
\=Masih ya jawabannya, cuma ayah Mira bisnisnya ke luar negeri, dan punya saham disana, jadi jarang banget pulang kerumah..Kadang bundanya Mira yang nyusul kesana.
...
"Kamu kenapa lama?" tanya Mira.
Raka barusaja sampai di taman yang tak jauh dari mall, mereka janji untuk bertemu disana. Raka mengusap kepala Mira.
"Tadi kekampus sebentar, kamu udah lama?"
Mira mengangguk.
"Kayaknya satu jam udah ada"
"Maaf ya sayang.."
"Gakpapa yang penting kamunya udah dateng, yuk jalan" seru Mira.
Raka menggandeng tangan kekasihnya, mereka bisa berjalan kaki menuju mall.
"Kamu serius dari kampus?" tanya Mira.
"Iyaa.."
Raka sebenarnya baru menemui kedua orang tuanya setelah pulang dari rumah Mira tadi, ia membahas perihal ayah Mira.
Ia juga mencoba menelpon calon mertuanya itu, namun belum ada jawaban sama sekali.
Mira mengerutkan dahinya.
"Kalo bener dari kampus, kamu kenapa keliatan bingung gitu? ada masalah sama kerjaan kamu?" tanya Mira curiga.
Raka tetap tenang, ia tersenyum.
"Bukan masalah besar, udah jangan dibahas lagi..Hari ini kita belanja sesuka kamu, oke?"
"Oke"
Mira mengangguk, ia penasaran dan curiga dengan kekasihnya.
"Ngomong-ngomong, katheringnya udah dipesan kan?" tanya Mira lagi.
"Yap, sudah beres semua, tinggal menunggu hari H" Raka mencolek hidung Mira.
"Uhmm bener, nunggu ayah pulang juga " ucap Mira dengan tersenyum.
Senyuman Raka langsung memudar, wajah Mira terlihat khawatir, Raka semakin enggan untuk mengatakannya pada Mira.
"Iya ayah kamu pasti pulang" gumam Raka.
Mira menoleh padanya dan tertawa kecil.
"Haha gimana si kamu, ayah memang pasti pulang dong"
"Uhmm..Jangan dibahas lagi, ayo masuk" ucap Raka, berjalan lebih dulu.
'Sebenernya ada apa?'
'Kenapa Raka jadi gini? masih ngerasa bersalah soal tadi malam ya?'
"Sayang tunggu dong" eluh Mira.
Ia menggandeng lengan Raka lagi sambil tersenyum lebar, menatap wajah kekasihnya.
"Yang tadi malam aku gak bahas lagi kok, udah aku lupain hehe" ucapnya menghibur.
"Kamu bilang jangan diinget-inget, aku nurut kok"
Mira pikir Raka masih khawatir soal kemarin.
"Good girl" ucap Raka.
Mereka masuk kedalam mall, dan mulai memasuki setiap toko pakaian dan aksesoris. Raka benar-benar menuruti Mira, apa yang Mira inginkan, langsung ia beli.
sekarang, keduanya masuk ke toko piyama, yang cukup terkenal dan sering dikunjungi Mira dan bundanya. seperti biasa Mira akan melihat macam-macam piyama yang ada di majalah toko tersebut.
"Kamu mau piyama couple gak?" tanya Mira.
"Piyama couple? ummm..boleh" ucap Raka.
__ADS_1
Mira melihat satu persatu piyama yang menarik menurutnya.
"Ini gimana menurut kamu?" tanyanya.
"Bagus, tapi aku gak suka motif beruang" ucap Raka.
Mira manyun.
"Lucu tauu, bayangin kamu bangun tidur pake piyama beruang, terus peluk aku haha" kekehnya.
"Halunya.." ucap Raka sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Biarin wlee"
"Kalo yang ini gimana?"
"Garis-garis, hitam putih Kayak zebra cross" ucap Raka.
Mira mendelik, spontan dia memukul pundak Raka.
"Heh Hahaha zebra cross dong, gak ada yang lain apa sebutannya" tawa Mira pecah.
Mulut kekasihnya ini ceplas-ceplos tapi lucu, bisa-bisanya berbicara begitu tanpa tertawa.
"Itu yang pas, coba pake piyama itu terus tiduran dipinggir jalan, pasti sama" ucap Raka.
"Haha dasar om-om, gak tau model.."
"Kamu panggil aku om, aku dipikir bawa sugar baby" bisik Raka.
