
Aira merengut disepanjang perjalanan, wajahnya terus menghadap kearah jendela, Alex cekikikan melihatnya. ia memancing wanita itu dengan embel-embel uang belanja tambahan dan lainnya.
Tapi Aira kekeh tidak mau melihat pria itu.
"Udah mau sampai" ucap Alex.
Aira mencuri pandangan melihat kearah depan, ia penasaran dimana mereka saat ini.
"Lehernya gak pegel sayang?" tanya Alex dengan nada merayu.
Aira meliriknya sinis.
"Itu didepan sana rumahnya, nanti kamu pasti tau" Alex menunjuk ke arah depan.
Reflek Aira menengok.
"Yang sebelah mana?" celetuknya.
"Yang cat putih pagar warna hitam" jawab Alex.
Aira langsung menutup mulutnya setelah sadar ia keceplosan.
"Oh" ucapnya singkat.
Alex tersenyum.
"Kamu gak penasaran lagi sama orangnya Ra?"
"Enggak tuh" ucap Aira.
"Kalian pernah ketemu, bertiga sama mas malah"
Aira mengerutkan dahi.
'Yang mana sih? ketemu bertiga..kayaknya gak pernah ada..'
"Oh" balasnya.
Alex gerak-geriknya mencurigakan, tapi harus tetap santai dan bersikap cuek agar Alex kapok.
Tin..
Alex membunyikan klakson mobilnya begitu sampai didepan pagar rumah yang ia sebut tadi.
'Deg-deg an gue, siapa sih yang dikunjungi ini'
Seseorang datang dan membuka kunci pada pagar, Aira menggigit bibir bawahnya, tubuhnya maju kedepan, ia sudah penasaran setengah mati, siapa yang membuka pagar tersebut.
Alex juga melihat ekspresi istrinya, ia melihat kearah lain untuk menyembunyikan tawanya.
Pagar pun dibuka lebar, wajah kecewa Aira muncul saat tau ternyata hanya seorang pembantu yang membuka pagar tersebut.
'Kirain dia yang buka'
Orang itu mendekat kearah kaca mobil Alex sembari tersenyum ramah.
"Silahkan pak Alex" ucapnya.
'*Pak?'
'Pak Alex? barusan dia manggil nama suami gue kan?!'
'Mas Alex berarti udah sering kesini doang*?'
Aira menatap suaminya dengan tatapan mengintimidasi.
Mobil Alex masuk kepekarangan rumah, berhenti didepan garasinya.
"Ayo turun" ucap Alex sembari tersenyum.
Aira mendengus, ia melepas sabuk pengamannya lalu membuka pintu mobil.
"Rumah siapa sih?" gumamnya sambil melihat sekeliling rumah.
"Perdana ya pak, bawa buk Aira kesini" ucap pembantu.
Alex mengangguk.
__ADS_1
"Iyaa"
Alex menoleh pada Aira, lagi-lagi tersenyum, sangat menyebalkan untuk dilihat. ia menghampiri Aira lalu menggandeng tangannya.
"Gak mau" ucap Aira menolah tangan suaminya.
"Telanjur kegandeng" ledek Alex.
Pembantu tadi berjalan lebih dulu, membukakan pintu mempersilahkan Alex dan Aira untuk masuk.
"Duduk dulu pak, buk, biar saya panggilkan nyonya" ucapnya.
"Baik, terimakasih" ucap Alex.
Aira membalas dengan senyuman saja, ia menundukkan kepalanya, Aira berkecamuk dengan isi pikirannya.
Tak lama seseorang datang menghampiri mereka yang tengah duduk diruang tamu.
"Hai Alex, Aira" sapanya.
Alex berdiri sontak Aira ikut berdiri.
"Hai" balas Alex.
"Akhirnya ketemu lagi sama istri kamu" ucapnya.
'Eh? kayak gak asing suaranya'
Aira mendongak.
"Ha-hai?" sapanya kaku.
Ia menoleh pada sang suami meminta bantuan, Aira masih belum ingat pernah bertemu apa tidak dengan orang yang mereka kunjungi rumahnya.
"Kamu gak ingat aku?" tanyanya.
Aira menggeleng dengan senyum kaku.
Wanita itu mengulurkan tangannya.
"Yang kamu panggil tante-tante" ucapnya.
Wanita itu mengangguk.
