Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-92


__ADS_3

MAAF AUTHOR LUPAAA UPDATE😂


"Yaudah mas tunggu diluar, nanti mau digendong lagi kan?"


"Iya mau" ucap Aira.


"Oke, mas keluar ya" ucap Alex.


"Mas aku beneran berat?" tanya Aira tiba-tiba.


"Bukannya kamu udah tau jawabannya? Itu karena kamu lagi hamil"


Aira ragu.


"Hayo jangan mikir yang enggak-enggak, mas marah" Alex mengelus rambut Aira.


"Cepetan mandinya, jangan lama-lama nanti sakit" lanjutnya.


"Mas, cepat bilang mas sayang aku" jawab Aira.


Alex tersenyum manis.


"Mas sayang kamu"


'Ah ademnya'



Aira menutup wajahnya.


"Okeoke makasih sana keluar"


Sambil menunggu Aira mandi, Alex membawa gelas bekas susu tadi turun kebawah. Alex tidak suka rumah kotor, terutama ranjang. Beruntung Alex punya Aira yang rutin merapikan semuanya.


Hari-hari indah akan terus menghampiri Alex, Alex yakin sekali. Membayangkannya saja Alex bisa gila, Aira membuatnya semakin tergila-gila.


"Ekhem..Ini rumah bunda tapi bunda serasa ngontrak, hari-hari seperti honeymoon" celetuk Reva yang lewat didepan tangga.


"Astagfirulloh, bunda bikin kaget"


"Makannya jangan ngelamun, bunda lewat sampai gak sadar" ucap Reva.


Alex tertawa.


"Bunda kayak gak pernah muda" Alex merangkul ibundanya.


"Bunda begitu lahir langsung bisa ngelahirin kamu" jawab Reva asal.


Alex mencubit pipi Reva.


"Bunda lucu" ucapnya.


"Istri kamu lebih" ucap Reva.


"Sama, bedanya bunda udah tua"


Alex dicubit Reva, mereka berdua jalan keatah dapur sambil bercanda dan tertawa.


Reva mencuci tangannya kewastafel, Alex berinisiatif memijat pundak Sang ibu.


"Eh, kenapa nih tiba-tiba?"


"Udah lama Alex gak ngobrol bareng bunda" ucap Alex.


Tatapan Reva sendu.


"Ya...Udah lama" ucap Reva.


"Bun, maaf Alex beberapa minggu gak nelfon bunda, ataupun nanyain kabar bunda"


Reva menggeleng.


"Jangan minta maaf, sebelum kamu ngabarin bunda, Aira selalu nanyain kabar bunda dan kasih bunda perhatian lebih, Aira itu baik..Bunda sayang banget sama dia" ucap Reva.


Syukurlah Aira bisa menggantikannya untuk sang ibu.


"Bunda mau marahin kamu, dia selalu cari cara supaya nutupin kesalahan kamu"


Alex tersenyum, istriku yang terbaik, pikirnya.


"Aira bisa sesayang ini sama bunda,


Alex bersyukur pilihan Alex gak salah.."


Reva menunduk.


"Bunda selalu kangen Rachel kalau liat Aira"


Alex berhenti memijat pundak Reva.


"Bukannya waktu itu rachel bilang mau pulang tahun ini?"


Reva tidak menjawab.


"Sampai sekarang anak nakal itu belum kasih kabar lagi bun?"

__ADS_1


"Hush, Adik kamu disana belajar, dia bukan anak nakal" ucap Reva.


"Rachel kurang ajar" ucap Alex.


"Jangan gitu, adek kamu itu"


"Biarin, dia nakal"


"Kamu juga nakal, apalagi keistri" ejek Reva.


"Alex nakal? Mana pernah"


"Bunda tanyain ke Aira ya?"


Alex menyengir.


"Kalau keistri nakalnya berbeda bunda"


Reva tertawa.


"Dasar, mirip ayah" ucap Reva berjalan pergi.


"Loh bunda gak mau Alex pijetin lagi?"


Alex menoleh kebelakang.


"Pijetan ayah lebih enak, kamu kayak gak ada tenaga"


Alex terdiam.


"Hahaha dadah calon papa" ucap Reva.


'Haish..Bunda sama Aira memang cocok'


"Aira lagi mandi sebentar lagi selesai baru kekamar"


Alex menuang segelas air putih lalu meneguknya.


Puuuft!


Alex menyemburkan air yang baru saja diminumnya.


"Oiya Aira"


Alex buru-buru kekamarnya setelah sadar kalau istrinya masih mandi dan minta digendong.


Gubrak-gubruk!


Alex membuka pintu kamar secepat mungkin.


Gleg..


