
"Mas kok ganteng?"
****?!
Alex menatap wajah polos Aira, ia mengepal tangan berusaha menahan diri. Tiba-tiba kepala Alex menunduk hingga wajahnya menyentuh paha Aira.
"Loh mas kenapa?"
"Kamu bikin saya mati Ra" suaranya terdengar menyedihkan dan keputus-asaan.
Aira mengerutkan dahi.
"Kenapa tambah gemes" eluh Alex.
Sikapnya yang berubah seratus delapan puluh derajat pada Alex membuatnya seperti disiksa. Sebelum-sebelumnya Aira tidak pernah sama sekali bertingkah imut.
"Mas"
Aira mengangkat kepala Alex agar tegak kembali.
"Mandi gih" ucap Aira.
Kehamilan Aira telah mengubahnya menjadi istri sungguhan.
Alex masih menatap Aira, menikmati wajah cantik Aira meskipun wanita itu baru bangun tidur.
Namun, mata Alex mengerjap, saat kepalanya ditarik maju oleh Aira hingga bibir wanita itu mendarat didahinya.
Aira memberi kecupan pagi lebih dulu?!
Sungguh! Ini tidak baik untuk kesehatan jantung tapi baik untuk hati Alex!
Alex membeku, bukan berlebihan.
Tapi beginilah rasanya benar-benar dicintai.
'Alex junior belum lahir tapi sudah membuat keberuntungan besar buat papa' ucap Alex dalam hati.
Tanpa sadar ia senyum-senyum sendiri.
'Suami gue kenapa senyum-senyum sendiri nih?!'
"Mas, cepetan mandiiiii"
Alex mengedipkan mata.
"I-iya saya mandi" ucapnya terbata-bata.
Alex bergegas pergi kekamar mandi, lagi-lagi salah tingkah.
Aira menggeleng-gelengkan kepala melihat sang suami.
"Aneh" gumam Aira.
Aira mengambil handphonenya. Yang pertama kali ia lihat adalah aplikasi whatsapp, begitu data seluler dihidupkan beberapa pesan masuk.
Nana Kating
Gue kaget bange..(5)
"Nana?"
Aira mengklik pesan masuk dari Nana, karena pesannya berada paling atas, biasanya pesan Mira yang selalu ada diatas.
...Nana Kating...
P
Aira lo tau gak?
Gilan dm gue..
Tiba-tiba aja gitu..
Gue kaget banget.
^^^Iya? Lo jawab apa?^^^
Setelahnya Aira melihat pesan masuk dari yang lainnya.
...Sekar Fk manajemen....
Besok sore dicafe severwin yang baru buka itu bisa gak?
'Astaga gue lupa tugas kelompok, hari ini berarti kan?' gumam Aira.
^^^Sorry Kar baru bales^^^
^^^Sore ini? Gue tanya mama dulu ya^^^
^^^Ada waktu engga..^^^
^^^Nanti siang gue kabarin^^^
Aira menaruh benda persegi itu kembali, ia mengusap wajah bingung.
"Duh mampus gue, pak Alex pasti gak ngizinin keluar, apalagi sore-sore.."
"Tapi kan dia yang bikin tugas? Gak bakal marah dong?"
Aira berbicara sendiri lalu menyimpulkannya sendiri.
Tring!
Aira meraih lagi handphonenya.
...Nana Kating...
^^^Iya? Lo jawab apa?^^^
__ADS_1
Gue bales seadanya aja
Sakit hati gue kalo liat mukanya.
Lagian dia cuma minta maaf..
^^^Yaudah diblock aja Na,^^^
^^^Untung dia gak chat gue lagi^^^
Oke.
Ra ntar sore nongki yuk?
Gue yang traktir, sekalian ada yang mau gue omongin.
^^^Gak bisa Na, gue ada tugas^^^
*G**ue kerumah lo aja ya*?
Gue bantuin deh tenang.
"Aduh jangan sampeee"
"Kalau Nana dateng terus ngeliat pak Alex...ajab gue"
"Ajab kenapa?" tanya Alex.
Spontan Aira melempar handphonenya ketempat tidur.
"M-mas udah selesai? Kok gak kedengeran suara pintunya?" tanya Aira kikuk.
"Saya buka pintu, gak mungkin nembus kan" ucap Alex.
"Be-bener sih"
'Gue ngomong sendiri sih sampe gak kedengaran suara pintu..Tapi pak Alex gak tau kan apa yang gue omongin?'
"Aira"
Panggil Alex, pria itu berdiri didepan lemari pakaian, Aira bangun menghampirinya.
"Dirumah ini dasi saya cuma ada lima, coba pilih salah satu yang cocok" ucap Alex sambil menunjuk dasi-dasi yang ada digantungan.
Aira mendekat, mengambil salah satu dasi berwarna biru.
"Nih"
Alex baru mau mengambilnya tapi ditarik lagi.
"Jangan deh" ucap Aira.
Alex mengerutkan dahi.
"Kenapa? Jelek?"
