
Aira sangat sebal, bagaimana tidak? Alex membawanya kekamar hanya untuk belajar, alasannya karena Aira sering telat mengumpulkan tugas kuliah.
Awalnya Aira pikir Alex akan meminta hal lebih seperti yang Mira katakan, tentu kalian juga berpikir mereka akan melakukan itu, namun sifatnya Alex memang sulit ditebak.
"Kalau selesai, kirim filenya kesaya"
Aira tidak mendengarkan, ia duduk dimeja belajarnya.
"Kamu dengar tidak?" ucap Alex.
"Hmm" Aira berdehem.
"Bukannya kamu mau ke party? kalau kerja kamu gini gimana mau cepat selesai?" ucap Alex mendekati Aira, tangannya menyentuh tepian bangku.
"Hmm"
"Kamu kenapa? marah kesaya?"
Aira menaikkan bahunya. Istrinya benar-benar merajuk.
"Padahal ini sudah yang paling mudah, dari pada saya minta lebih" ucap Alex.
Aira memutar tubuhnya, masih dengan posisi duduk.
"Lebih baik minta lebih, saya paling gak suka ngerjain tugas kuliah jam segini" ucap Aira murung.
Alex kini lebih dekat, ia menyetarakan tingginya dengan tempat duduk Aira, lebih jelasnya berlutut didepannya.
"Lebih gimana?" rayu Alex.
Aira gerogi.
"Mana saya tau, saya masih teka"
"Anak teka mana yang sudah menjadi istri?"
"ish, tau ah" ucapnya kesal.
"Kamu kecewa?"
Aira mengerutkan dahi.
'Banget! eh enggak!'
"Kamu kecewa karena gak saya cium? atau..."
Aira terlonjak dari tempat duduknya.
"Ha? A-apaan sih" ucapnya.
"Ha-halu banget iyuhhhh"
Alex tertawa.
"Waktu dibalkon kamu berani duduk dipangkuan saya, secara sukarela, lalu saya bawa kamu kekamar dan kamu kecewa, karena saya menyuruh kamu menulis?"
Aira spontan mengangguk, membuat Akex tersenyum mantap.
"Eh enggak!" Aira menggeleng cepat, ia kelepasan.
'Makin gak bener' batinnya.
"U-udah deh pak, tugasnya besok aja, kan libur, sekarang saya mau siap-siap"
Aira bangun dari duduknya dan menutup laptopnya, ingin cepat-cepat menjauh dari Alex.
Tatapan Alex membuat bulu kuduknya merinding, apalagi bayang-bayang malam pertama mereka yang terus berputar dikepala Aira.
"Aira, kalau dipikir-pikir sahabat kamu cantik"
Aira yang hendak kekamar mandi, langsung berbalik Arah dengan tatapan tidak senang.
"Bapak bilang apa barusan?"
"Mira cantik" ucapnya santai.
'Wah gak bener suami gue'
Aira mengatupkan giginya kesal, Alex mau mencari masalah dengannya. Aira memutuskan pergi.
"Nikahin aja si Mira, suruh masak kalau dia bisa" ucap Aira ketus.
__ADS_1
Alex tau, Aira pasti cemburu dan memang itu tujuannya.
Brak!
"Pintunya jangan dibanting" ucap Alex.
"Bodoamad!" balas Aira.
Alex tertawa geli, Aira sangat lucu saat cemburu, tapi istrinya itu selalu tidak terima kalau ia memang cemburu.
"Ra ini Mira telefon" ucap Alex berbohong.
"BIARIN GAK USAH DIANGKAT"
Suaranya mengelegar dari balik kamar mandi, Aira sudah marah besar. beberapa menit kemudian Aira belum keluar kamar mandi juga, Alex yang berada dikamar cemas.
Diketuknya pintu kamar mandi.
"Ra kamu ngapain"
"Gakpapa" ucap Aira pelan.
"Jangan bohong"
"E-enggak bohong"
Alex yakin Aira berbohong, karena suaranya terdengar bergetar.
"Kamu yakin"
Tidak ada jawaban, Alex makin tidak tenang.
"Ai-"
"Huwaaaaaaaa" rengek Aira tiba-tiba.
"Aira kamu kenapa? saya masuk ya?" ucap Alex.
"Enggak, gak bolehh..saya gak pakai baju" ucapnya sambil terisak.
Ya tuhan, apa yang dipikirkan Aira, Alex hanya ingin melihat apa yang terjadi.
Lama ia menunggu, Akhirnya Aira menyetujui, dengan syarat Alex menutup matanya. Masuklah pria itu sambil menutup matanya rapat-rapat, mengikuti instruksi Aira.
