
**kelupaan illustrasinya wkwk
ketika Alex melihat Aira memuji laki-laki lain**.
"Tidurlah suamiku yang ganteng, baik, perhatian, putih, tinggi~" ucap Aira sambil mengelus kepala Alex yang tidur dipahanya.
Setelah aksi protes Alex, pria itu merajuk dan dibujuk Aira. Jadilah Alex tidur dipaha Aira, ia mengizinkan Aira melanjutkan drama koreanya, tapi tidak boleh memuji pria yang ada disana, hanya boleh memujinya dan mengelusnya dengan lembut.
Kekanak-kanakkan sekali Alex ini.
Aira menyetujui permintaan Alex supaya pria itu lekas diam dan tidak merajuk lagi, ia sudah tidak sabar menonton dramanya.
Ia mengelus lembut sambil terus memuji Alex.
"Oppa ganteng tapi gantengan suami aku, perutnya juga lebih seksi suami aku" ucap Aira.
Aira mendengus, ingin rasanya memukul kepala Alex, beruntung pria itu menghadap keperutnya.
Alex yang tidak punya akhlak tersenyum puas, perut hasil olahraganya tidak sia-sia kalau Aira menyukainya.
"Drakor kamu masih lama?" tanya Alex sembari membenarkan kepalanya lalu memeluk pinggang Aira.
"Belum, masih lama" ucap Aira.
Flashback on.
"Ee-ee mas udah ngantuk ya?" tanya Aira.
Aira gelagapan.
"Ke-kekamar gih" ucap Aira.
"Aku gak romantis?" tanyanya.
Aira melongo.
"Hah?"
"Kamu iri liat mereka? Mas juga bisa lebih romantis dari itu"
Aira bingung, kenapa Alex Abasya ini marah-marah padanya.
"M-mas kenapa?"
Alex menatapnya tajam, ia mengacak rambutnya.
"Kamu gak peka Aira" kesalnya.
'Lah gue? Gue kenapa njir?'
'Tunggu?!'
'Jangan...Bilang pak Alex cemburu gara-gara gue bilang pacarnya bok joo romantis?'
Aira cekikikan.
'Hahaha help lucu banget cemburunya hahaha'
Alex melirik Aira, apa-apaan itu? Aira malah cekikikan disaat suaminya sedang marah?.
'Benar-benar gak peka!' Kesal Alex dalam hati.
Ia ingin merajuk dan pergi kekamar, tapi tidak mau meninggalkan Aira, bisa-bisa wanita itu tambah jatuh cinta dengan karakter didrama.
Alhasil Alex duduk kembali disebelah Aira.
Rahangnya mengeras.
Aira geli melihat tingkah Alex.
'Mau ngambek kok mikir dulu sih pak haha'
Aira perlahan mengeser posisi duduknya lebih dekat.
"Ekhem.." dehemnya.
Alex mencoba mengabaikkan Aira.
"Mas.." panggilnya.
Aira menyelipkan tangannya dilengan Alex lalu bersandar dipundak pria itu dengan manja.
"Mas nyalain lagi please~" suaranya dibuat-buat.
Alex sedang mempertahankan harga dirinya agar tidak goyah karena suara Aira.
"Mas, mas gitu sama aku huung?~"
'Mau jual mahal ya? Hoho gak bisa say'
Terlintas sebuah ide untuk menjahili Alex, Aira berpikir apa yang menjadi kelemahan suaminya.
Dan itu adalah leher Alex!, titik kelemahan Alex ada dilehernya.
__ADS_1
"Mas"
Aira menangkup kedua pipi Alex, kemudian kemudan wajahnya mendekat dan mengendus leher Alex.
Alex mendelik kaget, ia merasa geli, nafas Aira terasa menggelitik lehernya.
"A-Aira" ucap Alex berusaha menjauhkan kepala wanita itu.
'Yes berhasil'
Cup!
Aira mengecup leher Alex.
"Aira stop" ucapnya.
Aira cekikikan, ia pun menjauhkan kepalanya.
"Udah jangan cemburu, dia di korea gak akan ketemu aku" ucap Aira.
"Ya" jawab Alex singkat.
"Udah dong"
"Awas kamu puji-puji laki-laki lain didepan mas" ancamnya.
Dimata Aira Alex terlihat seperti anak anjing yang lucu.
Aira mangut-mangut.
"Yaudah, buruan nyalain" pinta Aira.
"Ada syaratnya" ucap Alex.
Aira memutar bola matanya.
"Iyaaaa apaa?" ucapnya tak sabaran.
"Mas mau tiduran dipaha kamu, harus di elus kepalanya" ucap Alex.
