
Mira dengan sopan mengetuk pintu Raka, ingat! Raka itu orang yang ditaksir oleh Mira.
"Permisi pak" ucap Mira lemah lembut.
Oh ayolah kemana suara lantang dan auman singa mu Mira?.
"Ya, silahkan duduk" ucap Raka.
Mira duduk, senyuman yang terulas dipipi tak luntur sejak tadi. Raka tidak begitu perduli, ia sibuk pada kegiatan didepannya.
Mata Mira bisa melihat handphone dengan casing berwarna kuning milik Aira ada didekat komputer Raka.
"Ada perlu apa?" tanya Raka.
Mira mengalihkan pandangan.
"Ehm..Saya mau ambil handphone temen saya pak, tadi ketinggalan" ucap Mira.
"Kenapa kamu yang kesini? mana teman kamu itu?"
"Dia lagi ditoilet pak, makanya minta saya yang wakilin" ucap Mira.
"Kalau bapak gak percaya, bapak bisa cek kekamar mandi perempuan yang ada dikampus" ucapnya lagi untuk meyakinkan.
Jangan ragukan Mira soal berbohong!.
Tentu Raka menolak, ia percaya ucapan Mira.
'Mira dilawan? Haduh masih kalah jauh' ucap Mira dalam hati.
"Hum..Ini, lain kali jangan ditinggal disini, saya gak buk rental hp" ucap Raka.
Tangannya menyerahkan handphone milik Aira ke Mira.
"Si bapak ngelawak" kekehnya.
Raka mengernyit.
"Eh maaf pak, saya permisi dan terimakasih hpnya gak dijual" ucap Mira lalu terkikik pelan.
Disisi lain Aira menunggu kedatangan benda pusaka miliknya dengan perasaan gundah.
'Dikasih gak ya?'
'Pasti dikasih kan?'
'Gak perlu gue jemput kesana'
'Kalau gak dikasih gimana?'
'Huwaaa mama'
"Aira" panggil Mira.
Aira menoleh kearah pintu, ia bisa bernafas lega saat melihat handphonenya ada ditangan Mira. Buru-buru ia menghampiri Mira.
"AAaaa Mira thanks babe" girangnya.
"Lo ter the best pokoknya"
Mira mengusap pucuk hidung menggunakan ibu jari.
"Biasalah" ucapnya pede.
"Kok lo cepet banget dapetinnya?" tanya Aira.
Mereka berdua jalan ketempat duduk.
"Awalnya dia gak mau kasih, terus gue kadalin deh" celetuk Mira.
Pak!
Aira memukul pundak Mira sambil tertawa. Mira yang malang, selalu jadi korban kekerasan dalam persahabatan oleh Aira.
"Ahaha lo emang jago ya, bunda lo aja bisa lo kadalin, apalagi Dosen" ucap Aira.
Mira menatap sinis Aira.
"Tangan anda tidak menabok satu hari aja bisa gak?" protesnya.
__ADS_1
"Ululu maaf, reflek tangannya" elak Aira.
"Huh!, traktir gue ayam kentaki titik!"
"Ayam kentucky bun bukan kentaki" ralat Aira.
"Cinta indonesia ini bro" Mira membela diri dengan wajah songongnya.
"Bukan cinta indonesia, itu pembodohan namanya" cibir Aira.
Mira langsung terdiam.
"Dalem banget mulut lo kalau ngomong" ucap Mira.
Sekitar pukul satu siang, Aira berada disebuah Cafe dengan Mira, mereka sudah menghabiskan dua gelas minuman soda dan satu paket ayam goreng.
Sesuai permintaan Mira, Aira membawanya makan. Suami puan banyak uang kenapa tidak dihabiskan, begitulah prinsip Aira.
"Bentar lagi Gilan bakal wisuda" ucap Mira tiba-tiba.
"Oh" balas Aira.
Ia malas mendengar nama pria itu apalagi menyebutkannya, membuat Aira muak.
"Eh lo ngerasa gak sih...Ini bukan gue mau gimana-gimana ya, tapi Gilan sama Nana kayaknya gak balikan beneran deh" ucap Mira.
Aira mengerutkan dahi.
"Maksud lo?"
Bibir Mira miring kekiri, tampak berpikir.
"Bisa gue simpulin dari dikantin kemarin, si Nana terus yang ngoceh terus cari perhatian, tapi Gilan acuh..Suer Ra acuh banget" ucap Mira.
"Sama Nana tuh kayak terserah lo deh mau jungkir balik kek apaa kek gitu"
"Bodoamad gitulah" lanjutnya.
