
"Sa-saya kesitu?" tanya Mira.
Raka mengangguk, dengan ragu-ragu Mira mendekat kemobil Raka, lebih tepatnya kehadapan Raka.
'Woi kaki, tolong tenang jangan gemeteran'
"Tadi kamu bilang apa hum?"
'Oh my god cakepnya kebangetan'
"Nu-nunggu jemputan" ucap Mira gugup.
Raka mangut-mangut.
'Ini kita pacaran gak sih woi?'
'Kaku banget kayak baju kelamaan dijemur'
"Jadi belum dijemput juga?" tanya Raka lagi.
Mira tersenyum kaku.
"Enggak bisa jemput, ban mobilnya pecah.."
"Lama dong ya?"
"Hum, udah dulu ya pak, saya mau pulang" ucap Mira.
Rasanya bingung harus apa, Mira malu kalau minta diantar pulang Raka, karena pria itu tidak menawarinya.
"Naik apa?"
'Nanya mulu, wawancara apa gimana, tawarin kek pacarnya ini naik'
"Naik gr*b pak"
"Bareng saya aja" ucap Raka.
Mira mendelik.
'Pak mukanya selow aja dong'
"Sa-saya?"
"Iya, kamu masa yang lain.. ayo" ucap Raka tersenyum lembut.
Mira membuka pintu belakang mobil Alex dan duduk disana.
"Loh, kenapa duduk dibelakang?disamping saya sini" ucap Raka.
Degh degh..
Wajah Mira merah padam, ia tidak bisa, ia malu dan ingin turun saja dari mobil Raka.
"Mira?"
"Malu" ucap Mira pelan.
Raka terkekeh.
'Lucunya'
Raka menyalakan mobilnya, ia membiarkan Mira duduk dibelakang. Maklum baru resmi jadi sepasang kekasih.
Diperjalanan, suasana cangung menyelimuti mereka, Raka memutar lagu lewat radio mobilnya, sesekali ia melirik Mira lewat kaca. Gadis itu melihat keluar jendela dan jari-jemarinya terus bergerak karena gugup.
'Suasana macam apa ini, aku berasa nyulik dia, dia emang gak ikhlas aku antar pulang?'
"Ekhem.."
Raka berdehem, jantung Mira ingin mencelos keluar. Ia tidak berani bersuara ataupun membuka topik percakapan.
'Kok gak ngomong juga?' tanya Raka dalam hati.
'Aku aja yang nanya ya? biar gak canggung'
"Rumah kamu dijalan mana?"
"Jalan xx komplek x" jawab Mira.
"Saya antar sampai mana? depan rumah ya?" tanya Raka.
"Gak ngerepotin tuh pak?"
'Yes berhasil kamu Raka'
"Enggak, apa yang ngerepotin? saya cuma antar pacar saya"
Mira tersenyum,lagi-lagi kaku, ia berdebar sekali.
"Bunda kamu udah dihubungi? atau mau kita susulin aja, bunda dibengkel mana?"
__ADS_1
'Baru jadian mau ketemu Bunda langsung?! plis pak Raka gue makin cinta!' dalam hati Mira berteriak.
"E-enggak usah pak, Bunda udah nyampe rumah kok" ucap Mira.
"Ooh gitu, kamu kenapa gak bawa mobil sendiri Mira? belum punya sim?"
Mira menyengir, ia mengusap belakang lehernya.
"Itu...Sebenernya saya udah punya sim pak, tapi saya gak mau bawa mobil 'lagi'" ucap Mira.
"Lagi? berarti sebelumnya pernah ya?"
"Pernah, saya gak bawa mobil lagi karena trauma pak"
"Trauma? kamu pernah kecelakaan? luka dimana? parah?" tanya Raka khawatir.
Mira terkekeh.
'Alhamdulilah dia mau ketawa' ucap Raka dalam hati.
"Bisa dibilang kecelakaan pak, saya pernah nabrak pagar orang dikomplek sampai masuk halaman rumahnya" ucap Mira.
Mira tertunduk malu, ia baru saja menceritakan kecerobohan terbodohnya.
Raka tertawa lepas, pacarnya ternyata amatiran dalam mengemudi.
"Haha, terus-terus?"
"Saya mau dilaporin kepolisi, untungnya ayah saya bicara sama pihak mereka, jadi gak dituntut lagi, ayah yang ngerenovasi pagar sama halaman mereka"
Raka menggeleng tak habis pikir.
"Ayah kamu marah pas tau kamu nabrak pagar orang?"
"Ayah malah ketawa, sampai berhari-hari diledekin mulu" bibir Mira mengerucut kedepan.