'Eh iya juga ya haha'
"Maaf, sengaja, Yaudah liat yang lain lagi"
"Ini mau? oke banget nih, hot-hot gitu" jelasnya sambil memperagakan dengan tangannya.
Raka memperhatikan detail piyama yang ditunjuk Mira, kalau diperhatikan lekukan tubuh lebih terlihat dan berkesan seksi.
"Bagus, ambil ini" ucap Raka.
"Eh serius?"
Raka mengangguk mantap.
"Cih..dasar laki-laki, sukanya yang beginian" ucap Mira.
"Gapapa, halal" saut Raka.
"Gih bilang ke pegawainya kita ambil itu, sekalian lingerie" bisik Raka.
Pipi Mira memerah, ia memukulkan majalah ditangankan ke punggung Raka.
"Mesum banget, heran" kesalnya.
"Ini gak seberapa loh aku, gak tau nanti kalo udah halal" ucap Raka menarik sudut bibirnya, sembari menaik-turunkan alisnya.
'*Sekarang gua paham Pak Alex gimana kalo ke Aira, lebih parah juga pastinya, karena udah married'
'Jadi dag dig dug please*'
"Oy?"
Raka menyentuh pipi Mira, karena wanita itu malah diam tak bergeming dari tempat duduknya.
"Mira?"
"Hah?"
Raka tertawa kecil.
"Malah ngelamun, mikirin apa hayo?"
"Gak tau, ngapain ya aku tadi haha" candanya.
Raka menoyor pelan kepala Mira karena gemas.
__ADS_1
"Mbak, saya mau lihat piyama yang ini" ucapnya pada pegawai toko.
"Baik kak, ditoko kami juga ada model terbaru, apa ingin lihat sekalian?" tawar pegawai tersebut.
"Nanti aja mbak, yang ini dulu" ucap Mira.
"Oh baik mbak, tunggu sebentar saya ambilkan"
Pegawai toko tersebhmut melangkah mengambil piyama yang diminta Mira.
"Kenapa gak mau diliat sekalian model terbaru mereka sayang?"
"Gak mau, nanti khilaf" ucapnya.
"Gakpapa aku beliin buat kamu"
Mira menggeleng.
"Udah cukup deh belanjanya, simpen selebihnya buat belanja pas kita honeymoon nanti hehe" tawa Mira.
Raka mencubit pipi Mira.
"Hem, aku ikut apa mau kamu"
Mira memeluk Raka dengan hangat.
"Aaaa sayang bangett" ucapnya.
Raka membalas pelukannya. senang rasanya berhasil membuat Mira bahagia hari ini, dan Raka harap dia bisa membahagiakan Mira seterusnya.
"Aku lebih Mira, aku janji bakal bahagiain kamu" ucapnya pelan.
"Permisi kak, ini piyama yang kakak minta" ucap pegawai toko.
Raka langsung melepas pelukannya, Mira mengambil piyama ditangan pegawai tersebut, sedangkan Raka canggung.
"Bahannya bagus nih, dingin gak bikin gerah, coba kamu pegang kainnya sayang" pinta Mira.
"Em? iyaa bagus" ucap Raka.
"Bahan yang kami pilih berkualitas kak, kainnya juga ringan, gampang dicuci" ucap pegawai.
"Hum oke, saya ambil ini ya mbak"
"baik kak, akan saya siapkan pesanannya" ucapnya.
Mira menyerahkan kembali piyama ditangannya.
"Setelah ini mau kemana lagi?"
"Makan, boleh?" tanya Mira dengan wajah polos.
"Ya boleh sayang, masa gak boleh makan"
"Takut berat badan aku naik sebenernya, nanti gaunnya gak muat gimana?" cemasnya.
"Pasti muat"
"Oke sip!"
"Mbak silahkan melakukan pembayaran di kasir ya.." ucap pegawai.
"Oh iya-iya, sayang..duit?" Mira mengulurkan tangannya.
Raka mengambil dompetnya dan memberi kartu pada Mira.
"Love you" ucapnya manis.
"Love you too"
"Tapi lebih love duit kamu sih" candanya.
"Ooo gitu"
Mira menyengir.
"Tapi bohong!" ia berlari kecil menuju kasir.
Raka melangkah untuk mengikuti Mira, baru satu langkah handphonenya berdering. Raka merogoh sakunya mengambil benda persegi panjang itu.
Raka melihat nama yang tertera di kontak tersebut, kemudian melihat Mira, dan wanita itu menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Aku angkat telpon dulu ya" izinnya.
Mira mengangkat jarinya mengisyaratkan 'Oke'.