
Aira duduk manis diruangan Alex sembari menyantap makan siang berdua. Alex sudah selesai lebih dulu, ia melanjutkan pekerjaannya sedangkan Aira makan sambil memperhatikannya.
"Dihabisin dulu makanannya" ucap Alex.
Aira yang ketahuan pun menyengir.
"Iyaaa"
Aira mempercepat suapannya, agar makanannya cepat habis.
"Saya lupa bilang ke kamu, nanti sore keluarga saya datang..Karena saya masih banyak urusan, nanti kamu saya anterin pulang dulu ya"
Aira menghentikan Aksinya, apa ia tidak salah dengar? berarti ini pertama kalinya ia akan ikut acara keluarga dirumah suaminya, seketika Aira bingung.
"Terus bapak balik kesini lagi?"
Alex mengangguk.
Aira berpikir sejenak, wajahnya tampak cemas.
"Kamu tenang aja, ada bunda kok..Saya usahakan pulang cepat..Oke?" ucap Alex menyakinkan Aira.
"Janji ya?"
Aira mengulurkan jari kelingkingnya yang disambut oleh jari kelingking Alex.
"Iya.."
Aira tersenyum.
"Kalau mereka tanya yang aneh-aneh..Jangan dijawab..Senyumin aja, saya tau itu yang bikin kamu khawatir, kamu paham kan maksud saya?" ucap Alex.
Aira tertegun, Alex ternyata memahami kerisauannya.
"Oke siap..Intinya bapak harus cepat pulang!" tegasnya.
Alex mengangguk sembari tersenyum, mereka saling memandangi satu sama lain.
Sialnya, handphone Aira yang ada dimeja berdering, timing yang tidak pas. Aira melirik benda persegi panjang itu terlihat jelas nama si penelfon yang tak lain adalah Gilan dan malangnya Aira, ia lupa mengganti nama kontak pria itu.
Saat menyadari ekspresi tak senang dari Alex, Aira segera meraih handphonenya dan menonaktifkannya. Suaminya pasti salah paham.
"Em..Pak de-dengerin saya dulu ya" ucap Aira.
Alex tersenyum kecut, rahangnya mengeras.
"Special ya namanya pakai love-love" cibir Alex.
Aira menelan salivanya, tamat sudah dirinya, bagaimana ia bisa lupa mengganti nama kontak Gilan.
'Aira goblok banget sihh...Kenapa gue seceroboh ini'
"Pak..Sa-saya lupaa ganti namanya...Sumpah pak, saya j-"
"Hmm..Sana balik kekelas" ucap Alex kembali fokus kelaptopnya.
"Pak..Dengerin dulu" Aira memohon agar Alex mendengarkan penjelasannya lebih dulu, jangan sampai mereka bertengkar lagi seperti kemarin.
"Apa yang mau dijelaskan Aira? kamu bilang mau ganti nama kontaknya kan? yasudah ganti"
"Ja-jadi bapak gak marah kan?"
"Saya lagi kerja kamu tolong keluar" ucap Alex dingin.
"Bapak ngusir saya?"
"Iya" ucap Alex singkat.
Aira mengantupkan giginya, jelas-jelas Alex marah padanya, tidak bisakah mendengarkannya sebentar maka masalah akan selesai.
Aira membuka pintu dan membantingnya, tidak perduli apa yang dikatakan Alex didalam. Aira mengusap wajahnya kesal.
"Susah banget dingertiin..Ini lagi nelfon tiba-tiba banget, ganggu aja" omelnya.
__ADS_1
Ia menuju kekelas, baru saja kakiny hendak melangkah masuk, sudah nampak Gilan yang berdiri menunggunya disana. Aira ingin putar balik tapi tidak sempat karena Gilan lebih dulu melihatnya.
'Jangan deket please jangan'
Pria itu tersenyum lalu menghampirinya, Aira hanya bisa pasrah.
"Ra..Kamu kemana? aku nyariin dari tadi" tanyanya.
"Ee-Aira dari ruangan buk Putri, ada apa ya kak?"
"Aku ngechat kamu, mau ngajakin dateng ke party besok malam..Semua Mahasiswa ikut kok"
Aira mengerutkan dahi, apa karena ini Gilan sampai menelfonnya. Ia bahkan tidak sadar kalau Gilan mengirimkan pesan.
"Eh iya kak..Duh maaf Aira gak buka hp tadi" ucap Aira.
"Iya gak papa, kamu ikut ya?"
Aira mengigit bibir bawahnya.
"Mira juga ikut kok.." ucap Gilan.
Aira pun memgangguk, mungkin tidak akan ada masalah, lagipula ini pesta untuk semua Mahasiswa bukan berdua saja.
"Oke kalau gitu aku jemput ya?"
"Gak perlu kak, Aira sama Mira aja"
"Sekalian aja Ra, naik mobil aku" ucap Gilan.
