
Rachel duduk manis diruang tamu, sembari menatap layar handphonenya. Ia tengah menanti deliverynya datang.
"Dor!"
"Aaaaa" kagetnya.
Ia menoleh kebelakang dengan mata membelalak.
"Hahaha"
Alex tertawa puas melihat reaksi kaget sang adik.
"Ishh mas Alex jangan suka gitu!" kesalnya.
"Ngapain duduk disini?" tanya Alex mengalihkan topik.
Ia duduk disebelah Rachel.
"Nunggu makanan yang dibeliin mbak Aira" ucapnya.
"Ooh"
Jadilah mereka duduk berdua diruang tamu, Alex menyalakan televisinya.
"Mbak Aira ngapain?"
"Main bareng Atiya"
Rachel mangut-mangut.
"Mas, istrimu orang baik" ucap Rachel.
Alex menarik sudut bibirnya.
"Sebenernya dia udah ngelarang aku buat cerita ini ke mas" ucapnya.
Alex mengangkat kedua alisnya.
"Soal apa?"
"Mas janji jangan marah ke mbak Aira ya?"
"Buat apa mas marahin istri mas dek.."
Rachel menggeser duduknya, lalu menunjukkan layar handphonenya pada sang kakak.
"Mbak Aira sering transfer uang jajan buat aku mas" ucapnya.
"Padahal aku gak minta sama sekali..dan bunda sampai marahin aku..segan sama mbak Aira, kalau nolak, dia selalu bilang
'ini uang mbak sendiri, bukan uang mas Alex, dan ini mbak kasih buat Rachel karena Rachel selalu nolongin mbak' dan sekarang mas, dia mau beliin aku merch kpop " adu Rachel.
Alex tersenyum, ia bangga dengan sang istri, ia pandai mengambil hati adiknya dan kedua orang tuanya. Pandai pula berbalas budi.
"Mas gak marah kan?"
Alex menggeleng.
"Enggak dek, mas gak marah"
"Ck..tenang dengarnya, tapi tolong mas, bilangin ke mbak Aira jangan begini lagi ya? Aku bantu dia ikhlas sebagai seorang adik dan aku memang sayang banget sama Atiyaa" pintanya.
Alex mengangguk.
"Iya mas omongin ini nanti" ucap Alex.
"Thanks"
Terdengar suara bel rumah.
"Tuh makananmu datang" ucap Alex.
Rachel segera berdiri dari sofa.
"Dek, itu udah datang yang antar makanannya" seru Aira.
"Iyaa mbak" saut Rachel.
Tak berselang lama, rachel kembali.
"Mbak Aira kelebihan pesan sodanya, jadi aku kasih ke abangnya" ucap Rachel.
"Hum, sebanyak ini buat kamu semua?" tanya Alex.
"Of course, why not?" jawab Rachel dengan nada meledek.
"Minta" ucap Alex.
"Gak, ini semua punya aku"
__ADS_1
"Ya oke, mas batal negosiasi sama Aira" ancam Alex.
"Gak seru mas Alex"
Ditengah keributan Alex yang menjahili sang Adik, Aira pun keluar sembari menggendong Atiya.
"Eeeh ya Allah, kenapa lagi kalian.." ucapnya.
Keduanya menoleh.
Alex bangkit mendekati Aira.
"Gak..mas cuma bercandain Rachel sayang"
"Jangan jahil banget mas, kasian Rachel"
Rachel mengangguk.
"Sini mbak kita makan bareng" ajak Rachel.
"Mbak kenyang dek, makan bareng mas kamu nih" ucap Aira.
Rachel melihat Alex dengan wajah cemberut.
"Ayo makan bareng" ucapnya.
"Iya adek mas yang cantik" ledeknya.
Aira menggeleng-gelengkan kepalanya, ia membawa Atiya menjauh dari jelmaan tom & jerry itu.
...
Usai puas berkencan sepanjang hari di wahana, Raka dan Mira sedang dalam perjalanan menuju kerumah Mira.
Raka menyetel lagu milik Glenn Fredly yang berjudul Romansa Ke Masa Depan dimobilnya, sesekali ia menyanyikan penggalan lirik lagu tersebut sembari melirik sang kekasih.
Lihatlah romantisnya dua muda-mudi yang tengah dimabuk asmara.
"Fokus nyetirnya sayang" ucap Mira tersenyum manis.
"Iya sayang, cuma rugi kalau gak liat kamu, kan sebentar lagi aku harus pulangin kamu kerumah bunda" ucap Raka.
Tidak rela berpisah ya Raka?
Mira tertawa kecil, ia mencubit pipi Raka.
"Sabar ya..sebentar lagi aku ikut sayang pulang kerumah kamu, nyiapin makan buat sarapan sama kamu setelah pulang kerja, pijetin kamu kalo kamu kecapean " ucapnya.