"Haha saya kalau jadi ayah kamu juga gitu, lagian kamu ceroboh banget" ejek Raka.
"Gak tau, pertama kali dapat sim, bawa mobilnya baik-baik aja, eh besoknya gemeteran"
Raka terus tertawa lepas, hingga Mira kesal.
"Udah, jangan diketawain!" protes Mira.
"Ya kamu lucu"
Alex meledek Mira, gadis itu cemberut bukan main.
"Oke-oke saya diem, jangan cemberut"
"Senyum dong, nanti saya cari pacar lain nih"
Mira menatap sinis Raka.
"Bercanda"
"Yain"
"Sayang" panggil Raka.
Telinga Mira memerah, apa itu? Raka barusan memanggilnya sayang. Mira ingin terbang ke khayangan mendengar mulut pria itu sudah mulai memanggilnya sayang.
"Kita lagi diluar kampus, bicara santai aja, saya juga anak gaul" ucap Raka.
"Iya pak"
"Jangan panggil pak, panggil aja Raka"
"Gak sopan kalau gitu" ucap Mira.
Raka menarik sudut bibirnya.
"Boleh pake sayang atau honey"kekeh Raka.
"Itu mah maunya bapak"
"Saya panggil kakak" lanjutnya.
"Kakak? boleh, kalau gitu saya panggil adek ya?"
Mira mengangguk malu.
Raka senyam-senyum, akhirnya suasana menjadi lebih hidup, usahanya untuk banyak tanya berhasil.
Tak terasa mereka sampai didepan rumah Mira, Mira turun dari mobil, ia menatap bingung Raka yang ikut turun sambil merapikan pakaiannya.
"Loh bapak ikut turun?" tanya Mira.
Raka tersenyum sumringah.
"Mau ketemu mertua"
__ADS_1
"Hah?!" kaget Mira.
"Ba-bapak bohong kan?"
"Buat apa? masa iya saya antar kamu sampai disini? gak gentle banget, saya harus pamit ke bunda kamu" Raka mulai melangkah.
Mira menarik lengan pria itu.
"Pak...tunggu dulu"
"Apa lagi?"
"Kita kan baru jadian, masa langsung ketemu bunda" ucap Mira.
"Ya saya gini karena serius" Raka melepas tangan Mira.
Mira membeku sambil melongo, ia mau pingsan sekarang juga. Apa kata bundanya kalau sampai tau ia berpacaran dengan dosennya sendiri.
"Pak" panggil Mira lagi.
"Apa sayang?"
"Mobilnya gak dibawa masuk?"
Raka menepuk jidatnya.
"Astagfirulloh lupa, karena gerogi nih" ucapnya.
Raka berlari kecil kembali masuk kedalam mobil, sedangkan Mira membuka pagar rumahnya.
'Dikira jalanan punya nenek moyangnya'
Mobil Raka masuk kehalaman rumah Mira, Mira menutup kembali pagarnya.
"Kak Mira, siapa tuh?" tanya sindi dari atas balkon, itu tentangga sebelah Mira.
Mira menyengir.
"Temen Sin" ucapnya.
"Ganteng tuh, gebet dong" ejek sindi.
Mira membulatkan mata, Raka yang mendengar tersenyum bangga dirinya dipuji.
"Masuk dulu ya Sin"
Sindi cekikikan.
Mira menarik Raka.
'Aduh pak Raka sih, pake acara mau ketemu bunda'
"Itu tetangga kamu ya?"
"Iya, cantik kan?"
"Enggak cantikan kamu, bilangin makasih juga ya saya dibilang ganteng"
Mira berdehem.
Tok..Tok..
Cklek..
Pintu terbuka, muncullah pembantu rumah tangga Mira.
"Eh Non udah pulang" sapanya.
Si mbak melirik pria disamping anak majikannya itu.
"Oh bawa temen ya, silahkan masuk" ucap si mbak ramah.
Raka masuk kedalam rumah.
"Kak duduk dulu ya, biar aku bikinin minum" ucap Mira dengan pola bicara santai.
"Iya dek"
"Eh gak usah Non, biar mbak aja" cegah si mbak Lara.
"Enggak mbak, aku mau bikin sendiri, mbak temenin kakak disitu " ucap Mira.
Si mbak menurut, ia duduk menemani Raka.
"Orang tua Mira kemana mbak?" tanya Raka.
"Nyonya masih mandi diatas, kalau tuan ngurus bisnis di luar negeri" ucap Mbak Lara.
"Ooh.."
"Kakak ini, teman sejurusan atau gimana? saya gak pernah liat"
__ADS_1
"Saya-"
"Wah ada tamu yaa"