
Alex dengan penuh semangat melajukan mobilnya masuk kepekarangan rumah orangtuanya, ia turun dari mobil dengan senyuman lebar. Tangan kirinya membawa kotak berisikan capcuke dan sebuah kantong plastik berisikan coklat.
"Assalamuallaikum" ucap Alex saat memasuki rumah.
Si Bibi berlari kecil kearahnya.
"Waalaikumsalam den, akhirnya aden pulang" ucap bibi.
Alex mengerutkan dahi, tidak biasanya bibi menunggu kedatangan dirinya.
"Bibi nunggu saya?"
Bibi menggeleng.
"Bukan saya, tapi non Aira dari tadi tuh gelisah nungguin aden pulang" ucap bibi.
Alex tersenyum, Aira begitu merindukannya sampai gelisah.
"Yasudah bi, Aira kemana?"
"Barusan kekamar den" ucap bibi.
"Wah aden bawa kue sama coklat, seperti mau pergi kencan" goda sibibi.
"Ini buat Aira bi"
"Masyaallah manisnya"
"Saya kekamar dulu ya bi, saya kangen sama Aira"
Bibi mengacungkan jempolnya sambil cekikikan.
Alex segera menghampiri pujaan hati yang membuatmya berdebar sejak tadi pagi, dengan perlahan Alex membuka pintu, ingin membuat kejutan untuk Aira dengan kepulangannya.
"Aira Al-"
Greb!
Belum selesai Alex bicara, Aira langsung memeluknya erat, kepalanya berada diceruk leher Alex.
Syukur Alex memegang kotak cupcake dengan baik, kalau tidak kue itu pasti jatuh mengenaskan dilantai.
"Akhirnya Mas pulang" ucap Aira dengan nada sedih.
Aira melepas pelukannya, bibirnya manyun kedepan.
"Iya saya pulang" Alex tersenyum, tangannya merapikan rambut Aira yang menutupi wajah.
"Pesenan saya?" tanya Aira.
Alex memberikan cupcake dan coklat pada Aira.
"Makasihh mas, mas baik banget"
Aira menarik tengkuk Alex,menghadiahi kecupan dibibirnya lalu pergi begitu saja keatas tempat tidur, Alex diam membeku.
Tangannya menyentuh bibirnya yang baru saja dikecup Aira, ia tersenyum.
"Mas mau?"
Aira membuka kotaknya lalu menyodorkan satu buah cupcake pada Alex, Alex menggelengkan kepalanya.
"Buat kamu, saya mau mandi" ucap Alex.
Aira menaruh kembali cupcake ditangannya, ia merasa tak terima kalau pria itu mau pergi mandi.
"Stay with me please" pinta Aira, raut wajahnya dibuat imut.
"Saya harus mandi Aira, kalau gak saya gak boleh deket kamu" ucap Alex.
Aira mencebik.
Ya tuhan Alex cuma ingin mandi agar lebih bersih dan steril saat menempel pada Aira, tapi Aira ini malah mencegahnya.
Alex mendekat lalu menyentuh dagu Aira.
__ADS_1
"Mas mandi sebentar, mas tetep stay nemenin kamu kalau sudah bersih" ucap Alex selembut mungkin.
Aira membuang muka layaknya anak kecil yang merajuk, argh! ini membuat Alex gila, sungguh!.
"Kamu mau babynya nanti kenapa-napa kalau papanya yang belum mandi deketin mamanya?" Alex mencoba melunakkan Aira.
Aira menoleh.
"Gapapa"
"Yasudah mamanya tega, papanya nurut" ucap Alex.
Aira diam berpikir, ia pun mengalah untuk membiarkan suaminya pergi mandi.
"Yaudah sana, dua menit" ketusnya.
"Dua menit saya baru buka baju"
"Tiga menit"
"Aira"
"Tujuh menit, gak mau tau" ucapnya.
"Saya biasanya-"
"Baby papa kamu gak sayang mama" Aira berbicara pada perut ratanya sambil mengusap-usapnya.
Aira barusan menyindir atau mengancam Alex?. Baik-baik Alex mengalah, ia tidak mau berdebat hanya karena mandi.
"Iya-iya saya mandi sekarang"
Aira tersenyum puas, ia menang.
"Salah, papa kamu baik loh sama mama" ucap Aira.
Alex masuk kekamar mandi, ia tertawa kecil melihat tingkah Aira yang seolah-olah mengajal bicara anak didalam perut, yang belum berbentuk bayi.
