
"Ooh gitu cara mainnya" ucap Alex tiba-tiba melangkah kedapur.
Rachel dan Aira langsung terdiam, Aira menoleh kebelakang. Alex berdiri didekatnya sambil melipat kedua tangan didepan dada.
Kenapa Alex sudah disitu saja? bukankah Aira sendiri baru turun saat pria itu pergi mandi.
"Kok cepat banget mandinya?" tanya Aira.
"dicelupin badannya aja tuh mbak" ucap Rachel pelan.
Aira terkekeh.
"Haha dicelupin dong.."
Alex mendekat pada Rachel lalu menarik hidung gadis itu.
"Aaaaa sakit" protes Rachel sambil memukul lengan kakaknya.
"Pengen liat kamu Ra, makanya mas mandinya cepat" ucap Alex mengabaikan Rachel yang memukulnya.
Aira menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gak malu didepan adiknya kayak gitu" ledek Aira.
"Dia cuma numpang, biarin aja" ucap Alex.
Rachel mendengus.
"Sana deh, jangan ikut makan, ini yang masak aku" usir Rachel.
Alex dengan santai mengambil piringnya dan mengambil lauk diatas meja.
"Beli bahannya pakai uang aku" balas Alex.
'Gak ada habis mereka kalau ketemu'
"Mas udahlah, jangan gitu"
Alex tersenyum.
"Bercanda sayang, dia baperan orangnya" ucap Alex.
"Oh my gosh.." desis Rachel.
'Ribut mulu, ngelahirin disini gue lama-lama'
"Rachel..Udah dek, mas kamu cuma bercanda kok, dia gitu karena udah lama gak liat kamu" ucap Aira.
Rachel menatap sinis Alex lalu melihat Aira.
"Karena aku sayang mbak Aira jadi aku iya-in" ucap Rachel.
"Ayo makan sama-sama, jangan ribut"
"Iyaa" ucap keduanya serentak.
Aira tersenyum.
Mereka bertiga melanjutkan makan.
"Oh iya mbak, taun depan mbak lulus kan?"
"Insyallah Chel..Doain semoga skripsinya nanti diterima dan gak ada halangan apapun" ucap Aira.
"Amin..Berarti kita masih bisa ketemu dong!" ucapnya antusias.
"Kamu mau ambil jurusan manajemen?"
Rachel mengangguk, Aira melirik Alex pria itu berhenti menyendok.
"Beban" ucap Alex.
"Aku kuliah pakai uang bunda, bukan uang mas" ucap Rachel.
"Kita bisa berangkat bareng dong" ucap Aira.
"Uhm!"
"Pilih jurusan sesuai minat kamu, jangan cuma ikut-ikut Aira karena mau deket Aira, ujung-ujungnya kamu yang nyesal salah jurusan" nasehat Alex.
__ADS_1
Aira mengangguk setuju.
"Bener kata mas kamu Chel, pikirkan dengan matang, kalau baru masuk terus kamu ngeluh salah jurusan, udah kacau semuanya" sambung Aira.
Rachel mengigit bibir bawahnya.
"Iya mas mbak, aku pikirkan lagi..Sebenernya aku masih bingung, karena ada dua pilihan.." ucap Rachel.
"Apa aja?" tanya Alex.
Aira melihat Alex, suara pria itu begitu lembut.
'Wew akur mereka, gini kan adem'
Rachel mengangkat dua jarinya.
"Yang pertama itu manajemen, kedua administrasi publik mas"
Alex mangut-mangut.
"Kamu udah cari info tentang dua jurusan itu? udah kamu pahami?"
Alex kalau sedang serius, Auranya membuat Aira jatuh cinta lagi. Bagaimana tidak? pria itu berhenti makan dan menautkan kedua tangannya didepan dagu memperhatikan Rachel didepannya.
Vibes yang sangat mempesona.
"Eemm..Aku baru baca sebagian"
"Oke pelajari lagi" ucap Alex.
"Iya setelah ini aku mau cari informasi lagi mas" jawab Rachel.
"Hum.."
Rachel melanjutkan makannya.
Alex menoleh kesebelahnya, ada Aira yang
memperhatikannya sambil tersenyum. Alex menaikkan satu alisnya, wanita itu menggeleng.
Tapi masih tersenyum.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga selesai makan, Rachel pergi ke kamar tamu yang sekarang jadi kamar miliknya. Sedangkan Aira yang membereskan bekas makan dan peralatan masak yang dipakai Rachel.