"Tante..Tante..Tan-"
Aira membulatkan matanya, ia ingat! ia ingat kejadian itu!.
"Bagus ya pak, diem-diem nemuin selingkuhan pas istri tidur"
"Ini lagi, mbak harusnya sadar diri..Jelas-jelas saya lebih muda dan cantik daripada situ, berani banget nyenggol suami saya!" ucapnya sinis.
"Heh suami lo yang mau sama gue"
'Nantangin gue ni orang'
Aira menggulung lengan hoodienya.
"Iya mau karena lo murah, gini deh tante sebelum saya bikin malu lebih baik tante pergi dari sini"
"Mampus gue" ucapnya dalam hati, ia berhasil mrngingat segala ucapannya waktu memergoki Alex selingkuh dan ternyata hasil sabotase mertuanya, saat awal-awal menikah.
Ini ada dichapter dua puluh enam!
"Lo bilang apa barusan?! tante? berani lo ya!"
Wanita itu bangkit, tidak terima.
"Iya kenapa gak suka? siapa suruh muka lo tua?!" cibir Aira.
Aira bisa gila sekarang, karena terbawa emosi iya melontarkan kata-kata tidak pantas kepada sepupu Alex.
'Kenapa gue ngatain dia tua! aduh ini mulut'
"*Kamu tau siapa wanita yang ketemu sama saya?"
"Itu sepupu saya*"
"Sekarang pasti udah inget, iyakan?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Ee..Anu..hehe"
Tangan Aira mencubit lengan Alex.
Alex tau dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.
'Kurang ajar nih suami'
lihat saja ia akan membuat perhitungan dengan Alex nanti, beraninya membuat istrinya tidak dapat berkutik seperti ini.
"Ini sepupu mas, loren namanya"
"Iyaa, ha-hai Loren"
Wajah Aira memerah seperti kepiting rebus, mau ditaruh dimana wajah rupawannya ini.
"Maaf soal waktu itu, aku terbawa emosi jadi ya..gitu hehe" ucap Aira.
"Gakpapa Aira santai aja, aku juga kemarin cuma akting kok, gak aku ambil kedalam hati" ucap Loren mengedipkan sebelah matanya.
'Iya tapi tetep aja, canggung banget gue gila ah'
'Ini suami satu gak ada kompromi-komprominya lagi, liat aja gue bales ntar'
"Eh silahkan duduk, pegel nanti berdiri terus" ucap Loren.
Mereka mengobrol-em lebih tepatnya hanya Alex dan Loren yang mengobrol, Aira duduk seperti seorang cameo dalam drama. Ia tidak mengerti topik pembahasan dua manusia itu.
Diotak Aira tengah menyusun rencana balas dendam kepada paksu alias pak suami.
Handphone Alex tiba-tiba berdering, mau tak mau pria itu harus pergi menjauh untuk mengangkat telponnya.
Aira melihatnya.
"Sebentar aku angkat telpon" ucap Alex.
"Ra, mas tinggal sebentar ya"
"Disini aja" bisik Aira
Tapi Alex tetap pergi meninggalkan dua wanita itu.
Aira melihat Loren, lalu tersenyum.
'Ngomong apa nih gue..'
"Kalian baru pulang dari acara apa?" tanya Loren.
"Acara nikahan teman" ucap Aira.
"Oo berarti langsung mampir kesini ya"
"Iyaa" balas Aira.
Loren malah tertawa.
"Ya ampun istri Alex..kamu jangan kaku begitu" ucapnya.
"Aku lagi coba" balas Aira.
"Karena awal ketemu timingnya jelek agak susah ya? its okay Aira, Aku juga gak begitu ingat lagi kamu ngomong apa waktu itu" ucap Loren.
"Tapi serius, aku waktu itu marah banget dan-"
"Hei udah..Kamu ipar aku sekarang, yang lalu udah berlalu dan aku memang lebih tua dari kamu, seumuran sama alex deh..Tapi panggil Loren aja, oke?"
"Huum oke.."
"Aku beneran loh ini, jangan canggung lagi ke aku" ucap Loren.
Aira tersenyum.
"Iya enggak"
"Daripada nyalahin diri kamu sendiri, mending salahin suami kamu yang bawa kamu kesini, gara-gara dia tuh" ucap Loren menunjukkan Alex yang tengah berdiri menerima telpon.
Aira mengangguk setuju.
'Benar sekali, mas Alex minta digeprek!'
__ADS_1