Pak Dosen Suamiku

Pak Dosen Suamiku
pak dosen suamiku-189


__ADS_3

Puas bermain dengan air, Aira mengeluh kelaparan karena perutnya belum diisi sejak tadi. Kini keduanya melewati jalan yang sama untuk kembali ke penginapan.


Bedanya Alex berjalan sendirian, lantas kemana Aira?.


"Mas hati-hati loh" ucap Aira.


Yap! Wanita itu berada diatas pundak Alex, Aira bilang ia letih, tak sanggup jalan kaki.


"Iyaa ini hati-hati, mas injek yang gak licin"


"Baguss, bahaya kalau jatuh, aku bisa jungkir balik nanti" ucapnya.


Alex menarik sudut bibirnya.


"Kan kamu yang jatuh, mas paling lutut yang lecet"


"Dih!"


"Rasain nih"


Aira mengigit pundak Alex.


"Aduh ampun-ampun" pintanya.


"Mas dari awal sampai ngeselin banget" ucap Aira.


"Lagi pengen gangguin kamu aja, anak muda kalau pacaran suka begini" ucap Alex.


"Ooh om-om satu ini mau kayak anak mudaa ternyata, kalau sama aku jadinya kayak adek-kakak"


"Gak ada itu semua tipuan, kamu istri mas, gak ada kata 'kayak adek kakak, kalau ada yang ngomong begitu, mas tonjok" ucap Alex.


'Duh marah ya?'


Aira menoel-noel pipi Alex.


"Mas marah?"


"Hum? Enggak"


"Tadi mau nonjok-nonjok" ucap Aira.


"Gak seriusan, dipanggil polisi kalau mas tonjok orang, terus kamu jadi janda, mau?" tanya Alex.


Aira memukul pundak Alex.


"Gak maulah, siapa juga yang mau jadi janda"


"Ini kenapa topik kita dari tadi random banget" ucap Alex.


"Tapi daritadi ngomongnya nyambung terus" tambah Aira.


Kkkrruuukk~


Perut Aira bunyi.


"Suara perut siapa itu?" tanya Alex.


Aira tertawa kecil.


"Aku mas..hehe, laper" ucapnya.


"Oke-oke kita ganti baju dipenginapan biar kamu gak masuk angin, baru cari makan" ucap Alex.


"Yeayyy makaaan"


Aira bersorak gembira seperti anak kecil.


Meskipun Aira tidak ringan, Alex tidak mengeluh sama sekali aaat menggendong tubuh istrinya itu.


Sampai dipenginapan, tepat didepan barulah Alex menurunkan wanita itu.


"Makasih mas"

__ADS_1


"Sama-sama.."


"Masuk yukk udah laper beratt"


Aira menarik lengan pria itu untuk segera masuk. Tidak butuh waktu lama untuk mandi dan mengganti pakaian, Aira tidak berniat merias wajahnya, perut keroncongannya yang paling utama.


Aira menunggu Alex diluar.


"Mas cepat dong, aku laper" eluhnya.


"Iyaa sayang sebentar" saut Alex.


Pria itu buru-buru menuruni anak tangga.


"Let's go" ucapnya.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil.


"Mau makan apa?" tanya Alex.


"Yang anget-anget aja mas, disini dingin soalnya" ucap Aira.


"Mas anget Ra"


"Kamu mah beda cerita, yang penting sekarang isi perut" ucap Aira.


Alex tertawa kecil.


Didalam mobil, Aira bisa melijat banyak sekali jajanan yang mengugah seleranya, terutama mochi!.


Arghh! Aira suka sekali mochi, usai makan nanti ia harus memaksa Alex untuk beli.


Alex membawa mobil berhenti disalah satu restoran, dari depan saja sudha nampak cantik dan interior yang menarik.


Suaminya ini tau ya apa selera istrinya.


"Mas abis makan poto-poto disini boleh yaa?!" ucapnya bersemangat.


