
**INFO!
Hai pembaca setia PDS, mau tau spoiler-spoiler dan tentang PDS lainnya? Yuk! follow akun instagram Author @rrezoi.
Disana author bakal author spill keuwuan mereka lewat "gambar" dan imajinasi kalian, pokoknya bakal lengkap disana, jadi staytune diinstagram aku, karena disana banyak info penting!
wajib mampir author maksa hehe**
Alex bergegas mengambil kunci mobil dan jaketnya, ia keluar dari rumah, hanya keluar, tapi bingung mau mencari dimana.
"Diminimarket ada gak ya? Seingat aku sandwich begitu ada di e-mart korea"
"Masa iya aku harus kesana"
"Ck..Coba liat dimini market"
Alex melajukan mobilnya menuju minimarket dekat rumahnya.
"Gak ada?"
"Maaf mas, tidak ada sandwich seperti itu disini"
Alex menghela nafas. Ia mencoba ke beberapa minimarket dan supermarket, tidak ada juga.
Kata kasir, Memang hanya ada beberapa supermarket yang menjual sandwich buah stroberry itu.
"Coba datang ke supermarket bintang, atau supermarket dijalan tol, biasanya disana ada pak"
"Di jalan tol?!"
"Iya pak"
Alex masuk kedalam mobil, ah rasanya ia frustasi sekarang, gara-gara sandiwch stroberry.
Dreeett!
"Halo?"
"KENAPA LAMA BANGET?!"
'Astagfirulloh kupingku'
Alex menjauhkan handphonenya.
"MAS KEMANA SIH?!"
"La-lagi nyari pesenan kamulah" ucap Alex.
"Masih lama?"
"E-enggak bentar lagi, sabar ya sayang"
"Itu buruan, aku lagi ngidam ini, mas mau anak kita ileran?"
"Gak maulah, tunggu ya sayang, papa bakal bawa yang mama mau" ucap Alex.
Aira mematikan panggilannya begitu saja. Alex memandang handphonenya.
"Ini kemauan anaknya apa mamanya, Kenapa harus berbau korea?aih...Aira" gerutu Alex.
"Cari kemana lagi ya? Sendirian serem juga" ucap Alex.
"Harus cari teman" ucapnya.
Alex menghubungi seseorang, yang mungkin bisa ia ajak mencari permintaan istrinya yang tengah mengidam.
"Halo, bapak sibuk?" tanya Alex.
"Ee- gimana ya pak, dibilang sibuk jug-"
"Saya jemput bapak sekarang, dimana alamatnya?" potong Alex.
"P-pak tunggu dulu sa-"
"Ikut saya atau saya laporkan masalah siang tadi" ucap Alex mengakhiri panggilan.
Klik!.
Alex menyalakan mobilnya, orang yang ditelfonnya tadi sudah mengirim alamatnya.
Akhirnya ia tidak sendirian menderita disana.
Disisi lain, pria yang ditelfon Alex meringis. Ia benar-benar menderita.
"Kenapa pak?"
"Saya antar kamu pulang ya?"
Wanita itu terkejut.
"Pulang?memang ada apa?" tanyanya
Ya malam ini Raka dan Mira memutuskan pergi kencan, Mira mengabari Raka kalau ibunya sudah mengetahui hubungan mereka.
Raka tidak ambil pusing, malamnya ia meluncur kerumah Mira lagi dan menghadap Maeza dengan gentle, dan menjelaskan hubungannya.
__ADS_1
Maeza senang bukan main, ditambah Raka juga meminta izin untuk membawa Mira kencan.
Rencananya saata menuju jalan pulang, Raka ingin bercerita hidupnya dan makan eskrim.
Dan sekarang rencananya dihancurkan oleh Alex yang tak berperasaan.
Mira memasang wajah kesal.
"Siapa tadi yang telfon? Istri sah bapak ya?" tanya Mira curiga.
"Jangan-jangan saya simpenan?!"
Raka menggaruk kepalanya.
'Sialan Alex, merusak suasana aja'
"Bukan Mira, itu tadi...Alex"
"Pak Alex?"
Raka mengangguk.
"Dia mau ketemu sama saya, tadi saya udah share alamat rumah" ucap Raka.
"Mau ngapain dia?" tanya Mira.
Raka menaikkan bahunya.
"Kenapa gak ditolak, bapak kan mau istirahat juga" ucap Mira.
"Gakpapa bantu teman"
'Aku juga maunya nolak Mir, cuma si Alex sialan ngancem'
"Yaudah deh gakpapa, saya pulang, lagian udah malam" ucap Mira.
"Maaf ya, malam minggu kamu mau jalan lagi?" tawar Raka.
Mira mengangguk cepat.
"Dari pagi saya senggang kalau hari minggu, bunda biasanya ke butik" ucap Mira.
"Oh ya? Yaudah siangnya saya jemput"
Mira tersenyum lebar.
Raka mengantar Mira sampai kedalam rumahnya, ia harus melakukan itu supaya mendapat tanggapan yang baik dari calon mertuanya.
