Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-104


__ADS_3

Mampir ke instagram author yuk, biar bikin QnA, kalau setuju dm author disana yaa, kali aja ada yang mau :(.


Mira keringat dingin didalam sana, ia membekap mulutnya sendiri. Kenapa handphonenya bisa berbunyi disata yang tidak tepat, sepertinya dunia tidak berpihak pada Mira.


Mira harus meneriaki Aira nanti.


"Minggir" ucap Alex dingin.


Wajah Raka pucat.


"Pak itu cuma perasaan bapak aja" ucap Raka meyakinkan.


Dalam hatinya sudah berucap berbagai doa agar Alex percaya dan mengurungkan niat untuk mencari tau siapa didalam sana.


"Bapak kira saya bodoh? jelas-jelas suaranya ada didalam" ucap Alex


"Masa iya saya salah dengar? kenapa bapak keringetan?" tanya Alex menyudutkan.


Raka gelagapan.


"Ahm ini-gerah" elaknya.


Alex semakin curiga dengan gelagat aneh pria didepannya.


"Jangan bilang.."


Raka berdebar karena ucapan Alex yang sebgaja digantung.


"Ya?"


"Jangan bilang bapak bawa perempuan dari luar kampus" tebak Alex.


Raka menggeleng cepat.


"Enggak, saya mana berani"


"Yasudah minggir" ucap Alex.


Raka tetap kekeh menjaga didepan pintu kamar mandi. Alex mulai jengah dengannya, ia juga penasaran siapa dan kenapa bisa didalam kamar mandi, Alex mendorong tubuh Raka agar menyingkir dari jalannya.


Raka terdorong pasrah, Alex mulai menyentuh knop pintu.


'Habis udah' ucapnya dalam hati.


Cklek..


Begitu pintu dibuka Raka tidak berani melihat, ia menutup matanya.


"Ka-kamu?!"


'Yap keciduk..'


"P-pak Alex.."


Mira menyengir saat Alex mendapati dirinya ada didalam. Alex kaget bukan main, ia melotot pada Raka, pria itu hanya tersenyum kaku.


Jadilah, Alex yang duduk dibangku Raka, dihadapannya ada Mira dan Raka yang siap ia introgasi.


"Pak Raka? apa-apaan ini?" tanya Alex.


Raka bungkam.


Alex beralih pada gadis yang sebenarnya tidak ingin ia lihat.


"Kamu juga, kenapa bisa ada didalam sana?"


"sa-saya-"


"Apa? mau bilang numpang buang air kecil?" sarkas Alex.


Mira menutup rapat mulutnya, sial alasannya sudah ditebak Alex lebih dulu. Mira menyikut lengan Raka, supaya pria itu bicara.


"Pintu juga kalian kunci..Jangan-jangan kalian berdua.." Alex menunjuk kedua insan didepannya.


Raka mendongak, membantah.


"Kita gak melakukan hal itu"


"Makanya bicara, atau saya lapor pak dekan?" ancam Alex.


Mira panik, ia memelototi Raka.


"*Ngomong dong pak?!" bisiknya.


"Ya gimana"


"Bego banget sih bilang saya numpang!"


'Sebenernya dua orang ini tinggal jawab apa susahnya, padahal aku kepo' ucap Alex dalam hati.


Alex tidak serius marah, dari awal ia yakin dua insan ini akan seperti ini. Makanya dia butuh kepastian agar tidak digantung seperti hidup author.


"Kalian pacaran?"


'Ini kenapa aku yang takut? posisinya kan sama-sama dosen?'

__ADS_1


Oke nampaknya Raka baru sadar.


"Pak kenapa anda menekan saya soal urusan pribadi saya?" tanya Raka.


'Dari tadi kek gini' ucap Mira dalam hati.


Alex menekuk bibirnya.


"Anda sendiri kenapa menurut sekali saya suruh duduk disitu?" Alex menarik sudut bibirnya, mengejek.


'Wah gue dikerjain'


Alex bangkit menatap Raka dan Mira.


"Jadi..Jujur saja kalian ada hubungan apa?"


Mira masih canggung menatap mata pria itu, Rakalah yang menjawab.


"Dia pacar saya" celetuk Raka.


Mira sontak menoleh dan mendelik.


'Aduh pake acara jujur!'


Raka menoleh pada Mira dan mengedikkan bahu.


'Gakpapa biar dia cepat pergi'


Alex terkekeh, Mira lagi-lagi dibuat kaget, jarang sekali melihat Alex seperti itu.


"Haha, mengejutkan.." ucapnya.


"Pintu dikunci dari dalam, pasti kalian..."


Pipi Raka memerah. Alex sebagai pria pasti paham.


"Yah...Saya permisi dulu" ucap Alex sambil tersenyum ambigu pada Raka.


Raka bangkit mengantar Alex kedepan pintu, pria itu menyentuh pundak Raka sambil berbisik.


"Lain kali kalau mau begituan dihalalin dulu, kita dikampus, lebih profesionallah" ucap Alex lalu berjalan keluar.


Raka mendelik, ia berteriak pada Alex.


"Be-begituan?! pak, bapak salah paham, saya"


Alex berbalik sambil tersenyum, menyebalkan pikir Raka.