Jika diingat-ingat, memang yang dikatakan Mira benar, dari kemarin Gilan seperti tidak menerima kehadiran Nana. Aira sempat bertemu Nana dengan Gilan, Gilan terlihat mendorong tubuh Nana agar berhenti mengandengnya.
"Tapi balik lagi Ra, kita biarin aja, mau sandiwara gimana pun gak ada gunanya"
"Lo udah nikah dan gue on the way" ucap Mira.
"On the way sama siapa lo?"
"Liat aja nanti"
Mira mengedipkan sebelah matanya.
Aira dan Mira melanjutkan acara makan-makan mereka. Hampir setengah jam akhirnya semua makanan ludes.
"Alhamdulilah, gue belom sarapan dari pagi" ucap Aira.
"Emang ngapain sampai gak sempet?"
Aira bingung harus menjawab apa.
"Gue ke-kelamaan mandi jadi lupa, kalau pak Alex mah sempet sarapan" ucap Aira.
Eit! Tunggu tadi Aira menyebut Alex bukan?.
Aira tersadar, lalu mengambil handphone ditasnya. Alex tidak menghubunginya sejak tadi, bahkan Aira sendiri lupa mengabari.
"Pak Alex gak ada chat gue" gumam Aira.
"Mungkin sibuk"
"Enggak, sesibuk apapun pasti chat"
Mira menyentuh dadanya.
"Ow so sweet" ucapnya.
Aira mengklik room chat Alex, ini juga menjadi salah satu kepanikan Aira tadi adalah nama kontak Alex yang special.
...Suami tampan dan panasku❤...
^^^Assalamuallaikum akhy?^^^
__ADS_1
^^^Apa gerangan akhy tidak^^^
^^^Mengabari istrimu ini?^^^
Waalaikumsalam..
Saya lupa, saya kira ini
Pembantu saya..
Mata Aira membelalak membaca pesan yang dikirimkan Alex, ia langsung menelfon pria itu.
"Apa maksud anda?" tanya Aira berdrama.
"Saya bercanda"
"Dih, ngeles" cibir Aira.
Aira bisa mendengar Alex terkekeh, Mira juga mendengarnya.
"Suami lo bisa ketawa juga ya" bisik Mira.
"Kan dia manusia ibuk" ucap Aira.
"Kamu sama siapa?"
"Sudah makan?" tanya Alex.
Aira melihat ke mejanya yang berserakan tulang ayam lebih dulu.
"Belum, belum makan"
"Yasudah nanti pulang sekalian beli, kamu sama siapa?"
Mira dan Aira tatap-tatapan kaku saling tersenyum, lalu Mira mengambil handphonenya juga. Ya tuhan, ide apa yang dipikirkan dua manusia ini.
"Ee-itu-sama-sama" Aira sengaja menggagap-gagapkan suaranya seolah-olah menyembunyikan sesuatu.
"Sama siapa Aira?"
Suara Alex meninggi, pria itu kelihatan cemas sehingga mengundang kikik-kan dari dua manusia itu.
"Sama temen kok, sama Mira" ucap Aira.
Tiba-tiba Mira mendekatkan handphonenya ke handphone Aira, muncul suara laki-laki dari sana.
"Siapa itu Ra?"
Suara berat itu muncul dari aplikasi pengubah suara yang dibuat dengan suara Mira.
"Sejak kapan suara Mira berubah?"
"Saya tanya kamu Aira"
Aira dan Mira sudah setengah mati menahan tawa, sampai memegangi perut.
"Itu Mira abis operasi gender" jawab Aira.
Tuttt..Tuttt..
Panggilan diAkhiri sepihak oleh Alex, Aira akhirnya tertawa lepas, ia berhasil membodohi Alex. Mereka berdua tertawa hingga terpingkal-pingkal sampai menjadi pisat perhatian orang-orang.
"HAhahaha langsung dimatiin telfonnya"
"Aduh capek banget, punya suami mau aja diprank hahaha.."
"Nanti dia ngambek gimana Ra?" tanya Mira.
"Aman" Aira tersenyum puas.
Puas tertawa, keduanya memutuskan kembali kekampus. Mira sengaja memesan Driver online dikampus sekalian menemani Aira.
"Gue duluan ya, semoga gak diomelin karena prank pak Alex" ucap Mira.
"Hahaha tinggal bilang idenya Mira" ceplos Aira.
Mira menatap sinis Aira, beginilah kalau punya teman yang selalu membawa namanya agar selamat dari permasalahan.
'Pulang dari sini harus ceritain semuanya ke pak Alex!' Tekat Aira dalam hati
__ADS_1