Tanpa pikir panjang Aira mengiyakan permintaan pria berusia dua puluh delapan tahun, yang menjelma menjadi anak delapan tahun.
'Iyain aja biar cepat selesai'
Aira menyandarkan pundaknya, ia menepuk-nepuk pahanya supaya Alex segera tidur.
"Tunggu"
'Ya Allah apa lagi'
"Contohnya?"
Alex tersenyum lebar.
"Mas Alex ganteng, atau apapun, yang penting memuji mas" ucap Alex.
'Makin kesini makin ngelunjak ya'
'Banyak tingkah'
Flashback off.
"Mas ngantuk" ucap Alex pelan.
"Yaudah tidur aja"
Alex melihat Aira.
"Kamu gakpapa?"
'Bapak liat? Kalau gak udah gue dorong dari tadi kepala ini ya pak'
"Iya gakpapa, tidur aja"
Alex mendekatkan wajahnya keperut Aira, jujur Aira geli karena nafas pria itu terasa diperutnya yang dilapisi piyama.
Aira menyentuh kening Alex supaya bisa melihat wajahnya.
"Mas mundur dikit bisa?"
"..."
'Yaampun udah tidur, ngantuk banget bro'
Aira memandangi wajah, lalu tertawa kecil.
"Kasihan dari tadi nemenin gue jalan-jalan"
"Tukang ngambek kayak bocah hihi" ledek Aira.
Ia mencubit pipi Alex.
"Banyak maunya, manja lagi..Untung ganteng, ganteng banget" ucap Aira.
Aira perlahan mengambil remote televisi dan mengganti chanelnya, dramanya sudah habis, ia tidak enak kalau membangunkan Alex.
__ADS_1
'Kram juga ni paha gue'
'Gakpapa deh nunggu dia bangun'
Akhirnya Alex pun menggeliat, ia membuka mata dan melihat kelangit-langit ruangan.
Alex langsung terduduk, Aira sudah tertidur. Alex mengusap wajahnya.
"Astagfirulloh, ketiduran"
"Berapa lama aku tidur?"
Alex melihat jam dinding, yang menunjukkan pukul sembilan lewat empat lima, itu berarti Alex tidur selama dua jam lamanya.
Ia bangkit, mematikan televisi lalu menggendong tubuh Aira menuju kamar tidur.
"Eungh..." lenguh Aira.
Aira terbangun digendongan Alex.
"Loh mas udah bangun?" tanya Aira.
"Kamu kenapa gak bangunin mas? Paha kamu pasti capek" ucap Alex.
"Mas keliatan capek banget, gak tega" ucap Aira.
Alex tidak menjawabnya, pria itu membuka pintu kamar dengan kakinya, kemudian merebahkan tubuh Aira.
"Kamu istirahat, jangan tiduran sambil duduk kayak tadi, nanti pinggang kamu sakit" ucap Alex.
Aira mengangguk.
Alex menarik selimut hingga menutupi tubuh istrinya.
"Mas mau kemana?"
"Bersihin bungkus snack tadi" ucap Alex.
"Biarin aja mas, besok pagi aku bersihin" ucap Aira, ia tidak mau ditinggal.
Alex menolak.
"Jangan bandel, tidur" tegas Alex.
Aira cemberut, ia menarik selinut menutup wajahnya. Alex menghela nafas, ia duduk disamping kaki Aira.
"Pinggang kamu pasti sakit, duduk berjam-jam, makanya mas mau kamu istirahat" ucapnya.
"Iya"
Alex keluar kamar, ia mengutip sampah plastik kemasan bekas cemilan Aira.
Ia membersihkan remah-remahan dengan penyedot debu.
"Hah selesai"
Alex mencuci tangannya terlebih dahulu, baru kembali kekamar. Ia menutup pintu tersebut.
"Udah tidur?" gumam Alex.
Saat melihat Aira yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Apa gak sesak nafas, ditutup gini hum?"
Alex menarik selimut yang menutupi wajah Aira, ternyata wanita itu belum tidur.
"Mas pikir kamu udah tidur"
"Kenapa belum tidur hum?" lanjutnya.
Aira meluruskan tubuhnya.
"Pengen sandwich stroberry" ucapnya.
"Sebentar mas ambilin"
Greb!
Aira menahan tangan Alex.
"Bukan yang di kulkas, dikulkas pakai selai, aku maunya buah stroberry" ucap Aira.
"Itu belinya dimana?"
"Ya gak tau, cari sendiri"
'Ini ngidam? Kenapa gak dari tadi ngidamnya, jam segini udah malem, cari dimana'
Alex berdiri kebingungan.
"Mas"
"Ha iya?"
"Beliiiii"
__ADS_1
"I-iya ini berangkat"