
"ANJIR!" semprot Aira memutar tubuhnya kebelakang sofa.
"Eh..astagfirulloh" lanjut Aira menutup mulutnya.
Alex berdiri tepat didepannya dengan tatapan tajam dan..
Pletak
"Awh.." rintih Aira saat Alex menyentil bibirnya.
Ia menatap pria itu.
"Dilarang ngomong kasar" ucap Alex datar.
Alex mengambil Alih remote televisi.
"P-pak jangan diganti chanelnya! lagi seruu nonton" ucap Aira.
Pria itu seenaknya mengganti chanel televisi, padahal Aira sedang menonton drama kesukaannya.
"Rumah saya, terserah saya" ucap Alex.
Aira memicingkan matanya.
'apa ini termasuk moto?'
'Mulut siapa sih yang bilang 'kimi istri siyi tingging jiwib siyi' HIIIH'
Aira memutuskan untuk berpindah agar bisa melihat drama favoritnya lagi.
"Mau kemana kamu?"
"Atas" jawab Aira singkat.
"Kesurga?" ucap Alex.
Aira membelalakkan matanya.
"Heh! Astagfirulloh...istigfar pak"
Aira mengelus dadanya.
Alex tidak salah disini.
"Bapak doain saya mati?!" sewot Aira.
"Loh..saya cuma bertanya"
Jawabnya polos.
Aira mendengus, ia pergi kekamar dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal.
Setelah kepergian Aira, Alex malah mematikan televisinya, Tujuannya turun untuk menemui Aira, tapi gadis itu malah pergi, untuk apa dia berdiam disini.
Ia menyusul Aira kekamar dan masuk begitu saja sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang samping Aira.
Aira tidak tinggal diam, ia melipat kedua lengan bajunya, menatap Alex penuh amarah.
"Tadi dibawah saya diganggu, sekarang saya disini bapak kesini!"
"Maunya apa pak?!" tambah Aira.
Alex hanya meliriknya sekilas.
"Tolong diperhatikan kalo saya ngomong pak!" protes Aira karena tidak digubris.
'Cie minta diperhatiin'
Aira: bismillah..headshot ndas author.
Alex menaruh handphonenya, menatap Wajah Aira.
"Kamu mau saya perhatikan?"
Suara Alex terdengar lembut.
"Yasudah mulai sekarang saya lebih per-"
"Ma-maksud saya bu-bukan gitu..." ucap Aira gugup.
'Jahanam banget gue jadi gerogi!'
"Heum?"
Aira mengigit bibir bawah melihat Alex menatapnya, ditambah Alex menompang dagu dengan tangan kanannya.
'Meresahkan sekali' batin Aira.
"Ck..Tau ah"
Aira berdecak lalu turun dari ranjang menuju pintu, Bisa dilihat kalau gadisnya itu salah tingkah.
"Kamu mau kemana Aira?" ucap Alex.
Aira hanya melirik sinis Alex yang berbaring sambil menatapnya dan membanting pintu kamar dengan keras.
Malam, Pukul 21: 05 wib.
Usai melaksanakan sholat Isya, mereka sibuk dengan dunianya sendiri, Aira tidak berbicara sepatah katapun setelah kejadian Alex menjahilinya sore tadi.
Jangan berharap Alex akan menghampiri Aira dan meminta maaf, justru kemarahan Aira ini diacuhkan olehnya, kalau boleh jujur Aira mengharapkan pria itu datang dan membujuknya.
Ctak!
Ctek!
__ADS_1
Ctak!
Ctek!
Aira sengaja memukul-mukul penggarisnya ke meja belajar, agar Alex melihatnya dan menyadari marahnya.
Percobaan awal Tidak ada respon.
Aira mencoba lagi.
Ctak!
Ctek!
Ctak!
Ctek!
Ctak!
Ctek!
"Kamu ngapain?" ucap Alex.
'Nah kan..Berhasil'
Aira menaikkan bahunya tanpa menoleh.
"Aira.."
Aira menaikkan bahunya lagi, Ia bisa mendengar Alex yang berdecak.
"Kamu punya masalah sama saya?" tanya Alex.
'Banyak sekali bung'
"Enggak" ucap Aira.
"terus? kenapa kamu berisik?"
Aira mengacuhkannya.
"lebih baik kamu Masak, sebentar lagi jam'nya makan malam, saya udah lapar" ucap Alex.
"Suruh aja bibi masak, saya lagi sibuk" tolak Aira.
Alex menghela nafas.
"Kamu'kan tau bibi pulang Ra" ucap Alex.
Sontak Aira menutup laptopnya dan menatap Alex sebentar lalu fokus kedepan.
"Bukan urusan saya, bapakkan yang nyuruh bibi pulang? yaudah bapak aja yang masak" ucap Aira.
'sial makin ngeselin'
"Gak! saya jadi istri bapak juga terpaksa"
"..."
"Lagian ya saya ngelakuin semua ini terpaksa..Demi Orang Tu-"
Aira menghentikan ucapannya, Sadar kalau dirinya sudah kelepasan, Aira melihat kearah Alex, pria itu diam ditempat.
"Pak ma-maaf saya ga-" ucapan Aira terpotong karena Alex bangkit.
"Bukan salah kamu, saya yang terlalu memaksa.."
"kamu lanjut belajar saja, saya tidak mengganggu...Soal tadi sore saya minta maaf" ucapnya lalu pergi.
