Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-80


__ADS_3

"Kamu yakin mau langsung tidur?" tanya Alex saat wanita itu membaringkan tubuhnya.


"Hum"


"Mandi dulu, biar gak gerah" ucap Alex.


"Saya bau ya?" tanya Aira.


"Bukan begitu, saya cuma-"


"Tau ah sebel"


Aira menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya. Aira jadi lebih mudah tersinggung.


"Kamu ngambek Ra?"


"Gak tau"


Alex menarik sudut bibirnya, ia membuka selimut Aira.


Kesabaran ekstra untuk ibu hamil.


"Apa?" tanya Aira.


"Kamu mau tau sesuatu?"


Aira mengerutkan dahi, ia kesal tapi penasaran.


"Enggak" ucapnya.


"Mulut bilang enggak tapi mata kamu penasaran" ucap Alex.


"Yaudah buruan" ucap Aira pura-pura acuh.


Tangannya menyentuh dagu Aira membuat wanita itu mendongak.


"Aira, saya itu suka kamu... " ucap Alex, nada suaranya mulai merendah.


Mereka sudah menikah tapi kenapa Aira malu-malu dan berdebar.


"I-iya tau" ucap Aira mengalihkan pandangan.


"Dari awal, saya sudah suka kamu Aira"


Aira kaget mendengar kejujuran Alex, matanya membulat.


"Dari awal?"


Aira masih belum bisa mencerna ucapan Alex.


"Saya yang minta ayah untuk menjodohkan kamu dengan saya, saya yang memaksa mereka, bukan mereka yang memaksa saya" jelas Alex.


Alex meraih tangan Aira.


Aira spontan menganga, luar biasa!


Alex yang bersikap dingin ini telat menyukainya sejak lama.


"Ja-jadi bukan ayah yang.."


Aira tidak menduganya. Pipi Aira memerah, ucapan Alex sukses membuatnya tersipu.


"Mas suka sama saya dari...Dulu?" tanya Aira lagi.


Alex mengangguk.


"Kenapa baru bilang sekarang sih" kesal Aira, ia memukul lengan Alex.


"Maaf sayang.." ucap Alex.


Tanpa basa-basi Aira memeluk Alex.


"Dulu itu kapan sih mas?" tanya Aira penasaran.


"Rahasia" ucap Alex jahil.


Aira melepaskan pelukannya, sangking penasarannya Aira harus mengorek informasi dari Alex sekarang juga.


"Mass" rengek Aira.


"No"


"Hunggg mas" Aira bertingkah imut.


"Mas cerita please"


Alex tersenyum kotak menampakkan gigi-giginya.


"Cium"


Padahal Alex cuma bercanda tapi Aira sungguh melakukannya. Ia mengecup dahi, kedua pipi Alex lalu berakhir dibibir Alex.


Alex membeku, selain mudah tersinggung Aira jadi tidak pelit soal itu ternyata.


"Mas ceritaaa"


"Ehm.."


Alex salah tingkah.


"Kamu tau kita sudah ketemu waktu kecil kan?"


Aira mengangguk, lalu shock.


"Jangan-jangan mas?"


Tapi Alex menggeleng.


"Bukan, saya menganggap kamu sama seperti rachel, kalian sama-sama anak yang cengeng"

__ADS_1


Alex mencolek hidung Aira.


Tunggu? Rachel? Siapa?


"Mas, siapa Rachel?" tanya Aira.


"Adik perempuan saya, kamu tidak kenal?"


Aira menggeleng, wajar saja Aira tidak kenal, gadis yang bernama Rachel itu tidak pernah muncul dihadapan Aira apalagi saat pernikahan.


"Rachel tinggal di Australia, dia sekolah disana"


"Jauh banget mas, pasti cantik" celetuk Aira.


"Kamu liat saya ganteng kan? Adik saya pasti cantik; apalagi istri saya" goda Alex sambil tersenyum.


"Balik ketopik awal" ucap Aira mengalihkan.


"Ah iya, kita sering main bareng dulu, tapi setelahnya kita pisah, saya ikut ayah kekampung halamannya di Australia. Sampai saya sma, bunda yang selalu ngasih informasi tentang kamu buat saya"


"Intinya semua yang berkaitan dengan kamu, bunda selalu update..Dan tepat waktu acara keluarga bunda bilang ke saya kalau kamu sudah tumbuh menjadi gadis cantik"


Aira menatap Alex, mendengarkan pria itu bercerita.


Flasback on.


Alex duduk diruang tamu bersama keluarga besar ayahnya, mereka semua menggunakan bahasa inggris, tentu Alex paham.


Alex biasanya hanya duduk memperhatikan mereka dan bicara seperlunya.


"Alex" panggil Reva.


Wanita itu mendekati Alex dengan membawa ipad ditangannya, jangan lupakan wajahnya yang berseri-seri.


"Hum?"


"Kamu masih ingat Aira kan?" tanya Reva.


"Aira Alkeyna, anak sahabatnya ayah" lanjutnya.


"Oh ingat"


"Kamu liat deh, makin cantik banget nak" Reva menunjukkan foto Aira yang mengenakan topi pantai.


Alex tertegun melihat senyum cerah Aira difoto.


'Cantik'


"Cantik kan?"


"Hum" jawab Alex cuek.


"Nak, Kamu gak suka sama Aira?" tanya Reva.


Alex menatap sinis ibunya.


"Bunda, Aira masih anak-anak, umurnya jauh dengan Alex" ucap Alex.


