Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-141


__ADS_3

Aira menepuk-nepuk jidatnya.


"Yang hamil gue, tapi pak Alex yang berubah sifatnya" kekeh Aira.


"Makan dulu ah~ baru siap-siap sholat"


Aira menarik kursi lalu duduk menyantap bakso bakar yang sudah ia panaskan.


"Banyak banget ini..sanggup gak ya?" ucap Aira.


"Pak Alex beli berapa sih ini..." gumam Aira.


Aira terus menyuap satu demi satu baksonya, sampai ia tidak sadar bakso yang tadinya ia pikir tidak sanggup untuk dihabikan malah ludes.


Ia melongo.


"Astagfirulloh..Sanggup gue makan sebanyak ini"


"Kok gak nyadar?"


"Ck..Ck.." decapnya.


Aira mengusap perut besarnya.


"Sayang..Kamu tuh bikin mama doyan makan ya?" tanya Aira pada sang bayi yang masih ada didalam perutnya.


"Iya nak?"


Aira terkekeh.


"Haha gakpapa mama gak marah kalo kamu doyan makan, kita porotin uang papa ya nak?"


Aira menunduk sejenak seolah-olah mendengar jawaban sang Anak.


"Hu'um nak..Nanti join persatuan mama sama tante Rachel ya mau ya?" tanya Aira.


"Nama persatuannya? PMAM nak, persatuan membuat Alex menderita haha" kekehnya.


"Mama jahat?"


"Ih enggak, mama baik dan murah hati"


Aira sedang mengajak ngobrol calon bayinya.


"Airaaa" panggil Alex.


"Tuh denger gak?"


"Itu suara papa, lagi otw kesini" ucap Aira.


"Mau kita hitung?"


"Oke! Mama hitung ya.."


"Satu..."


"Dua.."


"Tiiga.."


"Aira..kamu tau kaos kesayangan mas yang warna cream? Mas cari gak ketemu.." suaranya lemah.


Alex muncul didepan pintu masuk dapur, dengan bertelanjang dada. Pria itu tampak mengadu.


Aira menunduk.


"Bener kan hitungan mama" ucapnya.


"Aira.." rengek Alex.


Aira menatap pria didepannya.


"Ya ndak tau..kok tanya saya" ucap Aira.


Alex menatap tajam istrinya.


'Ya Allah baperan'


'Dipikir baju dia warna cream cuma satu ? Suka heran liat pak Alex, nyari baju cuma kasih clue warna doang, gak ada clue lain apa?'


"Baju kamu yang warna cream gak cuma satu mas.."


"Iya sih.."


"Ehm..."


Alex berpikir.


"Kamu cariin gih" pintanya.


Aira menghela nafas.

__ADS_1


Ia bangun dari kursi dengan perlahan, sedikit sulit bangun dari kursi karena perutnya yang besar.


Ia melangkah mendekati Alex.


"Besok-besok jangan cari yang gak ada, pakai aja apa yang ada, kaos mas kan banyak" ucap Aira.


Alex menekuk bibirnya kebawah.


"Itu kainnya adem Ra.." ucapnya pelan.


"Hem.."


Pria itu mengekori Aira dari belakang sampai kedalam kamar. Aira langsung membuka lemari pakaian.


Mata membulat kaget, Ia sudah melipat dengan rapi semua pakaian disana..Tapi semua pakaiain itu lipatannya sudah tidak beraturan dan berantakan.


Aira menatap tajam Alex.


Pria itu menyengir.


"Nanti diberesin" ucapnya.


"Siapa yang beresin?" tanya Aira.


"Kamu"


'Sabar Ra..dia capek kerja..gak boleh marah'


Aira mulai menaruh keatas ranjang tidur pakaian-pakaian yang berantakan.


Aira memberikan suaminya pakaian lebih dulu agar menutupi tubuh bagian atasnya.


"Ini?" tanya Aira menunjukkan kaos lengan panjang berwarna cream.


Alex menggeleng.


Aira menunjukkan lagi pada pria itu kaos berwarna cream, pria itu terus menggeleng.


'Aduh..kok pegel kaki gue..'


Karena pegal bediri mencari kaos yang Alex minta, Aira duduk ditepi ranjang.


"Kamu kenapa?" tanya Alex mendekati Aira.


Aira memijat pinggulnya, ia menggeleng pelan.


"Kamu gak ingat ditaruh dimana kaos mas?" tanya Alex.


"Atau masih di tempat laundry?"


Aira memejamkan matanya.


"Aku lupa besok aku cari.."


"Coba kamu kekamar Rachel, dan check ke bawah, itu kaos kesayangan mas" pinta Alex.


