Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-177


__ADS_3

"Makasih doanya Ra, yang pasti baby gua lebih menggemaskan daripada suami lo ya, dan mirip suami gue, semoga lo dan pak Alex juga diberi kebahagian" ucap Mira.


"Humm love you"


"Too"


"Pak Raka, jagain Mira ya, jangan sampai lecet dia, awas aja deh" ancam Aira.


Raka tersenyum.


"Pasti saya jagain, dia istri saya dan sudah menjadi tanggung jawab saya" ucap Raka.


"Alhamdulilah, kalo gitu gua pamit yaa" ucap Aira.


"Saya pamit juga, semoga malam ini lancar" saut Alex.


"Hahaha pasti" ucap Raka.


"Huhuu sedih Ra lo gak bisa lama-lama"


"Gue udah punya anak, jangan lupakan itu" ucap Aira.


"Yaudah hati-hati yaa kalian" ucap Mira.


"Hum bye-bye"


"Jangan lupa, besok telpon gue Mira" ucap Aira.


"Haha aman!"


Alex dan Aira turun dari pelaminan usai berpamitan.


"Kamu jangan begitu" ucap Alex.


"Begitu gimana?"


"Sikap kamu tadi.." jelas Alex.


"Oooh..Maaf mas, janji gak gitu lagi deh, lagian cuma candaan" ucap Aira.


Alex tersenyum lalu mengusap kepala Aira.


"Dasar bocah" ucapnya.


"Eh umur kita gak beda jauh ya" cibir Aira.


"Ya tapi kamu bocah" ucap Alex.


Aira mendengus.


Saat hendak meninggalkan acara, Aira berselisihan dengan Iren dan Adrian.


"Mama, papa" ucap Aira.


Keduanya segera bersalaman.


"Apa kabar pa, ma?" tanya Alex.


"Alhamdulilah baik nak" ucap Adrian.


"Udah dari tadi?" tanya Iren.


Aira mengangguk.


"Malahan ini mau pulang ma" ucap Aira.


"Loh kalian udah mau pulang?" tanya Adrian.


"Iya pa"


"Kok cepat banget? Mama baru dateng"


"Aira sama mas Alex udah dari tadii, mama nih kelamaan datengnya" ucap Aira.


Iren mencubit pipi putrinya.


"Hish kamu ini"

__ADS_1


"Atiyanya gak ikut?"


"Enggak ma, dirumah sama bunda, makanya ini mau cepat pulang, kasian bunda nanti kecapean" ucap Aira.


"Ya, ya betul kasian besan mama itu, hati-hati kalian dijalan ya" ucap Iren.


"Hati-hati nak" sambung Adrian.


"Baik pa" ucap Alex.


"Bye-bye mama papa"


"Iyaa nak"


Alex dan Aira berjalan menuju tempat parkir mobil, Aira masuk lebih dulu ke dalam mobil.


"Mas, nyalain ac mobilnya" pinta Aira.


"Iyaa udah"


"Panas banget, padahal masih jam sepuluh" eluh Aira sembari mengerakkan tangannya keatas dan bawah sebagai kipas.


Alex melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Mira.


"Acara mereka ini termasuk cepat juga" ucap Alex.


Aira mengangguk setuju.


"Kita waktu itu ijab kabulnya sekitar jam sembilan apa jam sepuluh ya" sambung Aira


"Hum, sekitar jam segitu, kalau mereka jam delapan" ucap Alex.


"Udah gak sabar haha" canda Aira.


Alex ikut tertawa.


"Tadi kalian berdua ngobrol tentang apa?" tanya Alex.


Aira tersenyum misterius.


"Kami ngajarin dia yang mesum-mesum?" tebak Alex.


Aira melongo.


"Astaghfirullahaladzim mas" syok nya.


"Kamu pikir aku begitu?"


Alex tak menjawab karena ia akan salah lagi kalau mengiyakan pertanyaan Aira.


Aira menghela nafas, tampak kesal.


Namun langsung tertawa, ia melihat Alex lalu mengedipkan salah satu matanya.


"Benar sekali tebakan anda" ucapnya.


Banyak-banyak istigfar ya Alex.


Alex menutup mulutnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, bisa-bisanya dia mengejar-ngejar Aira yang ternyata tidak waras.


"Hahaha Gak kok, gak mungkin aku ngajarin dia, aku aja gak ngerti apa apa" ucapnya dengan wajah polos.


"Yakin?"


"Yakin" ucap Aira.


"Oh iya kamu tim mancing, lupa mas" ucap Alex.


Aira menyipitkan matanya.


"Tim mancing?"


Alex menarik sudut bibirnya, satu alisnya naik keatas.


"How do you think?" tanya Alex.


Tiba-tiba Aira tertawa malu, lalu memukul paha Alex.

__ADS_1


"Ngarang banget ih" ucapnya salah tingkah.


"Sini"


Alex menggenggam tangan Aira yang berada di pahanya. Genggaman tangan Alex adalah yang terbaik, dan membuat Aira nyaman.


"Mas tangan kamu ada obat penenangnya ya?" tanya Aira.


"Haha, obat penenang itu datangnya dari hati mas" ucap Alex.


"Kalau gitu hati mas cuma boleh buat aku" balas Aira.


"Hum, buat dua perempuan yang paling berharga bagi mas"


"Kok dua? Istri muda kamu?"


"Ra jangan lupa kita punya anak, Atiya itu perempuan kedua yang berharga, dan kamu yang pertama" ucap Alex.


Aira mengigit bibir bawahnya, pipinya memerah memgalahkan blush on nya.


Kenapa suaminya ini sangat romantis?!


Aira selalu berdebar setiap mendengar semua kata-kata yang keluar dari bibir Alex yang mempesona.


"Kita jangan langsung pulang" ucap Alex.


"Mau jalan-jalan?"


Alex menggeleng.


"Ke tempat seseorang, baru pulanh dari sana jalan-jalan" ucap Alex.


Aira memajukan tubuhnya kearah Alex.


"Seseorang? Siapa?" tanya Aira penasaran.


"Nanti kamu juga tau"


Alex tersenyum mencurigakan.


'Kerumah siapa? Rumah baru-eh gak mungkin..Apa kerumah istri muda?'


"Mas kamu beneran gak punya istri selain aku kan?"


'Astaga Aira'


Alex menahan tawanya, sudah ratusan kali Alex mendengar pertanyaan ini.


"Kamu kenapa nanya istri muda terus, mas selalu sama kamu kemana-mana, kapan coba ada kesempatan nikah lagi?"


"Mas mencurigakan loh" ucapnya.


"Kalau kamu ada dua didunia ini, mungkin bisa dibicarakan baik-baik" ucap Alex.


"Heh!"


"Ini ada botol aqua, mau testi?" ancam Aira.


"Aduh lucunya istriku, mampir ke hotel mau?" goda Alex.


"Mas Alex!"


Alex tertawa puas.


"Tau ah, males"


"Atiya kalau nanti nurun kamu, gawat ini"


"Mamanya tukang ngambek, sampai hidungnya hilang"


Aira menyentuh hidungnya.


'Ini mancung loh sayang' ucapnya dalam hati.


"Biarin, aku yang ngelahirin"


Juteknya Aira ini menjadi lelucon untuk Alex.

__ADS_1


__ADS_2