
Mampir yuk ke instagram author @rrezoi, akunnya emamg bersifat privat nanti aku konfir kok, aku bakal gabut disana, dan ngedit tentang novel ini!
"Nih yaa mas taruh sini piyama kamu"
Alex meletakkan dengan rapi piyama Aira diatas ranjang tidur.
Aira tersenyum.
"Langsung istirahat oke?"
Alex menatap Aira, sembari mengusap kedua pipi wanita itu. Aira meraih tangan Alex yang menyentuh pipinya.
"Mas, kalau aku inget..Jahat banget aku ya sama mas..Boncengan sama laki-laki lain.."
Perasaan Aira campur aduk, saat awal-awal menikah dengan Alex. Ia masih sering pergi bersama laki-laki lain, bersenang-senang seperti tidak ada beban, membantah dan banyak lagi.
Ia jadi emosional mengingat kelakuannya.
"Durhaka aku tuh sama kamu mas.."
Matanya berkaca-kaca hendak menangis.
Alex membawa Aira kepelukannya.
"Cup..Cup..Cengengnya istri mas" ucap Alex dengan suara dibuat-buat untuk menghibur Aira.
Aira merasa Alex mengejeknya, ia pun memukul dada Alex.
"Aduh-aduh kok dipukul?"
Tidak sakit sebenarnya, Aira cuma memukulnya pelan, namanya juga Alex, semua dibuat berlebihan.
"Mas ihh...Nyebelin" suara Aira sengau.
Alex tertawa kecil, dikecupnya kepala Aira.
"Udah, jangan nangis, mas gak permasalahin itu, yang penting..."
Alex melepas pelukannya, ia memegang kedua bahu Aira sambil tersenyum manis..Sangatt manis.
"Kamu udah jadi punya mas seutuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki, punya mas"
"Kamu itu wanita yang palingg mas cintai, jangan terus mengingat masa lalu dan menyalahkan diri sendiri, orang yang gak bisa maju itu orang yang selalu merasa bersalah.." lanjutnya.
Aira senyum-senyum sendiri.
Kenapa mulut Alex hebat sekali, mengatakan kalimat-kalimat yang menyentuh hati Aira.
Kadang menyebalkan tapi Alex ini memang pria romantis.
"Udah romantis belum?" tanya Alex.
Aira mengangguk.
Alex tertawa puas.
"Hahaha Alex memang laki-laki sejati" ucap Alex dengan percaya diri.
Aira ikut tertawa, memang menyenangkan melihat sifat asli Alex ini. Alex pintar memuji, iya..memuji diri sendiri.
"Oke mas mau masak dulu"
Aira berhenti tertawa, ia membulatkan kedua matanya kaget.
'Jangan lagii please'
"Kenapa?" tanya Alex.
Aira menggeleng cepat.
"E-e itu..Mas mau masak?"
Alex mengangguk.
Aira menelan saliva, cukup satu kali ia merasakan betapa buruknya masakan Alex. Kalian pasti ingat kejadian Alex memasak nasi goreng yang gosong dan mengerikan itu?.
Ah jangan sampai Aira makan itu lagi. Ia trauma.
"Mas..Eum..Aku aja yang masak" Aira tergagap-gagap.
"Kenapa gitu? Mas bisa kok"
'Iya mas bisa, masaknya doang tapi sal bumbu dan rasanya hancur'
__ADS_1
"Iya aku tau, cuma-"
"Udah sana mandii, nurut sama suami"
"Eh tapi mas.."
Alex mendorong tubuh Aira sampai masuk kedalam kamar mandi.
Pria itu memegang gagang pintu sambil tersenyum.
"Tunggu ya" ucapnya.
Blam!
Aira mengacak rambutnya frustasi.
"Mati gue.." eluhnya.
"Pak Alex udah bertindak, gak bisa dicegah"
Oh yaampun Aira yang malang.
"Huhu..lidah gue yang sabar ya.."
Aira mengusap perut ratanya.
"Papa kamu tuh, masak gak enak banget baby, Mama mau ngomong jujur entar bisa barabe"
Helaan nafas panjang Aira lakukan.
"Haih...Yaudahlah mau gimana lagi"
Disisi lain, Alex duduk dimeja makan, berkutat dengan ipad nya. Ia tengah membrowsing makan malam yang cocok untuk Aira.
"Yang harus dikonsumsi untuk ibu hamil.." gumamnya.
Alex membuka salah satu web digooglenya.
"Hamil muda, disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat sebanyak 25–30 gram setiap harinya. Contoh makanan tinggi serat yang bisa Bumil konsumsi adalah buah-buahan segar, sayuran yang dimasak, dan biji-bijian utuh, seperti nasi merah dan kacang-kacangan" ucapnya.