Aira tetap kekeh dan menolak ajakan Gilan, ia masih memandang suaminya. Ia tidak akan mau berhubungan lebih lagi dengan pria lain.
"Oke, Aku balik kekelas ya..Nanti ketemu lagi" ucap Gilan berangsur pergi.
Aira menghela nafas lega, disatu sisi ia ingin marah pada Gilan agar menjauhinya tapi satu sisi lagi ia tidak bisa melakukannya karena masih ada rasa yang sulit Aira mengerti.
"Aira bener mau ikut?" ucap Mira khawatir.
"I-ikut dong"
Aira mengangguk setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kelasnya sudah berakhir. Aira berdiri didepan mobil berwarna hitam milik Alex, Aira tidak lupa kalau hari ini ia akan pulang lebih dulu. Beberapa menit ia menunggu Alex akhirnya datang.
Alex segera menyalakan mobil dan berangkat. ditengah perjalanan Alex tetap diam, jika Aira bertanya ia akan berkata hm dan ya.
Aira tidak tahan, ia merogoh sakunya mengambil handphonenya. Alex harus tau kalau Aira sudah mengganti nama Gilan.
"Pak liat, udah saya ganti" ucap Aira menunjuk nama yang tertera dilayar.
"..."
"Jangan gitu dong...Baru baikkan loh kita" rengek Aira.
Alex tetap diam, Aira menghela nafas pasrah, ia menyenderkan pundakmya kekursi mobil sembari memijit pelipisnya.
'Sudahlah sia-sia'
"Capek pak, dikit-dikit bapak marah, dingin kesaya" ucap Aira.
"Kapan coba bagusnya? saya terus yang salah"
suaranya serak, Aira ternyata menangis.
Alex menoleh, cemas karena Ia membuat gadis itu menangis. awalnya ia hanya ingin mendiamkan Aira, tapi gadisnya cepat sekali tersentuh. tangan kiri Alex terangkat untuk mengusap kepala Aira.
"Masyaallah..kenapa nangis"
Tangan Alex ditepis.
"Gara-gara bapak!" ucapnya sambil menangis sesegukan seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.
__ADS_1
Alex malah terkekeh gemas, segera ia menepikan mobilnya.
"hiks..hiks" isak Aira.
"Maaf..Maaf saya cuma bercanda Aira" ucap Alex.
"huuuhu..Beneran?"
"Iyaa"
Wajah Aira sangat lucu dimata Alex, dipeluknya Aira sembari menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkan.
"Jangan nangis lagi, nanti bunda mikir yang enggak-enggak"
Aira menurut, ia mengusap Aira matanya dan mencoba tenang.
"Udah tenang?" tanya Alex yang dibalas anggukan.
"Kamu maafin saya tidak?"
"hm"
Lagi-lagi Alex diluluhkan, pria itu tersenyum, kali ini lebih manis.
"Kenapa bunda jodohin saya sama anak tk yang cengeng" ledek Alex.
Aira melotot tak terima, baru saja Alex mengatainya anak tk. Jelas-jelas Aira sudah besar seperti ini.
"Ngomong apa barusan!"
Alex mengangkat bahunya.
"Nyebelin banget sih" kesalnya.
Alex tertawa, membuat Aira menjadi malu-malu.
"U-udah jangan ketawa pak.."
Alex menyadari istrinya salah tingkah.
"Haha..Kita pulang sekarang ya?" ucapnya.
"I-iya langsung pulang, mau kemana lagi"
"Ya..ke hotel mungkin? kan dirumah lagi ramai kita ga-"
Aira membekap mulut Alex agar tidak melanjutkan kata-kata yang tidak bermoral alias mesum.
"Apasih pak! aduin bunda nih" ucap Aira.
Alex terkekeh, ia pun menyalakan mesin mobil untuk kembali menuju perjalanan pulang. Aira duduk nyaman ditempatnya sambil mengotak-atik handphone Alex, Ya Alex mengizinkan Aira untuk menyentuh benda itu karena memang tidak ada hal yang harus dirahasiakan dari istrinya.
"Eh pak..Keponakan bapak ada berapa orang?" tanya Aira tiba-tiba.
Alex berpikir sejenak.
"Banyak, saya gak hafal..Kenapa?"
"Kita gak beli chiki-chiki gitu buat mereka?" ucap Aira.
"Yaudah nanti mampir kemini market" ucap Alex.
Tapi Aira menggeleng.
"Gak usah deh..Nanti aja pas dirumah saya sendiir yang ajak mereka jajan..Biar makin akrab" usulnya.
"Uangnya dari siapa?" tanya Alex.
Aira tersenyum lebar menunjuk Alex.
"Dari bapak dong hehe"
Alex mengiyakan permintaan Aira, ia paham Aira ingin mengambil hati keluargannya agar dikemudian hari Aira tidak kesulitan untuk berbaur.
__ADS_1
...*A***ku update dua hari sekali demi kalian semuaa**.....