Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-72


__ADS_3

Aira kaget, rasa penasaran menghampirinya tapi Aira berusaha untuk pura-pura tidak tertarik.


Siapa yang tidak penasaran? Baru seminggu mereka bersama, Nana berani melabraknya dan mempermalukan Aira dikantin.


"Putus ya putus" ucap Aira dingin.


"Ra gue tau lo benci sama gue, tapi gue gak tau mau cerita kesiapa lagi, gue sakit hati..Ternyata Gilan ngajak gue balikan bukan karena masih sayang, tapi.."


"Tapi cuma buat lo cemburu dan balik ke dia"


'What? Kak Gilan?'


Suasana jadi senyap, Nana menunduk terisak. Sungguh gadis yang menyedihkan.


"Gilan emang brengsek..hiks"


"Gue..Gue baru tau dia jadiin gue umpan karena denger omongan dia sama radit di ruangan"


"Radit?"


"Iya temennya Gilan, hati gue hancu Ra, gue pengen minta maaf sama lo, terlebih soal gue yang permaluin lo.." isaknya.


Aira menepuk lengan Nana menenangkannya.


"Jangan nangis lagi, gue maafin lo, karena gue ngerti posisi lo, lo cuma mau cintanya Gilan.."


Aira tak pernah berpikir kalau Gilan begitu menyukainya sampai tega melakukan itu pada Nana, baik! Nana juga jahat tapi dia tetap seorang wanita, punya perasaan seperti Aira.


Gilan seharusnya tidak menggunakannya sebagai umpan.


Cukup lama mereka berdua disana, Nana mencurahkan segala isi hatinya pada Aira. Dari mulai teman-temannya yang sulit dihubungi saat Nana butuh, hubungan dengan Gilan sampai masalah keluarganya.


Nana rupanya putus dengan Gilan, karena pria itu memergokinya bersama seorang pria didalam kamar, tapi nyatanya pria yang bersamanya itu sepupu kandung Nana yang menumpang dikamarnya.


Gilan kekeh menyatakan kalau Nana selingkuh, akhirnya mereka putus. Aira geli mendengarnya, betapa bodohnya Gilan.


Aira menyimaknya sebagai pendengar yang baik.


"Makasih ya, lo mau dengerin curhatan gue"


Aira mengangguk, semua baik-baik saja selama ia dan Nana tidak lagi berselisih paham.


"And..."


Nana mengulurkan tangannya.


"Sekali lagi maaf ya, gue gak nyangka lo sebaik ini" ucap Nana.


Aira tersenyum lebar.


"Cukup minta maaf lama-lama gue marah ni"


Nana terkekeh. Mereka terlihat dekat, sampai membuat Aira teringat Mira.


'Andai lo yang lagi ngobrol disini sama gue Mir'


"Oh iya, minta nomor whatsapp lo Ra" Nana mengeluarkan handphonenya.


"Oke"


Aira dengan senang hati memberikannya.


"Yaudah gue duluan ya" ucap Nana.


"Hum..Gue juga mau balik"


Aira meraih totebag yang ia taruh diatas meja. Nana sempat melihat merek yang tertera di totebag Aira.


"Bay the way Ra, itu merek baju cowok kan?" tanya Nana menunjuk totebag Aira.


Aira menelan saliva.


"Hah..I-iya hehe"


Nana menatap Aira curiga.


"Wah udah punya gebetan baru nih? Kenalin dong" ucap Nana.


"E-enggak ini punya papa gue, orangnya ulang tahun hari ini"

__ADS_1


Aira terpaksa berbohong lagi.


'Yaallah banyak banget dosa gue seharian ini bohong mulu'


"Ooh iya? Sampe in ke papa lo, selamat ulang tahun ya"


"Ya nanti gue sampai in"


"Oke, nanti gue chat boleh kan Ra?"


"Boleh banget" ucap Aira.


Setelahnya Nana berpamitan pulang, Aira juga memutuskan untuk pulang. Ia berlari dengan tergesa-gesa, sangking asiknya ngobrol Aira lupa pada Sang suami.


"Selamat ma-"


Wush~


Ucapan Resepsionis terpotong karena Aira melewatinya bergitu saja.


"lam bu" lanjutnya pelan.


Didepan pintu kamar hotel, Aira mengatur nafasnya yang terengah-engah akibat berlari dari cafe sampai hotel.


"Udah lama gak lari, capek juga ya" eluhnya.