"Iya sih, tapi nanti kan kamu-"


"Bunda, please stop" ucap Alex.


Reva pun pergi, tapi sebelum pergi ia memberi tau Alex akun sosial media milik Aira, dengan wajah acuh Alex mengiyakan.


Hari demi hari berlalu,tahun berganti tahun Alex yang munafik, ternyata sering mengikuti Aira diinstagram pribadinya.


Sepulang kuliah Alex sering bermain handphone, hanya untuk melihat kegiatan Aira.


Aira yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.


"Cantik, cantik sekali" puji Alex.


"Siapa yang cantik?"


Alex terlonjak dari kasurnya saat Reva tiba-tiba masuk kedalam kamar.


"Kamu punya pacar Lex?"


Alex menggeleng


"Terus siapa yang cantik?"


"Bunda" ucap Alex.


"Ah kamu, serius jangan bohong tadi kamu liat foto perempuan kan? Siapa itu?"


"Calon istri Alex bun" celetuk Alex.


Flasback off.


"Jadi mas stalker saya ya?" ucap Aira jahil.


"Bukan, saya cuma penasaran" elaknya.


Aira memukul lengannya.


"Cie mas kesemsem sama saya"


Ekspresi Alex datar, menyesal rasanya bercerita dengan Aira.


"Lanjut, mas belum cerita pas mas minta dijodohin kesaya"


"Besok" ucap Alex.


Aira merengut.


"Sekarang aja yaaa?"


"Tidur Aira, besok saya cerita lagi" ucap Alex.

__ADS_1


"Cerita sambil tidur deh gimana?"


Apapun akan Aira lalukan demi mendengar cerita masa lalu Alex.


Pria itu menghela nafas.


"Oke"


'Yesss'


Aira merebahkan tubuhnya, tangan Alex dijadikan sebagai bantalan kepala. Tak lupa tangannya melingkar dipinggang Alex, posisi nyaman bukan?.


"Setelah saya bilang lihat foto calon istri bunda kaget, sampai maksa mau rebut handphone saya, beruntung saya berhasil lolos" ucap Alex.


'CAKEP BANGET GUE TERNYATA, Udah dicap punya Alex dari dulu hahah, gila mimpi apa bikin blasteran kesemsem'


'The power kecantikan Aira'


"Terus mas? Kapan mas maksa dijodohinnya"


"Waktu saya tau kamu sudah kuliah"


"Serius mas? Mas tau dari mana?"


"Dari instagram kamu"


Ah Aira lupa dulu dirinya sangat alay, semua aktivitas diupload ke insta story. Pasti Alex melihat saat ia bersua foto bersama Mira dan yang lainnya di depan gedung fakultasnya.


"Tapi mas baru follow akun saya pas nikah?"


"Saya pakai akun yang baru"


"Begitu saya lulus S2 saya langsung bilang ke Ayah kalau saya mau kamu"


Deg!


"Mas ngomong gitu?" tanya Aira gugup.


"Hum, didepan mereka saya ngomong langsung, ayah awalnya tidak setuju"


"Kok gitu mas?"


Alex menaikan bahu.


"Tapi saya maksa dan mohon keayah, supaya setuju"


"Dan keputusan Akhir Ayah, bunda dan saya pulang ke indonesia, ayah telfon papa kamu untuk membahas perihal keinginan saya" ucap Alex.


Aira tersentuh, Alex bucin rupanya.


"Saya ketemu papa kamu, jujur saya deg-degan seperti diospek, tapi alhamdulilah papa kamu langsung setuju"


"Mas lama-lama saya mimisan" ucap Aira.


Alex segera bangun memeriksa hidung Aira, ia menatap Aira.


"Kamu mau mimisan? Hidungnya sakit?"


Aira tertawa, yaampun Aira cuma bercanda.


"Bukan mas, cerita mas bikin saya mimisan" kekehnya.


"Jadi bapak yang nawarin saya pulang itu cuma modus, biar deket saya dong?"


Alex menyengir.


Kalian ingat pasti, saat Alex menawarkan mobilnya untuk mengantar Aira pulang.


"AAaa saya pemenangnya" girang Aira.


Alex terkekeh melihat Aira.


"Mas tapi kenapa mas dingin banget kesaya, mulutnya lancip banget" ucap Aira blak-blakan.


"Saya begitu?"


"Hum gak sadar diri pasti"


"Memang" balas Alex.


"Ck..Ck, semoga anak saya gak nurut sifat cuek bapaknya"


"Kamu bodoh, anak kita keren pasti kalau nurun sifat saya" ucap Alex pede.


Kedua berpelukan erat.


"Mas kamu gak turun? Masa kamu disini terus" ucap Aira.


Alex langsung bangkit, ia lupa amsih ada orang tua dan mertuanya dirumah.


"Astagfirulloh saya lupa Aira"


"Yaudah sana turun, saya mau tidur"


Alex beranjak dari tempat tidur.


"Mas makasih ya udah milih saya" ucap Aira manis.


Jantung Alex berdetak kencang.


"Hum, sama-sama Aira"


"Maaf kalau saya nakal, gak nurut sama mas"


Alex mendekat pada Aira.


"Sudah ya, jangan paksa saya tetap disini, kamu beruntung saya tidak boleh menerkam kamu dulu" ucap Alex.


Aira tersenyum jahil.

__ADS_1


"Hush sanaaa"


Hayoo siapa yang waktu itu penasaran sama adek Alex dan abgnya Aira..


__ADS_2