"Kenapa rasanya lama" eluh Raka.
"Jangan gitu dong, aku aja sabar, masa calon suami aku gak sabaran hum..?"
Mira mengelus pipi Raka, sontak pria itu menyentuh tangan sang kekasih.
"Fokus nyetir dulu ya sayang.." ucap Mira.
Raka mengangguk.
"Eh, Ayah kamu jadi pulang lusa kan?" tanya Raka.
"Uhm..Ayah udah atur jadwalnya buat pulang ke jakarta" jawab Mira.
Raka menghela nafas.
"Semoga ayah kamu bisa menepati janjinya dan tidak ada halangan apapun" ucap Raka.
Mira melihat kekasihnya.
Kenapa tiba-tiba berbicara begitu?.
Wanita itu lalu tertawa canggung.
"Haha I-iya pasti dong sayang, menjelang pernikahan putri tunggalnya masa ayah gak pulang..Pasti pulang kok" ucap Mira.
Raka sadar telah membuat sang kekasih menjadi risau, suasana jadi canggung
"Mira sayang..jangan dipikirin ucapan aku tadi, ayah kamu pasti pulang" ucapnya sembari tersenyumnya.
Mira hanya mengangguk.
Ia melihat ke arah luar lewat jendela mobil, ucapan Raka membuatnya berpikir lagi dan ragu tentang kepulangan sang ayah.
'Ayah pasti pulang'
'Pasti'
'Ayah gak mungkin gak hadir dipernikahan anaknya'
Mira jadi diam dan hening sampai akhirnya mobil Raka memasuki Area perumahan Mira.
__ADS_1
"Mira.." panggil Raka.
"Kita udah sampai" lanjutnya.
Tidak ada respon, wanita itu melamun.
Raka mendekatkan tubuhnya, tangannya menepuk pelan pundak Mira.
"Sayang?"
"Eh..Hah? Iya kenapa? Udah dirumah?" kagetnya.
Raka mengangguk.
Sudah bisa ditebak Mira melamun.
Mira buru-buru melepas sabuk pengamannya.
"Aku duluan ya sayang" ucapnya sembari mengusap kepala Raka.
Raka menahan tangan Mira.
"Mau minta maaf, kamu jadi begini" ucap Raka tak enak hati.
Mira diam.
"Entahlah, aku jadi ragu takut ayah beneran gak pulang.."
Raka langsung memeluk Mira dan mengecup kepalanya
"Mood sayangku jadi jelek karena aku.."
"Udah jangan dipikirin banget ya sayang? aku nyesel nanya tadi.."
"Aku ngerti kamu pasti tanya karena ngerasa takut ayah gak hadir dipernikahan kita"
Raka mengusap-usap punggung Mira.
"Masuk gih, mandi terus bobo, biar moodnya cepat balik" pinta Raka.
"Hum.." Mira berdehem.
Raka mendongakkan wajah Mira yang cemberut.
"Besok mau shopping gak? Kamu bilang pengen banget shopping sama kulineran bareng aku kan, nah ayo kita pergi besok"
Raka berusaha membujuk Mira.
"Kapan-kapan aja" balas Mira.
"Mira-"
"Aku capek banget mau masuk duluan ya" potong Mira.
Raka menahan lagi Mira yang ingin keluar dari mobilnya.
"Kalau gak nurut, aku bawa kamu kerumah kita sekarang juga" ancamnya.
Mira mendelik.
"Iya aku dengerin, iya besok pergi" balasnya cepat.
Raka tersenyum, ia melepas pegangannya dilengan Mira.
"Good night sayang" ucap Raka.
"Night too"
"Jangan lupa, aku beneran sayang kamu, apapun yang terjadi kita lewati bersama" ucap Raka.
Mira tersenyum simpul, lalu membuka pintu mobil. Raka terus memperhatikan wanitanya yang berjalan menuju pagar.
Mira berhenti disana memanggil pembantunya. Raka tidak pergi sebelum Mira benar-benar masuk kedalam rumah.
"Telpon bunda sayang" ucap Raka lewat jendela mobil yang ia turunkan.
"Iyaaa"
Tak lama muncul mbak Lara pembantu Mira untuk membukakannya pintu. Disana Mira melambaikan tangan pada Raka, begitu pula Raka.
Ia segera meninggalkan rumah kekasihnya.
"Makasih" ucap Mira pada mbak Lara..
Ia melenggangkan kakinya menuju pintu rumahnya, tangannya memegang knop pintu.
Entah kenala rasanya berat untuk membuka pintu tersebut, jantung Mira berdetak begitu kencang.
Mira menyentuh dadanya.
__ADS_1
'Kok gue jadi deg-degan gini..'