
lagi emosi liat sistem perlevelan NT🙏
"Pak-Mas Alex?!"
Alex tersenyum lebar menampakkan gigi-giginya.
"Ketemu" ucap Alex.
Aira yang kaget buru-buru menutup pintunya, tapi terlambat Alex berhasil menahan pergerakannya. Pria itu berhasil menerobos masuk dan menarik tubuh Aira.
"AAaa-mmph"
Teriakan Aira tertahan karena Alex dengan sigap membungkam mulutnya.
"Mmph!"
Aira menatap Alex.
"Kamu pintar memilih tempat" ucap Alex.
Aira menelan saliva melihat smirk Alex. Bagaimana Alex bisa menemukannya disini, padahal Aira tidak memberitahu siapapun kalau dia dihotel.
Alex melepas tangannya dari mulut Aira.
"Mas kok bisa kesini?" Aira menatap sinis Alex.
"Menurut kamu?"
Aira berusaha melepas pelukan Alex.
"Lepasin!"
Alex tidak bereaksi, malah pria itu hanya diam menyaksikan Aira yang terus berusaha.
"Mas lepasin"
"Kamu mau kabur dari saya?" tanya Alex.
"Lepasin dulu!"
Alex melepaskannya, pria itu duduk disofa, matanya fokus pada Aira yang berdiri di depannya.
Wanita itu mendengus sebal.
'Kacau! Kok bisa nemuin gue disinih sih?'
"Aira Alkeyna, kamu sengaja kan?"
"Hum"
"Lihat saya" ucap Alex.
"Gak"
Alex berdecap, ia menarik Aira hingga terduduk dipangkuannya.
Sulit sekali mengatur Aira.
"Mas!" Sengak Aira.
"Kamu harus dihukum" ucap Alex dingin.
Bulu kuduk Aira merinding, tubuhnya jadi dingin mendengar ucapan Alex. Sengaja dia tinggal dihotel agar menghindari Alex, malah berakhir bertemu lagi dengan Alex.
Tamat sudah Aira.
"Gak mau, saya gak salah" berontaknya.
"Tidak salah dimananya?"
Aira mengigit bibirnya.
"Hum?" Alex menaikan kedua Alisnya.
Baik! Aira menyerah, ia memang salah.
"Oke-oke saya salah, saya bolos saya kabur dari rumah" ucapnya.
Alex tersenyum puas.
"Kesalahan kamu bukan cuma itu"
Aira menatap Alex bingung.
"Pertama benar, kamu bolos, kedua kamu kabur dari saya, dan yang ketiga kamu hampir tidak menepati janji" ucap Alex.
"Jan-janji apa?"
"Kamu lupa janji yang saya bilang ditelefon tadi siang?"
"Sa-saya gak ada janji, kan mas sendiri yang bilang, saya gak mau" ucap Aira gelagapan.
"Oke tidak apa-apa" ucap Alex.
Aira melongo.
__ADS_1
Apa sudah aman? Alex tidak jadi kan melakukan 'itu' dengannya?.
Aira lega sekali tuhan.
"Tapi mengingat keberadaan kita sekarang, bukannya lebih bagus kalau kita coba?"
"Hitung-hitung honeymoon kita yang tertunda"
Gleg!
"Iya kan Aira?"
Alex tersenyum licik, Aira mana bisa bergerak mengingat posisinya yang ada dipangkuan Alex, pinggangnya dirangkul oleh Alex.
Anggap saja senjata makan tuan, niat awal yang tidak kesampaian malah berakhir bulan madu.
Aira yang bodoh dan malang.
Tanpa basa-basi Alex menggendong tubuh Aira, menjatuhkannya keatas tempat tidur.
Aira mulai panik.
"Mas tu-tunggu" ucap Aira.
"Kenapa harus tunggu?"
Aira menggigit bibir bawahnya, apa yang harus dikatakannya?.
"Saya be-"
"Belum siap? Saya tanya, bagian mana dari tubuh kamu yang belum saya lihat?"
Aira tidak bisa menjawab.
"Aira?"
Tiba-tiba Aira menarik leher Alex sehingga tubuh mereka hanya berjarak beberapa centi, jujur Alex kaget.
Jelas-jelas Aira menolaknya, tapi ia malah lebih agresif.
"Jujur kamu suka saya ciumkan?" tanya Alex jahil.
Aira memalingkan wajah.
"E-enggak" ucapnya.
Alex mencuri kesempatan, ia mencium sekilas leher Aira, membuat wanita itu menghadapnya lagi.
Pipi Aira memerah.
Alex bisa diam tidak? Menyebalkan sekali.
"Mas mau saya aduin ke papa karena ngaku jadi papa?" ucap Aira mengalihkan perhatian Alex.