"Bukan..Gak usah pake dasi" usulnya.
Aira merengut, tangannya dilipat kedepan dada.
"Biar apa pake dasi?"
Pertanyaan macam apa ini.
"Supaya rapi"
Aira malah mendengus, Alex menatapnya heran.
"Gak boleh, mas pake kemeja sama celana udah gitu aja, gak usah pake dasi" ucap Aira, ia kembali duduk ditepi ranjang.
Aira barusan memaksanya? Bukankah sebelum-sebelumnya Aira tidak mempermasalahkan dasi Alex.
Aira menatap Aira.
"Kamu biasanya yang pakein saya dasi, kenapa sekarang gak boleh?"
Aira memalingkan wajah, tangannya masih dilipat didepan dada.
"Mas kalau pake dasi tambah ganteng, saya gak mau gantengnya dibagi-bagi" ucap Aira.
Wah, bumil satu ini cemburu?.
Alex tersenyum setelah tau alasan Aira, lucu.
"Yasudah saya pake kemeja aja" ucap Alex mengalah.
"Bagus"
"Lihat sini dulu" pinta Alex.
Aira menoleh pada Alex.
"Senyumnya mana sayang?" tanya Alex.
Blush~
"Aira Alkeyna" panggil Alex lembut.
"H-hum?"
"Saya minta kamu senyum, kenapa pipi kamu yang merah?" ucap Alex jahil.
"Y-ya salting, bu-bukan saya, tapi anaknya" elak Aira.
Alex menahan tawa, Mau menyalahkan anak yang belum terbentuk wujudnya ya, kasihan sekali Alex junior sudah terfitnah.
"Anaknya apa mamanya?"
Aira semakin salah tingkah.
__ADS_1
"Mas jangan gitu, aku aduin bunda" ancam Aira.
Alex melangkah mendekat lalu mengecup kening Aira.
"Bercanda, jangan diaduin ya?"
Tangan pria itu mengelus pipi Aira.
"Mas udah dong?!" protes Aira.
Bukan risih, tapi ia tidak sanggup menahan senyuman karena Alex terus mengerjainya.
"Iya-iya, saya pake baju dulu ya"
"Hum" Aira berdehem.
Alex berjalan menjauh sedikit dari ranjang.
"Loh hp gue mana?" gumam Aira.
"Nah ini"
Dynanana hey~
Dynanana hey~
Aira langsung menarik tombol hijau untuk mengangkat telfon.
"Halo Ra" sapa Nana dari seberang sana.
Alex melirik kearah Aira, dengan siapa Aira bicara ditelfon, pikirnya.
"Halo, so-sorry gu-lupa bales chat tadi" ucap Aira gugup.
Alex tengah memperhatikannya, pria itu tidak suka Aira menggunakan bahasa 'lo-gue', sebisa mungkin Aira mengubah ucapannya.
"Makanya gue telfon, jadi gimana?"
"Ee-ee itu..."
Aira melirik Alex sekilas.
"Tadi udah janjian sama temen, gak bisa deh kayaknya" ucap Aira.
"Oooh yaudah deh, lain kali kalo gitu"
"Sorry ya"
"No problem, sorry ganggu lo pagi-pagi"
Tutt..
Aira bernafas lega, untung Nana bukan tepi pemaksa seperti mantan sahabatnya.
"Dari siapa?" tanya Alex.
"Hum? Kating" ucap Aira.
"Laki-laki apa perempuan"
"Alhamdulilah campur" ucap Aira ngawur.
"Maksudnya?"
"Iya dia bisa jadi perempuan, bisa juga jadi laki-laki" ngawur part dua.
"Saya serius Aira"
Aira menyengir, seru juga membuat Alex kesal. Anggap saja mereka impas.
"Perempuan mas, Nana namanya"
"Nana?" tanya Alex lagi.
Aira mengangguk.
'Bukannya itu perempuan yang ngelabrak Aira? Kenapa sekarang keliatannya mereka berteman?'
"Teman baru?"
Aira menatap langit-langit kamar lalu menggeleng.
"Temen baru sih enggak, tapi bisa dibilang iya juga"
"Gak paham saya" ucap Alex.
Pria itu selesai berpakaian, Alex bersiap pergi kerumah mereka dulu untuk mengambil laptop dan tas kerjanya, lalu mampir lagi kemini market membeli coklat dan kembali lagi kerumah orangtuanya memberikan coklat pada istrinya, baru ia bisa berangkat kerja.
Repotnya calon papa
Mereka berdua turun untuk sarapan pagi.
"Aira sini nak, sini" seru Reva, wnaita itu menarikkan kursi untuk menantunya duduk.
Aira menyambutnya dengan senyuman.
"Makasih bundaa"
Reva mencium kepala Aira, yang pasti dilihat oleh Alex.
"Iya sayang"
"Bunda" panggil Alex, Reva menoleh.
"Apa?"
"Kenapa bunda cium istri Alex?"
Reva dan Hero saling pandang, Aira ikut kaget.
__ADS_1
'Astahfirulloh mulai'