"Iya mas.."


"Sekarang Aira..Sepuluh menit lagi adzan, mas mau ke mesjid"


"Mas.."


"Kamu gak bisa pakai yang ada aja? Aku lupa dimana naruh kaos kamu, aku lagi hamil, gak tahan berdiri lama-lama, perut aku ini berat..Aku juga capek..baju-baju ini udah aku rapiin kamu berantakin lagi" ucap Aira.


Mata Aira berkaca-kaca, pinggulnya terasa ngilu, Aira kesal, tidak mudah baginya kesana kemari.


Alex menatap mata Aira.


"Aira mas gak-"


"Capek mas, aku yang ngandung, aku yang ngurus rumah, kamu gak ada mikir gitu? Istri aku capek gak? Atau kamu inisiatif check sendiri kemana bajunya..Lagian semua baju sama aja kan?"


Alex membeku.


"Capek mas..aku capek.."


Aira menutupi matanya dengan tangan kanan, ia menangis. Sesak sekali, ia tidak mau marah pada Alex tapi Aira tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Maaf mas ngerepotin kamu.." ucap Alex pelan.


"Mas cari pembantu aja ya?"


Aira lebih suka mengerjaan pekerjaan rumah sendiri setelah menikah, rumah mereka juga tidak terlalu besar dan mewah. Ia sanggup untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.


"Hiks.." isaknya.


Tangan Alex ragu-ragu ingin menenangkan Aira, ia tidak berani memeluk Aira yang terisak, karena sadar akan keteledorannya.


Alex salah, ia tidak peka dengan keadaan istrinya.


"Hiks...Hiks..."

__ADS_1


Alex berlutut didepan Aira, ia meraih tangan kiri Aira lalu mengusapnya.


Tangan wanita itu dingin dan gemetar.


"A-apa susahnya sih mas..pakai yang udah aku rapiin dilemari.."


"Sayang..Mas salah..jangan nangis.."


Ia mendongak melihat Aira.


"Mas gak peka sama keadaan kamu, mas nyusahin kamu.."


"Jangan nangis, hati mas sakit liat kamu kayak gini..Maafin mas yah?" ucap Alex pelan.


Aira menangis sesegukan.


Alex menurunkan tangan kanan Aira yang menutupi wajahnya lalu menggenggam kedua tangannya, Aira memalingkan wajahnya.


"Sayang.." panggil Alex pelan.


Alex menghela nafas pelan, ia beralih menatap perut Aira, perlahan Alex mengusapnya.


"Papa salah, maaf buat kalian sedih" ucap Alex.


"Anak papa juga sedih ya liat mama nangis?..Bantu papa nenangin mama ya?"


Aira mendengarkannya.


Alex berdiri, masih menggenggam tangan Aira, Aira enggan menatap matanya, wanita itu masih menangis.


Alex semakin merasa bersalah.


Ia akhirnya memeluk Aira.


"Lepas!" ucap Aira.


Aira berusaha memberontak dengan mendorong tubuh Alex.


Tapi Alex tidak mengindahkannya.


"Lepas! Mas memang gak sayang kan sama aku?" ucap Aira.


Alex menggeleng, ia mengerarkan pelukannya.


"Mas sayang kamu, sayang banget"


"Bohong!" bantah Aira.


"Demi Allah Ra.."


Barulah Aira berhenti memberontak.


"Mas jahat!" ucapnya.


"Iya mas jahat"


Ditengah-tengah mereka berpelukan, adzan sholat maghrib berkumandang.


Alex melepas pelukannya.


Ia mengusap kedua pipi Aira sambil tersenyum lembut.


"Udah adzan..Mas kemesjid dulu ya?" tanya Alex.


Aira hanya mengangguk.


"Sayang.."


"?"


"Suaminya mau izin pergi ke mesjid, jawab dengan baik" ucap Alex.


"Iya.."


Alex tersenyum, ia mengecup kening Aira.


"Mas minta maaf.." ucapnya lagi.


"..."


"Lusa mau kerumah mama?" tawar Alex.


Mata Aira terbuka lebar, tapi ia segera bersikap biasa. Alex ingin meminta maaf dan membuatnya senang kembali.


"Oke..kamu mau, lusa kita kerumah mama yah..."


"Mas pergi dulu"


Alex memajukan tangannya supaya dicium Aira.


"Assalamuallaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Ternyata ibu hamil itu emosinya ngeri ya, mudah tersinggung terus nangis😤aku nonton film gitu wkwk terus kepikiran bikin part kyk ini :v


__ADS_2