Ganteng ya?" tanya Alex.
Aira tersentak kaget, hampir menjatuhkan nampannya. Alex tiba-tiba berdiri disampingnya.
"Astaga mas, ngaggetin"
Aira menutup kembali pintu.
"Saya langsung nyusul pas dengar kamu panggil dia mas" ucap Alex dengan nada tak senang.
Aira berhenti, ia menatap Alex.
Jangan bilang kalau Alex cemburu pada seorang pelayan?.
"Mas cemburu?"
"Ti-tidak" jawab Alex dingin.
Ia berbaring ke kasur, wajahnya datar seperti aspal baru.
'Yaampun cemburu? Beneran? Haha kocak banget muka bete nya'
Aira menaruh nampan, ia mendekat pada Alex. Wajah Alex sangat cocok untuk dijahili.
"Mas cemburu?"
"Cemburu? Bukan jati diri saya"
Oh Alex! Cemburu itu wajar.
'Cemburu ya tinggal bilang, pake ngeles segala'
Aira pura-pura kecewa.
"Ooh saya kirain iya, tapi ngomong-ngomong 'mas' tadi ganteng, masih muda, kayaknya seumuran sama saya" ucap Aira usil.
Rahang Alex mengeras, astaga Aira membuatnya marah terbakar api cemburu. Berani sekali istrinya memuji ketampanan pria lain didepannya.
"Kenapa saya gak kenal dia dari dulu" lanjutnya.
"Iyakan mas?" Aira menatap Alex.
Ia menahan tawa.
"Dia bisa apa untuk menghidupi kamu?" tanya Alex.
Baik Alex mulai terpancing kata-kata Aira.
"Ya walaupun kerjanya jadi pelayan hotel saya gak masalah, yang penting dia setia dan bertanggung jawab" ucap Aira.
Yang benar saja, Aira mana mau!.
"Jaman sekarang semua sudah mahal, mana bisa hidup bergantung pada satu pekerjaan saja" ucap Alex sinis.
'Padahal bercanda, tapi sewot banget'
__ADS_1
"Yang penting mas nya ganteng" ucap Aira.
Telinga Alex panas mendengar Aira menyebut si pelayan ganteng.
"Saya bisa pecat pelayan itu sekarang juga" ucap Alex.
Aira panik.
"E-eh ja-jangan mas" ucap Aira.
"Kenapa? Takut tidak bisa bertemu?"
'Dasar baperan'
Akhirnya tawa Aira lepas.
"Hahaha mas..Bercanda doang" kekehnya.
"Mana mungkin saya mau sama dia, orang jelas-jelas mas lebih ganteng' celetuknya.
"Aira kamu!"
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipi Alex.
"Jangan marah-marah, nanti cepet tua, masa iya istri masih kece suaminya peyot" ucap Aira.
Aira menghinanya?. Alex menahan diri, Aira memang minta untuk diterkam alex!.
Alex menarik tengkuk Aira,ingin menciumnya.
"Eits..Tidak boleh~" ejek Aira.
Alex menghela nafas kasar, sialan Aira membuatnya tersiksa. Terpaksa Alex mengurungkan niatnya.
Tentu Aira tersenyum menang, melihat wajah kesal Alex.
"Ini buburnya mau dingin, makan yuk" Aira menyodorkan mangkuk berisikan bubur ayam.
Alex tidak meresponnya.
"Mas..Makan" tegas Aira.
Tetap diacuhkan.
'Harus pake cara ampuh!'
"Kalau mas makan bubur ini, bakal ada morning kiss setiap hari" ucap Aira.
Tawaran yang mengiurkan!
"Gimana?" tanya Aira.
"Ditambah night kiss, saya setuju" ucap Alex.
Mata Aira membulat.
"Definisi dikasih hati minta jantung' cibir Aira.
"Kalau nolak, saya gak makan"
'Wah mainnya hebat! Ngancem-ngancem'
Ya Aira setuju, bagaimanapun ia harus membuat anak bayi baru bernama Alex makan.
"Oke"
Sudut bibir Alex terangkat. Dengan senang hati ia meraih bubur ditangan Aira.
"Kamu cantik" ucapnya sambil tertawa kecil.
"Kamu jelek" saut Aira.
"I don't care" ucap Alex.
Aira duduk manis sambil menyilang kaki, ia tenang melihat Alex makan dengan lahap, dan mulutnya tidak mengoceh lagi.
Aira berpikir, seperti Alexkah suatu saat nanti anaknya kalau sedang merajuk?.
"Hhh.." Aira terkikik membayangkannya.
Alex menoleh pada Sang istri yang tertawa tiba-tiba, Aira juga menolah pada Alex, ia tersadar.
'Yaallah lupa masih didepan pak Alex'
"Kamu mikirin apa?" tanya Alex.
"Bukan apa-apa"
"Oh, Aira minumnya" Alex menunjuk teh hangat diatas meja.
Entah apa yang merasuki Aira, ia malah mengatakan sesuatu yang membuat Alex kaget.
"Give mama, one kiss" ceplos Aira.
Aira langsung memukul bibirnya sendiri, Alex nyaris tersedak akibat ulah Aira.
Spontan dia mengatakan hal memalukan karena membayangkan kalau Alex adalah anaknya yang akan hadir suatu saat.
__ADS_1