"Diem disitu, jangan ngintip"
"Iya..."
"Sekarang tolongin saya berdiri" ucapnya pelan.
Alex memegang tangan Aira agar berdiri, sampai wanita itu memakai handuk, Alex tidak diperkenankan membuka mata.
Duduklah Aira ditepi ranjang dengan handuk yang menutup tubuh sampai lutut, dan tambahan handuk dibahu.
"Saya boleh buka mata?"
"Hm"
Alex membuka matanya, nampak mata Aira yang sembab dan merah.
"Kamu kenapa nangis?"
Bukannya menjawab Aira malah menangis lagi, Alex merengkuh pundak Aira untuk menenangkan.
"Kamu jatuh?"
Aira menggeleng.
"Saya suami kamu, jangan dipendam sendiri" ucap Alex, suaranya sangat lembut.
"Saya gak suka" ucap Aira.
Alex menatapnya.
"?"
"Saya gak-suka bapak bilang Mira cantik, bapak bilang gitu setelah saya kasih semuanya..hiks.. saya mau dibuang...HuWAAAA"
Aira mempoutkan bibirnya.
Kalau bukan karena Aira pergi malam ini, mungkin Alex akan langsung mendorong dan menindih tubuh mungil istrinya.
__ADS_1
Makin hari keduanya seperti lupa kalau mereka dulu dijodohkan, seakan-akan keduanya menikah karena cinta. Aira yang katanya tidak menyukai pernikahan ini malah terlihat menikmati.
Alex menghembus nafas.
"Duduk disini sebentar" ucapnya sambil menepuk-nepuk paha.
Aira menggeleng cepat.
"Sebentar aja"
Aira pun duduk dipangkuan Alex. Tangan pria itu mengalung dipinggang Aira, menatap dalam matanya, ia hanya bercanda, namun siapa sangka Aira menganggapnya serius.
"Cuma kamu istri saya..Cuma kamu wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak saya..Dan kamu wanita tercantik dimata saya"
Aira tertegun, ucapan Alex terdengar dalam dan serius membuatnya menangis, kali ini menangis haru.
"Nangis lagi? saya salah?"
"E-enggak, ini terharu tau!"
"Istriku terharu" kekeh Alex.
"Bapak bisa ju-juga ya ngomong gitu" ucap Aira sesegukan.
"Saya kan manusia Ra"
"Manusia kutub!" ucap Aira.
Oke Alex tidak melawan, selagi membuat Aira senang, nyatanya kehadiran Aira dalam hidup Alex merubah seutuhnya.
Keduanya berbaikan, dan saling tertawa.
"Aira" panggil Alex.
"Kamu tidak usah pergi ya?"
Aira kaget, barusan Alex mengeluarkan suara yang berbeda, kalian tau? suaranya seperti anak kecil yang memohon pada ibunya agar dibelikan mainan.
"Ma-maksudnya?"
"Saya gak bisa kamu tinggal, saya mau kamu disini" ucap Alex menunjuk tempat tidur.
'Allahu mukanya gemesin banget'
"Saya gak bisa pak" tolak Aira, kali ini ia bersikap lembut, tidak ada kekesalan didalamnya.
"Yasudah"
Alex hendak bangkit, ia sudah memegang pinggang Aira untuk mengesernya.
"O-okeee saya temenin tidur bentar, ini masih jam tiga sore masih ada beberapa jam lagi sampai ke jam delapan, gimana?" bujuk Aira.
Alex tersenyum sumringah, wajahnya memang seperti om-om pedofil, Aira bergedik ngeri melihatnya.
"Oke sayang" ucapnya mantap.
"Sebentar pak saya pake baju" ucap Aira.
"Gak pakai juga gakpapa"
Aira melotot.
"Gila ya mesum!"
"Dosen cabul!"
Aira mengambil bajunya lalu kekamar mandi, Alex sulit diberi kepercayaan supaya tidak macam-macam saat Aira ganti baju didepannya.
Ia masih ingat jelas, kemarin Alex menciumnya ganas karena melihat tubuhnya berbalut handuk.
Beberapa saat kemudian, Aira sudah rapi, Alex menunggunya ditempat tidur berpangku tangan.
"Sini sayang" ucapnya.
ia mengambil posisi tidur disebelah Alex, pria itu langsung mendekap tubuh Aira.
'Selama nikah baru kali ini pak Alex kelihatan manja'
'Ternyata realita, laki-laki kalo udah nikah jadi bayi besar'
Jadilah keduanya terlelap dalam mimpi masing-masing sambil berpelukan.
__ADS_1