Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-105


__ADS_3

Aira dan Alex baru sampai dirumah, Alex sedikit kesulitan mengambil kunci rumah yang ada disakunya, karena Aira yang terus melendotinya dan tidak mau bergeser.


Suasana hatinya berubah-ubah.


"Mas" gumamnya.


"Aira,  mas buka dulu pintunya biar cepat istirahat" ucap Alex lembut.


"Ya buka, tinggal buka aja, apa urusannya sama aku" ucap Aira yang masih nyaman melendot pada Alex.


Dengan penuh kesabaran, Alex berhasil mengambil kunci rumah dan segera masuk kedalam.


"Mas kok jadi wangi, perasaan tadi pas dikampus enggak" Aira menghirup aroma di kemeja Alex.


"Apa yang wangi? mas belum mandi" ucap Alex.


"Gak usah mandi, duduk disitu ayoo"


Aira menunjuk sofa yang ada diruang tamu, Alex pun dibawa duduk kesana oleh Aira. Begitu duduk Aira semakin menempel, wanita itu tiduran, paha Alex dijadikan alas kepala dan tangannya memainkan lengan kemeja Alex.


"Ra, mas masih kotor" ucap Alex sembari mengelus rambut Aira.


Aira cuma berdehem menanggapi Alex.


"Cuci muka sama kaki dulu yuk" tawar Alex.


Aira berdehem lagi, cara itu tak berhasil.


"Kamu mau anaknya ketempelan?"


Aira langsung duduk, menatap Alex penuh tanya.


"Ke-ketempelan?"


Alex mengangguk.


"Apa itu?"


Alex melongo, dia pikir Aira tau karena wanita itu terkejut saat ia bilang ketempelan.


"Kamu gak tau?"


Aira menggeleng.


"Orang hamil itu biasanya suka diikuti sama makhluk halus, makanya waktu hamil itu harus pinter jaga diri" ucap Alex.


Aira mengusap lengannya, gara-gara Alex tubuhnya merinding.


"Itu beneran?"


"Iya, orang dulu bilangnya gitu" ucap Alex.


"Ayo mas, temenin cuci muka sama kaki, nanti anak aku diambil hantu"


Aira menarik tangan Alex untuk segera bangkit. Wajah takutnya itu menggemaskan sekali.


"Iya"


Aira berjalan lebih dulu, Alex tertawa kecil melihat Aira.


Kamar mandi.


Keduanya bersebelah-sebelahan, sama-sama mencuci wajah dan kaki. Aira memakai facial wash miliknya sedangkan Alex selesai lebih dulu karena cukup membasuh wajah saja.


"Mas tau gak?" tanya Aira disela-sela mengusap wajahnya.


"Enggak" jawab Alex singkat.


"Dengerin dulu"


"Hm" Alex berdehem.


"Bentar aku siram dulu" ucap Aira.


'Dia yang mau ngasih tau kenapa aku yang disuruh nunggu'


Aira membasuh wajahnya dan mengeringkannya dengan handuk. Ia menoleh pada Alex yang sejak tadi menunggunya.


"Tadi pas dikampus, banyak banget adek tingkat aku yang nyamperin, ngerumunin gitu terus nanya-nanya soal kenapa aku bisa nikah sama mas" Aira mengadu apa yang dia alami pagi tadi.


"Terkenal aku ya" ucap Alex.


"Dih baru sadar dia selama ini jadi primadona" cibir Aira.


"Mas gak tau, gak terlalu perduli omongan mereka"

__ADS_1


"Masa sih?" tanya Aira tak percaya.


Mana mungkin Alex tidak tau, jelas-jelas sejak kehadirannya lebih banyak Mahasiswa yang mengambil kelasnya.


"Udah lanjut, Terus kamu gimana-in mereka?"


Aira tertawa kecil.


"Mereka malah berantem rebutan pertanyaan siapa yang harus aku, yaudah aku kabur aja"


"Jahat banget kamu" ucap Alex.


"Aku merasa jadi artis, dari awal masuk sampai pulang pada sibuk nanya"


"Ya gakpapa, baru awal, nanti juga mereka bodoamat" ucap Alex.


"Hum, aku mikir juga gitu, hitung-hitung gladi resik nanti pas keciduk beneran jadi pacarnya kim Taehyung" kekeh Aira.


Alex menatap datar Aira.


"Mana mau taehyung kamu itu sama perempuan bersuami" sindir Alex.


"Loh nyamar jadi gadis dong, kan aku masih cantik" celetuk Aira.


Alex tiba-tiba melangkah pergi meninggalkannya dikamar mandi.


