
Next episode itu yang paling kalian tunggu ya, dan pernikahan mira siapa yang nunggu nih?
Maaf yaa author baru ganti hp jadi lama up..
Mobil sudah disiap, semua orang mulai bersiap- siap untuk berangkat menuju bandara. Hanya mbak Rina dan dua pembantu lainnya yang tinggal.
Pembantu lainnya itu biasanya yang membantu mencuci pakaian dan membersihkan rumah bersama Rina, rata-rata seumuran dengan Rina.
Adrian, Iren, dan Alex sudah dihalaman rumah, mereka menunggu si pemeran utama yaitu Aira. Entah apa yang ia kerjakan didalam sana sampai tak kunjung keluar.
"Aira ngapain Lex?" tanya Iren.
"Katanya ada yang ketinggalan dikamar Ma"
"Kebiasaan memang ya, dari dulu tuh Aira suka ke teteran" ucap Iren.
"Sabar ma, kita tunggu aja" ucap Adrian.
"Ini udah jam sepuluh lewat sepuluh pa.." protes Iren.
Alex melihat kedua mertuanya.
"Mama sama papa jalan dulu aja, nanti Mobil Alex nyusul dibelakang sekalian nunggu Aira" saran Alex.
"Gimana ma?" tanya Adrian.
"Yaudah pa kita duluan aja" ucapnya.
"Oke papa sama mama berangkat, nanti cepat ya lex, papa tunggu direst area" Adrian menepuk pundak Alex.
"Iya pa, hati-hati" ucapnya.
Iren dan Adrian masuk kedalam mobilnya kemudian melaju meninggalkan pekarangan rumah.Alex memutuskan untuk menunggu sang istri didalam mobil saja. Tak berselang lama, barulah Aira keluar dari rumah.
Wanita itu membuka pintu mobil lalu duduk.
"Mas mama sama papa udah berangkat?" tanya Aira.
"Hm..Udah dari tadi..."
Aira melongo.
'Cikal bakal diomelin mama nih'
"Serius?"
"Iya, kamu liat mobilnya gak ada kan?" Alex menunjuk tempat mobil mertuanya terparkir tadi.
"Yaudah ayo kita berangkat, sebelum mama rewel" ucap Aira.
Alex pun melajukan mobilnya.
"Mas kacamata kamu udah dibawa?" tanya Aira.
"Udah"
"Dompet?"
"Udah juga"
Aira sibuk dan tidak bisa diam dikursinya, entah apa yang dilakukan wanita itu tapi dia benar-benar tidak bisa berhenti dan duduk manis.
Ada saja yang dikerjakan.
"Ra coba telfon papa, mereka udah dimana?"
"Oke-oke"
Aira membuka tas kecilnya, matanya membulat, ia tidak mendapati handphonenya didalam sana.
'Weh..Ja-jangan bilang ketinggalan di ranjang?'
Aira melirik Alex.
'Kalo ketauan pasti dimarahin, 'Aira kamu ngapain aja diatas sampai hp pun kamu tinggal nyenyenye..'
'Huwaaa gimana dong'
"Aira?"
"Ha? Eh..Ma-mas pinjem handphone mas" ucapnya terbata-bata.
"Punya kamu mana?"
JEDER!
Aira memgedipkan matanya.
"Ha-habis baterai, tadi-aku lupa charger- hehe" ucapnya di akhiri tawa yang kaku.
"Kamu taruhnya sembarangan, kalo mas tau tadi mas charger-in handphone kamu"
"Hehe"
Alex memberikan handphonenya menggunakan tangan kirinya tanpa curiga.
Aira tersenyum kaku.
__ADS_1
"Makasih.."
'Gak curiga dia gais..Alhamdulilah'
Aira segera menghubungi Adrian.
"Halo papa"
"Halo Ra, kalian udah dimana?" tanya
Aira menoleh pada Alex.
"Pintu masuk tol" ucap Alex.
"Kita di pintu masuk tol pa" ucap Aira.
"Oo pintu masuk..Lanjut jalan terus ya, nanti papa hubungi lagi" ucap Adrian.
"Oke pa"
"Kalian berdua hati-hati bawa mobil" ucap Iren.
"Iya maa"
Klik!.
"Nih mas" Aira mengembalikan handphone milik suaminya
"Kamu pegang aja, biar gak repot pas papa ngehubungi" ucap Alex.
Aira menaruh benda itu kedalam tasnya.
"Kita jalan terus kan?"
"Iya.."
Mereka masuk kedalam jalan tol..Alex menambah sedikit kecepatannya agar tidak terlalu lama.
Aira melihat keluar jendela, kepalanya tiba-tiba berdenyut.
"Ssh.."
'Kok tiba-tiba pusing banget..Perasaan tadi gak kenapa-kenapa'
"Mas.." panggil Aira.
"Hum?"
