Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-185


__ADS_3

Aira senyum-senyum sendiri sembari memandang pantulan dirinya lewat cermin, sebentar lagi ia akan pergi ke villa bersama Alex, ingat! hanya berdua.


Berduaan, tidak ada yang menganggu, kembali seperti anak muda yang baru menjalin hubungan, ah~ Aira sangat menantikannya.


Sudah lama tidak jalan-jalan bahkan sampai menginap.


Masa gadisnya akan kembali haha.


"Uuuhm, pulang nanti berat badan pasti naik" ucapnya memegang kedua pipi yang sudah tembam.


"Bener kata mas Alex, aku gemesin hehe"


"Gemes gini apa gak tambah cinta dia" gumam Aira.


"Iiish punya suami kenapa bisa ganteng banget ya" Aira meremas kedua tangannya karena greget membayangkan wajah rupawan suaminya.


Alex masuk kedalam kamar dengan menggendong Atiya, ia mendapati sang istri yang menatap cermin sembari bergerak kekanan dan kekiri.


"Tuh mama nak" ucap Alex.


Aira belum menyadari kehadiran Alex.


"Aira" panggil Alex.


Wanita itu tersentak.


"Eh?!"


"Kamu ngapain didepan cermin begitu?"


"Emm, ini rutinitas malam hehe"


"Atiya udah bobo?"


Alex mengangguk.


Aira mendekat, ia memandang wajah gembul Atiya. Matanya penuh kasih, melihat Atiya yang terlelap, muncullah rasa sedihnya.


Ia jadi ragu dan tidak tega meninggalkan Atiya selama tiga hari, padahal tadi Aira sangat bersemangat.


Alex menunduk melihat wajah istrinya.


"Hei? kenapa sayang?" tanyanya khawatir.


"Liat Atiya jadi gak tega mau ninggalin"


'Oooh sedih jadi ga tega karena liat wajah baby'


"Atiya mas taruh ditempat tidurnya dulu ya" ucap Alex.

__ADS_1


Aira mengangguk lemah.


Jadi terharu melihat wajah Aira yang seperti itu, Alex harus menghibur pujaan hatinya.


Atiya sudah digeletakkan, Alex menghampiri Aira, diraih lalu digenggamnya tangan wanita itu sembari tersenyum hangat.


"Duh sedih begini mas gak bisa lihat kecantikannya" goda Alex.


Aira menatap Alex.


"Kamu sekarang udah jadi ibu, jauh beda sama yang dulu, mas terharu" ia mengusap pipi istrinya.


"Mas kasih dua jempol buat kamu, atau mau sepuluh jempol? ah tapi jempolnya cuma ada empat sayang, dua jempol tangan dan dua jempol kaki" ucap Alex dengan nada sedih.


"Pinjem jempol kamu dulu deh biar delapan, dua lagi minjem Rachel" candanya.


"Ya ampun apasih mas" kekehnya.


Alex mencolek hidung Aira.


"Manis banget kalau ketawa, mas sampai deg-degan"


Aira mencubit lengan Alex.


"Mas!"


"Aduh dipanggil mas" Alex menyenderkan kepalanga dibahu Aira, seolah-olah tubuhnya lemas.


"Coba panggil mas lagi" pinta Alex.


"Ma-mas?"


"Tuh kan makin lemes Ra, kamu tanggung jawab" ucap Alex.


Pipi Aira memerah.


"Udah ih, berat kamu" protesnya.


Alex tertawa sembari menegakkan tubuhnya, ia langsung menangkup kedua pipi Aira dengan gemas.


Hari-hari gemas dengan Aira.


"Kalau kamu mau kita pergi bawa Atiya?" tawar Alex.


"Bawa Atiya?"


Alex mengangguk cepat.


"Tapi kita mau pacaran, gimana pacaran bawa bayi?" tanya Aira.

__ADS_1


Alex menguyel-uyel pipinya.


"Tadi istriku yang cantik ini gak tega ninggalin anak, sekarang diajak bawa anak malah-"


"Ga gitu cintaku" potong Aira, ia ikut menangkup kedua pipi Alex.


"Satu sisi aku pengen berduaan sama kamu mas, disatu sisi lagi sedih karena ninggalin Atiya, tapi kalau dibawa kasian anaknya, disana pasti dingin" ucapnya.


Alex mangut-mangut sembari memajukan bibir.


"Jadi mau gimana hum? gak usah ke villa? ketempat terdekat aja?" tanya Alex.


Aira berpikir sejenak.


"Cuma tiga hari, Kita bisa berduaan" bisik Alex.


Ia mencoba menghasut istrinya sendiri. kapan lagi bisa begini selain libur panjang seperti ini, orang tuanya juga tidak keberatan jika harus menjaga cucu mereka.


Alex ingin memberi istrinya ruang untuk beristirahat, menyenangkan istrinya dengan menghabiskan waktu bersama.


Menjadi seorang ibu tidak mudah, Alex sudah banyak mencari tau tentang itu, sangat mengkhawatirkan baginya, ia harus bisa menjadi suami yang sigap dan bisa diandalkan.


Aira jangan sampai kurang kasih sayang darinya.


"Gimana?"


"Kita pergi ke villa" ucap Aira.


Alex tersenyum lebar.


"Jangan berubah pikirannya" ucap Alex.


Aira mengangguk.


Alex memeluk erat Aira, menyalurkan kasih sayangnya pada wanita itu. Sesulit apapun yang akan mereka hadapi Alex akan selalu ada didekat Aira dan terus memeluknya dengan erat.


"Mas, aku penasaran kenapa kamu ngotot banget bawa aku ke villa?" tanya Aira.


"Buat nyenengin kamu, intinya apapun yang kamu inginkan bakal mas turuti sesuai kemampuan dan isi atm" kekehnya.


Aira tertawa.


"Atm masih aman aman tuh mas" ucapnya.


"Iyaa makanya kamu belanja, biar gak stress dirumah, atau mau mas..."


Aira mendongak, mereka saling lihat, Alex menaikkan satu alisnya sembari tersenyum mesum.


"Apa?" Aira menantangnya.

__ADS_1


"Iiishh lucu banget kamu" Alex yang gregetan mempererat pelukannya seperti memeluk boneka.


"Mas! Ya Allah sesak napas aku" eluhnya.


__ADS_2