"Mas doain kesampai-an" ucapnya.


Aira melongo karena ditinggal, ia segera menyusul pria itu.


'Masa iya pak Alex cemburu sama Taehyung gue?'


"Mas, mas marah?"


Aira mengikuti Alex menaiki tangga.


"Enggak" ucap Alex.


"Mas masa cemburu sama Taehyung, aku tau Taehyung emang ganteng dari lahir" celetuk Aira.


Cklek..


Alex masuk kedalam kamar, Aira terus menyerangnya dengan pertanyaan apa ia cemburu dengan idola yang tidak tau dirinya.


"Mas~" rengek Aira karena pertanyaannya tak kunjung dijawab.


"Mas!"


Aira menarik-narik kemeja Alex.


"Aira jangan ditarik-tarik"


Aira mendengus.


"Mas sih, tinggal jawab apa susahnya"


"Iya apa istriku, sayangku"


Alex menangkup kedua pipi Aira. Barulah Aira berdiri dengan benar, sambil tersenyum.


"Mas cemburu?" tanyanya.


Kepala Aira digerakkan kekanan dan kiri oleh Alex.


"Enggak sayang, Taehyung tau kamu hidup juga enggak" ucap Alex.


"Gini-gini saya pernah vc an sama Taehyung ya" ucap Aira tak terima.


"Pakai uang papa sih, mahal" lanjutnya.


Cletak..


Dahinya disentil Alex.


"Awh.."


"Sekarang gak boleh kayak gitu, paham?" ucap Alex.


"Iya paham, terus kenapa diem?"


Aira menaruh tangannya dipinggang Alex.


'BENTAR AUTHORNYA YANG NGEBAYANGIN SENYAM-SENYUM' /jangan didubbing ya teh/


"Gerah, mau mandi" jawab Alex.

__ADS_1


Aira lega, ia pikir Alex cemburu dengan kekasih hayalannya.


"Yaudah sana mandi, nanti gantian, aku mau masak dulu" ucap Aira.


Alex melepas pipi Aira.


"Iya, yang enak ya" ucap Alex.


Aira mendelik.


"Jadi selama ini masakan aku gak enak gitu?" ucap Aira sedikit meninggi.


Alex terpelongo.


"Hah? Gak gitu sayang" ucapnya.


"Terus?"


"Kamu masak selalu enak, dan hari harus tetap enak, gitu maksudnya" jelas Alex.


Aira memiringkan bibirnya.


"Ck..Yaudah sana" ucapnya lalu pergi keluar kamar.


Alex menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dirumah jadi galakkan dia, coba dikampus aku press kamu" gumam Alex.


"Mandi ah"


Mira menengok kanan dan kiri, bundanya belum tiba juga. Wanita itu bilang mau menjemputnya, mengingat Mira tidak bisa membawa mobil, ah bukan tidak bisa, hanya saja ada alasan yang membuat Mira benar - benar berhenti mengemudi.


"Bun, masih lama?"


"Mira ban mobilnya pecah, masih lama nih, kamu naik gr*b dulu biar mama tf uangnya" ucap Maeza.


Mira mendengus.


"Bunda gak bilang dari tadi, disini udah sepi, Mira nunggu dari tadi didepan gedung" ucap Mira.


"Maaf sayang, bunda lupa telfon kamu, udah dulu ya, mama mau liat mobilnya, seberapa parah ban-nya" ucap Maeza.


Maeza menutup telfonnya.


"Hish!"


Mira menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Si bunda gak ngomong dari tadi"


Mira mengaruk kepalanya.


"Nunggu grab lagi akh lama"


"Aira mah enak, udah rebahan mungkin sekarang, suaminya langsung ngajak pulang, lah gue punya pacar? Pacar apaan bodoamad gitu, perempuannya masih disini dia udah pulang"


"Memang gak bisa diharapkan"


Tin-tin.


"Eh copot"


Mira tersentak, ia menoleh kebelakang, siapa orang sombong yang membunyikan klason mobil itu.


"Pak Raka?"


'Kok masih disini, bukannya udah pulang?'


Raka tersenyum dari dalam sana. Mira mencambak rambutnya sendiri.


"Dia liat gak liat gue ngedumel kan?!"


Raka membuka pintu mobilnya, lalu


"Kamu ngapain?"


"Ee-e anu.."


"Hum?"


"Nunggu dijemput bunda" ucap Mira.


"Apa? Gak kedengeran coba deketan sini" ucap Raka.


"Sa-saya kesitu?" tanya Mira.

__ADS_1


'Perasaan jaraknya dekat, apa pacar gue budeg?'


__ADS_2