"Iya-iya saya tau, saya bakal tutup mulut soal ini"


"Si Alex itu pasti berpikir yang bukan-bukan, dasar pria yang beristri" kesalnya.


"Pak gimana ini?"


Mata Mira berkaca-kaca.


"Apa yang gimana?" Raka bertanya balik.


Bolehkah Mira mendekat pada Raka dan memukul kepala indahnya dengan sepatu yang ia pakai?.


Raka ini maunya apa sih?!


"Pak, saya serius" ucap Mira.


Raka mendeket, lalu mengusap kepala Mira.


"Hm..Kamu gak usah takut, Alex bukan orang yang suka cerita kesana-sini, rahasia kita aman" ucapnya.


Mira mempoutkan bibirnya.


"Hum, semoga saja"


Raka tersenyum.


"Kamu kalau diliat-liat lagi memang cantik ya, tapi sayang ringtone handphonenya potong bebek angsa"


"H-hah?!"


Inii pujian apa hinaan?, tapi Mira bisa memerah pipinya karena kata-kata itu.


Mira salah tingkah, ia mendorong tubuh Raka.


"P-pak saya permisi dulu,mau balik ke kelas"


"Tung-"


Belum selesai Raka berbicara, Mira sudah berlari secepat kilat dari hadapan Raka.


"Gu.."


Raka tertawa kecil melihat tingkah gadis yang bernotabene sebagai kekasihnya sekarang.


"Pacarku lucu" gumamnya.


Raka menutup mulutnya sambil malu-malu mengingat ciumannya dengan Mira tadi.

__ADS_1


"Dia gak akan mikir aku ini orang mesum kan?"


Disisi lain, Mira berlari sekencang mungkin sampai didepan kelasnya. Aira yang duduk disana melongo melihat sahabatnya yang terengah-engah.


"Hah..Hah..Gila capek lari gue" eluhnya.


"Lah lo ngapain lari? dikejar buk kantin?" tanya Mira.


Mira menyentuh perutnya.


"Bentar masih ngos-ngosan" ucap Mira.


Ia mengontrol nafasnya supaya netral kembali, Aira menarik kursinya mendekat.


"Serius nanya, lo kenapa lari-lari?"


Mira mendorong wajah Aira.


"Mulut lo jangan deket-deket, bau bego" ucap Mira.


'Gak suami, gak istri, kepoan banget, memang ya jodoh itu cerminan diri'


Aira mengusap wajahnya yang didorong Mira.


"Kasar banget tante, skincare gue mahal ya, jangan sembarang sentuh" omel Aira.


"Hem"


"Buruan spill! lo kenapa lari-lari gitu?" tanya Aira, kali ini lebih ngotot.


Mira mengigit bibir bawahnya.


'Kasih tau gak ya?...kayaknya Aira gak usah tau dulu deh, dia kan kurang sreg sama pak Raka..'


"Kok malah bengong"


"Ehm..Itu gue dikagetin sama bambang pas keluar dari kamar mandi" elak Mira.


Aira mengerutkan dahi.


"Masa sih?"


'Sumpah Aira makin lama tabiatnya mirip pak Alex'


"I-iyalah, bambang sering ngeprank-ngeprank gitu, biasalah anak alay haha.." ucap Mira diakhiri tawa yang kaku.


"Oalah..Lebay banget sih gitu doang lari, badan dong gede" cibir Aira.


"Ra, lo dikasih makan apa sih sama pak Alex? sampai terkontaminasi mulut pedes pak Alex?"


Aira malah tersenyum.


"Biasalah suami istri" ucapnya.


"Anjing?" umpat Mira.


"Heh anak gadis gak boleh ngomong kasar" tegur Aira.


"Bacot Ra, lo juga toxic"


"Enggak, gue gak mau begituan lagi, inget umur gue yang udah tua" ucap Aira.


Tiba-tiba suasana menjadi mendramatisir, Mira ingin menonjok wajah Aira sekarang juga.


"TUA APAAN BEGO,MASIH 21" bentak Mira.


Aira menyengir.


Mira berdecap.


"Besok kerumah gue ya Ra, gue mau nyiapin sesuatu yang spesial" ucap Mira tiba-tiba.


"Buat gue?"


"Enggak buat bi ijah,ya buat lo.."


"Aah~ Mira"


"Jangan terharu sekarang, tahan sampai besok, bunda juga mau ngomong sama lo" ucap Mira.


'Tante Maeza ya? udah lama gak liat Tante..Terakhir kali ketemu waktu gue ngelabrak Mira..Pasti Tante sakit hati'


Semenjak konflik antara Aira dan Mira, Aira tidak pernah lagi bertemu ataupun sekedar menelpon menanyakan kabar Maeza.


"Bunda mau kita baikan kayak dulu, lo tau kan bunda sayang banget sama lo" ucap Mira.


"Iya..."


"Jangan sedih dong, gak keren banget" cibir Mira.


"Enggak kok, cuma waktu itu suasananya gak baik, gue gak enak sama tante" ucap Aira.


"Salah..Justru bunda gue yang gak enak banget sama lo, bunda pengen ketemu lo, bisa kan?"


"Gue mau Mira, tapi minta izin dulu" ucap Aira.

__ADS_1


"Oke kabarin aja bestie" ucap Mira sambil tersenyum.


__ADS_2