"Silahkan, saya tinggal bilang "maaf pa Aira kabur dari rumah" kita lihat siapa yang bakal disalahkan" ucap Alex.
Aira langsung menyambar bibir merah Alex, tangannya mengalung dileher pria itu.
Lagi-lagi Alex dibuat kaget.
Ia membalas ciuman Aira lebih dalam lagi.
"Saya gak akan ngadu ke papa" ucap Aira melepas tautan mereka.
Alex memasang wajah kecewa, belum puas menikmati ciumannya.
Tanpa persetujuan Aira, Alex menciumnya lagi.
"Mmh" lenguh Aira.
Ia memukul dada Alex berkali-kali.
"Nikmati honeymoon kita" ucap Alex disela-sela ciuman.
Aira membulatkan matanya, ia kalang kabut dan semakin memberontak.
Lain pula di Alex, pria itu malah merasa senang menjahili Aira.
Sampai akhirnya Aira mau menurutinya.
"Satu..kali aja ya" tawar Aira dengan nafas terengah-engah.
"Saya gak janji" ucap Alex.
Keduanya melewati sore hari yang panjang, keinginan Alex terpenuhi, mereka memadu kasih di hotel.
Aira tertidur pulas dibalik selimut, punggungnya ditepuk-tepuk pelan oleh Alex agar tidurnya lebih lama.
"Ngh" lenguh Aira.
Suara itu membuat Alex gemas, ia mencuri satu kecupan dibibir Aira. Alex terus memandangi wajah Aira.
"Bisa-bisanya cinta sama bocah" gumam Alex.
Pria itu pun beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, ia perlu membersihkan diri.
__ADS_1
Sekitar lima belas menit, Alex keluar mengenakan handuk, yap! Dikamar mandi hotel menyediakan dua pasang jas mandi dan beberapa handuk.
Alih-alih memakai pakaiannya, Alex memilih menghampiri Aira yang masih terlelap.
Ia naik keatas tempat tidur.
"Aira" panggilnya.
Alex mengoyang lengan Aira pelan.
"Hum?" jawab Aira dengan mata tertutup.
"Hampir malam, kamu harus mandi" bisik Alex ditelinga Aira.
Cup!
Ia mencium pipi Aira gara wanitanya segera bangun.
"Hmmm"
Sang empu enggan membuka mata.
"Sayang" panggil Alex lembut.
"Kamu mau mas gendong kekamar mandi?"
Ia merenggangkan tangannya, meminta Alex untuk menggendongnya, ingat mata Aira tetap tertutup.
Alex tertawa kecil, ia cuma menggoda Aira, tapi Aira benar-benar mau.
"Huuum" seru Aira.
Apa istrinya ini mengigau?.
Lupakan itu,kesempatan jangan disia-sia kan. Alex menyibak selimut Aira, tenang Aira sudah memakai kembali jas mandinya.
Dengan perlahan Alex membawa tubuh Aira kedalam kamar mandi dan mendudukkannya di closet.
Pria itu mencuci wajah Aira, mata Aira pun terbuka, ia mengerjapkan mata, melihat tubuh Alex yang setengah telanjang.
Beberapa kali lihat tetap saja membuat jantung berdebar.
"Lihat apa cantik?" tanya Alex, sadar mata istrinya itu sedang mengagumi tubuhnya.
"Kok, saya disini?" tanya Aira balik, wajahnya bingung.
"Bukannya tadi cuma mimpi doang?" lanjutnya dalam hati.
Tepat sekali, Nyatanya Aira minta digendong hingga kekamar mandi karena ia pikir itu cuma mimpi.
"Kamu yang minta"
Jawab Alex polos.
"Be-berarti mas gendong saya sampai kesini?"
Alex menggangguk.
"Kamu berat" ucapnya.
"Astaga" Aira menutup mulutnya.
"Saya kira mimpi tadi" lanjutnya.
"Ini nyata Aira, bekas dileher kamu juga nyata" ceplos Alex.
"Mas!"
Alex terkikik.
"Kamu mau saya mandiin?" tawar Alex.
"Gak makasih, saya bisa sendiri" tolak Aira.
Alex mengangguk paham.
"Gih mandi" ucapnya santai.
Aira mengerutkan dahi, bagaimana mau mandi kalau Alex masih berdiri disitu.
"Mas ngapain masih disini?"
"Mau lihat kamu mandi" jawabnya polos.
Aira salah tingkah.
"Me-mesum!"
"Kalau saya tidak mesum, gimana Alex junior mau lahir" jawab Alex.
Wajah Aira memerah, ia mendorong Alex agar segera keluar dari kamar mandi.
"Kamu malu?"
"Enggak!" Jawab Aira cepat, ia langsung menutup rapat pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan lupa kita lagi honeymoon" ucap Alex dari balik pintu.