"Liat Rachel sama pak Alex ngobrol gitu, jadi kangen kak Hendra.." gumam Aira.
Dari awal menikah sampai sekarang, Hendra belum mengunjungi Aira. Mereka hanya bicara lewat telefon dan video call. Aira sangat menyayangi kakak laki-laki angkatnya, waktu pria itu tidak bisa hadir dalam pernikahan Aira, Aira sangat sedih.
Ia sangat merindukan Hendra, merindukan perhatian dari seorang kakak laki-laki dan pelukannya. Aira juga ingin memperkenalkan Alex secara langsung dan memberi tau kakaknya bahwa Alex itu lelaki yang sangat baik dan amat menyayanginya.
Tanpa sadar air mata Aira mentes membasahi pipinya. Alex dan Rachel membuatnya ingin bertemu Hendra.
"Jahat banget sih? gak bisa gitu pulang sebentar buat liat adeknya"
Pandangan Aira kabur karena ia terisak.
"Sayang.." panggil Alex.
Aira buru-buru mengusap air matanya,
ia segera membilas cuciannya dan mematikan kran.
"Udah selesai?" tanya Alex.
"Iyaa" suaranya terdengar sengau.
Alex memegang pundak Aira membuat wanita itu menghadapnya, dan ternyata mata Aira berkaca-kaca dan wajahnya merah.
Jelas sekali wanita itu habis menangis.
"Kamu kenapa hm?"
Alex merapikan rambut Aira penuh kasih sayang.
Aira menggeleng.
"Gak kenapa-napa"
Alex memeluk Aira.
__ADS_1
"Kamu jelas habis nangis, dimana letak 'tidak apa-apanya'?"
Aira tidak menjawab.
"Ya Allah cengengnya istriku..Jangan mikir-"
"Bukan itu.." potong Aira.
"Terus? siapa yang berani bikin istri mas jadi sedih um? ayo bilang sama mas" ucap Alex.
Aira memeluk Alex erat, menyembunyikan wajahnya didada pria itu. Alex mengintip wajah Aira, tapi wanita itu semakin menutupi wajahnya ke dada Alex.
'Sedih banget kayanya'
Alex mengulum senyuman sambil mengusap pundak Aira.
Ia bersabar, Aira pasti akan cerita sendiri nanti, yang terpenting ia menenangkan istrinya.
"Uhh istriku nangis tetep cantik.." puji Alex.
Aira tidak meresponnya.
Cup.
Alex mencium kepala Aira.
"Cari udara segar mau?" tawar Alex.
"Hum?"
Aira mengangguk.
Alex melepas pelukannya, ia menunduk menyamakan tingginya dengan sang istri.
"Cuci muka dulu, mas gak mau mukanya kayak gini" ucap Alex.
Aira menghidupkan kran di wastafel lalu membasuh wajahnya.
"Tunggu" ucap Alex, pria itu berlari keluar dapur dan kembali lagi membawa handuk kecil.
"Sini mas lap in muka kamu" pinta Alex.
Aira pun menurut, Alex mengeringkan wajah Aira dengan lembut sambil memperhatikan wajah wanita itu.
"Nah cantik.."
Alex menaruh handuk tadi diatas meja makan, ia beralih menggandeng tangan Aira.
"Let's go" serunya.
Aira menatap tangannya yang digenggam erat oleh Alex.
'Pak Alex sayang banget sama gue..Dia gak mau gue sedih..'
'Beruntung gue diperistri dia'
"Mau naik mobil?" tanya Alex.
Pria itu berusaha memperbaiki mood Aira, karena ia tidak tau kenapa istrinya sedih, Alex takut itu semua adalah kesalahannya, ia tidak mau istrinya memikirkan hal yang tidak-tidak sampai stres.
"Jalan" ucap Aira.
"Jalan?" ulang Alex.
"Iya kayak biasa"
Alex tersenyum.
"Oke kita jalan! anak papa siap jalan-jalan sore sama papa?" tanya Alex pada perut Aira.
"Apa nak? cium mama dulu?"
Alex menempelkan telingnya ke perut besar Aira, seolah-olah bayi didalam perut Aira menjawabnya.
"Jangan, mama kamu lagi sedih..Nanti papa yang dimarahin" bisik Alex.
Aira tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, Alex membuatnya gemas.
"Haha ada-ada aja mas" ucap Aira.
__ADS_1
Alex mengeluarkan ekspresi kaget.
"Sayang kamu dengar? mama barusan ketawa, berarti mama udah gak sedih" ucap Alex girang.