Dreeet!
"Halo?"
Raka membuka pintu mobil sambil menempelkan handphone ketelinganya.
"Pak Raka dimana? Saya dari tadi didepan rumah bapak" ucap Alex.
'Minta tolong tapi gak santai banget'
"Iya saya otw kesana, tadi nganter Mira pulang" ucap Raka.
"Ok"
Raka melongo, Alex benar-benar menyebalkan. Ia pun sampai didepan rumahnya, sudah ada Alex yang berdiri didepan mobil sambil melipat kedua tangan.
"Ada apa pak? Ini hampir jam sebelah malam" ucap Raka.
"Temani saya cari makan"
Raka melongo.
Jauh-jauh Alex menemuinya cuma mau temani cari makan?.
Alex gila?.
"Ca-cari makan?"
Raka menghela nafas.
"Jauh-jauh bapak kesini cuma mau minta saya temani cari makan? Pak disekitar rumah bapak juga banyak yang jualan kan?" tanya Raka tak habis pikir.
Alex berwajah datar.
"Bukan untuk saya, tapi Aira, dia ngidam, kamu kan lebih gaul dari saya, pasti kamu tau"
"Astaga.."
'Oke sabar Raka'
Raka memijat pangkal hidungnya.
"Aira ngidam apa?" tanyanya.
"Kamu tau sandwich stroberry seperti yang ada di e-mart korea?"
"Sandwich? Ditoko roti aja cari" ucap Raka.
__ADS_1
"Kalau saya tau, udah dari tadi saya dapet, gak perlu panggil kamu" ucap Alex.
"Sandwich gimana? Saya ga-"
Ucapan Raka terpotong karena Alex langsung menunjukkan layar handphone didepan wajahnya, ingat! Tepat didepan wajah Raka.
"Nih seperti ini" ucapnya santai.
"Ah ini" ucap Raka.
Alex membulatkan mata, ia menatap serius Raka.
"Kamu tau?"
Raka mengangguk.
"Dimana?"
"Dikorea" ucap Raka.
Alex mengantupkan giginya kesal.
Brengsek apa maksud Raka, itu Alex juga tau kalau sandwichnya dikorea. Sialan wajah itu ingin Alex gampar, tapi tidak bisa.
'Tahan Alex, kamu butuh dia'
Melihat Alex yang menahan emosi, Raka tertawa.
"Haha bercanda pak, ini ada di mall grolet, agak jauh sih, disana banyak makanan kemasan dari korea, sama negar-negara lain" ucap Raka.
"Oke, kamu ikut saya"
Alex menepuk pundak Raka, sudah ia yakini Raka lebih tau banyak, dia itu pria kesepian yang suka jalan-jalan.
'What? Hey man, aku butuh tidur'
"Ayo cepat" ucap Alex yang sudah berada didalam mobil.
"Akh ngeselin nih orang" kesal Raka.
"Besok aja kalau mau bikin perhitungan, sekarang saya butuh kamu" ucap Alex dingin.
'Itukan derita situ, situ yang bikin, kenapa aku terlibat'
"Bentar masukin mobil dulu" ucapnya Raka.
Raka memasukkan mobilnya kedalam garasi rumah, Dengan langkah berat ia menghampiri mobil Alex dan duduk disamping pria itu.
"Dimana itu jalannya?" tanya Alex.
"Jalan merak"
"Gak ada tempat lain? Jauh banget" omel Alex.
"Gak ada, lagian Aira minta makanan yang begitu, tau aja mana yang impor" ucap Raka.
Alex tertawa pelan.
"Saya juga gak tau, pas mau tidur dia minta"
"Bapak tau gak saya tadi lagi jalan sama Mira, sa-"
"Anak gadis orang jangan dibawa keluyuran, nanti masuk angin" cibir Alex.
Apa ini yang dimaksud, jomblo salah gak jomblo salah.
"Nanti juga saya nikahin"
"Ya"
Raka melihat keluar jendela, sunyi dan gelap, hanya ada beberapa kendaraan yang lewat bersama mobil mereka.
"Ngomong-ngomong pak Raka, jujur, kalian siang tadi ngapain?" tanya Alex penasaran.
"Urusan anak muda, orang tua gak boleh tau" jawab Raka.
Alex menarik sudut bibirnya.
"Yaa cuma mau ngingetin, sering-sering berdua yang ketiganya setan"
"Iya bapak setannya" jawab Raka.
"Maksudnya?"
"Tadi saya berdua sama Mira, terus bapak telfon saya, dapat disimpulkan kalau setannya itu bapak" ucap Raka.
Alex tertawa.
"Karena saya lagi butuh, yaudah gakpapa mau dibilang setan"
"Kenapa harus saya pak? Gak ada orang lain gitu?"
"Kan kamu sendiri yang bilang kita teman teman harus membantu temannya yang kesulitan" ucap Alex.
Raka berdesis.
__ADS_1
'Kenapa waktu itu aku ngomong gitu'