
Aira yang tak sabar, menggandeng lengan suaminya, mengajak pria itu naik kepelaminan agar bertemu kedua pengantin yang sangat serasi pada hari berbahagia ini.
Aira langsung berhambur kepelukan sahabatnya.
"Airaaa alhamdulilah lancar" ucap Mira memeluk sahabatnya dengan girang.
"Umm, terharu pas liat tangan lo digenggam pak Raka, akhirnya sah!" balas Aira.
Mira mengangguk lalu melihat Aira dan Alex secara bergantian.
"Eh ngomong-ngomong Atiya mana? gak diajak? gue pikir tadi ada Atiya, lo titipin ke pak Alex" tanya Mira.
"Atiya belum boleh keluar rumah jauh-jauh Mir, jadi dijagain sama mertua gue" ucap Mira.
"Sayang banget, padahal pengen liat keponakan gue yang lucu, dan dia harus liat auntynya hari ini cantik luar biasa" ucap Mira.
"Besok-besok masih bisa ketemu Miraa, cukup kehadiran gue disini yang penting, lo pasti amat menantikan sahabatmu yang mempesona ini hadir, iyakan?" tanya Aira dengan percaya diri.
"Ewh banget, tapi bener" jawab Mira.
"Mir"
"Apaan?"
Aira tersenyum mesum, ia mendekatkan bibirnya ke telinga Mira.
"Ciee ntar malem ciee"
Mira mendelik mendengar bisikan sahabatnya.
"Ekhem..Ekhem" Aira berdehem.
"Heh!" ia memukul lengan Aira.
Mira salah tingkah, ia melirik Raka sejenak.
"Satu ronde gak cukup kayaknya haha" balas Mira.
Aira tertawa sampai menutup mulutnya dengan tangan. Mesum sekali topik dua wanita ini.
"Malam pertama lo gimana? langkah pertama yang harus gue lakuin apa Ra?" bisik Mira.
"Eeee.."
'Malam pertama gue gak ada apa-apa Mir asal lu tau' ucap Aira dalam hati.
"Oiya lupa, lo sama pak Alex pending ya" lanjutnya dengan tawa jahil.
'Wah tau dia'
"Pending soal apa?" saut Alex.
Kedua wanita itu mendelik lalu menggeleng cepat.
"Bu-bukan urusan bapak-bapak" ucap Aira.
"Ini urusan perempuan ya, jangan nguping" timpal Mira.
Bagaimana ceritanya menguping? sedangkan mereka berdiri bersebelahan dan suaranya bisa terdengar jelas, meskipun tidak semua terdengar dengan jelas.
Alex dan Raka tersenyum melihat interaksi dua wanita tersebut.
"Selamat atas penikahan kalian, Raka" ucap Alex.
Mereka saling berjabat tangan.
"Makasih lex"
__ADS_1
"Haha gugup banget, sampai salah sebut nama calon" ledek Alex.
Raka mengusap dadanya.
"Ini jantung gak bisa santai, bawaannya mau lompat dan meledak" ucap Raka.
"Saya juga sama, tapi setelahnya sudah plong"
Setuju!
"Lex, saya minta tips" ucap Raka.
Alex mengerutkan dahi.
"Tips?"
Raka berdehem lalu memberi isyarat dengan menunjuk Mira secara samar-samar agar Alex paham.
"Ooo hahaha" tawa Alex.
"Pahamlah" ucap Raka.
"Gak ada tips dari saya, selamat melewati malam pertama" ucap Alex singkat dan padat.
Raka tersenyum kecut, Alex susah sekali membahas hal yang bersangkutan dengan berhubungan intim dan memberi tips untuknya yang masih pemula.
"Saran saya jangan dirumah orang tua, bawa ke rumah kalian yang sudah dibeli, atau hotel" bisik Alex.
"Hahaha ternyata.." Raka menggantung kalimatnya, ternyata Alex bisa juga bicara seperti itu.
Alex tersenyum simpul.
"Good luck" ucapnya.
Dua wanita itu sibuk mengoceh jadi tidak memperdulikan apa yang sesama lelaki bahas.
Photografer ini adalah orang yang sudah dipanggil Raka agar memotret kerabat maupun tamu yang ingin berfoto bersama pengantin.
"Boleh-boleh" jawab Aira bersemangat.
Aira mengambil posisi disebelah pengantin perempuan, tangannya ia selipkan ke lengan Mira agar lebih dekat, sedangkan Alex berdiri disebelah pengantin laki-laki.
"Saya hitung sampai tiga senyum, lihat ke kamera" ucapnya.
"Satu"
"Dua"
"Tiga..Senyum"
Ckrek!.
"Sekali lagi, sekali lagi" ucap Mira.
"Oke boleh"
"Pose yang kedua ini, tangannya liatin jari manis masing-masing, biar keliatan cincinnya, kita kan udah sah semua" saran Mira.
"Ah iya bener" ucap Aira.
Dengan kompak mereka memperlihatkan jari manis masing-masing dan tersenyum lebar kearah kamera.
"Yang ini bakal aku pajang di rumah" ucap Mira bersemangat.
"Beneran?" tanya Aira dengan antusias.
Mira mengangguk.
__ADS_1
"Dipajang ya sayang yang ini" pinta Mira pada Raka, dengan wajah memelas.
Raka mengusap pipi Mira.
"Iya sayang, apapun yang kamu mau gak mungkin aku tolak" ucap Raka.
"Uuuummm manisnya sayangku cintaku" Mira menggoyang-goyangkan lengan Raka dengan manja.
Alex yang menyaksikannya merasa geli.
"Ekhem" dehemnya.
"Bucin" cibir Aira.
"Dih gak sadar dirinya lebih bucin" semprot Mira.
Aira tak mau kalah, ia menarik Alex lalu menggenggam erat tangan pria itu.
'Hari ini tangannya bakal patah, ditarik-tarik'
"Tau gak, suami gue tetep yang paling ganteng" Aira menyombongkan ketampanan suaminya.
"Eh suami gue juga lebih ganteng" ucap Mira.
"Suami gua juga popular" saut Aira lagi.
Raka dan Alex cuma bisa geleng-geleng kepala saat dibanding-bandingkan. Para istri memang berbeda.
"Gua wisuda duluan haha" ledek Mira.
"Mau gue doain gagal skripsi?"
"Eh jangan gitu dong!"
"Makanya jangan ngeledek"
Aira memutuskan untuk mengambil cuti satu semester, ia akan mengulang sementernya nanti, dan yang pasti Mira akan mendapat gelar sarjanannya lebih dulu.
"Aira"
"Mira"
Tegur para suami.
"Apa masku?" jawab Aira.
"Ya honey?" jawab Mira.
"Kita ini dipelaminan, diliat banyak orang" ucap Alex pelan.
"Kita bercanda, benar begitu wahai Mira?" Aira meletakkan tangannya dipundak Mira.
"Benar sekali Aira" ucap Mira.
Alex memijat pangkal hidungnya.
"Ayo turun" ajak Alex.
"Gak mau"
"Sayang.."
"...."
"Noleh kesamping, banyak yang mau poto bareng pengantinnya" Alex menunjukkan orang-orang disamping pelaminan yang menunggu giliran agar bisa dipotret bersama pengantinnya.
"Kok gak sadar..Sebentar mas" kagetnya.
__ADS_1
"Mira gue ucapin selamat menempuh hiduo baru, semoga keluarga kalian tetap akur dijauhkan dari semua masalah, dan segera dihadirkan baby yang menggemaskan seperti suami gue, gue bahagia kalo lu bahagia" ucap Aira.