"Rest area masih jauh?" tanyanya.
Aira memejamkan matanya, tangan kanannya menyentuh dahi.
"Kamu kenapa?" tanya Alex.
Aira tidak menjawab, bibirnya sedikit terbuka. Tangan Alex terulur untuk menyentuh lehernya, ia mengecek suhu tubuh Aira.
Panas.
Tubuh Aira panas, wanita itu demam.
"Badan kamu panas, kita putar balik aja ya? Mas telfon papa" cemasnya.
"Gimana ya..gak mungkin kita berhenti disini..Perutnya sakit?"
Aira menahan tangan Alex, ia menggeleng pelan.
"Mas"
"Sebentar mas telfon papa ya, mas gak mau kamu kenapa-napa" ucap Alex.
"Gak usah mas, ini panasnya cuma sebentar kok.." ucapnya.
Alex menatap Aira.
"Kamu sakit, jangan dipaksain Ra.."
"Mas..Please.."
Ia tidak ingin pulang kerumah, ia sangat merindukan kakaknya.
Alex menghela nafas.
"Yaudah..Kamu istirahat, begitu sampai di rest area mas belikan obat" ucap Alex.
Aira mengangguk.
Ia mengatur posisi kursinya sedikit kebelakang agar bisa tidur.
Rest Area.
Alex mengambil pelan handphonenya ditas Aira.
"Halo, papa udah direst area..Papa tunggu ya sekalian makan, kira-kira jam sebelah kita jalan lagi" ucap Adrian.
"Berarti kita sampai dibandara jam dua belas kurang?"
"Iya, itu pas mereka baru turun dari pesawat, gakpapa beda beberapa menit dari planning" ucap Adrian.
__ADS_1
"Oke pa..Tapi pa, Aira badannya panas" Alex melihat sang istri.
"Loh demam?"
"Hm..tadi dia ngeluh kepalanya pusing, Coba tanya mama ini Aira gakpapa kan? Atau Alex nanti dipintu keluar tol pergi kerumah sakit, Alex sempat liat maps, ada rumah sakit gak jauh dari pintu keluar" ucap Alex.
"Sebentar..Ma ini ma Aira demam tiba-tiba"
"Hah? Mana sini"
"Halo, Alex"
"Iya Ma"
"Masih panas badannya?"
"Hangat ma, Alex suruh istirahat"
"Coba liat bibirnya pucet atau pecah-pecah gak?"
Alex menempelkan handphonenya ke telinga sebelah kanan.
"Pucet Ma, agak kering.."
"Oo itu demam karena dehidrasi, bangunin dulu minta dia minum air putih yang cukup, supaya gak bahaya" ucap Iren.
"Gak berbahaya kan ma?"
"Enggak, kalo demam karena dehidrasi gak mempengaruhi bayi yang ada didalam kandungan"
'Alhamdulilah..'
"Oke ma, Alex mau lanjut nyetir, sebentar lagi sampai disana"
"Iya nak..Jangan lupa Aira kasih minum yang cukup"
"Iya Ma maaf ngerepotin ya"
"Enggak kok.. Udah ya"
"Iya ma"
Klik!.
Alex mematikan handphonenya, tangan kirinya mengusap kepala Aira.
"Eungh.."
"Sebentar lagi sampai sayang" ucap Alex lembut.
Akhirnya sampai direst area yang sudah ramai oleh pengemudi-pengemudi yang ingin beristirahat.
Alex memarkirkan mobilnya lalu melepas sabuk pengamannya.
"Ra..Bangun sayang" ucapnya.
Aira membuka matanya.
"Udah dibandara?"
Alex mengelus pelan pipi Aira.
"Belum..Minum dulu biar dehidrasinya cepat hilang" ucap Alex sembari menyodorkan sebotol aqua yang mereka bawa.
"Uhm.."
Alex memandanginya sambil membenahi rambut sang istri yang tengah minum.
"Kamu belum ada minum dari tadi kan?" tanya Alex.
Aira menyengir.
"Hehe lupa..Mas sih gak ngingetin aku" ia menyalahkan Alex balik.
Alex tertawa kecil.
"Enak aja salah mas.."
"Bodo wleee"
Alex tersenyum menanggapinya.
"Nih pegang" Aira menyodorkan botol aqua yang isinya sudah diteguk olehnya.
Alex mengambilnya.
"Lets goooo makan!" serunya.
"Lets goo chubby" saut Alex.
Aira tersenyum lebar mendengar kata chubby.
Blam!..
Alex dan Aira keluar dari mobil sambil bergandengan tangan, semua orang yang ada disana melihat kearah mereka. Siapa yang tidak menoleh pada pasangan muda yang mengenakan outfit kekinian dan paras mereka yang tampan dan cantik.
'Kenapa ya? Apa kita punya masalah? atau gue punya hutang? Gitu banget liatnya'
__ADS_1