Aira sibuk mengunyah cupcake didalam mulutnya diatas ranjang, matanya menatap kearah depan, ia sedang menonton drama kesukaannya ditelevisi.
"Pak Alex lucu ya"
Hampir lewat tujuh menit, Alex tak kunjung keluar. Aira mendekat kearah pintu kamar mandi, ia mencoba mengetuk pintunya.
"Mas"
"Mas kok lama? janji cuma tujuh menit loh ya"
Cklek..
Pintu terbuka, Aira menelan saliva, matanya tidak berkecip sama sekali, saat melihat penampilan Alex yang errr sexy, dadanya yang bidang terekspos didepan mata Aira, ditambah rambut hitamnya yang basah.
"Maaf saya keramas tadi" ucap Alex.
Aira tidak merespon.
"Aira?"
Aira mengalihkan pandangan, mengedipkan matanya cepat.
"Ehm..Ke-kenapa lama?"
"Saya keramas"
Aira melirik lagi tubuh Alex, rasanya ingin memepuk tubuh pria itu tapi pikiran Aira segera mencegahnya.
"Mas, kayaknya anak kita nanti perempuan" ucap Aira.
Alex menaikkan alis.
"Kenapa kamu kepikiran perempuan"
"Karena dia saya rasanya gak mau ditinggal sama mas, dan ya...Pengen peluk..jujur nih, bukan modus" ucap Aira.
Alex terkekeh, ia menarik pinggang Aira, bibirnya mendekat ketelinga Aira.
__ADS_1
"Anaknya pinter, tau kalau papanya ganteng" bisik Alex.
Aira mendorong dada Alex.
"Y-ya makanya itu pasti perempuan ini" ucap Aira gelagapan.
Alex mencubit hidung Aira gemas.
"Sudah saya mau pakai baju" ucapnya.
Aira menahan tangannya.
"Mas udah mandi, saya belum mandi" ucapnya sedih.
Alex kaget.
"Kamu belum mandi?"
Aira mengeleng.
"Pagi udah, tapi siang ini belum, saya gerah" ucap Aira.
"Yasudah pergi mandi"
Aira menggeleng, tangan Alex diayun-ayunkannya sebagai bentuk penolakan.
Alex sampai menahan nafas melihat tingkah Aira.
"Kamu maunya gimana?"
"Mau mandi tapi gak mau kena air" ucapnya.
Alex melongo, dimana-mana kalau mandi ya pakai air, kalau bukan ya tidak mandi.
"Aira, kalau mandi harus kena air" ucap Alex.
Bibir Aira ditekuk kebawah.
"Dingin.." rengeknya.
Rahang Alex mengeras.
'Ayah, apa bunda dulu gini hamil Alex, tolong beri Alex solusi menahan diri' ucap Alex dalam hati.
Apa boleh buat Alex terlanjur gemas, ia menarik tengkuk Aira dan menyambar bibir merah milik Aira.
Aira sempat kaget dengan pergerakan tiba-tiba Alex, ia juga tidak bisa menolak.
Aira pun membalas ciuman manis dari bibir Alex hingga mereka berdua saling bertukar saliva, sama-sama terhanyut dalam ciuman yang memabukkan itu.
Ciuman Alex turun keleher jenjang Aira, Alex mencium dan menyesap hingga meninggalkan jejak merah dileher wanita itu.
Aira memejamkan mata menikmati ciuman dilehernya.
"Mas.."
Namun, semua itu hanya bertahan sesaat karena Alex dengan cepat menjauhkan dirinya meski napasnya telah memburu. Suara Aira menyadarkannya kalau istrinya itu sedang hamil.
Alex mengumpat dalam hati, hampir saja ia kelepasan.
"Aira maaf saya-"
Jari telunjuk Aira menyentuh bibir Alex, jujur Aira juga lupa diri.
"Jangan minta maaf, kalau sekedar ini saya gak masalah mas" ucap Aira.
Aira paham pria ini sedang mati-matian menahan diri.
"Mas pakai baju gih..Nanti masuk angin" ucap Aira.
Alex yang canggung bergegas mengambil kaos dari dalam lemarinya.
"A-nu...Aira saya lapar" ucap Alex.
Aira mengangguk, ia keluar kamar untuk menyiapkan makan siang Alex.
__ADS_1
Sepeninggalan Aira Alex menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, menyelusupkan wajahnya kedalam bantal.
"Bodoh, kenapa bisa kelepasan" kesalnya.