Cklek..


"Pak Alex masih tidur?" gumam Aira.


Ia melihat ketempat tidur, sayangnya disana sudah tidak nampak keberadaan Alex. Kemana pria itu pergi?.


"Loh kok gak ada?"


"Mas Alex? Mas dimana?" panggil Aira.


Alex pasti marah karena ditinggal sendirian.


"Mas?"


Pintu kamar mandi terbuka, muncullah sosok pria tampan dan menggoda dimata Aira.


"Kamu dari mana?" tanya Alex langsung pada intinya.


Aira menyengir, ia menyerahkan totebag tadi pada pria itu.


"Saya beliin baju ganti buat mas"


Alex menghela nafas, ia kira Aira pindah kekamar yang lain dan meninggalkannya.


Greb.


Alex memeluk Aira erat.


"Mas?"


"Saya kira kamu ninggalin saya"


Aira tertawa, Alex benar-benar bayi besar yang manja.


"Mana rela orang cakep gini ditinggalin" celetuk Aira, suaranya berbisik.


"Saya cuma keluar sebentar kok" ucap Aira.


"Badan mas masih panas? Atau udah enakkan?" tanya Aira.


"Enak? Badan saya emang enak"


Sepertinya Alex salah tangkap.


"Ma-maksud saya udah baikkan?"


Alex melepas pelukannya, bahunya bergerak naik menandakan ia tidak tau.


"Kamu periksa coba sayang" ucap Alex dengan suara imut.


'Shit..Bisa diabetes gue'


Pipi Aira memerah dipanggil sayang oleh Alex. Ia merapatkan tubuhnya pada Alex lalu sedikit berjinjit.

__ADS_1


Ia menyentuh dahi Alex, tubuh Aira membuat jantung  Alex berdetak kencang tak karuan. Terlebih bibir Aira yang minta dicium.


"Udah mulai turun, besok gak usah ngajar aja ya?"


Alex diam.


Aira menatap wajah Alex, mata pria itu ternyata fokus pada bibirnya.


"Mas?"


"Iya kenapa?"


"Mas yang kenapa? Saya bilang besok gak usah ngajar, istirahat di rumah" ucap Aira.


"Hmm iya" matanya masih fokus pada bibir Sang istri.


"Mas kenapa sih?" tanya Aira jengkel.


"Aira saya cuma masuk angin dan demam, bukan terkena flu kan?" tanya Alex tiba-tiba.


Dengan bingung Aira mengangguk.


"Iya, tap-mmhh"


Alex menyambar bibir Aira dengan cepat, ia mencium Aira. Ciuman yang menuntun.


Alex terus menekan tengkuk Aira agar memperdalam ciumannya. Jadi Alex memastikan kalau dia itu bukan flu hanya karena ingin mencium Aira.


"Mash..Hah hah.." nafas Aira terengah-engah.


Aira berhasil mendorong tubuh Alex, kalau tidak ia bisa mati kehabisan nafas.


"Aira-"


Alex mencoba menciumnya lagi, beruntung Aira berhasil menutup mulut Alex.


"Lagi sakit main nyosor aja" protes Aira.


"Yang penting bukan flu"


"Tetep aja bisa nularin, sana ganti baju, saya gak mau dipeluk orang bau" ucap Aira.


Kedua alis Alex naik.


"Kamu berharap saya peluk waktu tidur?" goda Alex.


Alex kira wanita itu salah tingkah, namun dugaannya salah!.


Aira menarik bahu Alex sehingga wajah mereka hanya berjarak lima centi.


"Iya, saya mau dipeluk!" tegasnya.


Alex menelan saliva.


"Sana ganti" usir Aira.


Rasanya bisa disimpulkan, kalau Aira lebih banyak menggodanya saat diluar rumah.


'Harus sering bawa Aira keluar rumah, biar lebih agresif' ucap Alex dalam hati.


Alex masuk ke kamar mandi, Aira merangkak naik ke ranjang, merapikan tempat tidur.


Tak berselang lama pria itu keluar lagi.


"Aira" panggilnya.


"Hum?


Aira menoleh.


"Loh kok belum ganti? Jangan lama-lama dikamar mandi nanti kedinginan lagi" omel Aira.


"Kamu lupa beli itu.."


Aira mengerutkan dahi.


"Itu apa?"


"Kamu tidak beli ****** ***** untuk saya ganti?"

__ADS_1


__ADS_2