
fyi empat atau lima episode lagi pds udah mau tamat, dan akan terbit novel baru!
Cukup lama juga mereka mengobrol dan bercanda tawa, karena waktu terus berjalan dan tidak mungkin berhenti, pasangan suami istri tersebut memutuskan untuk berpamitan.
"Kami pamit ya, titip salam untuk suamimu, makasih juga sudah menjamu" ucap Alex.
Loren tersenyum.
"Iya aku sampaikan nanti, makasih juga nih kalian mau mampir" balas Loren.
"Kamu juga Aira, sering-sering main kesini yaa, nanti kita salon bareng, anak titipkan kesuami aja" ucapnya.
Aira melihat suaminya lalu mengangguk cepat.
"Boleh-boleh, nanti libur aku kabarin ya" ucap Aira.
'Asik juga, udah lama gak salon keluar rumah karena ngurus si bayii'
"Oke, hati-hati ya"
"Assalamuallaikum.." ucap Alex maupun Aira.
Keduanya masuk kedalam mobil, tak lupa Aira melambaikan tangannya lewat jendela mobil ke arah Loren.
Di mobil.
Mobil Alex belok, memasuki jalan raya.
"Loren udah bersuami, aku pikir belum" ucap Aira.
"Hum" dehem Alex.
"Nikahnya sebelum apa sesudah kita?" tanya Aira.
"Sebelum kita, mas pergi ke pernikahannya bareng Rachel waktu itu, karena bunda sama ayah berhalangan untuk hadir" ucap Alex.
Aira mangut-mangut.
"Loren ternyata asik orangnya..seharusnya aku kenal dia dulu sebelum kamu" ucap Aira.
Alex tertawa kecil.
"Gimana caranya kamu ketemu dia? kan dia sepupu mas" tanya Alex.
"Ya dimana aja bisa, dijalan, mall, atau gak sengaja saling nabrak pas lagi jalan.."
"Masuk akal" ucap Alex.
"Oiya mas"
Alex menoleh sebentar.
"Apa?"
Aira melilit-lilitkan tali tasnya ke lengannya dengan buru-buru dan..
Bhuk!
"Berani-beraninya kamu bikin aku malu mas!" kesalnya.
Ia melayangkan pukulan ke Alex menggunakan tasnya, Alex tersentak kaget, pukulan dari tas kulit Aira lumayan.
Alex sudah pasrah karena jadi bahan amukan istrinya.
"Maaf-maaf sayang, mas-mas gak bermaksud" ucap Alex.
"GAK BERMAKSUD APA?!"
'Gawat, ngamuk'
__ADS_1
"Sayang tunggu dulu"
"Gak"
Aira terus memukul lengan atau apapun itu yang bisa ia pukul.
"Aira"
"Sayang..Tunda dulu marahnya, mas masih nyetir, kamu mau Atiya gak punya orang tua?"
Aira berhenti memukul Alex, ia mendengus kesal lalu menyandarkan punggung ke kursinya.
"Nanti mas jelaskan" ucap Alex.
Aira membuka bukanya kearah lain.
"Males aku mas" ucapnya.
"Maaf" ucap Alex dengan memelas.
Aira berdesis, ia mencubit lengan Alex.
"Duh" gumam Alex sambil mengusap-usap lengannya..
"Rasain!" ketus Aira.
"Ini dendam brutal, pasti ini juga campur sama dendam lama" ucap Alex.
Alex..Alex, masih sempat-sempatnya menggoda istrinya yang tengah naik pitam.
"Aku lagi gak mau bercanda ya mas" ucap Aira.
"Loh, mas lagi gak bercanda juga" balas Alex.
"Ish! diem aja disitu bisa gak? aku denger suara kamu mas nambah kesel"
"Oke" ucap Alex.
"Ya Allah, mas cuma bilang oke sayang.."
"Jangan sayang-sayang, gak akan luluh, ini udah kesel banget" ucap Aira.
Alex diam.
Ya memang ini Alex yang mencari masalah, tapi ia tidak berpikir kalau istrinya akan mengamuk seperti itu.
Sampailah mereka dirumah.
"Masih selamat kamu karena ada bunda" ucap Alex dengan nada sinis, lalu turun lebih dulu.
Brak!
Wanita itu membanting pintu mobil.
Sekujur tubuh Alex merinding, menyeramkan sekali wajah istrinya. sangat mirip dengan bundanya saat marah.
Alex mengusap dadanya.
"Tenang Lex, jangan takut, kamu kepala keluarga" gumamnya.
Aira masuk kedalam rumah dengan tersenyum, ekspresinya berubah.
"Assalamuallaikum" ucap Aira.
"Bundaaa" panggilnya.
Aira menaiki anak tangga menuju lantai dua, perlahan ia membuka pintu ruangan tempat mainan Atiya dan kamar tidurnya kelak saat sudah berusia lima tahun.
"Assalamuallaikum.." ucap Aira pelan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab mertuanya.
Wanita parubaya itu duduk di karpet bulu sembari menggendong Atiya dan dikelilingi mainan. Aira tersenyum lebar.
Ia duduk disebelahnya lalu mencium punggung tangan mertuanya.
"Maaf ya bunda, Aira lama" ucap Aira.
"Gak masalah nak, bunda juga seneng main sama Atiya" ucapnya.
Aira tersenyum lagi.
"Gak rewel kan bun?"
Reva menggeleng.
"Sana, bersih-bersih dulu, abis dari luar kamu kan" ucap Reva.
"Hu'um, oiyaa bunda udah makan?" tanya Aira.
"Sudah, tadi ayah beli buat bunda" ucapnya.
"Ooh..Yaudah bunda, Aira tinggal mandi dulu ya, nanti setelahnya biar Aira yang tidurkan Atiya, bunda istirahat" ucap Aira.
"Iyaa nak"
Aira bangkit, meninggalkan ruangan tersebut.
Ia pergi ke tangga, dan bertemu Alex yang naik kelantai dua, senyumnya langsung luntur.
"Bunda di kamar Atiya?" tanya Alex.
Tetap basa-basi, entah itu dijawab atau tidak.
Aira memutar bola matanya, pergi begitu saja mengabaikan Alex. Alex terus melihat wanita itu.
"Ck.." decapnya.
Aira mengunci pintu kamarnya.
"Gue bales lo, liat aja!"
Sebuah ide melintas dibenaknya, Aira tersenyum licik.
"Selagi ada bunda, bisa minta bantuan juga ini" gumamnya.
"Haha, pasti berhasil kalau ini"
Ia melenggang ke kamar mandi, dengan tertawa bangga.
"hahaha, Gue bikin gak tenang" gumam Aira.
Blam!
Sekitar lima belas menit Aira baru keluar dari kamar mandi. Ia membersihkan make upnya lebih dulu, baru mandi.
Ia mengambil body lotion dan parfumnya yang menjadi kesukaan Alex. Ini dia strategi balas dendam Aira.
Diusapkannya body lotion ke lengan, leher, lalu beralih kebagian kaki, sesudahnya ia menyemprotkan parfum dan terakhir semprotan ke telapak tangannya lalu di tap-tap ke leher oleh Aira.
"Wanginya seger banget" gumamnya.
Ia meletakkan kedua tangan dipinggang.
"Cuss cari kaos yang kebesaran"
Aira yakin rencananya akan berhasil seratus persen, ia sudah pulih pasca melahirkan, jadi tidak ada salahnya mengacau pria itu.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Ra..Aira" panggil Alex dari balik pintu