Aira melipat kedua tangan didepan dada, berbalutkan handuk selutut dan wajah yang siap mengintrogasi Alex. Ternyata Aira sudah menantinya.


"Itu..Anu"


"Anu-anu apa?"


Alex menoleh kebelakang, ia menutup kembali pintu kamar. Ia mendekat satu langkah pada Aira.


"Mas saya panggilin dari tadi didalam situ, mas gak muncul-muncul" Aira menunjuk kamar mandi.


"Iya maaf tadi mas-"


"Tau ah kesel"


"Tadi mas ngobrol sama bunda dulu"


Aira menatap Alex.


"Yang bener?"


Alex mengangguk.


Aira menurunkan tangannya, ternyata bertemu bunda, Aira pikir pria itu kemana.


"Gak jadi marah?"


"Masa aku marah mas ketemu bunda, emang mas mau dimarahin?"


"Enggak, disayang aja" jawab Alex.


Aira meraih dua kantung plastik berisikan pakaian yang dibeli Alex tadi.


"Saya ikut ya?" tanya Alex, melihat Sang istri tengah bersiap-siap.


"Saya?"


"Aku..Maksudnya aku ikut" Alex mengulangi lagi kalimatnya.


"Boleh, tapi jauh dari aku duduknya" ucap Aira.


Alex tersenyum.


"Oke" ucapnya.

__ADS_1


Alex mengalihkan pandangannya kearah lain sampai Aira selesai dengan pakaiannya.


"Tugas kelompok ini harus perfect ya Aira" ucap Alex.


"Hemmm, diusahain"


"Mira masih belum chat atau ngobrol sama kamu?" tanya Alex.


"Enggak"


Alex mangut-mangut.


"Mas pakai kaos aja apa gimana?" tanya Aira.


"Kaos aja sama celana pendek" ucap Alex.


Aira selesai dengan pakaiannya, ia mengambil kaos oblong dan celana pendek selutut milik Alex dari dalam lemari.


"Cepat ganti" ucap Aira.


Alex menoleh pada Aira.


"Masyallah cantik banget" ucapnya.


Aira nampak rapi dan kulitnya bersih saat memakai dress dan dipadukan jaket sally.


"Haha makasih loh ya udah dipuji" Aira tertawa.


"Oke tunggu saya ganti baju"


Setelah izin pada Reva, Alex dan Aira pergi meninggalkan rumah ibundanya. Mereka juga membawa barang yang dipakai selama menginap disana, karena begitu pulang dari cafe Aira langsung kerumah miliknya dan Alex.


"Kita beneran pulang nanti?" tanya Aira.


"Iya"


Aira menghela nafas.


"Saya males bersih-bersih" ucapnya.


"Tumben, biasanya kamu gak gitu" balas Alex.


Aira menaikkan bahu.


"Mas aja yang bersih-bersih ya? Mas kan gak suka kotor" ucap Aira.


"Yaudah mas yang bersih-bersih" Alex mengalah.


"Kalau bisa sekalian cuci baju, cuci mobil, terus belanja sama masak"


'Semakin ngelunjak' ucap Alex dalam hati.


"Oke, besok kamu yang kerja" ucap Alex.


Aira tertawa.


"Haha, bercanda ih baperan banget"


"Bersih-bersih aja udah cukup kok" lanjutnya.


Alex fokus pada jalanan, Aira yang disampingnya terus mengoceh dan mengajaknya berbicara. Itu adalah alasan Alex jarang ngantuk kalau menyetir mobil.


"Mas-mas"


Aira menoleh pada Alex dan merangkul tangan kirinya.


"Pasti Sekar kaget liat mas" ucapnya sambil cekikikan.


"Aku mau ketawa liatnya haha, kasian mereka yang suka sama mas, tapi mas udah nikah" ucap Aira lagi.


"Sesenang itu kamu menang dari mereka" kekeh Alex.


"Eh jelas dong, seorang Aira Alkeyna yang mereka tau berhasil menakhlukkan Alex Abasya" ucap Aira berbangga hati.


"Bukannya kamu dulu yang gak mau nikah sama saya" ucap Alex.


Aira diam ia menatap sinis suaminya.


'Sialan ungkit-ungkit masalalu nih gak seru'


"Itu kan dulu, namanya belum cinta, kalau sekarang kan udah beda cerita" ucapnya.


"Iya-iya biar seneng" ledek Alex.


"Ih ngeyel" omel Aira.


Alex menggelengkan kepalanya.


'salah terus dari tadi'


"Cafe depan itu kan? cafe favorit kamu" ucap Alex.


"Iya, disana adem, banyak coklat juga" ucap Aira.


"Bentar deh saya telfon Sekarnya, mas inget loh jauh-jauh duduknya" ucap Aira memperingati.

__ADS_1


__ADS_2