Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-161


__ADS_3

Mereka sampai ditempat tujuan, Aira bersama Alex menghampiri Mira.


"Ra, kita udah lama gak masuk rumah hantu, mau masuk kesana?" ajak Mira.


"Gak berani Mir"


"kan ada pak Alex, tinggal rangkul aja, mau kan pak?" tanya Mira.


"Gimana baiknya aja" ucap Alex.


"Tuh..Setuju orangnya, sayang kamu berani kan?"


Raka mengangguk.


"Hantu bohongan jelas gak takut kalau beneran ya pasti takut" ucap Raka.


Mira mengelus pipi Raka.


"Ish..lucunyaa" ucapnya.


'Alay' cibir Aira dalam hati.


Ia merangkul tangan Alex.


"Yuk mas jalan duluan" ucapnya sembari menarik lengan Alex agar meninggalkan Mira dan Raka.


"Eh Ra, tunggu"


"Tinggal nyusul aja Miraa" ketusnya.


Alex memperhatikan wajah istrinya sambil menahan tawa.


"Kenapa kamu?" tanyanya.


Aira menggeleng.


"Alay banget mereka" ucapnya pelan.


"kok kamu kesel?"


"Ma-mana ada.."


"Kamu pengen mas gituin juga?" goda Alex.


Aira mencubit lengan Alex.


"Sakit!" pekik Alex.


"Bodo wlee" ledeknya.


Tinggal bilang ingin diperlakukan manis saja apa susahnya..Dasar mama muda.


"Ini beneran mau masuk rumah hantu hum?" tanya Alex.


"Iyaaa"


"Yakin?"


Aira mengangguk.


'Serem sih'


"Aku udah sering dulu sama Mira masuk rumah hantu, tapi kita cuma berdua jadi teriak-teriak sambil rangkulan sepanjang jalan, kalo sekarang kan-"


"Kan ada mas, kalo takut tinggal peluk mas" potong Alex, ia tersenyum genit.


Aira terkekeh, ia mencolek hidung Alex.


"Kok pinter" ucapnya.


Alex mencubit pipi Aira.


"Suaminya kamu harus pinter" ucap Alex.


"Ummm manisnyaa" balas Aira.


"Bucin" saut Raka.


Mereka berjalan kearah Aira dan Alex.


"Tidak miror" ucap Aira.


"Yaudah ayo beli tiket masuk" ucap Mira.


Setelah memesan tiket, mereka mulai masuk kedalam rumah hantu.


Ruangan begitu mencekam, ruangan yang diberi pencahayaan remang-remang, ditambah efek dari suara suara yang menyeramkan.


Aira dan Alex berjalan didepan, Aira mempererat pegangannya pada lengan Alex.


"Mas" panggilnya.


Alex berjalan dengan santai, ia menepuk kepala Aira.


"Gakpapa, peluk mas aja, nanti mas peluk balik" ucap Alex berbisik.


Aira memukulnya.

__ADS_1


"Kdrt" ucap Alex.


"Takut beneran loh aku ini" saut Aira.


"Iya-iya pegangan aja, hantunya belum muncul, kita baru masuk"


Mereka semakin masuk, dan bulu kuduk Aira mulai berdiri. Sosok dengan jubah hitam membawa semacam samurai dari lorong sebelah kiri mendekati mereka perlahan sambil mengerang.


"Ini kalo mereka ngedekat kita harus lari ka-?" tanya Alex menoleh.


Wush!!


Belum selesai Alex berbicara, Raka dan Mira langsung berlari Secepat kilat ke lorong sebelah kanan melewati mereka berdua


Alex dan Aira membeku kaget.


"Lariii bodoh" seru Raka.


Dan benar saja sosok yang awalnya berjalan lambat sekarang berubah jadi lebih cepat.


"Gggrrrr!!"


"la-larii! Mas!"


"Hah?"


Seketika Alex blank.


"LARI BODOH, CEPAT!" bentak Aira.


Alex langsung berlari, ia menggandeng tangan Aira erat, ah-lebih tepatnya menyeret.


"M-mas tunggu aku gak bisa lari!" seru Aira.


Alex langsung menggendongnya dan kembali berlari.


Sosok tersebut mengejar mereka sambil berteriak menyeramkan.


"HUWAAAA SETANNYA NGEJAR MAS!" panik Aira.


"Iyaa tau makanya lari, kalo ketangkep kalah kita" ucap Alex.


Beberapa saat kemudian Alex menoleh kebelakang, Sosok tersebut sudah tidak mengejar.


Ia menurunkan Aira dari gendongannya.


Nafasnya terengah-engah.


"Hah..Hah..Udah lama gak senam jantung.." ucap Alex.


"Mana dua sejoli itu! Main ngacir aja, kurang asem"


Alex menegakkan tubuhnya.


"Gak kamu liat sekencang apa mereka lari" lanjut Alex.


Puk!


Alex merasa seseorang memegang pundaknya.


"Ra.." panggilnya pelan.