"Boleh, masuk yuk"


Restoran ini lumayan ramai pengunjung, tetapi karena jarak setiap meja ke meja sedikit jauh, membuat pengunjung lebih nyaman.


Dengan interiornya yang unik dan setiap sudut restoran yang sangat fotogenik, membuat pengunjung betah untuk berlama-lama,Dan mengabadikan indahnya tempat ini.(website piknik)


Alex dan Aira memilih meja yang ada dibalkon karena bisa menyaksikan pemandangan alam yang khas, ditambah menikmati makanan yang dipesan.


Sangat romantis!


Pelayan menghampiri mereka dengan buku note dan pena ditangan yang siap mencatat pesanan mereka.


"Nasi iga bakar madu dengan sop satu, sate ayam satu porsi, roti bakar coklat satu, lemon tea hangat dua...Terus.."


"Kamu apa mas?"


"Mas bakmi Ra" ucap Alex.


"Nah, sama bakminya satu..Eh mas cuma makan itu?"


Alex mengangguk.


"Kok dikit banget sayang"


Alex tidak mau pesan banyak seperti Aira, untuk mengantisipasi perutnya menerima makanan Aira yang tidak dihabiskan.


"Mas lagi pengen bakmi, kamu kalau mau pesan lagi pesan aja" ucap Alex.


"Emmm..itu dulu deh" ucap Aira.


"Baik buk, pesanan akan segera kami hidangkan" ucap pelayan lalu pergi.


Aira memandang wajah Alex, dahinya mengerut.


"Mas kenapa pesen cuma satu?"

__ADS_1


"Nanti kekenyangan bawa mobil ngantuk" ucap Alex.


"Ooohh iya juga yaa"


"Eh mas, nanti balik dari sinii beli mochii yaa"


"Mochi?"


"Hum! Mochii, boleh yaa? yaa?" pintanya.


"Hum, Gak boleh langsung dimakan, tunggu sampai dipenginapan baru kamu makan, atau malemnya, biar perut kamu gak sakit" ucap Alex.


Aira mengangguk patuh.


"Siap suamiku"


Cukup lama menunggu pesanan datang, akhirnya milik mereka diantar dua pelayan ke meja.


Mata Aira sudah berbinar melihat makanan yang dihidangkan diatas meja.


Alex tidak bisa menahan senyumnya melihat ekspresi menggemaskan istrinya yang tak sabar ingin melahap semua makanan didepannya.


Saat wanita itu fokus melihat makanan yang diletakan pelayan, Alex diam-diam mengeluarkan handphonenya lalu memotret wajah Aira.


"Cantik" gumam Alex.


Alex membuka whatsappnya dibagian status, ia ingin mengupload wajah Aira disana.


Ia mulai menulis caption.


"I enjoy every minute spent near you, my perfect one ❤❤"


Terkirim!


Alex tersenyum puas.


"Mas ngapain?" tanya Aira.


"Nanti kamu juga tau" ucapnya.


"Ciee..Yaudah ayo makan, aku laper banget huhu, ini iganya bikin ngiler" ucapnya.


"Bismillah" ucap Aira.


Keduanya menyantap hidangan yang sudah dipesan.


Hembusan angin membuat rambut Aira beberapa kali tersibak menampakkan lehernya yang putih.


Padahal tengah makan, tapi kecantikan bertambah berlipat kali. Alex benar-benar bisa gila punya istri sempurna seperti Aira.


"Apa?"


"Mas bingung harus bilang gimana lagi, kamu cantik banget sayang" ucap Alex.


Pipi Aira memerah.


"Mas aku lagi makan" ucapnya.


"Iya makan aja"


'Masalahnya jadi salah tingkah suamiku...'


"Besok kalau keluar lehernya dipakein syal"


Aira menatap binggung.


"Leher kamu keliatan"


"Oohh iyaa, aku lupa ambil syal karena kelaperan" ucap Aira.


"Besok aku pake mas, tenang aja"


Alex mengangguk.

__ADS_1


Lucunya bapak dosen satu ini.


__ADS_2