Tau apa yng membuat Aira semakin merasa bersalah? Alex mengucapkan semua itu dengan tersenyum.
Lihat istri macam apa dia!
"Pak Saya enggak bermaksud-"
Aira bangkit berusaha menahan pria itu namun tangannya ditepis oleh Alex.
Brak!
Alex menutup pintu kamar meninggalkan Aira yang berdiri dengan bimbang, Alex pasti tersinggung dengan ucapannya.
'Ya Allah gak sengaja.."
Ia segera turun untuk mengecek apa yang suaminya lakukan, dan benar saja Alex sudah hampir keluar dari pekarangan rumah dengan mobilnya.
"Pak Alex!" panggil Aira.
Sialnya mobil itu melaju cepat tidak seimbang dengan langkah kakinya.
"Mampus suami gue kabur.."
Aira mencoba menghubungi Alex, tapi tidak diangkat.
"YaAllah, dia marah beneran"
"Angkat dong pak"
Aira menyentuh dahinya panik.
Bagaimana kalau masalah ini sampai ketelinga orangtua dan mertuanya, mereka pasti mengatakan Aira istri yang tidak becus.
Ia kembali masuk kedalam rumah, duduk disofa ruang tamu dengan gelisah.
"Pak Alex pergi kemana sih" ucapnya dengan suara bergetar.
__ADS_1
Aira mengirim beberapa pesan lewat Whatsapp Alex, harap-harap untuk dibalas.
"Gue harus nyari kemana"
"Gue gak kenal temen-temennya"
Matanya berkaca-kaca, memikirkan kemana perginya Alex ditambah pria itu enggan membalas pesan dan mengangkat panggilan darinya.
"pak saya minta maaf, pulang dong"
Aira mengirim pesan suara untuk kesekian kalinya.
Pikirannya tak karuan.
'Gimana kalau dia ketemu cewek lain? Terus diajakin makan? Argh!'
'Kayak perempuan dasar!'
'Ngambeknya pergi dari rumah'
Tin Tin..
Tiba-tiba terdengar suara mobil dari depan rumah, Aira merasa senang Alex sudah kembali,
Ia segera membuka pintu tak lupa senyuman yang terkulas dibibirnya, setidaknya bisa melakukan sesuatu untuk meredakan Amarah suami.
"Udah saya duga bapak pasti pu...."
"Lang...."
Tamat sudah riwayat Aira, orang yang paling diharap untuk tidak pulang lebih dulu sudah berada didepannya.
Reva berdiri didepannya sambil tersenyum, merasa senang karena disambut menantunya, lain pula Aira, Wajahnya pucat.
"Nungguin bundaa ya?"
"E...e..Bunda.."
"Kok kamu yang buka pintu nak?" tanya Reva sambil berjalan masuk.
"Iya bunda, bibi lagi gak dirumah" ucap Aira kikuk.
"Oiyaa? Kok tumben, apa anaknya sakit ya?"
"Kenapa gak nelfon bunda dulu si bibi" gumam Reva.
"Ee..enggak Bun, Pak Alex yang ngizinin bibi pulang lebih cepat"
Dahi Aira sudah dipenuhi oleh keringat, Padahal ruang tamu ini diberi AC.
Sialnya Aira malah kelepasan menyebut nama Alex, Aira mengigit bibirnya panik.
"Mck..dasar Alex, pasti alasan dia doang buat berduaan sama kamu" Reva terkekeh.
Mertuanya itu duduk disofa sembari melihatnya. Aira hanya menyengir.
"Ayah mana Bun?bukannya tadi didepan?" tanya Aira.
"Beli sate katanya, bunda sampai diturunin depan pagar..Jahat banget"
"Eh..Tapi katanya bunda mau pulang malem?"
Aira berusaha mencari topik pembicaraan sembari mengulur waktu, berharap Alex bisa secepatnya pulang.
"Rencananya gitu, tapi Ayah tuh udah ngedumel 'bun ayo pulang, disini ga seru' karena risih yaudah bunda pulang deh" Reva meniru bicara suaminya.
Aira mangut-mangut,vMatanya sesekali melihat kearah pintu dan handphone ditangannya.
"Bunda ganggu kamu berduaan ya?" Reva menyipitkan matanya tersenyum curiga.
Aira menggeleng cepat.
"Enggak bundaaaaa" ucapnya gelagapan.
"Kamu kenapa sih? celingak -celinguk seperti orang linglung"
Reva mendapati gerak geriknya yang gelisah.
"Mana nih suami kamu, gak turun?"
"Emm..itu pak Alex lagi keluar bun"
"Kamu kok gemeteran?"
"A-anu bun.." Aira mengusap punggung lehernya gugup.
"Hm?"
"Kedinginan bun-Aira kedinginan nih"
Ia mengusap-usap lengannya seolah-olah menggigil, Reva menatap lekat menantunya.
"Tapi kok..dahi kamu keringetan gitu nak?" Reva menunjuk kearah dahi Aira.
'Ow ****'
"Enggak kok bun ini bekas nyuci muka tadi" elaknya.
Reva bangkit menghampirinya.
"Kamu bohong ya?" tebaknya.
Tubuh Aira menegang, sial bagaimana bisa mertuanya tau.
'IYAA BUNDAA AKU BOHONG😭😭'
__ADS_1