"Ssh..Besok beli beras merah" gumam Alex.
Puas membaca penjelasan tentang ibu hamil, Alex beranjak dari tempatnya menuju kulkas. Ia membuka isi kulkasnya, melihat semua bahan-bahan yang ada.
"Masak sup gimana ya?" gumamnya.
"Assalamuaalaikum bunda?"
"Waalaikumsalam, akhirnya anak durhakaku nelfon bunda, udah sampai rumah kalian"
"Udah bun barusan, maaf Alex lupa hubungi bunda"
"Its okey bunda cuma khawatir sama Aira bukan kamu"
'Anaknya aku atau bukan bun?'
"Iya bunda iya, Alex mau bunda ajarin Alex masak sup" ucap Alex.
Reva kaget.
"Hah? Kamu mau masak sup?'
"Hum, buat Aira, Alex gak tega minta dia masak" ucapnya.
"Masyaallah ini masih kamu kan Lex?"
"Iya Alex"
"K-kamu serius masak? Kamu kan gak pernah nyentuh alat dapur.." ada keraguan dipertanyaan Reva itu.
"Alex udah pernah masak sebelumnya" ucap Alex.
Kurang bisa bagu Reva percaya, tapi kelihatannya Alex sudah belajar banyak dari Aira.
"Anakku romantis banget, kayak papa kamu deh..Gemes..Yaudah kita video call aja biar mudah" ucap Reva.
"Oke bunda"
Alex tersenyum lebar, ia sangat bertekad demi kebahagian Aira.
'Kali ini harus lebih baik dan buat Aira senang'
Alex meletakkan ipadnya dimeja yang berhadapan dengan kompornya.
__ADS_1
"Oke kita masak sup bayam tahu" ucap Reva.
"Dikulkas kamu ada miso, bayam, sama tofu?"
"Bentar"
Alex membuka kulkasnya mencari bahan-bahan yang disebut bundanya.
"Ini bayam bun?"
Alex menunjukkan seikat sayuran hijau pada Reva.
"Iya, itu..nanti tofunya kamu potong dadu, Panasin minyak, terus kalau udah panas tumis tofunya..."
Alex memasak sambil mengikuti instruksi dan arahan dari Reva. Dari mulai garam hingga yang lainnya, intinya apa yang disuruh, itu yang dimasukkan Alex.
Akhirnya sup bayam tahu ala Alex Abasya selesai.
"Hiks..Bunda terharu kamu beneran bisa masak..Bunda aja gak pernah kamu masakin"
"Nanti Alex masakin buat bunda juga" ucapnya.
"Bunda masakin gitu juga ya?"
Alex mengangguk.
"Yaudah bunda tutup dulu ya, kirim salam buat Aira"
"Iya bunda, makasih udah ngajarin Alex masak" ucap Alex.
Reva tersenyum.
Putranya banyak berubah setelah menikah, kepribadiannya jauh lebih baik.
"Sama-sama..Assalamuallaikum"
"Waalaikumsalam"
Alex menatap puas sup yang ia hidangkan diatas meja, bukan hanya sup, Alex juga memasak dua lauk lainnya dan nasi.
"Aira pasti suka" ucapnya.
Ia melepas celemek, meletakkan kembali ketempatnya dengan rapi, lalu beranjak ke kamar tidur.
Cklek..
Alex tersenyum, melihat Sang istri tengah duduk didepan meja rias sambil menyisir rambutnya.
"Aira"
Alex menghampirinya lalu memeluk tubuh Aira dari belakang.
"Eh mas!" Pekik Aira.
Alex menciumi leher Aira yang tertutup oleh rambut-rambut panjangnya.
"Mas nganggetin aja" ucapnya.
Alex melepas pelukannya, ia menekuk kedua lututnya sembari menatap Aira.
"Kamu mandi?"
"Eum..Enggak, bau ya?"
Alex menggeleng.
"Kamu wangii" ucapnya.
Pipi Aira memerah.
"Mas udah selesai masak?"
"Hum, mas kesini mau ajak kamu turun buat makan" ucap Alex.
Aira mengigit bibirnya ragu, ia ragu untuk turun dan melihat hasil dari kekacauan Alex didapur.
"Ayo turun"
Alex meraih tangan Aira.
"Ee...Mas...Aku"
"Kali ini lebih enak dari nasi goreng, mas tau nasi goreng yang kemarin gak enak"
__ADS_1
Aira membulatkan mata.
'Se-serius udah tau?!'