"Hum.. Ap-mas..." Aira mendelik kaget melihat sosok dibelakang Alex.


Alex melirik perlahan, matanya membulat kaget, sosok berlumuran darah dengan wajah hancur dan tangan yang penuh luka menyentuh pundaknya.


"Astagfirullohallazim!"


Alex langsung berlari menjauh.


Aira mendelik, kakinya gemetaran karena Alex berlari tanpa beban meninggalkannya bersama hantu yang tidak ada tampannya.


'Lah kok?'


Aira dan hantu itu sama-sama bingung.


"Ma-mas.." suaranya gemetar


"MAS ALEX BODOH, ISTRIMU MASIH DISINI!" teriaknya.


"Yaallah lupaa" ucap Alex begitu mendengar teriakan istrinya.


Ia putar balik, ia sendiri tidak sadar meninggalkan sang istri.


"Bentar" ucapnya memperingati sang hantu.


Herannya sang hantu diam dan tidak menggertak.


"Ayo Ra naik ke punggung mas" perintah Alex.


Aira langsung naik kepunggung Alex.


"Tunggu" ucap Alex memperingati sang hantu untuk kedua kalinya.


Ia sedang membenarkan posisi Aira agar ia bisa berlari kencang sambil menggendong istrinya.


"Oke udah..LARIIIII" seru Alex.

__ADS_1


"Huwaaa mama" teriak Aira ketakutan.


'Kurang asem hantunya deket banget lagi'


"Larinya lebih cepat mas, ntar aku yang ketangkep, awas aja, gak aku kasih makan mas seminggu" ancam Aira sangking paniknya.


'Ayo lex demi jatah makan' batinnya.


Lain halnya dengan pasangan yang berlari seceoat kilat tadi, mereka saling berpelukan.


"Itu suara teriakannya Aira" bisik Mira.


"Mereka dikejar yang hantu berlumuran darah tadi" bisik Raka.


"Btw, ini kapan selesainya.." cemas Mira.


"sampai kita nikah baru selesai kayaknya" canda Raka.


Greb!


"ANJIR GOBLOK SIAPA INI!" Latah Mira.


Tiba-tiba ada yang begabung dan ikut berpelukan.


"Yang, jangan noleh" bisik Raka.


"Se-serem kah?"


Raka mengangguk.


Ternyata dia diam-diam melepas pelukan Mira dan lari lebih dulu.


"MIRA SAYANG MAAF, TAPI ITU SERAM!" teriaknya.


Mira makin gemetar.


"RAKA BRENGSEK!"


Tidak berani menoleh, Mira melepaskan pelukan hantu tersebut lalu mendorong kebelakang dengan tubuhnya.


"MAAF MAAF SAYA TAU SITU NYARI MAKAN, TAPI SITU SEREM BANGET! HUWAA BUNDAAAAAA!"


"MIRA CEPATT!" panggil Raka.


"BRENGSEK, CALON ISTRIMU TERNODAI GOBLOK" kesal Mira.


"YANG SABAR SAYANG" balas Raka.


Teriakan mereka berempat terdengar sampai luar ruangan. Mira dan Raka berhasil keluar pertama.


"Yang..Beli..Beli minum..haus.." ucap Mira, ia duduk lemas usai letik berteriak.


Raka pergi membeli minum untuk kekasihnya.


"Iiiiiiih" seru Aira begitu berhasil keluar juga dari rumah hantu tersebut.


Wajah Alex merah, rasanya ia ingin jatuh tersungkur sangking letihnya berlarian sambil menggendong Aira.


Keringatnya bercucuran.


"Duduk..capekh.." ucap Mira.


Mereka duduk dibawah tanpa alas, tidak perduli dengan orang-orang yang berlalu didepan memperhatikan mereka.


"Mas, beli minum.." eluh Aira.


Alex sendiri tidak kuat menahan kepalanya sampai bersandar di bahu sang istri.


"Bentar..Capek" eluh Alex.


"Udah, Raka lagi beli minum" ucap Mira.


'Syukur gak jadi beli'


Mira melihat Alex yang tidak berdaya.


"Lemes banget pak"


"Kamu bayangin sendiri, lari sambil gendong Aira" ucapnya.


Aira menyengir.


"Hah? sambil gendong lo?" kaget Mira.


Aira mendorong dahi Mira.


"Masa gue abis lahiran langsung lari-lari"


"Iya juga sih..Lo kenapa setuju aja masuk rumah hantu?"


"Gue lupa Mir haha" kekehnya.


"Its halal to say goblok"


"Btw, Pak Alex teriaknya kenceng juga ya, ngalah-ngalahin gue" ledeknya.


Aira tersenyum.

__ADS_1


"Lo tau gak Mir, kalo lo sama pak Raka gak ada adab banget, main lari gitu aja" ucap Aira.


"Bukan gue, Raka tiba-tiba narik tangan gue, kalo mau hajar aja dia" ucap Mira membela diri.


__ADS_2